
Bangunan itu begitu indah dengan ornamen yang seluruhnya terbuat dari kayu , di dalam nya terdapat sebuah tempat tidur yang besar , meja makan ,dapur,dan kamar mandi dengan desain alam membuat siapapun akan merasa betah untuk menempati. Alex menurunkan Aurora di atas tempat tidur ,dengan segera dia ikut merebahkan diri di samping istrinya, di peluknya Aurora dengan penuh kasih. Keduanya terlelap tidur di buai mimpi. Pagi yang indah sinar matahari mulai menyentuh bumi dengan kehangatan nya. Aurora membuka matanya dia melihat wajah suaminya yang tengah tertidur dengan nyenyak. wanita itu melihat sekeliling nya dia merasa asing dengan tempat itu " ini bukan di kamar !" Aurora melihat sekali lagi untuk memastikan. " sayang sini mendekat !" Alex menarik tubuh mungil Aurora, kedalam pelukannya. " aa bangunan kita dimana ini bukan kamar..." sebelum Aurora selesai bicara Alex sudah menghujaninya dengan kecupan. " jangan bicara lagi kamu harus di hukum karena membuat aa tidak tidur untuk mencari mu " Alex menarik istrinya kedalam selimut . " aa kan mau berangkat kerja !" Aurora mengingatkan suaminya. " hari ini aa gak pergi kerja " Alex bicara dengan napas yang memanas " Ra ada kuliah !" Aurora mencoba melepaskan diri , namun dekapan suaminya terasa semakin kuat , suara nafas nya juga semakin memburu. " Ra aa kangen " Alex berbisik lembut , wanita itu tidak dapat menolak keinginan suaminya. membiarkan Alex melakukan apa yang dia inginkan. Beberapa waktu kemudian, Alex menatap istrinya yang bermandikan keringat, " terimakasih sayang " Alex mengecup kening istrinya. Aurora kembali tertidur dia tampak sangat kelelahan, Alex membiarkan istrinya tidur dalam dekapan nya. Saat akan memejamkan mata hp berdering, Alex segera meraih hp nya . " halo... maaf pak apa hari ini anda datang ke kantor ?" rupanya Siska yang menelpon. " hari ini saya tidak ke kantor ,semua dokumen sudah saya periksa " Alex bicara dengan pelan dia takut membangunkan istrinya. " baiklah kalau begitu, selamat pagi pak!" Siska menutup telponnya. Di kantor Siska tampak kesal dia merasa bos nya mulai berubah ada sesuatu yang membuat Siska kesal , dia sangat ingin melihat pria pujaan nya itu dan sekarang orang itu tidak datang ke kantor. " apakah foto model itu yang membuat pak Alex berubah... atau gadis kecil itu..." Siska mulai berpikir segala kemungkinan. Alex kembali tidur sambil memeluk istrinya, pakaian keduanya berserakan di lantai. dibawah selimut keduanya saling berpelukan dan tidur nyenyak. Jam sepuluh Alex kembali bangun dia melihat istrinya yang masih terlelap tidur. " sayang kamu ada kuliah jam berapa ?" Alex berbisik , perlahan Aurora membuka matanya. " nanti jam satu siang " Aurora mengucek mata nya , " yasudah kalau mau tidur lagi tidak apa-apa " Alex membeli rambut istrinya. " Ra mau mandi !" dengan mata yang masih mengantuk wanita itu berjalan ke kamar mandi dia sempat memungut pakaian nya yang tergeletak di lantai. Alex menyusul istrinya untuk mandi bersama. Karena masih mengantuk Ra ketiduran saat berendam, "sudah aa bilang tidur saja kalau masih mengantuk" Alex mendekap istrinya kedalam pelukannya. Ra tertidur begitu nyenyak padahal dia sedang berendam dalam air hangat. Alex membiarkan istrinya tidur dalam pelukan nya. " kamu benar-benar sangat manis !" Alex mengecup kening istrinya. " Sayang bangun mandi dulu nanti tidurnya di tempat tidur !" Alex mencoba membangunkan istrinya. Ra membuka matanya, wajah nya memerah seperti kepiting rebus, dia merasa malu pada suaminya. " bobo nya nanti di tempat tidur sekarang mandi dulu" Alex mengecup pipi istrinya. " maaf Ra ngantuk " Aurora menunduk malu. " aa gosok punggung nya!" Alex menggosok punggung istrinya dengan lembut. " nanti aa antara ke kampus !" Alex menunjukkan perhatian nya. " gak usah, nanti orang malah curiga " Aurora menatap suaminya dengan wajah cemberut yang lucu. "nanti diantaranya pake motor aa pake helem biar gak ada yang kenal " Alex tetap ingin mengantar istrinya. " emang aa bisa bawa motor ?" Ra tampak meragukan suaminya. "wah kamu berarti menyepelekan aa" Alex tampak kesal. " Ra gak bermaksud menyepelekan, cuma gak percaya saja!" Aurora membela diri. "itu sama saja sayang ku" Alex menggelitik istrinya membuat Aurora menggeliat kegelian. "aa jangan Ra geli " Aurora meminta ampun, namun Alex malah memeluk nya dan mulai mencumbui istrinya. " aa jangan...Ra ada kuliah hari ini" dengan suara yang lembut Aurora mencoba untuk menolak. "aa gak bakal lepasin kamu !" Alex tidak mau mendengar permohonan istrinya. Alex melanjutkan apa yang dia inginkan, Aurora mencoba melepaskan diri namun suaminya benar-benar lelaki yang kuat. Beberapa menit kemudian, Alex telah selesai dia mengecup kening istrinya, " terimakasih sayang !" Alex tersenyum puas. "aa ... kalau Ra terlambat itu gara-gara aa" Aurora merengek dengan wajah cemberut. "salah kamu sendiri kenapa selalu membuat aa tidak bisa menahan diri !" Alex mencium pipi istrinya dengan gemas. "jangan ganggu lagi, Ra mau mandi" Aurora beranjak dari tempatnya menuju shower. Selesai mandi Aurora bingung karena dia tidak ada baju ganti. " ini gimana masa pakai baju kotor " Aurora merengek. "sebentar nanti pak Imam bawa baju ganti buat kita" Alex menenangkan istrinya yang panik. Tak berapa lama kemudian pak Imam datang membawa baju ganti untuk Alex dan Aurora. "tuan ini pakaian nya!" Pak Imam menunggu di depan pintu. "sebentar !" Alex bergegas keluar untuk mengambil pakaian nya. " tuan kenapa di sini?" pak Imam tampak terkejut. " seperti nya saya ingin Aurora menempati tempat ini, saya akan lebih leluasa untuk menghabiskan waktu dengan nya" Alex menjelaskan. " anda yakin ?" pak Imam masih belum percaya. "saya ingin tempat ini menjadi tempat terlahir nya cucu mamah" raut wajah Alex berubah sedih. "semoga harapan tuan segera terkabul" pak Imam tersenyum lega, dia yakin majikan nya itu telah menemukan pelabuhan cinta yang sesungguhnya. "aa... bajunya mana !" Aurora memanggil suaminya. "sebentar !" Alex segera menutup pintu dan berlari menghampiri istrinya. "ini bajunya tapi ada syaratnya" Alex tidak memberikan baju milik Aurora. " apa ?" Ra memasang wajah cemberut yang lucu. Alex dengan isyarat meminta istrinya untuk mencium pipi nya. dengan malu-malu Aurora mendekat dan mencium pipi suaminya. "pintar, mau aa bantu pakaikan baju " Alex menggoda. "Tidak usah nanti malah terjadi hal itu..."Ra segera ke kamar mandi, selesai berpakaian Ra langsung bersiap untuk pergi ke kampus. Saat akan berangkat Alex muncul dengan motor. "aa pinjam motor siapa?" bertanya sambil menahan tawa. "pinjam motor penjaga,pak Imam mengomel dia tidak mengijinkan aa untuk bawa motor milik kita" Alex menggerutu, "memang aa punya motor?" Aurora meledek. "nanti aa mau beli motor metik husus buat jadi tukang ojek sayang ku"perkataan Alex membuat Aurora tersanjung. "ayo berangkat aa ojek nanti terlambat" Aurora melingkarkan tangannya di pinggang suaminya. "jangan lupa pakai helem" Alex memakaikan helem. motor mulai bergerak meninggalkan rumah mewah itu, orang-orang tidak akan menyangka seorang Alex Sanjaya mau mengendarai motor dan berpanas-panasan.