
masih di hari yang sama,yaitu hari jum'at dimana tanggalnya berwarna merah.
saat ini mereka sedang main gitar,gitar milik dela karena deva tidak terlalu pandai memainkannya dan dela juga masih pemain amatir ,gitar saat ini dipegang deva ,diapun menyanyikan satu lagi yang kebetulan diapun menguasai kunci gitarnya,
"pelukan sayang dari hati..
Kini tak terbendung lagi..
yang telah lama aku nanti...
kau pujaan hati....
kau pegang erat tangan ini,,,
seoalah tak ingin kau pergi
kau peluk erat tubuh ini
kau pujaan hati..
biarkanlah kata sayang,kan selalu terucap...
biarkanlah kata cinta ,kan selalu ku dengar...
karena kau lah kekasih hati ...
Yang selama ini ...aku cari...
biarkan lah kata indah yang selalu terucap..
biarkanlah kata mesra yang selalu ku dengar...
Karena kau lah kekasih hati...
yang selama ini...mengisi hati..
jreng ,,genjreng
(tepuk tangan pun berakhir dengan meriah dari kedua wanita yang mendengarkan lagunya tadi dan deva pun mengucap"terimakasih"seolah telah menyelesaikan konsernya")
lagu pun berakhir,di sela deva menyanyikan lagu itu mata deva tak lepas dari jesika selalu menatap selalu ingin mengungkapkan perasaan sesungguhnya kepada jesika,begitupun jesika seperti begitu menghayati lagunya walau pun musik nya tak seindah musik yang seharusnya tapi suara deva cukup buat dia terpukau
"hm dev,gayamu itu kayak yang profesional padahal masih amatir,emang sih di akui penghayatan lagunya dapat tapi main musik nya itu lho,,,"komentar jesika dengan pedas nya tapi tak khayal diapun menikmatinya tadi
"hmm biarlah,,yang penting kan nyanyi nya dari hati"
deva,jesika ,dan dela begitu menikmati kebersamaan mereka,saling bertukar cerita dan tertawa bersama juga ,kebanyakan tingkah jesika lah yang benar -benar menghibur mereka
"jes,makanan favorit kamu apa?"tanya dela di sela obrolan dan deva hanya menyimak saja
"aku suka makan es,suka banget malah,terkadang tuh ya,aku selalu bayangin kalau aku bisa keluar negri dan bisa menyaksikan turun salju langsung,rasanya aku ingin ambil sendok lalu keluar rumah lalu duduk lesehan dan makan es salju itu,,enak kayaknya" ucap jesika dengan kepolosan nya dan dengan cara bicara yang begitu menggemaskan,sehingga mengundnag mereka untuk terasa terbahak-bahak
"hahah ada-ada aja kamu ni jes,,,lagian salju itu kan air kotor bukan matang seperti es batu,,yang ada nanti kamu sakit perut kalau makan salju"jwab deva di sela tertawanya
"iya ,,konyol banget tau jes,hahaha,
Yang ada kamu beku kalau duduk lesehan di tengah salju turun"sambung dela juga di tengah tertawa mereka
"lha kan namanya juga suka,jadi bagaimanapun keadaannya pasti di makan dengan enak lah,,,,lagian ya,,kalau lagi hujan pun dan keadaan baju basah kuyup aku pasti mampir ke tempat pop ice dan beli es disitu,yang pop ice nya tuh full es kental gak cair" bela jesika
waktu menunjukan pukul 3,dan adzan ashar pun berkumandang,,mereka pun bergegas untuk sholat di kontrakan masing-masing dan jesika pasti sholat di kontrakan dela karena di tempat deva tidak ada mukena,ya kali deva nyimpan mukena,hehe
"sedikit bosen juga ya_bagaimana kalau kita jalan-jalan ke puncak gunung dev,yang ada di kota c?ajak dela begitu antusias
"yaiyalah,emang kenapa?lagian motor kamu itu motor gigi,ga akan takut kehabisan tenaga di tengah tanjakan kali,gimana menurut kamu jes? seru dea dengan semangat dan langsung menoleh kearah jesika seoalah mencari suara yang mendukungnya
"ya aku mau ikut kalian saja"jawab jesika ragu,dia ingin pergi tapi takut juga,apalgi dia trauma kalau naik motor di tanjakan keseringan gak kuat dan motor suka mundur lagi,itulah pengalaman yang sering terjadi pada jesika ,tapi diapun tetap meyakinkan hati untuk pergi dan mencoba percaya dengan kemampuan berkendara deva
"tuh dev,jesika setuju,kamu gimana??"tanya dela gantian menoleh ke arah deva
"okelah hayooo kita berangkat"
"pake jaket ya jangan lupa"ucap deva mengingatkan dela lalu dia memperhatikan jesika
"eh jes kamu gak bawa jaket ya?mau aku pinjemin jaket?"tawar deva
"eh gak usah dev,aku gak nyaman kalau pake jaket"
"ya sudah kalau begitu,ayuk kita pergi"
mereka pun naik motor dengan posisi dela di tengah dan deva pun segera menjalankan motornya untuk menuju ke tempat yang mereka tuju.
di tengah jalan ,hujan gerimis pun turun,deva pun mulai bertanya sama penumpang di belakangnya
"bagaimana ini girl ,hujan,mau berteduh dulu,lanjut jalan atau puter balik?" tanya deva
para wanita pun keliatan sednag berpikir jawaban apa yabg tepat lalu suara jesika lah yabg keluar sebagai jawaban
"gak usah balik lagi,tanggung juga udah jauh kita ,,kita lanjut jalan saja,semoga hujannya segera reda "
"aku setuju dengan jesika dev"sambung dela
"oke kalau begitu kita lanjut"
deva pun mulai menancapkan gas nya dengan kencang supaya mereka segera tiba dan bisa berteduh kalau kalau hujannya lanjut..
15 mnit kemudian mereka pun sampe di puncak ,,yang mana kelelahan mereka tergantikan dengan pemandangan kota yang mereka liat.dan gerimis pun masih melanda mereka,,tapi itu tak menjadi penghalang buat mereka untuk tidak menikmati jalan-jalan mereka.mereka brenti di tempat lapangan yang luas yang kebetulan lapangan itu terisi oleh pasar malam yang sekarang belum beroprasi jadi lapangan itu terisi oleh kora-kora,ombak banyu korsel dan lain-lainnya,dan pemiliknya pun tak ada di tempat ,jadi lapangan itu cuma di huni oleh mereka bertiga saat ini.
mereka pun banyak mengambil fhoto bersama,gerimis tidak membuat mereka berteduh,malah sebaliknya mereka kembali hujan-hujanan dan baju mereka cukup basah walau tidak sampai basah kuyup,mereka begitu menikmati waktu di tengah gerimis tersebut merasa ada kesan sendiri untuk mereka masing -masing
banyak fhoto yang mereka ambil,dari mulai fhoto mereka bertiga ,kadang berdua sambil gantian siapa yang menjadi fotografer dadakan mereka kadang juga selfi sendiri pake hp masing-masing.
kini giliran deva dan jesika yang di fhoto berdua dan itu cukup membuat deva merasa canggung gak kayak waktu di fhoto berdua dengan dela.
""ayo giliran kalian sekarang,,,tapi fhoto dimana ya?"usul dela sambil melihat fhoto yang bagus
lalu jesika pun yang menjawab kebingungan dela
"di tepat kora-kora aja kita fhotonya,gimana dev?"
"boleh,yuk kita kesana"
lalu deva dan jesika mengambil pose ..jesika duduk sambil menahan dagu dengan kedua tangannya dan deva berdiri di samping jesika sambil merangkul kedua bahu jesika.
lalu pose selanjutnya,deva dan jesika berdiri dengan posisi mereka saling berdekatan dan pandangan deva tidak mengarah ketempat kamera melainkan ke arah pandangan lain dan jesika pun mengikuti arah pandangan deva yang sengaja deva ulurkan jari telunjuknya seolah ingin menunjukan sesuatu kepada jesika.dan banyak lagi pose-pose mereka selain di tempat kora-kora tersebut,ada yang di pinggiran jurang,dengan fose tubuh mereka berjarak,dan kedua tangan jesika mengulurkan kedua tangan nya dengan jari jempol dan telunjuk yang menunjuk ke arah deva ,sedangkan posisi deva sendiri, tangannya dia letakkan di kedua pinggangnya dan menunjukan ekspresi wajah yang sedang kesal.
dan banyak lagi fhoto-fhoto yang mereka ambil...
setelah puas,mereka pun bergegas pulang,karena hari pun mulai gelap.
setelah nyampe kontrakan deva langsung menyalakan disvenser ,guna membuat teh manis hangat agar tubuh mereka tidak menggigil karena kedinginan.
lalu jesika pun pamit pulang dengan memakai jaket dela ,karena baju dia lumayan basah takutnya masuk angin kalau kena angin walau hujan udh reda.
jesika naik angkutan umum karena takut merepotkan deva bagaimanapun deva sudah berjuang keras tadi di jalan ,dan keliatan lelah dan cape,jadi jesika tak ingin menambahkan beban deva.