
Malam itu Alex pergi ke Villa secara diam-diam.dia menunggu di Villa yang tak jauh dari villa milik nya, Alex telah membeli Villa itu untuk menempatkan orang-orang nya.
Dengan seksama Alex mengawasi istrinya,dia tidak ingin sesuatu yang bukan terjadi.
Aurora masuk ke kamarnya dia mencium bau lilin aromaterapi yang begitu menenangkan,namun dia merasa aneh karena tiba-tiba merasa mengantuk dan tidak berdaya.
Aurora segera pergi tidur entah kenapa dia tiba-tiba Sangat mengantuk.
Alex segera menggunakan kesempatan itu untuk mendatangi istrinya.
penuh kerinduan Alex mengecup kening istrinya dia memeluk Aurora penuh kasih sayang.
"Ra...aa sangat merindukan mu, begitu rindu hingga rasanya sangat menyakiti hati ini"Alex menangis dia sangat ingin berada dekat dengan istrinya.
Alex tidur di samping istrinya,malam itu dia dapat tidur dengan nyenyak,tidak terjaga atau merasa resah.
Menjelang pagi Alex dibangunkan oleh anak buahnya.
"ketua ini hampir pagi,ayo pergi!"orang itu membangunkan dengan suara yang pelan.
"oh... terimakasih kamu sudah mengingatkan ku!"Alex segera bangun lalu pergi meninggalkan istrinya yang masih terlelap tidur.
Alex segera pulang ke Jakarta mengendarai motor, melawan udara di luar yang begitu dingin.
Tiba di rumah Alex segera menghubungi orang yang dia tugas kan untuk mengawasi Mahesa.
"Bagaimana?Apa dia masih tampak ragu?"Alex menelpon sambil berganti pakaian.
"sepertinya dia masih ragu-ragu dan belum mengambil keputusan!"
"baiklah aku akan menghubungi nya sekarang, pastikan dia tidak akan lari?"Alex menutup telponnya.
Kini dia menghubungi Mahesa.
"kamu belum juga menemui nya! Apa kamu pikir aku sedang main-main, sekarang aku tahu kamu sedang berdiri di ambang pintu!"
"Tiger...beri saya sedikit waktu,aku takut menghadapi Alex Sanjaya! orang itu tidak sesederhana yang kamu pikir!"Mahesa bicara dengan suara yang penuh ketakutan.
"bila kau merasa takut, kenapa kamu bermain-main dengan nya...bodoh!"Tiger tertawa sinis.
"aku akan segera menemui dia,tapi aku minta kau harus berjanji untuk melepaskan ku!"Memesan mengajukan syarat.
"jangan coba bernegosiasi dengan ku, tidak ada seorang pun yang tawar menawar dengan Tiger! apa kamu mengerti!" Tiger bicara dengan suara yang meninggi dan penuh amarah.
"aku tidak bermaksud seperti itu!"Mahesa begitu ketakutan.
"sudah hilang kesabaran ku,kau akan lenyap selamanya!"Tiger sangat marah.
"aku akan menemui nya hari ini, tolong ampuni aku kali ini!"Mahesa memohon.
"temui dia hari ini atau kau akan benar-benar lenyap!"Tiger menutup telponnya.
Mahesa terduduk lemas dia segera mencari tahu seberapa ganas seorang Tiger dan kelompok naga hitam. Mahesa begitu takut setelah tahu siapa Tiger, dan kelompok naga hitam yang terkenal dengan kekejaman nya.
"halo... kakak ini aku!"Mahesa menghubungi Isabella.
"kamu di mana, apa yang sedang kamu rencanakan?"Isabella begitu marah pada adik nya itu.
"tolong antar aku ke kantor nya mas Alex,ada sesuatu yang harus aku selesaikan dengan nya"Mahesa meminta tolong kepada kakak nya.
"baiklah aku akan antar kamu!"Isabella menyanggupi.
Mahesa merapihkan diri nya untuk pergi menemui Alex di kantor nya.
Alex telah siap pergi untuk bekerja.saat tiba-tiba dia menerima telepon dari villa.
"halo...aa ini Ra maaf, mengganggu!" suara itu membuat Alex tersenyum begitu bahagia.
"aa ...Ra kangen, tolong jangan meninggalkan aku,aa boleh menikah lagi tapi jangan pernah tinggalkan Ra!"wanita itu menangis begitu menyediakan.
"sayang, dengarkan aa!kamu jangan pernah berpikir seperti itu,aa tidak akan pernah menduakan kamu, sekarang kamu dimana?"Alex pura-pura tidak tahu keberadaan istrinya.
"Ra masih di Villa tidak pergi kemana-mana"suara manja itu membuat Alex bisa tersenyum lega.
"kamu tenang, nanti malam aa ke sana kita bicara"
"iah...Ra tunggu aa di sini"Aurora tampak nya memang tidak bisa jauh dari suaminya itu, dia begitu tersiksa saat berjauhan dengan suaminya.
Alex pergi ke kantor dengan semangat yang baru dia senang karena pada akhirnya Aurora mau berbicara dengan nya.
Tiba di kantor Alex telah di tunggu oleh Isabella dan adiknya.
"sedang apa kalian di sini?"Alex bertanya pada kedua orang itu.
"saya perlu bicara dengan kakak"Mahesa menjawab.
"baiklah, dimana kamu ingin bicara?"Alex bertanya kepada Mahesa.
"terserah kakak saja!"Mahesa menyerahkan keputusan kepada Alex.
"kalau begitu kita bicara di ruangan ku saja!"Alex mengajak kedua tamunya untuk pergi ke ruangan nya.
"silahkan duduk!"Alex menyambut tamunya dengan baik, hari itu suasana hati nya juga sedang bagus.
"jadi apa yang bisa saya bantu?"Alex bertanya kepada Mahesa yang tampak gugup.
"dia ingin bicara masalah Gebby adik angkat mu!"Isabella membantu adik nya untuk bicara.
"katakan ada apa sebenarnya, sehingga kamu harus menemui ku?"Alex bertanya pada Mahesa.
"aku ayah dari bayi yang di kandung Gebby!"Mahesa mengakui bayi itu sebagai anak nya.
"apa...jadi kamu yang telah menodai dia!"Alex emosi.
"kami melakukan nya atas dasar suka sama suka, tidak ada paksaan!"Mahesa membela diri.
"nikahi dia anak itu harus lahir dengan keluarga yang lengkap,hari ini bicaralah dengan pak Imam, minta restunya!"Alex bicara setelah agak tenang.
"dia tidak mau menikah dengan ku,dia hanya ingin bersama dengan mu!"Mahesa tampak emosi.
"persiapkan saja dirimu,lusa kalian menikah biar aku yang urus semuanya, jangan coba untuk lari dari tanggung jawab!"Alex mengingatkan.
"aku mencintai Gebby, bahagia rasanya bila bisa menikah dengan dia!"Mahesa tampak jujur dengan perkataan nya.
"tunggu sebentar,pak Imam akan segera tiba!"Alex menyuruh keduanya untuk menunggu.
Sementara menunggu kedatangan pak Imam, Alex berbicara dengan Isabella.
"kenapa kamu belum mencari pengganti ku?"Isabella bertanya dia pikir Alex masih mencintainya.
"aku sudah ada seseorang, hanya saja dia ku sembunyikan dari dunia luar!"jawab Alex seolah ingin menegaskan bahwa sudah tidak ada cinta di hati nya untuk wanita itu.
"apakah wanita muda itu,yang pernah menjadi anak asuh mu?"Isabella menatap Alex.
Alex tersenyum tidak menjawab pertanyaan itu.
"rupanya memang dia wanita yang sedang ada di hati mu!"Isabella tersenyum getir,dia masih berharap suatu hari nanti bisa kembali bersama pria itu.
"jangan pernah berharap untuk kembali ke masa lalu, karena kita sudah punya masa depan masing-masing,kamu harus bahagia dengan pilihan mu!"Alex seolah dapat membaca pikiran wanita itu.
"aku selalu menyesali keputusan ku untuk meninggalkan mu, seandainya waktu itu aku tidak melakukan kesalahan!"Isabella menangis masalalunya.
"lupakan semua nya, hiduplah dengan bahagia!"Alex tersenyum begitu manis, membuat Isabella semakin bersedih.