Mr.Cool

Mr.Cool
bab 7



Pagi yang indah, Alex dan Aurora telah bersiap untuk pergi, pak Imam juga ikut bersama mereka namun dengan mobil yang berbeda.di tempat lain dokter Eko juga sedang bersiap untuk pergi, dia tampak terburu-buru menuju sebuah hotel mewah.di sepanjang perjalanan Aurora tampak gelisah. " jangan takut, semuanya akan baik-baik saja " Alex memeluk gadis itu. di hotel itu tampak persiapan telah rampung, ruangan yang indah telah di siapkan untuk sebuah acara pernikahan tamu undangan yang datang hanya 200 semuanya orang-orang penting dan telah siap untuk menjaga ke rahasia acara itu, diantaranya ada dokter Eko dan keluarga nya. " ini sangat mengejutkan Alex memutuskan untuk menikahi seorang gadis belia seperti Aurora" istri dokter Eko masih tak habis pikir. " aku juga baru ingat, 19 tahun yang lalu saat kami menemukan bayi itu dan Alex menggendong bayi itu sepanjang perjalanan ke pantai ,dia berkata sambil tersenyum". dokter Eko mengenang masa lalu. Malam 19 tahun yang lalu," tuan muda anda suka bayi itu?" Eko bertanya pada Alex yang asik memandang bayi dalam pelukan nya. " bayi ini benar-benar kasihan orang tua nya tidak suka dia, padahal bayi ini sangat imut dan cantik!" Alex tampak mengagumi bayi itu. " tuan muda seperti orang jatuh cinta!" Eko tertawa kecil. " bila nanti dia dewasa dan kami bertemu lagi, mungkin aku akan menikahi dia " Alex tersenyum saat itu dia tidak sedang bercanda. dokter Eko bercerita pada istri nya, bahkan istrinya tahu dokter Eko bisa seperti sekarang ini semua nya berkat Alex." saya pikir itu hanya ucapan bercanda seorang remaja, bahkan rasanya baru kemarin dia hancur karena Isabella" kenang dokter Eko, " saat melihat mereka beberapa hari yang lalu aku menyadari Sikap Alex pada gadis itu tak biasa seolah ada ikatan kuat diantara keduanya" Mira menyampaikan pendapat nya." semoga gadis itu bisa tahan dengan Alex, kamu tahu sendiri bagaimana sikap bos besar itu" dokter Eko sedikit hawatir. " walaupun usianya masih muda aku yakin gadis itu akan mampu bertahan bersama Alex." Mira tampak begitu yakin. Semua mata tiba-tiba tertuju pada sepasang pengantin yang memasuki ruangan, keduanya tampak serasi, pengantin pria tampak gagah dan tampan, begitu juga penting perempuan begitu cantik dan anggun. keduanya dengan bahagia menunjukkan buku nikah.semua yang hadir bertepuk tangan mereka ikut bahagia. Alex berbaur dengan tamu undangan, Aurora asik bicara dengan ibu pantai di tempat yang agak sepi." ibu sangat terkejut dengan keputusan pak Alex untuk menikahi kamu" ibu pantai mengawali pembicaraan. " maaf Aurora jadi menyusahkan ibu" gadis itu tampak sedih. " kamu beruntung tuan Alex mau menjaga mu seumur hidup nya!" ibu pantai memberikan dorongan semangat untuk anak asuh nya itu. " semoga Aurora bisa jadi pendamping yang baik untuk om Alex " gadis itu masih memanggil suaminya dengan sebutan om. " panggil suami mu dengan sebutan yang pantas " ibu pantai mengingatkan. " ia Bu Aurora belum terbiasa ". gadis itu tertunduk, saat kedua nya asik berbicara. Alex datang menghampiri, wajah nya yang tampan selalu membuat Aurora terkesima, rasanya seperti mimpi dapat memiliki dia seutuhnya." terimakasih ! ibu sudah menjaga dan mendidik Aurora dengan baik" Alex mencium tangan ibu pantai." seharusnya ibu yang berterima kasih selama ini nak Alex sudah membiayai kebutuhan pantai dan anak-anak" perempuan itu memeluk Alex penuh rasa terima kasih. "ibu jangan cemas meskipun Aurora sudah tidak tinggal di panti saya akan tetep membiayai kebutuhan anak yang lain" mendengar hal itu dengan teplek Aurora memeluk suaminya dia benar-benar merasa sangat bahagia." jangan seperti ini malu di lihat ibu !" Alex mengingatkan gadis itu ,yang tersipu malu.Malam harinya setelah acara selesai.ibu panti langsung pulang ke Bandung.Selesai acara Alex dan Aurora juga kembali ke rumah ,malam itu saat tiba di rumah Alex mendapat email dari Siska ada pekerjaan yang mendesak." saya kamu segera mandi lalu tidur!"Alex mengecup kening istrinya."memang om mau kemana ?" lagi-lagi Aurora lupa masih memanggil suaminya dengan panggilan om." aku ada pekerjaan tapi nanti aku kerjakan di sini" Alex mengambil laptop nya. Aurora segera pergi mandi, 15 menit kemudian Aurora keluar dari kamar mandi.gadis itu memakai baju tidur kesukaan nya ,dia tampak lucu dan menggemaskan." kemari ! "Alex meminta nya untuk mendekat ,dengan ragu gadis itu menghampiri suami nya. Alex menarik tubuh mungil itu kedalam pelukannya, dengan gerakan cepat tubuh gadis itu telah berada di bawah tubuh nya." gadis baik jangan pernah menolak ku !" suara Alex yang terdengar lembut membuat gadis itu tak bisa menolak.kini bibir keduanya saling berbicara dalam hening malam,membakar gairah kedua nya, membuat suasana malam itu begitu panas,dan di hiasi rintihan , sesekali terdengar suara gadis itu menahan sakit. malam itu Aurora telah kehilangan mahkota nya. gadis itu bermandikan keringat yang bercampur dengan keringat Alex.karna rasa sakit gadis itu tak sadarkan diri, membuat Alex panik. Alex benar-benar merasa bersalah sekaligus bahagia saat dia lihat noda darah di seprai berwarna putih, dia benar-benar gadis yang masih suci pikir Alex. Setelah selesai Alex pergi ke kamar mandi dia membersihkan diri lalu mengganti pakai,di biarkan nya Aurora tertidur tanpa sehelai benang pun,dia menutupi tubuh itu dengan selimut. " gadis baik ,maaf telah menyakiti mu!" Alex mengecup kening Aurora yang basah oleh keringat, wajah gadis itu benar-benar pucat. malam itu Alex bekerja sambil terus mengecek keadaan istrinya.menjelang jam 2 pagi Alex selesai dengan pekerjaan nya dan dia pergi tidur ,di peluknya nya Aurora dengan erat. Jam 7 pagi Aurora terbangun dari tidurnya, dia merasa sedikit sakit di bagian alat vitalnya.tubuhnya juga sedikit terasa lemas, di sebelahnya Alex masih tertidur pulas, Aurora segera mengenakan pakaian dan pergi ke kamar mandi. saat mandi gadis itu melihat darah yang mengering di pahanya dia meneteskan air mata bukan karena menyesal bahkan dia bahagia telah menyerahkan mahkota nya untuk orang yang ia cintai. Alex yang baru terbangun sangat terkejut karna istrinya tidak ada, dia segera bangun dan mencari ,di saat yang bersamaan Aurora keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk dia lupa membawa baju ganti. "kamu !" Alex tiba-tiba memeluk nya, wajah nya masih memperlihatkan kecemasan." om, Aurora mau pakai baju dulu " gadis itu tampak malu pipi nya memerah seperti tomat. " kenapa masih malu, bukan kah kita sudah..." sebelum Alex selesai bicara Aurora sudah pergi ke ruang pakaian, dia tampak benar-benar malu. dengan segera Alex menyusul masuk ke ruang pakaian gadis itu sedang mengenakan pakaian dalam nya." aa keterlaluan !aku mau ganti baju " Aurora kesal dengan replek dia melempar handuk yang sedang dia pakai. Melihat pemandangan di depannya Alex semakin berani untuk mendekat, dengan napas yang memanas Alex memeluk istrinya dan mulai mencumbui nya. Aurora benar-benar tidak mampu menolak keinginan suaminya peristiwa semalam pun terulang kembali. selesai dengan istrinya Alex menggendong tubuh mungil itu ke kamar mandi keduanya mandi bersama . hari itu Alex benar-benar menggila dia tak membiarkan Aurora untuk beristirahat.