My Beloved

My Beloved
bab 55



tepat pukul 18:30


deva baru menyelesaikan acara pemakaman temannya dan diapun segera pulang kerumah untuk mandi dan berganti baju terlebih dahulu sebelum kembali ke rumah sakit ...


kondisi jesika sendiri masih belum sadarkan diri...mungkin efek dari tekanan yang di terima nya hari ini cukup berat sehingga menahan kesadarannya untuk kembali.


**


"dev,bagaimana udah selesai pemakaman teman kamu itu?"tanya pak andi ketika sudah sampai di rumah sakit


"alhamdulillah sudah yah,,hmm yah,ternyata batas usia seseorang itu sungguh misteri ya,,,tidak ada yang tau,,kapan dan seperti apa akhir dari episode kehidupan kita,,gak sangka aja ternyata rio(teman deva) akan secepat ini meninggalkan dunia mana dia kecelakaan pake mobil yang biasa deva pake juga,,,"


"oh ya,,bicara soal mobil ,,itu kan inventaris kantor ya,lalu untuk kerusakannya ..apa kamu yang tanggung semua biaya perbaikan nya dev??" ,,,


"alhamdulillah deva tidak ikut bertanggung jawab soal biaya perbaikan mobil itu,karena rio juga kebetulan karyawan kontrak kami,jadi mungkin mobil itu akan di jual aja nantinya,karena Takut kalau masih di pergunakan nanti akan ada korban kecelakaan lagi"


"oh syukurlah kalau begitu,ayah lega dengar nya dev"


"oh ya yah,jesika masih belum sadarkan diri kah dari tadi??"


"tadi udah sempat bangun ,,gak banyak bicara sih,tadi setelah siuman dokter langsung datang memeriksa kondisi jesika dan jesika kembali beristirahat"


**


"mah,aku haus" ucap jesika ketika membuka matanya


kembali..lalu bu tia pun segera mengambilkan air minum dan membantu jesika untuk meminumnya


"kamu udah enakan jes?apa yang kamu rasa saat ini?"


"begitulah mah,,di bilang enakan,,juga tidak,,,,dan rasanya pun campur aduk mah,,yang pasti aku merasa sedih "


"oh ya,,kamu makan dulu ya jes,daritadi kamu belum makan"


"aku gak nafsu mah"


"paksain lah jes,,kasihan calon bayi yang ada di perut kamu itu harus terpenuhi gizinya"


"a....paaa???...calon bayi??maksud mamah aku hamil??"


"iya sayang,,,kamu lagi hamil sekarang,jadi kamu harus benar-benar bisa jaga kesehatan kamu,pola makan kamu juga harus benar-benar di perhatikan"


ucap bu tia sumringah tapi lain lagi dengan ekspresi yang di tunjukan jesika ,,begitu banyak kesedihan yang terpancar di wajahnya.


tanpa sadar air mata nya pun mengalir keluar.


"aku bingung,apa aku harus bahagia/sebaliknya?


ini memang yang kami inginkan,,tapi apalah arti jika ayahnya tidak ada disini sekarang "


"kata siapa tidak ada disini??ayahnya ada tapi belum datang saja mungkin masih diperjalanan" ucap bu tia yang masih belum menyadari kalau jesika masih berpikir kalau deva sudah meninggal


"apa mamah tau,,saking tidak bisa terima kenyataannya aku,,tadi aku bermimpi kalau aku melihat deva memelukku sebelum aku pingsan,bahkan sekarang pun aku seolah -olah melihat deva sedang ngobrol dengan ayah di luar" ucap jesika berkaca-kaca sambil melihat keluar yang kebetulan wajah deva terlihat samar di kaca..bu tia mau menjelaskan kalau deva masih hidup tapi jesika keburu memotong pembicaraan bu tia


"iya sayang,mamah keluar dulu ya,mau panggil ayah kamu"bu tia pun segera pergi untuk memanggil suaminya.karena yang di butuhkan jesika sekarang adalah pelukan ayahnya,,,memang sudah menjadi kebiasaan jesika dari kecil ,,tiap kali dia merasa sedih ,tertekan atau menjalani kehidupan beratnya ,hanya pelukan ayahnya lah yang dia butuhkan .


**


"jesika udah bangun belum mah?maaf aku baru kembali,,tadi setelah ngobrol sama ayah aku terima telpon dari salah satu kerabat dekat rio"


"jesika udah bangun daritadi,,dia masih belum sadar kalau kamu selamat dev....jadi masih menahan ayah untuk keluar dari ruangan dia,masih terus memeluk ayahnya aja daritadi"ucap bu tia dengan mood cemburu


"hahaha maafkan istri aku ya mah...


waktu udh jam 10 ,mungkin lebih baik mamah dan ayah pulang aja dulu istirahat di rumah,biar jesika aku yang jaga disini..kalian pasti cape seharian ini tak ada istirahatnya sama sx,,,"


"iya dev,kami juga tadinya pengen pulang,,kasihan ibumu ,beres-beres di rumah kami seorang diri,saudara-saudara sepertinya sudah pada pamit pulang tadi. ,merasa tak enak juga sama ibumu,yang tak di jamu dengan benar kedatangan nya kali ini"


"gak apa-apa,,mamah juga ngerti situasinya mah..."


*


deva pun perlahan masuk ke ruangan jesika yang masih tertidur dengan posisi memegang tangan pak andi..


"maafkan aku ya yah,,karena benar-benar membuat ayah kerepotan hari ini. ,,mungkin sebaiknya sekarang ayah dan mamah pulang ,biar jesika aku yang jagain disini"


"iya dev,kami pulang, pegel juga daritadi posisi gak berganti,,,untung aja kamu selamat dev. kalau korban kecelakaan itu benar-benar kamu,ayah tak tau apa yang kan terjadi sama ayah,,,jesika tak mau lepas dan jauh-jauh dari ayah"


"alloh maha tau yang hambanya butuhkan ...jadi alloh pasti mengatur semua dengan baik dan sempurna"


"benar sekali,,ya sudah kalau begitu kami pamit pulang dulu ya,nanti kalau ada apa-apa segera kabari ayah ya dev"pamit pak andi dan deva pun menggantikan posisi pak andi yang di pegang tangannya oleh jesika yang masih betah memejamkan mata


**


pukul 23:00


deva Masih terjaga dan siaga menjaga jesika takut nanti jesika terbangun dan membutuhkan sesuatu


"hm hasby,kamu kemana aja?kenapa baru datang??"ucap jesika


"kamu dah bangun cayank,,syukurlah,,gimana kabarnya cayank?maafkan aku baru datang,aku baru menyelesaikan semua urusan di luar cayank" ucap deva sumringah sambil mengecup kening jesika dan mencium tangan jesika dengan mesra


"oh ya aku ada kabar gembira ,sebentar lagi kita akan jadi orang tua hasby,


Alhamdulilah penantian kita akhirnya datang juga..


Kamu tau gak hasby,,,separuh jiwaku langsung hilang ketika ku dengar kabar kalau Kamu meninggal karena kecelakaan itu,,,tapi syukurlah kalau itu cuma mimpi...


iya mimpi,,buktinya sekarang aku masih bisa memegang tanganmu..dan memelukmu" ucap jesika yang secara tiba-tiba menarik deva kedalam pelukannya...


"hiks...hiks...hiks...hiks....ya alloh ku mohon jangan dulu kau ambil suamiku ya robb,aku mencintainya dan aku tak bisa hidup tanpanya,,,ku mohon ya rob,,jangan biarkan aku terbangun dari mimpi ini...aku takut ketika ku buka mata ,wajah suamiku akan hilang begitu aja dan di gantikan dengan wajah ayahku...biarkan aku menikmati kerinduan ini untuk sejenak


ucap jesika yang tersedu ,deva pun perlahan mengangkat wajah jesika yabg ternyata dia masih betah memejamkan matanya dan satu yang disadari deva ,,ternyata selama jesika berbicara itu dia dalam keadaan mengigau


"