
"innalillahi wa inna ilaihi rojiun".
BRUK!!
jesika terjatuh pingsan...
"astagfirullahal adzim,,jesi,bangun........" ucap bu tia panik
bu tiapun segera menelpon pak andi untuk segera pulang .
*
"maaf ya ,saya harus pulang dulu sekarang,tadi orang rumah nyuruh pulang sepertinya keadaannya genting"pamit pak andi kepada adik-adiknya yang kebetulan satu tim kerjaan
"iya mas,mas pulang dulu aja,hati-hati di jalan ya mas,jangan ngebut-ngebut"
**
"astagfirullahal adzim,,ada apa ini?kenapa jesi bisa pingsan begini mah?"
"tadi di berita tersiar kabar kalau ada kecelakaan lalu lintas di daerah S dan ternyata mobil korban kecelakaan tersebut adalah mobil yang di pake deva,deva langsung meninggal di tempat dan sekarang korban di lari kan ke rumah sakit karena keadaannya terluka parah untuk di identifikasi "
"innalillahi wa inna ilaihi rojiun. ,berarti belum ada yang ke rumah sakit untuk menjemput jenazahnya ?"
"mah,,yah,,,jesi kenapa?kok bisa tiduran disini?"ucap jesi setelah sadar dari pingsan nya
"jesi,syukurlah kamu udah bangun,,kamu baik-baik saja?"
"mah,tadi jesi mimpi kalau deva meninggal karena kecelakaan..jesi takut itu jadi kenyataan"
"jesi,yang sabar dan tabah ya?apa yang kamu ucapkan barusan bukan lah sebuah mimpi melainkan itu kenyataan nak,,deva sudah meninggal,dan kita harus jemput jenazahnya kerumah sakit"
"TIDAK MUNGKIN,,TIDAK MUNGKIN DEVA NINGGALIN AKU MAH,,,TIDAK MAH,,DEVAAAAAA" lagi-lagi jesika teriak histeris dan kembali pingsan....
pak andi kini kebingungan tak mungkin dia meninggal kan Jesika dalam keadaan begini ,
beruntung di saat kebingungan melanda pak andi,adik-adiknya pada datang ke rumah dan bersedia untuk menjemput jenazah ke rumah saki.kini pak andi bisa fokus mengurus Jesika dan menyiapkan penyambutan jenazah,,kini rumah pak andi sudah di kerumuni banyak orang..
jesika sudah sadarkan diri tapi dia masih terus menangis,dan tidak melepaskan pelukan dari pak andi,bahkan tidak membiarkan pak andi untuk beranjak walau hanya sejenak....
banyak orang yang melayat dan mengucapkan bela sungkawa kepada jesika ...jesika hanya terdiam dengan pandangan yang kosong..
"yang sabar jes,kamu harus kuat,,,ingatlah..kita semua milik alloh dan akan kembali padanya,kamu harus tabah terima takdir alloh ini" ucap pak andi
"hiks hiks hiks .....jesika tau soal itu,,tapi kenapa harus secepat ini?ini terlalu mendadak dan menyakitkan"
"ayah ngerti nak,perasaan kamu...maut, merupakan mister yang kita sendiri tidak ada yang tau kapan waktu kita kan berakhir,,mungkin ini memang takdir yang telah di tuliskan untuk kamu,,ayah yakin kamu mampu melewati semua ini...
ingatlah alloh tidak akan membebani seseorang di luar kemampuan hambanya sendiri,,jadi apa yang terjadi sama kamu sekarang ,ayah yakin kamu mampu melewatinya"
"hiks hiks hiks hiks.....ayah ,jesi yakin kalau deva masih hidup ,yang kecelakaan itu bukanlah dia"
"ayah juga berharap seperti itu nak,,tapi semua bukti mengarah padanya,selain mobil,handphone juga ada di saku bajunya ,,hanya dompetnya saja yang tidak di temukan makannya sekarang jenazahnya di bawa ke rumah sakit terdekat disana untuk di identifikasi"
ucap pak andi,jesika pun semakin mengeratkan pelukannya
"aku yakin kamu masih hidup dev,kembalilah secepatnya jangan menakuti ku seperti ini,aku tidak bisa hidup tanpa kamu dev" gumam jesika dalam hati
**
"terimakasih untuk waktu dan tempatnya pak,semoga kerja sama kita bisa berjalan dengan lancar dan di mudahkan semua prosesnya juga"
"iya sama -sama pak,,,kalau begitu,saya permisi pamit pulang dulu,waktu sudah hampir sore takut ke malaman di jalan saya"
"oh iya silahkan pak deva,,,hati-hati di jalan"
deva pun mencari taksi dan menuju pulang,,,seharian ini dia merasa resah dan gelisah ,,pikirannya terus menerus tertuju kepada istri tercintanya ..
bagaimana tidak,,,,karena terburu-buru berangkat tadi deva tidak memeriksa ponselnya sama sekali,sehingga dia tidak menyadari kalau ponselnya tertinggal di mobil ....
deva tidak membawa mobil karena kebetulan waktu mau berangkat ban mobil yang biasa deva pakai mendadak bocor di tempat kerja ketika dia selesai membawa dokumen yang tertinggal untuk bahan meeting nanti dengan buyer.
alhasil dia pun meninggalkan mobilnya di kantor dan dia melanjutkan perjalanan dengan memakai taksi...
dan disini lah kini deva berada,di sebuah kota besar yang deva sendiri tidak pernah membayangkan bisa menginjakkan kakinya disini dengan tujuan untuk dinas,,
pertama menginjakkan kaki disini deva merasa gelisah karena tidak bisa mengabari sang istri tercintanya,dan deva pun kini benar-benar menyesali kecerobohannya"
waktu 2jam sebenarnya bukan waktu yang lama,,tapi entah kenapa rasanya jalan yang di tempuh semakin jauh karena perjalanan begitu lama padahal keadaan jalan ramai dan lancar tidak ada kemacetan sama sekali.....
pukul 18:30
akhirnya deva pun sampe rumah,dia masih berada di dalam mobil dan melihat keadaan rumah masih gelap dan sepi,
."aduh,,kenapa aku bisa lupa,jesika pasti masih di rumah mamah ,,kenapa aku malah pulang kesini,hadeuuuhhh" gumam deva
"pak ,maaf kita lanjut perjalanan ke alamat ini pak" ucap deva memberi tahu sopir taksi,dan mobil pun kembali melaju meninggalkan kediaman deva dan jesika.
*
ada apa ini?kenapa ramai sekali,dan kenapa ada bendera kuning?siapa yang meninggal?"ucap deva kebingungan ketika sampai depan gang rumahnya begitu banyak orang ,lalu deva pun turun dari mobil dan bertanya kepada seseorang yang kebetulan deva mengenal orang tersebut
"eh bro ,,maaf, siapa yang meninggal ya?sampai susah jalan begini?"ucap deva pada orang tersebut yang ternyata teman yang di kenalkan oleh jesika tempo hari
"eh bro. ,,ini beneran kamu?kamu masih hidup?" ucap orang tersebut kaget
"lha iya aku masih hidup bahkan keadaan aku sehat pula,,kamu kenapa kok kayak yang habis liat setan aja,mukanya terkejut begitu"
"syukur alhamdulillah kalau begitu,berarti korban kecelakaan itu bukan kamu"
"korban kecelakaan??maksudnya?kecelakaan apa?"
"kamu belum liat berita di tv dan sosmed?"
"belum,bahkan ponselku ketinggalan di mobil jadi aku tak tau,maksudnya kecelakaan apa?"
"sudahlah ceritanya panjang yang penting sekarang kamu temui dulu istri kamu,,,,dia berkali-kali pingsan daritadi ,kasihan pak andi kewalahan menghadapinya,,,syukurlah kalau kamu selamat dari maut,aku senang dengar nya"ucap temannya kepada deva dan deva pun langsung berlari menerobos kerumunan yang menghalangi jalan...
tepat di depan pintu rumah ,,orang-orang yang melayat pada terdiam di tempat seperti patung ketika melihat deva berdiri di depan rumahnya....
perlahan mereka pun memberi jalan untuk deva agar bisa di lewati ...
"yah,aku yakin deva masih hidup...aku yakin,,,,hik hiks hiks" ucap jesika yang terus menerus menangis dan menangkupkan wajahnya di dada pak andi,,
semua orang menyadari kehadiran deva tapi tidak ada satupun yang bersuara untuk menyapanya...semua terdiam dengan pikirannya masing-masing