
Alex menatap gadis itu dengan mata nya yang tajam,dia benar-benar menunggu jawaban dari Aurora." baiklah kalau kamu diam berarti kamu memang benci saya " Alex tampak kecewa dia melangkah pergi meninggalkan gadis itu , namun tiba-tiba tangan nya di pegang oleh tangan kurus Aurora."lalu apa arti diri ku untuk om?" Aurora balik bertanya. Alex tidak menjawab,dia memeluk gadis itu, sedikit membungkuk kan badannya dan kini bibir keduanya saling berbicara kali ini Aurora tidak menolak, kedua nya benar-benar hanyut dalam suasana malam yang hening."Jang pernah berpikir untuk melepaskan diri dari ku !" Alex mengingatkan gadis itu. Aurora terdiam sambil menggigit bibir nya dia benar-benar merasa bingung dengan apa yang sedang terjadi, ciuman pertama nya telah ia berikan untuk orang yang selama ini dia kagumi, untuk orang yang baginya tak mungkin untuk di gapai.melihat Aurora menggigit bibir nya Alex benar-benar tak mampu menahan diri untuk tidak mencium gadis itu lagi dan lagi."tidur lah di sini malam ini aku akan menjaga mu" Alex menggendong tubuh mungil itu dan merebahkan nya di atas tempat tidur.dengan tanpa rasa takut Aurora kembali tidur,di atas tempat tidur milik Alex bahkan di samping pria itu."kamu benar tidak takut dengan ku, bagaimana kalau aku melakukan hal buruk pada mu?" Alex bicara setengah berbisik, Aurora benar-benar tidur nyenyak di pelukan Alex. untuk pertama kalinya Alex melupakan pekerjaan dan malam itu keduanya benar-benar tidur lelap. Mentari pagi menyinari bumi,pak Imam bergegas menuju kamar majikannya untuk memberi tahu sesuatu yang mendesak, alangkah terkejutnya nya dia saat melihat Alex dan Aurora tidur di satu ranjang sambil berpelukan.kebetulan saat itu Alex terbangun ia melihat pak Imam di ambang pintu."ada apa?" Alex beranjak dari tempat tidur menghampiri pak Imam."tuan..." sebelum pak Imam selesai bicara Alex segera menjelaskan" jangan berpikir macam-macam kami tidak melakukan hal sejauh itu !" Alex menutup pintu kamar nya dia tidak ingin orang lain memandang gadis itu sekalipun orang kepercayaan nya."ada apa? " Alex kembali bertanya." di bawah ada tuan besar !" pak Imam tampak gugup " untuk apa dia datang ke rumah ini?" Alex segera berjalan menuruni anak tangga.benar saja seseorang tengah menunggu nya di ruang keluarga." selamat pagi pak Sanjaya!" Alex menyapa pria itu dengan sopan." kamu baru bangun?" pria itu balik bertanya." hari ini saya libur jadi saya bangun agak siang" Alex menjawab dengan santai. "angin apa yang membawa anda datang ke mari?" Alex tampak tidak suka pada tamu nya." ayah ingin minta tolong , untuk menitipkan anak teman ayah di sini!" pak Sanjaya mengutarakan maksud nya." anda punya rumah yang luas kenapa harus di sini,bukan di rumah mu"tampak nya Alex sangat keberatan."hanya untuk satu bulan selama dia ada pemotretan di sini, setelah itu dia akan kembali ke Inggris"pak Sanjaya meyakinkan anaknya."saya tidak bisa menampung tamu anda !"Alex menegaskan dia pergi meninggalkan tamunya dan kembali berjalan menuju kamar nya.pak Imam mengantar tamu itu sampai di depan pintu." tolong siapkan kamar yang dulu di pakai non Isabella untuk tamu saya!" pak Sanjaya memberi perintah." saya akan siap kan" pak Imam menyanggupi.setelah pak Sanjaya pergi ,pak Imam segera kembali ke dalam rumah.saat masuk ke rumah, pak Imam sedikit terkejut melihat Alex berdiri di atas anak tangga sambil menatap tajam ke arah nya."kenapa anda selalu seperti itu, sebenarnya anda bekerja untuk siapa?" Alex benar-benar marah dia kecewa pada orang yang sudah dia anggap seperti ayah nya sendiri."tuan! saya ...." sebelum pak Imam selesai bicara Alex telah berlalu pergi kembali ke kamar nya.pak Imam tampak bingung dia merasa bersalah pada Alex ,namun dia juga tak sampai hati membantah keinginan pak Sanjaya." bapak kenapa?" Aurora menghampiri pak Imam." non Aurora saya minta maaf mungkin sementara waktu non harus pindah ke kamar lain!"pak Imam tampak menyesal lalu dia menjelaskan semuanya pada Aurora termasuk kemarahan Alex pada nya." saya akan coba bicara dengan om Alex mudah-mudahan dia bisa mengerti" Aurora mencoba untuk membantu pak Imam. dengan segera Aurora naik ke lantai atas untuk menemui Alex di kamar nya.tok...tok...tok.Aurora mengetuk pintu kamar."siapa ?"suara Alex terdengar masih kesal. " ini Aurora om!" gadis itu tampak tegang dia bingung harus mulai dari mana. Alex membukakan pintu . tanpa bicara apapun Alex langsung menarik gadis itu masuk ke kamarnya." kamu setuju ?" Alex bertanya sambil memangku gadis itu." tentang apa ?" Aurora pura-pura lupa dia enggan membahas hal itu."harus kah aku ingatkan dengan caraku?" Alex menggoda gadis itu." jangan!" Aurora menutup mulutnya dengan tangan." jadi apa yang ingin kamu bicarakan dengan om Alex mu?"dengan lembut Alex berbisik di telinga gadis itu . Aurora tidak menyia-nyiakan kesempatan dia segera menyampaikan maksud dan tujuan nya." ok .itu tidak masalah asal kamu setuju dengan permintaan ku!" Alex balik menggunakan kesempatan itu untuk memuluskan tujuan nya. " apa tidak bisa diganti dengan syarat yang lain?"Aurora merengek manja. " apa yang sebenarnya kamu takutkan ?"Alex mulai serius. " aku takut kamu akan melakukan hal yang ibu ku lakukan, membuang ku begitu saja !" Aurora jujur tentang kehawatiran nya. " kalau saya hanya ingin mempermainkan kamu ! bukan cara ini yang saya akan lakukan!" Alex menatap Aurora, mencoba untuk meyakinkan gadis itu."baik aku setuju " jawaban Aurora membuat Alex benar-benar bahagia." besok kamu harus bersiap!" sebuah kecupan mendarat di kening gadis itu." besok ? tapi ibu pantai !" Aurora sangat terkejut karena dia tidak menyangka akan secepat itu." aku sudah memberi tahu ibu,dia akan tiba di hotel sore ini, semua dokumen sudah di urus. " besok kita berangkat bersama, seperti yang kamu mau yang hadir hanya orang terdekat, kita hanya akan membuat foto pernikahan yang sederhana " Alex ternyata sudah mempersiapkan segala nya dia tidak mau kehilangan gadis itu." apa ini tidak terlalu cepat ,apa kamu tidak akan menyesali semua nya?" Aurora mengingatkan Alex. " aku akan lebih menyesal bila tidak melakukan semuanya sekarang !" Alex memeluk gadis itu dia tersenyum lega, akhirnya janji itu dapat ia penuhi, janji 19 tahun yang lalu . walaupun serba dadakan Alex mencoba yang terbaik, dia ingin menjadikan hari itu sebagai hari istimewa untuk dia dan Aurora. Setelah bicara Alex dan Aurora pergi menemui pak Imam yang tengah termenung di ruang kerja nya. " lakukan seperti yang kamu inginkan saya mengijinkan!" mendengar hal itu pak Imam sangat bahagia dan memeluk majikan nya sebagai ucapan terimakasih. Aurora segera meninggalkan mereka untuk saling bicara. setelah Aurora pergi Alex tersenyum puas. " rencana kita berhasil, dan semuanya karena anda !" Alex memeluk pak Imam. " apapun akan saya lakukan untuk kebahagiaan tuan muda " pak Imam tersenyum lega karena semuanya berjalan dengan lancar. " besok persiapan di hotel tolong di atur saya ingin tamu merasa nyaman, untuk sementara waktu harus di rahasiakan, aku harus menjaga keamanan gadis itu!" seperti nya Alex dan pak Imam merencanakan sesuatu sejak awal.