
Malam yang begitu panjang untuk dokter Eko,dia sangat merasa sedih dan terpuruk, kerinduan yang dia rasakan membuat nya seperti orang gila.
"kamu dimana?"Alex bertanya pada sahabat nya itu.
"aku rasanya sudah tamat, mungkin dia tidak akan pernah kembali" dokter Eko terdengar sangat menyedihkan.
"jangan berbuat nekad kamu di mana?aku akan segera kesana"Alex mengingatkan temannya itu.
"aku di sini di tempat biasa kita menghabiskan waktu bersama!"jawab dokter Eko sebelum telpon terputus.
Alex bergegas pergi menuju tempat itu menemui Eko yang sedang dalam keadaan tidak baik.
"jangan seperti ini, mereka pasti kembali, Yulia hanya butuh waktu untuk menenangkan diri!"
Alex menepuk pundak sahabat nya
"tapi aku takut mereka kenapa-napa, Yulia tidak membawa uang"dokter Eko , seperti nya benar-benar merasa hawatir.
"aku sudah tahu di mana istri dan anak mu,hanya saja aku tidak bisa mengatakan nya pada mu, karena aku, sudah berjanji"perkataan Alex membuat dokter Eko terkejut.
"kamu tidak sedang bercanda?"dokter Eko menatap sahabatnya.
"tidak aku memang tahu dimana mereka,kamu harus tenang mereka sangat aman!"Alex meyakinkan.
"tolong jaga mereka untuk ku, dan bujuk dia untuk kembali!"dokter Eko meminta bantuan sahabat nya itu.
"tentu saja aku akan membujuk nya untuk kembali" Alex berjalan pada sahabat nya itu.
"terimakasih kamu memang sahabat terbaik ku!" dokter Eko memeluk sahabatnya.
Setelah larut malam Alex dan dokter Eko, mencari tempat untuk istirahat, mereka memesan dua kamar di hotel bintang lima.
"selamat malam!"dokter Eko mengucapkan selamat perpisahan pada sahabat nya.
"segera pergi tidur besok kita harus bekerja"Alex mengingatkan temannya itu.
Keduanya masuk ke kamar masing-masing dan pergi untuk tidur.
Malam telah berganti pagi, mentari mulai menyinari bumi, Aurora sedang sibuk mempersiapkan sarapan pagi.
"apa Alex tidak pulang?"Yulia mencari keberadaan pria itu.
"dia tidak pulang ada pekerjaan yang harus dibereskan"Aurora menjawab sambil tetap sibuk mamasak.
"apa semalam kakak tidur dengan nyenyak?"Aurora melihat Yulia yang banyak melamun.
"aku tidak bisa tidur dengan nyenyak, semalaman terpikirkan dia,ini kali pertama aku pergi dari rumah"sepertinya Yulia sangat menghawatirkan suaminya.
"kalian begitu saling mencintai, kenapa harus berpisah?"perkataan Aurora semakin membuat Yulia galau.
"aku hanya ingin memberikan dia sedikit pelajaran!"dari perkataannya Yulia jelas tidak berniat untuk meninggalkan suaminya.
"bagaimana kalau ternyata, wanita itu yang mengejar dokter Eko,dan saat itu dia yang mendatangi suami mu!"Aurora mencoba untuk membuat Yulia berpikir kemungkinan lain.
"tapi wanita itu sangat cantik, punya pekerjaan yang baik kenapa dia harus mengejar suami ku?"Yulia mulai terpancing.
"wanita itu juga pernah berusaha untuk mendapatkan Alex, bahkan dia sangat berusaha untuk mendapatkan suami ku"penjelasan Aurora membuat Yulia berpikir, mungkin wanita itu yang mendekati suaminya.
"sebaiknya kakak telpon dokter Eko,dan meminta penjelasan dari nya, kasihan anak-anak merindukan ayah mereka!"Aurora mengingatkan.
"baiklah aku akan bicara dengan dia, terimakasih kamu selalu mengingat kan kakak"Yulia tersenyum, dia merasa sangat beruntung dapat mengenal Aurora.
Dokter Eko sangat terkejut saat dia mendapatkan telpon,dia tampak sangat bahagia dengan segera dia mengangkat telepon nya.
"selamat pagi mas!"suara itu membuat dokter Eko tersenyum.
"selamat pagi sayang!kamu dimana mas mencari kamu dan anak-anak, kalian baik-baik saja?"dokter Eko bicara dengan hati-hati dia tidak ingin membuat kesalahan.
"kami baik-baik saja,aku hanya ingin mas berkata jujur, tentang semuanya!"Yulia meminta kejujuran suaminya.
"mas tidak punya hubungan apapun dengan wanita itu, dia datang ke kantor kemarin dan langsung menyatakan cinta, dan memeluk ku,saat itu kamu datang!"dokter Eko menceritakan semua yang terjadi.
"apa kamu suka dia?"Yulia bertanya dengan cemas.
"aku minta maaf,terbawa emosi dan tidak mendengar penjelasan mas!"Yulia tampak mulai melunak.
"kapan kamu kembali?mas tidak akan pulang ke rumah bila kalian belum pulang!"dokter Eko berharap istrinya akan cepat kembali.
"kapan mas akan menjemput kami?"Yulia balik bertanya.
"kalian di mana? sekarang juga mas ke sana!"dokter Eko sangat bersemangat.
"mas kerja saja dulu nanti baru jemput kami di villa milik Alex"Yulia mengatakan keberadaan nya.
"baiklah kalian jaga diri,nanti sore mas jemput!"dokter Eko mengakhiri telponnya.
Aurora menyuruh anak-anak untuk sarapan.
"kenapa kalian sedih?"Aurora melihat kedua bocah itu murung.
"kami rindu papa, kenapa papa tidak datang jemput kita?"anak-anak mengungkapkan perasaan nya.
"jangan sedih ayo makan nanti sore papa jemput!"Yulia yang baru selesai bicara dengan suami nya tampak berbeda dan penuh semangat.
"yeeee...papa jemput kita!"anak-anak sangat bahagia.
melihat anak-anak bahagia membuat Aurora dan Yulia juga ikut merasa senang.
Akhirnya mereka sarapan bersama dengan kebahagiaan, tidak ada lagi kesedihan.
Alex yang berada di kantor juga sudah mendengar kabar baik itu, dia merasa sangat senang untuk sahabatnya.
"kakak semalaman tidur di mana, kenapa tidak pulang ke rumah?"Gebby menghampiri Alex yang sedang bekerja.
"aku menginap di hotel, memangnya kenapa?"Alex menjawab dengan dingin.
"kapan kakak kembali ke rumah, sudah sepuluh hari kakak tidak pulang!"Gebby bersikap seolah-olah dia berhak atas hidup pria itu.
"mungkin besok kakak akan pulang ke rumah"Alex menjawab sambil terus bekerja.
"apa bocah itu juga akan kakak bawa pulang?"Gebby bertanya tentang Aurora.
"tentu saja dia akan ikut pulang, memang nya kenapa?"Alex bertanya.
"seperti nya wanita itu bukan wanita baik-baik,apa kakak tidak menyadari perutnya itu semakin membesar, pasti dia sedang hamil"Gebby menyampaikan kecurigaan nya.
"lalu kenapa kalau dia memang sedang hamil?"Alex menahan amarahnya.
"kakak bagaimana, dia belum menikah, hamil tanpa kita tahu siapa bapaknya, wanita itu pasti bingung siapa ayah bayi nya,dia pasti akan meminta kakak untuk bertanggung jawab dan menolong nya!"Gebby memandang Aurora dengan sangat merendahkan.
"kalau dia minta untuk kakak bertanggung jawab, pasti kakak tidak akan menolak, lagi pula dia cukup menarik!"kata-kata Alex membuat wanita itu semakin terbakar api cemburu.
"kakak sudah gila pasti wanita itu telah menggunakan sihir!"Gebby pergi dengan menangis.
Gebby yang ternyata diam-diam memendam perasaan terhadap Alex, begitu benci pada Aurora yang telah merebut perhatian pria itu.
"kita lihat saja nanti,siapa yang akan kakak pilih aku atau dia!"Gebby tampak sangat marah.
Malam hari dokter Eko datang menjemput keluarga nya, kebetulan saat itu Alex belum kembali dari kantor.
"kamu tidak apa-apa bila kami tinggal?"dokter Eko tampak mencemaskan Aurora.
"tidak apa-apa,aku sudah biasa tinggal sendiri"Aurora meyakinkan.
"kami tidak bisa meninggalkan kamu sendiri!"Yulia tampak enggan untuk pergi.
"kalian cepat berangkat nanti keburu luar malam aku tidak apa-apa!"Aurora menyuruh keluarga itu untuk segera pergi.
"kalau begitu kami pamit, kamu hati-hati di rumah!"Yulia mengingatkan, kemudian mereka pergi meninggalkan villa itu.
Setelah kelurga dokter Eko pergi, Aurora segera kembali ke dalam villa, malam itu Alex tidak kembali dan tidak memberi kabar pada istrinya, membuat Aurora berpikir yang tidak-tidak.
"kenapa aa tidak pulang, kenapa tidak memberi kabar,apa yang sedang terjadi?"Aurora menatap ke luar.
Malam itu Aurora, hanya sendiri dia berharap Alex akan pulang,dia sangat merindukan suaminya,namun yang di tunggu tidak pernah muncul.