My Beloved

My Beloved
bab 18



neeeeeetttttttt (bel pulang perusahaan berbunyi tepat pukul 12:00)


iya tepatnya hari ni,,hari sabtu


# kenapa cerita author di buat hari sabtu terus?#


#karena cuma hari sabtu yang memiliki waktu yang panjang dan selalu ada cerita yang tertulis dalam kisahnya,karena hari-hari biasa,kisah mereka hanya di habiskan di meja kerja mereka tanpa banyak komunikasi,apalagi sekarang jam kerja mereka selalu bertambah waktu 3jam,sehingga cerita mereka hanya terus berulang di hari senin -jum'at tersebut,


pagi: mereka sarapan bareng


siang :mereka istirahat makan bareng dan sholat juga


sore :mereka pulang kerja bareng juga


malam:chating mereka hanya sebentar karena terhalang oleh rasa lelah yang mendera tubuh mereka yang menuntut untuk segera mengistirahatkan tubuh masing-masing #


"jesika,,,hari ini ada acara kemana?"tanya deva ketika mereka jalan bareng keluar menuju pintu masuk departemen


"oh aku mau ke kondangan nikahan teman SMAku,kamu mau ikut?tanya jesika ragu


"oh pantes tampilan kamu cantik banget hari ini kayak yang mau ke kondangan,,,ternyata emang mau ke kondangan ya,hehe....". ungkap deva cengengesan


kebetulan setiap hari sabtu ,pakaian yang di kenakan adalah pakaian bebas makannya kerap kali hari sabtu disebut hari fasion show karena di hari sabtu tersebut banyak kaum hawa mengenakan segala jenis pakaian dari mulai,rok,gamis,gaun dan baju bebas santai tak lupa dengan aksesorisnya juga berupa kalung panjang,gelang rantai, gelang tali,cincin imitasi dan masih banyak lagi aksesoris yang bermacam-macam bahkan banyak juga yang memakai riasan wajah yang lengkap,untuk mengimbangi penampilan mereka seperti memakai bulu mata palsu,lensa mata ,eye shadow,dan sebagainya.


sedangkan di hari senin-kamis mereka hanya di per boleh kan memakai baju seragam hitam putih tanpa aksesoris di tubuh selain jam tangan dan riasan wajah pun seadanya,karena mengimbangi pakaian yang di kenakan,dan untuk hari jum'at sendiri itu di wajibkan memakai baju batik


"hehe bisa aja kamu,,,,hm gimana kamu mau ikut gak?"tanya jesika sekali karena sepertinya deva melupakan pertanyaan jesika tadi


"eh iya lupa belum jawab,,,emang di daerah mana gitu kondangannya jes?ungkap deva malah balik bertanya


"itu di daerah p,"


"oh lumayan jauh dan sulit kendaraan juga,,,dari sini kamu pergi bareng sama siapa?


"oh kebetulan tadi aku udah janjian sama geng SMA aku di pertigaan jalan depan jadi kita berangkat bareng naik go-car dari situ,tapi kalau kamu mau ikut aku akan batalin janji aku ke mereka" jelas jesika


"eh enggk jes ,maaf aku gak bisa ikut,,,aku udah ada janji sama dela,aku mau anterin dia ke terminal lagi habis pulang ini,kebetulan dia hari ini libur jadi dia bisa paking barang dari pagi,sehingga siang bisa pulang kampung"


"lha kenapa dia gak pergi sendiri aja dev,kan jarak terminal dekat bahkan cuma sekali naik angkot pula,gak ribet kenapa harus nunggu kamu pulang kerja baru berangkat?merepotkan aja"ungkap jesika agak keberatan


"hehe katanya sih pagi-pagi dia harus nyuci baju dulu,dan nunggu jemuran sampai kering biar tenang pas di tinggal pulang,juga dia bisa santai paking barang nya gitu,makannya dia minta aku untuk anterin dia ke terminal,apalgi aku juga pulang setengah hari" ungkap deva memberi penjelasan alasan dela ingin di antar


"alaaahhh ada-ada aja orang itu" ucap jesika sedikit kesal dengan tingkah dela


"hmm gimana kalau nanti setelah nganterin dela aku jemput kamu di tempat kondangan ,mau g?tapi kita janjian temu nya jangan di depan tempat kondangan melainkan di tempat lain aja biar kamu gak merasa malu diliatin sama orang-orang,,hehe" tawar deva mendadak lampu dalam kepalanya menyala


" emang kamu gak cape kalau lanjut jemput aku nanti setelah anterin dela??"


"ya enggak lah jes,,,,"


"oke kalau begitu,nanti aku sharelok ke kamu,kalau gitu aku pergi dulu ya,,,udah di tunggu teman-teman aku soalnya,bye dev,


Sampai ketemu nanti,assalamualaikum" pamit dela merasa sumringah dan terlihat terburu -buru sepertinya memang sudah di tunggu


"iya hati-hati dijalan jesi,sampai ketemu nanti juga,waalaikum salam" ucap deva agak berteriak karena jesika semakin jauh melangkah


20 menit kemudian deva sampai di kontrakannya...


dan dia buka kunci pintu kontrakan untuk menyimpan jaket lalu kembali keluar dan menghampiri kontrakan dela yang masih tertutup rapat


tok...tok tok


ceklek (pintu dibuka dari dalam)


"eh del,,,kamu udah siap??tanya deva


"bentar lagi dev,kamu pulang dari kapan?kok gak kedengaran suara motornya?"


"aku baru saja tiba,ya udah kalau belum siap aku mau makan dulu ya,tadi aku beli nasi di warteg,"


"ya ampun ,,,kamu belum makan dev?padahal ini udah jam 1 siang,kamu kemana dulu?bukannya bubaran pabrik itu jam 12?tanya dela penuh selidik dan merasa khawatir


"memang bubaran pabrik jam 12,tapi kan gak bisa langsung keluar karena jalanan macet bukan karena macet kendaraan aja tapi pejalan kaki juga padat,karena semua karyawan ikut bubar termasuk para staf office nya juga.,,jadi dari pada aku jemur badan di jalan, tengah hari begini karena macet lebih baik aku duduk manis di tempat yang teduh"


jelas deva


"oh kirain bubar jam 12,tuh bubar dari parkiran,,,ternyata bubar dari masing-masing departemen ya...maaf deh maaf,,,,ya udah kamu makan dulu aja,sana nanti aku kasih tau kalau aku udah siap" usir dela dan deva pun menganggukkan kepalanya nya sambil melangkah berbalik arah menuju kontrakannya ...


20menit kemudian...


"dev,kamu udah selesai makannya?tanya dela ketika sampai di depan pintu kontrakan deva yang terbuka


"udah dari tadi del,,,,kamu udah siap?"


"udah ,,,yuk kita berangkat,,,udah agak teduh jalannya sekarang,gak kayak tadi banget,,paaanasnyoo full"


ajak dela dan deva pun mengangguk sembari bangun dari duduknya lalu egera ia menyambar jaket dan memeriksa ponselnya takut ada balasan dari jesika ,,,iya selama makan,,, deva dan jesika saling bertukar kabar ,,,selalu itu mahhhh


deva pun membawa tas dan beberapa bawaan dela menuju motornya,setelah menyimpan barang -barang dela di motornya barulah deva naik ke atas motornya diikuti dela pula,kebetulan motor deva sudah terparkir ke arah yang seharusnya jadi deva tidak perlu repot-repot untuk putar balik arah tujuannya.lalu motor deva pun melaju dengan kecepatan sedang,tidak banyak obrolan yang di lakukan antara deva dan dela selain


"dev,besok malam kamu bisa kan jemput aku kembali disini?"


"insya alloh dela,,,kamu kabari aku aja nanti kalau pulang,,ok"ucap deva sembari menghentikan motornya dan mengambil semua tas dan bawaan barang yang akan di bawa oleh dela menuju bis


"oke deh kalau gitu,,,makasih ya dev, karena selama ini selalu ada buat aku , selalu nemenin aku bahkan jagain aku juga,..


ya udah aku pamit pulang dulu ya,kamu hati-hati di jalannya nanti ,jangan ngebut-ngebut,,oke?


"iya del,sama- sama,,,,,nanti jangan lupa kabari kalau pulang,dan semoga selamat sampai tujuan juga ,,oy aku pulang duluan ya ,maaf gak bisa nunggu sampai bis kamu berangkat?"


"iya dev,,gak apa-apa kamu langsung pulang aja,pasti kamu cape,lagian bentar lagi juga berangkat kayanya,tuh pak sopirnya udah naik" ucap dela ke deva menunjuk kursi supir yang kini udah terisi orang karena deva masih berada di dalam bis setelah menyimpan bawaan barang dan tas dela di atas jok penumpang


lalu deva pun mengangguk dan segera turun dari bis tanpa noleh ke belakang lagi,dia berjalan menuju tempat motornya di parkirkan lalu segera tancap gas ...


"buru-buru amat deva perginya ,apa dia kebelit kencing kali ya,,hahaha" sangkaan dela sambil cekikikan tanpa merasa curiga kalau deva memang sudah di tunggu sama orang lain


"