My Beloved

My Beloved
bab 28



*2minggu sudah*


Jesika masih memblokir nomor diaz ,membuat diaz kalang kabur,panik,takut marah,semua campur aduk


"pantas saja,dia tidak menghubungiku,rupanya dia sedang pegang uang saat ini" gumam diaz karena dia baru sadar kalau jesika udah gajian,diazpun menghela napasnya..


"baiklah,,,,kita liat,apa sekarang dia masih bisa melupakan ku setelah aku melakukan sesuatu yang biasa aku lakukan terhadapnya?",lanjut diaz sembari membuka laci di kamarnya,,,lalu diapun mengambil sesuatu dari sana,dan mulai menjalankan niatnya ...


*di lain tempat*


deva dan jesika berada di rumah saudara pak andi yang ada di kota R,,.mereka sedang bersilaturahmi dengan keluarga besar pak andi,kini deva sedang berbincang dengan adik-adiknya pak andi,terlihat akrab ,seperti sudah kenal lama,,,jesika sendiri sedang bermain bersama keponakannya,jadi mereka terpisah tempat walau tetap satu ruangan,,,


sedangkan kedua orang tua jesika berada di salah satu rumah adik bontotnya pak andi,


pak andi merupakan anak kedua dari 5 bersaudara,2 laki-laki dan 2 satu perempuan yang sulung dan bontot.


"aku pikir lelaki yang membonceng jesika tadi itu diaz,aku sempat kaget dan tak percaya,sejak kapan diz bisa bawa motor,bukannya selama ini dia tidak bisa mengendarai motor?


tapi setelah helm terbuka aku lebih kaget lagi,ternyata orang lain,dan mas mengizinkan jesika di bonceng oleh laki-laki lain" ucap hanum adiknya pak andi


"laki-laki itu namanya deva,dia rekan kerja di perusahaannya,,dia sering kali datang ke rumah anterin jesika pulang bahkan sering makan malam bersama kami,,,aku rasa deva punya posisi special di hati jesika ,jadi saya dukung aja siapapun yang dekat dengan jesika,walau dia udah tunangan ,,,kamu tau kan kalau aku kurang setuju kalau diaz jadi pendamping jesika "


"oh rekan kerjanya ya,,,ya kalau saya boleh jujur juga,saya suka kepribadian deva ,dia ramah,dan sopan juga walau kami tak banyak ngobrol tapi liat sama adik-adik mas yang lain mereka bercengkrama seolah udah lama saling kenal,,,jauh banget jika harus di bandingkan sama diaz,kita cuma pernah sekali ketemu ,itu juga dia cuma diam saja,gak buka suara sama sekali waktu itu "


"sayapun begitu,,,kita tidak tau siapa jodoh jesika nanti,tapi mas berharap jangan diaz yang jadi jodohnya nanti,,,walau mas sendiri ragu,apa mungkin jesika bisa berpaling?secara jesika selalu jadi anak pembangkang kalau itu menyangkut diaz,tidak bisa di cegah apalagi di larang,sepertinya jesika cinta mati pada diaz."


"ya mudah-mudahan aja mas,ini pertanda baik,jesika dekat dengan pria lain saat ini,,,mudah-mudahan itu jadi jalan jesika untuk menentukan pilihan siapa yang akan jadi pendamping hidupnya nanti,,terus mba tia sendiri lebih setuju pada siapa ,diaz atau deva??tanya shanum kepada bu tia


"ach buat saya,siapapun yang menjadi pendamping jesika ,saya hanya bisa mendoakan ,semoga jesika bahagia ,jarang bertengkar dan tentunya harmonis juga....tapi ya kalau boleh memilih,,lebih baik deva"


"oke mama berarti kita sependapat " ucap pak andi


"lucu kalian itu,,kalian itu orang tua jesika,kalian punya hak untuk melarang jesika berhubungan sama lelaki yang tidak kalian sukai,tapi kenapa kalian malah tetap membiarkan jesika menjalin hubungan bahkan sudah tunangan pula" tanya shanum dengan heran


"hah,,,dek,,mas sama mbakmu ini sering sekali menyampaikan ketidaksukaan kami terhadap diaz,yang pastinya kami juga memaparkan alasannya kenapa....bahkan kami sering menyuruh jesika untuk memutuskan hubungannya dengan diaz dan suruh cari pria lain,,awalnya jesika mengikuti perintah kami,karena memang jesika merupakan anak yang menurut dan paling takut dengan mamanya,,,sekali di gertak juga pasti jesika akan melakukan hal yang kami inginkan....


tapi suatu ketika mas mau belanja barang yang di butuhkan untuk pekerjaan,mas liat jesika sedang duduk berduaan di taman kota bersama diaz saling berpegangan tangan,mas marah,kesel dan kecewa sama jesika karena dia telah bohongi kami berdua...


lalu malamnya ,mas tanyalah dia,masih berhubungan sama diaz tidak,awalnya dia tidak mengaku,tapi setelah mamanya ikut bicara baru lah,jesika jujur kalau selama ini mereka backstreet .....


semenjak saat itu kami tidak melarang jesika lagi,kami membiarkan saja hubungan mereka ,walau jesika sering mengeluhkan sifatnya diaz,kami cuma bisa menasihatinya saja"


"oh gitu ya mas,ku kira kalian emang tidak tegas terhadap jesika,l sebagai orang tua,maafkan aku ya mas,mba,,,".ucap shanum tulus karena sudah salah sangka..mereka pun mengangguk dan melanjutkan obrolan yang lain


*


"dev,antar aku yuk,,ke warung?"pinta jesika ketika melihat dev masih asyik ngobrol dengan pamannya


"ih mamang suka-suka aku lah,,lagian yang bawa deva kesini siapa coba?,,ayo dev" ucap jesika sengit sambil menarik tangan deva untuk bangun


" hahaha,posesif banget ponakan aku yang satu ini,, sudah sana bawa deva nya bawa,,,Hati-hati dev,,,nanti di cakar jesika,,hahahaha "ucap paman jesika yang lain yang suka ngusilin jesika ,,,jesika pun mendengus kesal deva pun menganggukkan kepala nya sebagai tanda dia pamit pada paman-pamannya


jesika membawa deva ke warung ,mereka pergi tidak berdua melainkan dengan kedua ponakannya yang masih duduk di TKB dan mash berusia 1thun yang kini ada digendongan deva.


mereka jajan ice cream bersama dan cemilan-cemilan untuk anak-anak...


"duhhh senang kali ya,,,jika suatu hari nanti,kita udah menikah terus punya anak,akan seperti ini kayaknya,,,anak yang pertama jalan kaki dan anak yang kedua di gendongan papah nya" ucap jesika antusias


"anak???emang kamu mau menikah dengan aku jes?sampai membayangkan hal sejauh itu??"tanya deva


"memang kamu tak pernah membayangkannya gitu??"tanya jesika


"hah,,,,,aku tak suka membayangkan sesuatu yang belum terjadi karena takut kecewa ,,apalagi status aku yang cuma jadi kedua ,yang bahkan kalau di bandingkan dengan diaz,aku sangat jauh,baik itu dari status nya yang kini sebagai tunanganmu,atau secara pinansial,,aku yang hanya kuli pabrik sedangkan dia pegawai negri,,,jauh sekali"


"ach kamu mah gak asyik dev,,,udah sini biar ponakan nya aku yang gendong" ucap jesika kesal sembari mengambil paksa ponakan yang ada di gendongan deva dan langsung mempercepat langkahnya meninggalkan deva yang terbengong


"apa ada yang salah dengan apa yang aku bicarakan gitu?kenapa jesika semarah itu??ach terkadang wanita sulit untuk di mengerti " gumam deva sambil melanjutkan langkahnya menyusul jesika yang kian menjauh dari jangkauannya ..


*makan malam telah siap*


mereka pun makn malam bersama di rumah bi shanum,karena rumah bi shanum memiliki ukuran yang cukup luas sehingga mampu menampung semua anggota keluarganya.


setelah selesai makan ,,,keluarga pak andi pun berpamitan untuk pulang,karena waktu sudah malam dan besok mereka harus berkerja...


*


"jes,gimana kelanjutan hubungan kamu dengan diaz,apa kalian baik-baik aja?"tanya pak andi ketika mereka sedang duduk santai di ruang tamu,,,jesika pun menepuk jidat nya,,dia lupa belum membuka blokiran nomornya dia benar-benar melupakan diaz akhir-akhir ini karena sibuk pacaran dengan deva


"aku lupa yah,aku belum buka blokiran nomor diaz,3minggu ini nomor diaz aku blokir ,aku bertengkar sama dia,jadi aku blokir nomornya ,niat mau sebentar malah kebablasan begini,,,haduuuhhh"ucap jesika sembari mengotak ngatik ponselnya,setelah selesai mengotak ngatik,,notif pesan masuk bersahutan ,dari pemgiri. pesan yang sama dengan menggunakan aplikasi yang berbeda


"oh..sepertinya akan ada perang lagi ini" ucap pak


andi


"haha kalau dia sampai ngamuk ,,,tinggal aku blokir lagi aja nomornya,biar dia mikirin aku,,,jangan cuma aku yang mikirin dia aja selama ini" ucap jesika santai sehingga membuat sudut mulut pak andi melebar seketika .


"emang kamu berani memblokir kembali?"goda pak andi karena sepertinya sudah mulai kelihatan hilal akan ganti calon menantu


"beranilah yah,,3minggu ini kan aku blokir dia ,,haha,,


ya sudah yah ,,dia telepon aku ke kamar dulu ya,mau angkat telponnya dulu,bye ayah".


pamit jesika sembari mencium kedua pipi pak andi ,,,pak andi pun tersenyum melihat tingkah anak sulungnya tersebut