
pagi sekali deva sudah berangkat kerja,,tanpa bertegur sapa dengan jesika dan terkadang deva suka menghindari jesika .jd cukup sulit jesika untuk benar-benar bicara dengan deva
yang bisa jesika lakukan hanya menangis dalam kesendirian,menyesali perbuatan yang telah ia lakukan ,,kini dia tidak peduli lagi tentang bungkusan itu,ia tidak membutuhkannya lagi toh dia sudah menikah dan suaminya benar-benar menerima dia apa Adanya....
"aku benar-benar bodoh,,,kenapa aku bisa lakukan hal yang benar-benar membuat deva kecewa,bagaimana kalau dia menggugat cerai?....enggk,,,aku gak mau dan aku takkan pernah mau berpisah dengan deva,aku harus segera menyelesaikan masalah ini,aku tak mau berperang dingin terus dengan deva,aku merindukan segala hal yang dia lakukan terhadapku" gumam jesika di tengah tangisan nya
* pukul 16:00
deva tiba di rumah,seperti biasa jesika selalu menyambut deva di dekat pintu,kali ni jesika benar-benar memasang wajah yang sangat menyedihkan ,tanpa berkata ,,jesika langsung memeluk tubuh deva erat ,sangat erat... beruntung kali ini deva membiarkannya dan malah membalas pelukannya dengan erat pula,,,.
mereka tenggelam dalam keheningan yang cukup lama seolah dekapan itu menyalurkan semua rasa rindu yang selama beberapa hari ini tertahan....
"maafkan aku ,mas"....hanya itu yang mampu terucap dari mulut jesika ,deva pun hanya mempererat pelukannya tanpa menjawab sepatah katapun
beruntung di dalam rumah hanya ada mereka berdua,,bu tia sudah pasti berada di luar sedang berkumpul dengan ibu-ibu pengajiannya,,,
perlahan pelukan pun melonggar dan mereka saling tatap menatap,,,,dan bibir mereka pun saling mendekat dan kini mereka berpagutan bibir dengan sangat rakus,,,,dan tentu saja jesika kini yang ambil alih kendali,,,karena memang inilah yang jesika mau,bisa kembali bercumbu dengan deva,,,
karena dengan bermesraan maka masalah sebesar apapun akan cepat terselesaikan ,apalagi deva termasuk tipe orang yang mudah terangsang,,,,
jesika sangat takut dengan kemarahan deva kali ini,,,karena deva mendiamkannya,karena sebenarnya deva tipe orang pemarah,dan selalu mengeluarkan apa yang ingin dia ungkapkan ,,walau sebenarnya jesika tidak suka dengan temperamen deva tapi rupanya itu sudah menjadi kekurangan deva dan jesika bisa menerimanya,,,berbeda dengan kemarahan deva kali ini,,,
dia benar-benar bungkam diam seribu bahasa yang di takutkan jesika ,,deva menggugat cerai jesika dan meninggalkannya .....
"sayank,aku minta maaf,aku tau aku salah ,,,aku mohon beri aku kesempatan,aku takkan mengulang nya lagi dan aku juga tidak akan berhubungan lagi dengan diaz,,,bahkan aku udah blok nomor dia"...ucap jesika sesenggukan
"kita ke kamar yuk,,kita ngobrol di kamar biar lebih enak,,,tapi sebelum itu,aku mau ke air dulu pengen cuci muka"
"ikut,,,,,,"ucap jesika manja dan masih menempel di tubuh deva
*
"aku minta maaf,aku bertemu diaz saat reoni kemarin,,lalu dia menyapaku dan berjanji akan memberikan bungkusan itu ,,tentu saja aku senang mendengarnya karena memang itu yang aku inginkan saat ini. dengan syarat aku harus menemui nya keesokan harinya,,tapi entah kenapa aku tak bisa bercerita kepadamu ,,ada ketakutan sendiri ,kamu akan marah dan melarangku untuk menemuinya .."ucap jesika mengambil nafas untuk melanjutkan ceritanya sembari menunggu respon dari deva ,,tapi sepertinya deva belum memberikan respon apapun
"akhirnya akupun pergi menemuinya,kita janjian di alun -alun kota,,entah kenapa saat aku bertemu dengan dia ,aku seolah masih memiliki hubungan dengan dia,jadi aku tidak berani buka hp hanya untuk sekedar memberi kabar padamu,yang aku rasa saat itu hanya ketakutan dan rasa bersalah yang aku sendiri tidak bisa untuk menghadapinya,,,,lisanku seolah terkunci untuk memberi tahu mu,bahkan tubuhku pun seolah melawanku untuk bisa dekat denganmu,,,,pikiranku hanya ada dias dan dias saat itu,,tapi hatiku selalu ingat kamu,,,"
"apa dia melakukan sesuatu terhadapmu?"itulah hal pertama yang ingin deva tau,karena kalau sampai diaz melakukan sesuatu khususnya kontak pisik,mungkin deva akan benar-benar melepas jesika
"tidak,,,diaz sama sekali tidak menyentuh ku,dia hanya memintaku untuk menemani belanja kebutuhan dia dan kita nonton seperti pasangan pada umumnya" ucap jesika tegas ,deva pun dapat bernapas lega kali ini,,karena dia tidak harus melakukan apa yang tidak dia inginkan
"3hari aku menemani dia,selama 3hari itu dia selalu beralasan kalau bungkusan nya ketinggalan ,sehingga selama 3hari itu aku tak mendapatkan apa yang ku inginkan,,ntah kenapa aku tak bisa menolak Keinginan diaz kala itu,,,aku minta maaf dev,aku mohon tolong jangan diamkan aku lagi,aku tak sanggup bila kamu mendiamkanku....
aku lebih siap jika kamu marah,bentak aku,caci maki aku,tapi bisa membuat hubungan kita lebih baik,,,daripada kamu mendiamkan aku,seperti ini,,,ini penyiksaan yang cukup membuat ku mati secara perlahan...maafkan aku,,,,tolong jangan diamkan aku lagi"
"hmm entahlah,,,,saking kecewa dan sakitnya seolah tak ada kata yang bisa aku keluarkan selama beberapa hari ini,,,tiap kali aku melihat wajahmu ,hanya kemarahan,kekecewaan yang aku rasa,makannya aku memilih menghindar supaya aku tidak mengeluarkan kata yang tidak seharusnya aku katakan di saat aku marah.....
"apa kamu masih marah sama aku sekarang mas?"
"kalau aku boleh jujur,aku masih sangat marah padamu,tapi rasa cintaku meredam kan amarahku,,,
rasa kecewaku dikalahkan oleh rasa rinduku,,aku tak bisa tidak bertegur sapa dengan mu,inginnya aku mencaci maki kamu tapi aku takut itu akan lebih menyakitkan buat kamu,jadi aku pilih bungkam agar kamu tidak merasakan sakit hati seperti aku"
"kamu salah mas,,,justru kediaman kamu ini merupakan hukuman mati untukku ,,kau tau kelemahanku adalah kamu,hal yang paling tidak aku sukai dan tidak aku inginkan adalah kalau kamu mendiamkan aku,kalau boleh memilih ,ketika kamu sedang marah kamu akan mengomel dan mengungkapkan Segala Hal yang ingin kamu sampaikan dari pada kamu diam begini,,,,maafkan aku"
"sama-sama aku juga minta maaf ,aku tak tau kalau kediaman ku justru membuatmu semakin merasa sakit hati dan hampir putus asa,,,,maafkan aku ya sayank" ucap deva sambil mencium kening jesika lama
mereka pun berpelukan erat dan saling berpagutan bibir dan berakhir dengan pergulatan panas di waktu senja ,,,seolah ingin menumpahkan Segala kerinduan ,kekecewaan,kesedihan dan kelegaan satu sama lain