Mr.Cool

Mr.Cool
bab 38



Aurora yang mendapat ancaman dari Gebby menjadi sangat tertekan.malam itu dia tidak bisa tidur, perutnya terasa sakit.keringat dingin mulai membasahi tubuhnya.


"aa... tolong Ra!"kata-kata itu yang terakhir di ucapkan oleh Aurora sebelum akhirnya jatuh tidak sadarkan diri.


orang-orang Alex yang berjaga di sekitar Villa segera membawa Aurora ke puskesmas terdekat, beberapa jam kemudian Alex datang ke puskesmas dia tampak sangat hawatir.


"pak Alex !"bidan di puskesmas itu mengenali Alex.


"apa kabar ibu?"Alex menyapa bidan itu dengan ramah.


"saya baik, siapa yang sakit?"bidan itu bertanya heran, seorang Alex Sanjaya berada di puskesmas kecil seperti ini.


"saya ingin menanyakan kondisi pasien yang baru saja di bawa ke sini, seorang wanita muda yang sadang hamil?"Alex menjelaskan tujuan nya.


"mungkin wanita cantik yang baru saja saya periksa yang di bawa dua orang lelaki bertubuh kekar!"bidan itu menebak.


"seperti nya memang dia"jawab Alex dalam keadaan panik.


"kondisinya memang sangat buruk, kalau terlambat sedikit saja mungkin bisa keguguran,ibu hamil tidak boleh stress dan banyak pikiran" bidan itu menjelaskan.


"jadi apa yang harus dilakukan untuk menjaga kondisi kesehatan nya?"Alex begitu teliti.


"dia sangat butuh ketenangan tidak boleh stress"bidan itu memberikan saran.


"boleh saya minta tolong?"Alex meminta.


"selama ini anda telah membantu kami di sini tentu saja anda boleh meminta bantuan kami selama kami mampu untuk melakukan nya!"bidan itu tampak sangat menghormati Alex.


"saya ingin meminta kepada ibu untuk terus memantau kondisi wanita hamil itu!"Alex menyampaikan keinginannya.


"maaf kalau boleh tau sebenarnya wanita itu ada hubungan apa sama bapak?"bidan itu bertanya penuh rasa ingin tahu.


"dia istri saya, kami sedang bertengkar ,jadi sekarang kita tinggal terpisah"Alex tampak sangat sedih.


"baiklah saya mengerti,anda bisa melihat nya sekarang selagi masih tertidur!"bidan itu begitu pengertian.


Alex segera masuk ke ruang perawatan, dia menghampiri istrinya yang sedang tertidur.


"Ra...ini aa sudah datang,kamu harus kuat! bersabarlah sebentar lagi kita akan bisa bersama lagi seperti dulu"Alex mengecup kening istrinya lalu pergi dia tidak ingin Aurora


melihat nya ada di sana.


"jaga dia sampai pulang kembali ke villa, jangan biarkan orang-orang ini mendekati nya"Alex menunjukkan foto beberapa orang.


"baik kami mengerti!"kedua orang itu mengantarkan Alex ke depan halaman puskesmas.


Aurora terbangun dia sangat terkejut saat melihat sekeliling nya.


"saya dimana?"Aurora bertanya pada seorang perawat yang sedang berjaga.


"ini di puskesmas!"jawab perawat itu ramah.


"siapa yang membawa saya ke sini?"Aurora tampak semakin bingung.


"kami yang membawa anda ke sini,tadi kebetulan saat kami lewat anda minta tolong sebelum jatuh pingsan"ke dua lelaki itu menjelaskan.


"terimakasih atas bantuannya!"Aurora tampak masih pucat.


"apa anda ingin makan sesuatu biar saya belikan!"salah satu dari pria itu menawarkan.


"tidak usah nanti malah merepotkan"Aurora tidak enak hati.


"tidak apa-apa sebagai tetangga kita harus saling tolong menolong"lelaki itu tersenyum.


"kalau tidak keberatan saya ingin makan boleh belikan saya nasi!"Aurora meminta tolong.


"biar saya belikan,lauknya mau apa?"orang itu bertanya sebelum pergi.


Orang itu segera pergi sedang yang satunya tetap di sana untuk menjaga Aurora.


"tuan nyonya ingin makan,saya tidak tahu beliau suka lauk apa?"orang itu menghubungi Alex yang baru tiba di rumah.


"belikan ayam bakar, dia suka itu!"Alex sangat senang karena istrinya sudah sadarkan diri.


"kalau begitu saya akan segera pergi, maaf sudah mengganggu waktu istirahat ketua!"lelaki itu menutup telponnya lalu pergi untuk mencari ayam bakar.


Alex segera pergi mandi dan berganti pakaian, setelah itu dia kembali mengerjakan pekerjaan kantor yang belum selesai.


tok...tok...tok...suara pintu kamar di ketuk dari luar. Alex membiarkan saja dia tidak menanggapi, kemudian terdengar suara seseorang memanggil nya dari luar.


"Kakak apa kamu ada di dalam!"Gebby memanggil entah dari siapa dia tahu kalau Alex berada di tempat itu.


Alex tidak memperdulikan nya dia tetap asik dengan pekerjaan nya.


"Kakak !ini aku tolong biarkan aku masuk ada hal penting yang harus ku bicarakan!"wanita itu berteriak.


Alex tetap tidak mau membukakan pintu kamar nya.


"sedang apa kamu di sini jangan membuat keributan,tuan tidak ada di rumah tadi dia keluar membawa motor!"pak Imam yang mengira Alex belum kembali mengajak anaknya untuk pergi


"memang malam-malam begini kakak pergi ke mana,bawa motor lagi!"Gebby jadi kesal dia segera mengikuti ayahnya pergi.


tiba di kamar Gebby mencoba menghubungi Aurora namun hp wanita itu tidak di angkat, membuat nya semakin kesal.


Alex melihat hp istrinya yang terus berdering,dia tersenyum sinis dan tampak begitu puas.


"mulai sekarang kau tidak akan pernah bisa mengganggunya lagi!"Alex bergumam.


Dikamar Gebby mengamuk dia melempar barang-barang nya.


"dasar wanita penggoda...lari ke mana dia sebenarnya?"Gebby menghubungi seseorang.


"kenapa kamu menghubungi ku?"orang itu tampak sedikit kesal pada Gebby.


"wanita itu menghilang entah kemana!"Gebby memberitahu pria yang dia hubungi.


"bukankah bagus bila dia menghilang,akan mudah bagi kita untuk menjalankan rencana"lelaki itu tetap tenang.


"kalau kita tidak tahu keberadaan nya akan sulit untuk kita mengendalikan keadaan!"Gebby jadi kesal karena lelaki itu tenang saja.


"jadi apa yang harus ku lakukan?"lelaki itu bertanya.


"temukan dia, kalau bisa buat dia menghilang selamanya!"Gebby menutup telponnya,dia sangat kesal.


Di kamarnya Alex sedang berbicara dengan seseorang.


"kami sudah mendapatkan informasi tentang ayah dari bayi yang di kandung Gebby!"


"jadi siapa orang itu dan bagaimana latar belakang nya?"Alex bertanya pada orang yang sedang berbicara dengan nya di telpon.


"namanya Mahesa,dia adik dari nona Isabella mantan pacar anda, lelaki ini kuliah di universitas yang sama dengan Gebby , bahkan mereka tinggal bersama selama di luar negeri.menurut informasi yang kami dapatkan,pelaku pelecehan terhadap nona Gebby waktu itu juga dia dan rekan-rekannya!"orang itu menyampaikan informasi yang telah dia kumpulan.


"tangkap orang itu aku ingin tahu seperti apa mahluk satu ini, beraninya dia mengusik hidup ku!"Alex tersenyum sinis wajah nya sangat mengerikan.


"kami akan segera mendapatkan dia!"


"pastikan besok pagi, dia harus sudah ada di tempat kita!"Alex memberi perintah.


"baik ketua kami akan segera mendapatkan pria itu!"orang itu menutup telponnya.


Alex tersenyum sinis mata nya yang tajam membuat orang bergetar karena takut.


"kalian sedang bermain dengan orang yang salah, urusan ini bukan dengan Alex Sanjaya tapi dengan Tiger ketua naga hitam,kali ini habislah riwayat hidup kalian, tidak ada ampun bagi siapapun yang mengusik istri ku!"Alex tampak sangat marah dia telah menjadi sosok yang paling ditakuti.