Mr.Cool

Mr.Cool
bab 39 Tiger



Pagi itu Alex telah berangkat bekerja, dia pergi pagi-pagi sekali, hanya penjaga gerbang yang melihat nya pergi mengendarai mobil sport nya.supir juga heran kenapa bos nya itu pergi sendiri tidak seperti biasanya.


Alex tidak pergi ke kantor dia membawa mobilnya ke sebuah gudang di pelabuhan.


topeng hitam itu menutupi wajahnya yang tampan itu artinya dia bukan lagi Alex Sanjaya tapi Tiger ketua naga hitam.


"dimana organ itu?"tanya Tiger sesaat setelah tiba di tempat itu.


"kami menyimpan nya dengan baik"Jawab tangan kanan kepercayaan nya.


Tiger masuk ke dalam gudang itu, tampak seorang pria terikat di sebuah tiang dengan posisi berdiri.


Tiger menghampiri orang itu, senyuman sinis terlukis di bibirnya.


"tuan Mahesa apa anda kenal dengan saya?"Tiger bertanya sambil menatap tajam pria itu.


"berengsek, siapa kamu sebenarnya, kenapa saya di perlakukan seperti ini?"suara Mahesa bergetar dia merasa ketakutan.


"kamu bertanya siapa aku?....."Tiger tertawa dan suaranya itu membuat bulu kuduk berdiri.


"perkenalkan tuan Mahesa,nama saya Tiger...ingat lah nama saya dengan baik,Tiger ketua dari naga hitam!"mengetahui siapa yang ada di hadapannya Mahesa sampai kencing di celana.


"tuan saya punya salah apa sampai anda melakukan ini?" Mahesa benar-benar ketakutan dia pernah mendengar bagaimana orang di hadapannya ini, dia adalah sosok yang sangat kejam dan tidak berperasaan.


"katakan apa rencana kamu dan kekasih mu terhadap Alex Sanjaya?"Tiger bertanya dengan sebuah senjata tajam di tangan nya.


"apa Alex yang menyuruh anda melakukan ini?"Mahesa bertanya.


"jangan pernah bertanya pada ku,jawab saja pertanyaan nya!"Tiger mengingatkan.


"pacar saya sedang hamil,dia ingin dinikahi oleh Alex Sanjaya agar masa depan anak kami lebih baik dan kami bisa bersenang-senang dengan uang nya tanpa harus bekerja keras"jawab Mahesa membuat Tiger geram namun dia mencoba menahan diri.


"aku tidak ada urusan dengan Alex Sanjaya,tapi wanita yang kalian ganggu adalah orang ku, sebagai hukumannya kamu harus lenyap selamanya!"Tiger berbisik di telinga tawanan nya.


"aku mohon jangan lakukan itu, apapun akan ku lakukan asal kamu mengampuni ku!"Mahesa ketakutan dia memohon untuk di lepaskan.


"aku bisa mengampuni mu dengan satu syarat!"Tiger menghampiri tawanannya.


"apapun itu akan aku lakukan!"Mahesa berkeringat dingin dia benar-benar ketakutan.


"temui Alex, katakan semuanya dan nikahi wanita itu apapun caranya, satu hal lagi jangan berpikir untuk lari dari ku karena tidak ada orang yang lolos dari Tiger dan naga hitam!"Tiger mengingatkan orang itu untuk tidak lari.


"akan saya lakukan asal kamu lepaskan aku,dan mengampuni ku!"Mahesa setuju dengan syarat yang di berikan oleh Alex.


"bagus...!kamu mengambil keputusan yang benar, jangan macam-macam orang-orang ku mengawasi mu!"Tiger melangkah pergi, meninggalkan tempat itu.


"jangan langsung di lepaskan beri dia sedikit kenang-kenangan dari kita!"Tiger memberi perintah kepada anggotanya.


"dengan senang hati!"pintu gudang di tutup, Tiger melangkah pergi meninggalkan tempat itu.


Di sebuah showroom mobil Tiger berhenti dia menyimpan mobil nya di garasi tersembunyi,ditempat itu dia berganti pakaian dan berganti mobil.


Alex Sanjaya telah kembali dia pergi menuju perusahaan, untuk bekerja seperti biasa seolah tidak terjadi apa-apa.


Tiba di kantor Alex di hampir oleh Gebby yang telah menunggu nya begitu lama.


"kakak dari mana saja,aku begitu cemas menunggu!"Gebby menghampiri Alex dan meraih tangan nya.


"aku ada urusan jadi pergi lebih awal!"Alex bersikap seperti biasa seolah tidak terjadi apa-apa.


"kakak ada yang ingin aku beri tahu!"Gebby memasang wajah sedih.


"sebaiknya kita bicara di ruangan ku saja!"Alex mengajak Gebby bicara di kantor nya.


keduanya berjalan sambil berpegangan tangan, lebih tepatnya Gebby terus memegangi tangan Alex.


"Katakan apa yang ingin kamu sampaikan pada kakak?"Alex duduk di kursi nya.


"kakak... bagaimana ini,aku hamil!"Gebby menangis tersedu-sedu.


"kejadian itu telah membuat ku berbadan dua"Gebby begitu terpukul.


"kakak akan meminta lelaki itu untuk bertanggung jawab kamu jangan hawatir"Alex mencoba untuk menenangkan.


"aku tidak ingin anak ini lahir dan punya ayah seorang bajingan!"Gebby meratapi nasibnya.


"jadi apa yang kamu ingin kakak lakukan?"Alex menatap wanita itu.


"kakak... Gebby ingin kakak menjadi ayah anak ini!"tanpa rasa malu Gebby menyampaikan keinginannya.


"tidak mungkin, kakak tidak bisa!"Alex menolak.


"kalau kakak tidak mau biar Gebby mati bersama anak ini!"wanita itu mengancam.


"tolong beri kakak waktu untuk berpikir!"Alex meminta sedikit waktu untuk memikirkan semuanya.


"baiklah, Gebby yakin kakak akan mengambil keputusan yang tepat!"wanita itu pergi dengan hati yang sangat bahagia dia yakin rencananya akan berjalan dengan baik.


Alex tersenyum sinis, dia merasa permainan ini semakin menarik.


"halo... bagaimana keadaan nya?"Alex menghubungi seseorang.


"nyonya sudah kembali ke villa, keadaan nya sudah membaik!"jawab orang di ujung telepon.


"pastikan dia tetap aman, sebentar lagi urusan ini akan beres dan aku bisa menjemput nya pulang"Alex tersenyum lega, dia ingin segera menyelesaikan semua nya.


"kami akan memastikan calon ketua dan nyonya baik-baik saja!"


"baiklah aku ada pekerjaan kalian tetap waspada!"Alex menutup telponnya.


Setelah menelpon Alex kembali bekerja dia tidak ingin urusan pribadi nya mengganggu kelangsungan dan kemajuan perusahaan.


Gebby mencoba menghubungi Mahesa namun kekasihnya itu tidak kunjung mengatakan telponnya.


"kemana perginya orang ini,di saat seperti ini malah menghilang!"Gebby menggerutu.


Suasana kantor tiba-tiba menjadi gaduh seseorang datang dan berteriak seperti orang gila.


"keluar kamu... keluar Alex Sanjaya!"teriakan wanita itu membuat isi kantor heboh.


Alex keluar menemui wanita itu, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Isabella.


"ada apa kenapa kamu berteriak di kantor ku!"Alex menghampiri wanita itu.


"kamu jangan menikah dengan dia!"Isabella menunjuk Gebby yang berdiri di samping Alex.


"memang nya kenapa?"Alex bertanya heran.


"wanita itu ingin menjebak mu, dia jahat!"Isabella menunjuk wajah Gebby.


"dasar gila kamu sudah menikah tapi masih mengganggu kakak!"Gebby balas berteriak pada wanita itu.


"Alex aku mohon jangan menikah dengan dia, wanita itu tidak sebaik yang kamu kira!"Isabella berusaha meyakinkan.


"aku ... tidak tahu apa yang kamu maksud?"Alex meninggalkan kedua wanita itu.


Setelah Alex pergi keduanya saling berbicara.


"aku tidak akan membiarkan kamu memiliki dia!"Isabella bertekad.


"kita lihat saja nanti siapa yang akan menang aku atau kamu!"Gebby begitu sombong.


"aku akan menyuruh Mahesa untuk mengakui semua nya!"Isabella mengancam.


"adik mu juga menginginkan aku menikah dengan Alex!"Gebby mengingatkan.


"jangan terlalu yakin,kamu akan lihat kehancuran mu!"Isabella mengancam lalu pergi.