
"hasbyyy bangun....lihatlah" ucap Jesika dan menunjuk ke arah kasur yang ia tiduri ,ternyata sudah banjir dengan air bercampur darah yang keluar dari Jesika
"astagfirullahal adzim,,cairan apa ini yank? kamu mau melahirkan sekarang kah?,kerasa mules -mules atau sakit gak yank??
ucap deva panik,,,
"ntahlah,, tidak ada rasa mules hanya sakit di bagian ****** seolah dede nya ingin keluar sekarang."ucap jesika
"aku telepon bidan dulu,takutnya hanya kontraksi palsu,biar bidan yang memeriksa nanti,,tapi kamu tak sakit yank?"
"enggak by,aku baik-baik saja hanya terkadang rasa sakit menyusup ke bawah itu terasa tapi cuma sebentar-sebentar"
telepon terus memanggil tapi tak satupun telepon yang terjawab,waktu menunjukan setengah 1 dini hari,mau di bawa ke rumah sakit pun pasti hanya petugas yang jaga jadi mau gak mau deva terus mencoba menghubungi bidan yang biasa memeriksa kehamilan jesika,,,sudah lebih dari 10panggilan tak di jawab,akhirnya deva pun nekat membawa jesika ke rumah bidan tersebut ,
beruntung jesika masih dalam keadaan tenang,tidak ada keluhan/rintihan apapun sehingga deva bisa tenang juga mengantar jesika ke rumah bidan...
usia kandungan jesika saat ini ,baru memasuki usia 8bulan,,mungkin jika ini waktunya untuk melahirkan maka anak itu akan terlahir prematur....
sepanjang jalan deva tak henti terus mengucap doa dan jesikapun melakukan hal yang sama,,hanya ada mereka berdua karena kedua orang tua jesika kebetulan minta izin pulang dulu karena ada urusan yang harus segera di selesaikan,,biasanya kedua orang tua jesika selalu menginap di rumah jesika takut kalau jesika mulai merasakan tanda-tanda persalinan...
*
tok tok tok....(pintu rumah bidan terus di ketuk )
deva yang panik karena pintu tak kunjung di buka ,sedangkan jesika terlihat sudah mulai gelisah ,dan tak mendapati posisi duduk yang nyaman...
"masih lamakah??apakah aku akan lahiran di teras ini by?"
"astagfirullahal adzim,,sabar cayank,,aku lagi berusaha membangunkan bidan nya,,tahan sedikit lagi cayank,,ku mohon"
deva pun terus mencoba mengetuk pintu dan jendela bahkan ia sampai manjat supaya suara panggilannya lebih keras terdengar,,,beruntung tak lama kemudian ,bidan pun membuka pintu dan jesika segera memasuki ruang bersalin,,,
"bu,badan bayinya sudah terlihat mau keluar,cepatlah bu bidan" ucap jesika ketika ia sampai di kasur persalinan
"sabar dulu saya belum siap-siap memakai perlengkapan diri,sarung tangan pun belum terpasang"
"tapi bu ini udah mau keluar"
akhirnya dengan segera bidan menghampiri jesika dan persalinan pun terjadi,,
kurang lebih 2jam akhirnya bayinya bisa di keluarkan secara utuh walau keadaan bayi itu sudah tidak bernyawa,,karena selain kelahirannya yang prematur,,bayi itu juga dalam keadaan sungsang,sehingga yang keluar duluan adalah kaki bukan kepala.
**
"cayank,,kamu harus kuat ya,ikhlasin dede nya mungkin kita belum di beri kepercayaan untuk menjadi orang tua,,"
"hiks hiks hiks,,,kenapa dia harus terlahir jika untuk meninggalkan kita?kau tau kan by,,betapa inginnya kita untuk memiliki seorang anak,tapi dia malah meninggalkan kita sekarang,,,hiks hiks hiks"
"istigfar cayank,,semua ini adalah takdir alloh,,kamu harus kuat,anak itu titipan ,bukan hak milik kita,walau kamu yang mengandungnya,aku yang mengusahakan nutrisi untuknya. tetap itu bukan milik kita,,,
mungkin alloh lebih sayang anak kita di banding kita sehingga alloh mengambil kembali anak kita dengan mengizinkan kamu untuk mengandung sebelumnya,"
ucap deva sambil memeluk erat jesika,,,dan tak lama kemudian orang tua jesika datang dan menanyakan bayi mereka
di kerenakan jenazah bayi harus segera di makamkan maka anaknya segera di bawa pulang oleh orang tua jesika untuk segera di makamkan,,sedangkan jesika sendiri masih harus tertahan di rumah bidan karena di takutkan sesuatu terjadi dengannya.jadi jesika Harus tertahan dulu agar bisa di kontrol kondisinya.
jesikapun di perbolehkan untuk pulang..karena tidak ada keluhan atau sesuatu yang harus di khawatirkan...
ketika sampai ke rumah,jenazah masih belum di makamkan,karena masih banyak orang yang melayat...
jesika menguatkan diri untuk menggendong bayi yang dia lahirkan tadi,walau jesika merasa gagal ,karena dia terlalu lemah untuk mengejan sehingga bayi tak cepat-cepat keluar....
air mata terus bercucuran membasahi pipi jesika .
dan tak lama ,orang yang memakamkan pun datang dan segera membawa jenazah bayi tersebut....
deva yang menggendong jenazah tersebut dan membawanya ke tempat pemakaman umum...
**
berbagai petuah dan kata pengobat hati terus terdengar di telinga jesika,,
"yang sabar ya jes,kamu yang kuat ,,jangan berlarut dalam kesedihan ,jangan khawatir anak kamu akan menjadi tabunganmu di akhirat nanti,ia akan menjemputmu untuk memasuki surga-nya alloh...jadi tetap tawakal dan jadikan pelajaran apa yang telah terjadi hari ini dan kemarin
semoga esok lebih baik,,dan kamu bisa menjadi lebih sabar,lebih kuat dan segera mendapat penggantinya yang sholeh dan sholehah nanti" ucap salah satu pelayat
seikhlas-ikhlas nya seorang ibu melepas kepergian anaknya tetap di hati kecilnya ada sedikit rasa sakit dan kecewa pada dirinya sendiri...
andai ,,,seandainya waktu bisa di putar kembali,,ia ingin memperbaiki semuanya,takkan pernah mengabaikan kesehatan janin nya dan
akan selalu memperhatikan tumbuh kembang si bayi didalam kandungan nya,,,
keegoisan lah,,yang masih menguasai diri seorang ibu,,,
ingin sekali jesika mendengar dirinya di sebut "mama" tapi itu dulu. kini kepercayaan dirinya mulai hilang,,jesika tidak pantas di sebut mama,karena dia telah gagal untuk menjadi orang tua,
dia terlalu membebani anaknya dengan harapan setelah anaknya lahir maka yang harus di lakukan si anak adalah begini begini begini....
tanpa dia sadari bahwa saat itu anaknya masih didalam rahimnya jesika ,yang masih membutuhkan asupan gizi dan nutrisi dari ibunya,,harusnya ibunya lah yang mengisi terlebih dahulu apa yang dia butuhkan,,bukannya memikirkan apa yang harus anaknya lakukan demi memenuhi kebutuhan ibunya,,,
"maafkan ibu nak,,,,
karena keegoisan ibu,kamu tidak di beri izin untuk melihat dunia terlebih dahulu...
maafkan ibu yang telah memberi beban kepadamu dengan menyimpan harapan besar kepada mu,sedang kan kau sendiri masih harus berjuang untuk pertumbuhan mu...
ku mohon. janganlah kau membenci ibu nak,,karena ibu cukup tersiksa dengan kehilanganmu...
ibu cukup merasa pedih melihat kondisi kamu yang terakhir...
berbahagialah kau di alam sana sayang,,peluk cium dari ibu untukmu....
ibu mencintaimu nak dan
ibu sayang kamu."
curahan isi hati jesika yang tertulis di dalam sebuah buku yang biasa tempat dia mencurahkan isi hatinya selain kepada suaminya....