
telepon berbunyi
"selamat siang pak,,,"ucap deva ketika mengangkat telepon dari klien
"selamat siang pak deva,,apa ada waktu sekarang?bisa kita ketemu di kafe melati sekarang?
"oh iya sebentar saya mau cek jadwal terlebih dulu,,
hm oke pak ,,bisa ketemuan jam berapa ya?"
"nanti saja jam 1 setelah waktu istirahat,"
telepon pun berakhir dan deva segera bersiap untuk menyediakan semua hal yang di perlukan untuk nanti ,,
*
waktu menunjukan pukul 12:30.tidak ada notifikasi yang masuk ke ponsel deva dari jesika,,,jesika selalu di telan bumi,,tidak ada kabar kalau siang,kalau malam cuma menemani makan dan tidur,,,tidak ada cerita atau obrolan ringan seperti biasa.
deva pun tidak banyak berpikir dia pun segera bersiap untuk pergi ke tempat yang sudah di janjikan oleh klien nya,,,,
pertemuan pun berjalan dengan lancar dan deva pulang membawa hasil yang memuaskan dimana klien nya bersedia memberi orderan kepada perusahaan ,tempat dia bekerja.
tepat lampu merah menyala dan dia berhenti,tanpa sengaja dia melihat jesika sedang berada di dalam taksi dengan seorang lelaki,dan ketika dia melihat wajah lelaki itu ternyata diaz,,,
lampu hijau menyala deva pun mengikuti kemana arah mobil yang di tumpangi jesika melaju ternyata menuju ke alun-alun,,,,
deva pun berhenti untuk memberi kabar kalau dia takkan kembali ke kantornya melainkan langsung pulang,,,kebetulan kerjaan di kantor sudah selesai dan meeting juga selesai jadi dia bisa bebas pulang.
beberapa kali deva mengirim pesan kepada jesika ,tapi tak ada satupun pesan yang di baca oleh jesika.
lalu deva pun menelpon jesika ...
"assalamualaikum cayank,lagi dimana?"
tanya deva dengan tenang sambil melihat ke arah jesika tanpa sepengetahuan jesika
"waalaikum salam,,,aku lagi di rumah teman,udahan dulu ya,teman mau pinjam hp ini"...tut ..tut...tut...
telepon pun berakhir,,,,deva memejamkan matanya menahan amarah ,rasa kecewa karena jesika telah membohonginya dan dia pun bingung harus melakukan apa,haruskah dia menghampiri jesika atau membiarkan mereka berjalan sementara agar tau apa saja yang mereka lakukan.
sedang di tempat lain
"siapa yang telpon??suami kamu ya??"tanya diaz
"eh iya,,,suamiku telpon tadi ,,bisakah kita pulang sekarang?hatiku merasa tak enak diaz"
"hm kita kan belum nonton ,anggap aja ni acara nonton terakhir kita,,aku janji takkan ganggu kamu lagi jes,yuk kita lanjutkan ke tempat nonton biar gak terlalu lama nanti pulangnya"
mereka pun berjalan,deva pun mengikuti mereka dari belakang,,,
deva berhasil mengetahui apa yang mereka lakukan ,dari mulai nonton ,makan dan lain-lain,,,,
pukul 17:00
deva kembali menelpon jesika setelah ada notifikasi kalau ponsel jesika sudah aktif,
"assalamualaikum kamu dimana sebenarnya??kenapa jam segini belum pulang??apa perlu aku jemput??
"waalaikum salam,,aku lagi di rumah teman dan gak perlu di jemput juga karena aku lagi di perjalanan pulang ini ,"
tepat setelah deva bicara seperti itu deva menampakkan dirinya di sebrang jalan jesika,,,dan jesika pun menyadari itu ,,mereka saling berpandangan lama,,,,
dengan telepon yang masih tersambung...
"segeralah pulang ke rumah,hati-hati di jalan,"
deva pun memutuskan teleponnya dan pergi dari tempat yang semula ,,,ketika jesika mau mengejar ,deva sudah terlanjur menghilang.
diaz hanya menyunggingkan senyumnya berharap mereka segera bercerai dan jesika bisa kembali ke pelukannya,,,diaz pun mendekati jesika.jesika hanya bisa menangis sambil terduduk di kursi,rasa bersalah ,kini benar-benar memenuhi relung hati jesika,jesika ingin segera pergi tapi kekuatannya mendadak menghilang jadi dia hanya bisa menangis dan berusaha menjaga jarak dengan diaz,dan menepis tangan diaz ketika diaz ingin memeluk tubuhnya.
setelah beberapa lama jesika menangis dan mendapatkan kembali kekuatannya jesika langsung berdiri dan menaiki kendaraan tanpa memperdulikan diaz yang terus meneriaki jesika ,jesika pun pulang sendiri .
"assalamualaikum mah,,mas deva udah pulang?"tanya jesika ketika telah tiba di rumahnya dan melihat bu tia teras
"waalikum salam,,,kamu dari mana aja jam segini baru pulang??"
"eh mamah aku tanya kenapa malah balik tanya,,,"
"matamu kenapa??sembab begitu,,kayak habis nangis ,deva belum pulang,,,mungkin lembur kali ,emang dia gak ngabarin kamu?"
jesika pun langsung masuk ke rumah tanpa menjawab pertanyaan dari bu tia
setelah sampai di kamar ,,jesika terus mengirim pesan ke deva dan mencoba menelpon deva tapi tak ada satupun panggilan yang di jawab oleh deva.
jesika kembali menangis,,,sudah pukul 20:00 deva belum pulang dan tak ada satupun kabar dari deva.
"deva dan jesika kemana mah?tumben mereka gak keluar kamar?"
"jesika dari sore tadi di kamar yah,dia gak keluar-keluar,,,sepertinya mereka sedang ada masalah,karena dev sampai sekarang belum pulang"
"deva belum pulang?ayah kira deva sudah pulang,semenjak deva bawa mobil ,jadi gak ada tanda-tanda dia sudah pulang,kalau deva pakai motor kan ,keberadaan motor itu bisa menjadi tanda kepulangan deva ke rumah ini"
"syukur alhamdulillah yah,deva sekarang sudah naik jabatan kehidupannya pun lebih baik,walau bukan mobil sendiri,tapi itu cukup untuk di syukuri,,,
kira-kira ada masalah apa ya yah?apa ayah gak mau bertanya langsung ke Jesika?
""nanti aja ayah tanya kalau masalah mereka benar-benar besar,sekarang biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri,walau mereka masih tinggal bareng sama kita tapi bukan berarti kita harus ikut campur masalah rumah tangga mereka"
"betul juga apa yang di omong kan oleh ayah. ,ya udah kita istirahat aja yuk yah. mamah mulai kerasa ngantuk ini"
obrolan pun berakhir dan mereka pun masuk kamar.
tepat pukul 24:00
deva pulang,,dan membuka pintu dengan perlahan karena kebetulan deva membawa kunci cadangan,,,dan jesika pun sudah menunggu kedatangan deva semenjak tadi
"kamu dari mana aja mas?kok baru pulang?aku khawatir banget sama kamu,, pesan aku gak di baca dan panggilan aku juga tak ada satupun yang kamu balas,,aku minta maaf mas"cecar jesika ketika melihat deva dan langsung menjatuhkan tubuhnya di pelukan deva sambil terisak
deva pun hanya terdiam,,dan memejamkan matanya berharap pelukan jesika memberi ketenangan padanya walau diapun tak membalas pelukan jesika
"kenapa kamu diam aja mas?maafkan aku mas,maafkan aku"
setelah lama ,,deva pun melepaskan pelukan jesika dan memandang mata jesika lama,,deva pun mencondongkan kepalanya,lalu jesika memejamkan mata,Jesika pikir deva akan menciumnya ternyata
"ini sudah malam,saatnya istirahat,,,aku mau tidur duluan,,cape"
ucap deva dingin dan meninggalkan jesika yang mematung di tempatnya sendiri.