
Alex mengajak istrinya untuk makan malam romantis. " kita mau kemana ?" Aurora bertanya karena suaminya mengajak dia ke luar dari rumah. " makan kita mau makan!" Alex menjawab sambil terus berjalan " ruang makan sudah terlewati " Aurora menunjuk ke rumah. "ikut saja nanti kamu juga akan tahu " Alex berjalan sambil menggandeng tangan istrinya. "aku cape..." Aurora merengek manja. " mau ku gendong !" Alex langsung jongkok. " enggak aku cuma bercanda " Aurora jadi merasa tak enak. "ayo naik aku akan menggendong mu !" Alex menyuruh istrinya untuk naik ke punggung nya. " kamu akan menyesal aku ini berat " Aurora naik ke punggung suaminya dan Alex segera berdiri sambil menggendong istrinya berjalan menuju taman. "maaf untuk hal buruk yang aa lakukan sama kamu!" Alex bicara sambil terus berjalan." Ra juga minta maaf karena tidak dewasa dan membuat aa marah" wanita itu mengecup pipi suaminya." sayang harus janji sama aa jangan pernah meninggalkan aa sendiri !" Alex meminta istrinya untuk berjanji. " semoga Tuhan mengizinkan kita untuk selalu bersama sampai maut yang memisahkan" Aurora berbisik di telinga suami. "semoga Tuhan mengizinkan aa untuk bisa menjaga dan membahagiakan kamu" keduanya saling berjanji sepenuh hati. Aurora sangat terkejut saat melihat kejutan yang disiapkan oleh suaminya. "ini... kapan aa menyiapkan semuanya ?" Aurora begitu bahagia dia memeluk suaminya dengan erat " sayang aa ingin menebus kesalahan yang telah aa perbuatan " Alex mengecup kening istrinya dengan lembut. keduanya makan malam romantis, dibawah langit yang penuh dengan bintang. ketika sedang asik makan , tiba-tiba Anggelina datang bersama pak Sanjaya lelaki paruh baya itu langsung marah-marah pada putranya. " sejak kapan kamu menampung gembel di rumah ini ?" pak Sanjaya menatap Aurora penuh kebencian, " apa maksud kata-kata anda ?" Alex berdiri dari tempat duduk nya dan langsung berhadapan dengan ayahnya. " kamu tidak usah melindungi anak yatim itu " pak Sanjaya meraih gelas berisi air putih dan langsung menyiram wajah Aurora. " berani nya anda ...!" Alex hampir melayangkan pukulan namun tangan nya di tahan oleh Aurora. " jangan om ..." Aurora memohon. " demi bocah ini kamu melawan ayah mu !" pak Sanjaya tampak kecewa. " tolong pergi sekarang sebelum saya semakin marah !" Alex mengusir kedua orang itu. " kamu benar-benar tidak punya perasaan " Anggelina mulai ikut bicara. " perasaan... coba kamu tanyakan pada orang di samping mu! dimana perasaan nya saat dia membantu anak tirinya untuk merebut wanita ku !" Alex mulai terpancing emosi nya. " Isabella sendiri yang ingin bersama Bram, ayah hanya ingin mereka bahagia !" pak Sanjaya membela diri. " dengan cara menyakiti ku dan berbohong" Alex bicara dengan mata berkaca-kaca menahan perasaan kecewanya. " ayah minta maaf mari kita buka lembaran baru dan memperbaiki hubungan keluarga !" pak Sanjaya membujuk putranya. " memperbaiki hubungan keluarga, dengan cara memperlakukan orang ku dengan kasar ?" Alex tersenyum sinis di gandeng nya tangan Aurora lalu keduanya pergi meninggalkan pak Sanjaya dan Anggelina. "aa... jangan seperti ini kita bisa bicara baik-baik " Aurora mencoba untuk membujuk suaminya. "lalu aku harus bilang kamu anak asuh ku !" Alex tampak kesal dan bingung. " Ra tidak keberatan bila harus terus bersembunyi asalkan aa masih sayang sama Ra" wanita itu tersenyum manis menutupi perasaan nya yang sedih." terimakasih kamu sudah mau mengerti!" Alex memeluk istrinya, dia merasa lebih tenang. Kedua nya kembali ke kamar, Alex meninggalkan istri nya sendiri dia pergi ke ruang kerja nya.malam itu Alex menyibukkan diri dengan pekerjaan seperti kebiasaan nya saat marah. Di kamar Aurora tidak bisa memejamkan mata dia terbayang wajah sedih suami nya , dia dapat melihat rasa cinta Alex yang begitu besar untuk wanita yang bernama Isabella. " jadi aku ini apa... mungkin kau menganggap ku bayang-bayang" Aurora menangis sedih, hatinya terluka tapi dia tidak bisa membuat Alex kecewa. " bila suatu saat kau ingin kembali bersama dengan kebahagiaan mu, maka aku akan pergi agar kamu bahagia" Aurora mengusap air mata nya. Dengan perasaan yang tidak menentu Aurora memutuskan untuk pergi ke rumah kaca yang berisi bunga di sana dia menangis meluapkan segala kesedihan nya. Aurora mering di atas kursi panjang yang ada di sana, air mata tak henti mengalir membasahi pipinya hingga matanya menjadi sembab. karena terlalu banyak menangis Aurora kelelahan dan akhirnya dia tertidur. Jam dua pagi Alex baru menyadari dia meninggalkan istri nya sendiri di kamar , buru-buru Alex kembali ke kamar namun dia terkejut karena Aurora tidak ada di kamar, saat hp nya di hubungi ternyata ada di kamar. Alex bergegas mencari istrinya tanpa membangunkan para pekerja dia hanya meminta bantuan dari penjaga keamanan yang sedang berjaga. " apa kalian yakin Aurora tidak ke luar dari area rumah ?" Alex mencoba untuk memastikan. " kami yakin pak , karena dari tadi kami jaga di depan" kepala penjaga meyakinkan. " berarti dia masih ada di area sini ,tolong kalian periksa semua tempat" Alex memberi perintah. dengan kendaraan khusus para petugas ke amanah menyisir semua area , Alex juga ikut mencari setiap penjaga memegang satu alat komunikasi sehingga mereka bisa saling berhubungan. " saya sudah menemukan gadis ini !" salah satu penjaga memberikan informasi. " dimana kamu menemukan dia ?" Alex tampak begitu antusias. " dia tertidur di rumah kaca area bunga " sekali lagi penjaga memberi informasi. " baik sekarang saya segera ke sana jangan bangunkan dia !" Alex memberi perintah, setelah itu dia buru-buru pergi ke tempat yang di maksud. Penjaga itu berdiri di depan pintu rumah kaca sambil menunggu kedatangan bos nya. " kalau di lihat dengan seksama gadis itu benar-benar manis dan cantik " penjaga itu bicara sendiri memikirkan wajah Aurora yang begitu manis. " sadar...sadar gadis itu pasti ada hubungannya dengan bos " dia mengingatkan diri nya sendiri. Tak lama kemudian Alex datang dia segera masuk ke rumah kaca itu. Aurora tidur meringkuk di atas sebuah bangku panjang. " kamu benar-benar membuat ku hawatir kenapa tidur di sini ?" Alex menghampiri istrinya dengan lembut dia mengecup pipi nya yang memerah. " kamu sangat dingin ini pasti karena udara di luar" dengan hati-hati Alex menggendong tubuh mungil Istrinya dia berusaha untuk tidak membuat istrinya terbangun. "tuan silahkan !" penjaga itu dengan sigap menyiapkan kendaraan. "terimakasih !" Alex naik dengan tetap menggoda istrinya. " jangan terlalu cepat udaranya dingin saya tidak mau dia sakit" Alex mendekap tubuh Aurora berusaha untuk membuat nya tetap hangat. " Antara saya ke kamar husus saya tidak ingin tidurnya terganggu" Alex bicara sambil terus menatap wajah istrinya. Tidak berapa lama mereka sampai di sebuah bangunan yang terpisah dari rumah utama ,bangunan itu berdiri di atas kolam yang dipenuhi dengan bunga teratai.