
Pagi yang indah Alex mengantar Ra ke kampus sebelum dia pergi ke kantor.
"jangan makan sembarangan, apalagi minuman nanti pas pulang telpon aa jangan pulang sebelum aa jemput" Alex menjadi suami saya benar-benar cerewet. Aurora hanya mengangguk mengiyakan sebelum turun dari mobil Alex mencium kening istrinya dan tak lupa bicara dengan anak nya.
"jaga ibu baik-baik nak!" Alex mengelus perutnya istrinya. Aurora mencium tangan suaminya lalu keluar dari mobil menuju kampus. Aurora berjalan menuju ruang kuliah dia tidak ingin terlambat.
"Ra tunggu!"seseorang memanggil. Aurora menoleh rupanya Ivan yang memanggil nya.
"kamu ada kelas pagi ini?"Ivan bertanya .
"aku ada kelas pagi ini,mang kamu gak ada kelas?" Aurora balik bertanya.
"kebetulan hari ini aku juga ada kelas pagi"Ivan tampak enggan untuk mengikuti kelas.
"semangat !" Aurora tersenyum manis penuh semangat.
"oh iah , kalau boleh tau... siap pria yang tempo hari menjemput mu?" Ivan bertanya tentang Alex. Aurora sejenak terdiam dia enggan untuk bicara.
"kenapa kamu bertanya tentang dia?"Aurora balik bertanya.
" aku ingin berterima kasih atas apa yang dia lakukan untuk ku.oh ia ada yang bilang lelaki itu pemilik kampus kita!"penjelasan Ivan membuat Aurora terkejut selama ini dia belum tahu semua tentang suaminya.
"apa kalian sodara?" Ivan melihat Kepada sahabat nya.
"dia suamiku, tolong jaga rahasia ini!"Aurora akhir nya memberi tahu temannya itu.
"kamu serius?"Ivan tampak tidak percaya.
"kamu tanya saja orang nya"Aurora kembali berjalan menuju ruang kuliah nya.
Alex tiba di kantor, dia segera masuk ke ruang kerja nya. Siska sangat bahagia bisa melihat pujaan hati nya lagi.
"selamat pagi pak ada yang bisa saya lakukan untuk anda?" Siska segera menghampiri bos nya.
"dokumen kerjasama dengan PT. global,segera serahkan saya ingin mengecek terlebih dahulu"di kantor Alex akan berubah menjadi sosok yang begitu tegas, dingin dan sangat teliti dalam segala hal, orang-orang di kantor memanggil nya Mr.Cool karena dia dingin seperti gunung es.
"segera saya bawakan"Siska segera menelpon bagian perencanaan untuk menanyakan dokumen yang di maksud.
"segera antara dokumen nya ke ruangan pak Alex , jangan sampai terlambat kamu tahu akibat nya nanti!"Siska bicara sambil mengingatkan.
"baik ibu, dokumen nya akan segera saya serahkan"pegawai itu menutup telponnya.
"ada apa kenapa wajah mu pucat sekali?"rekan-rekan nya bertanya.
"ini mimpi buruk saya harus menghadap ke gunung es"lelaki itu segera merapihkan diri dan menyiapkan hasil kerja nya.
"semoga kamu beruntung!"teman-teman nya memberi semangat.
Lelaki itu telah tiba di depan ruangan Presdir.
"permisi pak saya ingin menyerahkan dokumen kerjasama dengan PT Global"lelaki itu bicara dari luar.
"masuk!"Alex mempersilahkan orang itu untuk masuk.
Lelaki itu masuk dengan gugup dia menyerahkan hasil kerja tim nya,dan dia menyiapkan mental untuk menerima amarah bos nya kalau sampai ada kesalahan yang tim lakukan.
"apa kamu yakin semua nya sudah benar?"Alex menatap orang yang berdiri di hadapannya dengan mata yang tajam, membuat orang itu kehilangan nyali.
"kami sudah berusaha yang terbaik,kalau ada hal yang belum sempurna kami siap memperbaiki nya!"lelaki itu menjawab dengan wajah tertunduk.
"saya tanya sekali lagi apa kamu yakin dengan hasil kerja tim mu?"Alex menatap wajah nya begitu dingin.
"ya pak saya yakin dengan tim saya!" lelaki itu bicara dengan tegas.
"lain kali percayalah pada rekan kerja satu tim mu, apapun hasilnya kalian tanggung bersama, dengan kerjasama yang baik dan rasa saling percaya akan di dapat hasil kerja yang baik,apa kamu mengerti!?"Alex memberi wejangan sambil matanya tetap pokus memeriksa dokumen.
"terimakasih pak saya mengerti!"pegawai itu tersenyum dia merasa kagum pada bosnya itu, walaupun masih muda tapi perinsip kerja nya jelas pantas saja perusahaan dapat berkembang dan menjadi salah satu perusahaan raksasa di Asia.
"selamat! saya suka hasil kerja kalian!"Alex tersenyum puas.
"kalau begitu saya permisi kembali ke ruangan saya!"lelaki itu beranjak dari tempat nya.
"tunggu dulu!"Alex menghentikan langkah pria itu.
"iya pak"lelaki itu kembali menghampiri Alex.
"Ajak tim mu makan untuk merayakan hasil pekerjaan kalian!ini alamat restoran nya kalian tinggal makan saja semuanya saya yang teraktir"Alex memberikan kartu alamat sebuah restoran mahal.
"oh ia jangan lupa ajak Bu Siska!"Alex tersenyum.pwgawai itu langsung pergi dengan hati yang sangat gembira dia segera memberi tahu tim nya tentang kabar baik itu.
"kalian ingin mendengar kabar baik dulu atau kabar buruk terlebih dahulu?" kepala perencanaan bertanya pada timnya.
"pak Erwin jangan bikin kami takut ayo katakan kabar buruk terlebih dahulu saja!"anggota tim kompak menjawab.
"kabar buruk nya kalian tidak bisa pulang makan malam di rumah dengan keluarga..."sebelum pak Erwin selesai bicara seorang langsung menimpali.
"apa lagi ini pasti mr.cool tidak puas dengan hasil kerja kita,dasar gunung es!"anggota tim itu mengupat kesal.
"tunggu dulu aku belum selesai bicara kan aku belum bilang kabar baik nya"pak Erwin kemudian memperlihatkan kartu restoran mahal yang diberikan oleh Alex.
"itu restoran mahal jangan bilang pak Erwin mau teraktir kita makan di sana impossible!"salah satu anggota tim tertawa.
"pak Presdir traktir kita makan disini sepuasnya"pak Erwin tertawa bahagia dan anggota tim langsung histeris mereka benar-benar merasa sedang bermimpi.
"ini serius pak,anda tidak sedang bercanda?"salah satu anggota tim masih belum percaya.
"kalian boleh ajak anggota keluarga juga ,ini hadiah dari bos"pak Erwin menambahkan.semua orang langsung sibuk mengabari keluarga mereka.
"saya pikir orang itu begitu dingin ternyata dia punya sisi lain yang belum kita tahu"pak Erwin meneteskan air mata karena terharu.
Jam satu siang Aurora telah selesai dengan kuliahnya dia mencoba menghubungi suaminya namun tidak ada yang menjawab, karena terlalu lama menunggu Aurora memutuskan untuk mendatangi Alex ke kantor,dia tidak mau membuat Alex marah kalau dia langsung pulang sendiri ke rumah. Dengan kendaraan umum Aurora pergi menuju kantor PT Internasional. satu jam kemudian Aurora telah sampai dia depan sebuah gedung pencakar langit yang begitu mewah.
Aurora berjalan melewati penjaga keamanan dan menuju resepsionis.
"maaf apa pak Alex ada di kantor?"Aurora bertanya dengan sopan.
"apa sebelum nya sudah membuat janji?"resepsionis bertanya dengan ramah.
"iah katakan saja Aurora ingin bertemu" Aurora tersenyum manis.
"bapak sedang keluar"resepsionis itu memberi tahu.
"dimana saya bisa menunggu,saya takut dia akan marah kalau saya tidak menemui nya"Aurora menjelaskan.
Kalau begitu Ade bisa menunggu di ruang tamu perusahaan , nanti kalau beliau kembali saya akan memberi tahu kedatangan anda"resepsionis itu menyuruh pegawai lain untuk mengantarkan Aurora ke ruang tamu perusahaan.