Mr.Cool

Mr.Cool
bab 30 berbaikan



Aurora dan Yulia begitu asik mengobrol sehingga mereka lupa waktu.


"Ra ayo kita kembali ke villa mereka pasti sudah kembali!"Yulia mengajak Aurora untuk kembali ke villa.


"karena terlalu asyik ngobrol kita sampai lupa waktu"Aurora beranjak dari tempat duduk nya.


"anak-anak ayo kita kembali ke villa! ayah pasti mencari kalian!"Yulia memanggil anak-anak nya yang sedang asik bermain.


kedua anak itu berlari menghampiri, kemudian mereka berjalan menuju villa, Aurora berjalan perlahan dia masih merasakan sakit di kakinya.


Tiba di Villa mereka langsung ke dapur untuk memasak, karena terburu-buru dan kurang hati-hati yang Yulia terluka saat memotong sayuran.


"aduh..."Yulia meringis luka nya cukup dalam,di saat yang bersamaan dokter Eko datang dia segera membantu istrinya.


"kenapa sampai terluka?"dokter Eko menatap istrinya.


"aku kurang berhati-hati"jawab Yulia dengan sikap yang acuh.


"sampai kapan kamu, akan bersikap dingin seperti ini, sudah lima tahun sayang kamu tidak pernah tersenyum untuk ku!"dokter Eko akhirnya mencurahkan perasaannya.


"jangan sekarang kita bicara nanti saja,aku sedang memasak!"Yulia menghindar.


"kalian pergilah dan selesai kan semuanya,biar aku yang membantu Aurora memasak!"Alex yang baru datang menyuruh pasangan itu untuk berbicara berdua.


dokter Eko dan Yulia pergi ke kamar, untuk berbicara dan mengobati luka di tangan Yulia.


Alex menghampiri istrinya, dan meneruskan pekerjaannya Yulia.


"Ra...apa bisa kita berbicara sekarang?"Alex bertanya sambil memotong sayuran.


"apa yang ingin aa bicarakan?"Aurora balik bertanya.


Alex berjalan dan menutup pintu dapur di kuncinya dari dalam.


"tentang kejadian semalam,aa benar-benar menyesal telah melukai perasaan mu!"Alex sungguh-sungguh menyesali perbuatannya.


"tidak apa-apa Ra mengerti!"Aurora menjawab dengan sikap yang dingin.


"kalau kamu tidak marah, kenapa kamu tidak membiarkan aa untuk mengobati luka mu, malah membiarkan dokter Eko yang melakukan nya?"Alex tampak kesal dan kecewa.


"itu hanya perasaan aa saja!"Aurora memberikan alasan.


"sikap mu begitu dingin pada aa,kamu juga seperti menghindari ku!"Alex menatap istrinya dengan tajam sambil mencengkeram bahu wanita itu.


"aa...sakit!"Aurora meringis.


Alex melepaskan cengkraman tangan nya,dia menyadari telah menyakiti istrinya.


"kalung ini peninggalan ibu satu-satunya, aa begitu marah dan panik saat kehilangan benda ini, sehingga tanpa aa sadari telah menyakitimu dengan perkataan yang kasar!"Alex berlutut di hadapan istrinya.


"aa mohon maafkan aa!"Alex memohon, membuat Aurora merasa bersalah melihat suaminya sampai berlutut di hadapan nya.


"Sudah jangan seperti ini,Ra tidak marah?"Aurora membantu suaminya untuk berdiri.


"aa sayang sama kamu?"Alex memeluk istrinya penuh kasih sayang.


Keduanya kini melanjutkan untuk memasak, Alex tahu Aurora masih merasa kesal pada dirinya namun dia bertekad untuk membuat wanita itu kembali seperti dulu.


Aurora merasa sedikit pusing dan mual, dia beberapa kali muntah.


"Ra duduk saja biar aa yang masak!"Alex menyuruh istrinya untuk duduk dan melihat nya memasak.


"aa...Ra ingin makan strawberry"Aurora meminta.


Dengan segera Alex mengambil strawberry di lemari es,dia mencucinya dengan bersih.


"Ra mau apa lagi , bilang sama aa!"Alex mengelus perut istrinya dengan penuh kasih sayang.


"terimakasih"Aurora kembali tersenyum begitu manis pada suaminya, membuat hati Alex senang dan lega.


"Ra sudah minum susu?"Alex menatap istrinya.


Aurora menggelengkan kepalanya,dia memang tidak minum susu sejak dari kemarin.


"Ra minum susu nya!"Alex menyodorkan segelas susu hangat.


Aurora segera meminumnya,dia Taku Alex akan marah jika dia tidak minum susunya.


Setelah selesai memasak Alex menyiapkan makanan di atas meja.


Sebelum yang lain makan Alex dan Aurora telah makanan terlebih dahulu di dapur,mereka makan satu piring berdua.


Alex meninggalkan catatan di atas meja makan."Silahkan kalian makan,aku dan Aurora sudah makan kalian tidak perlu menunggu kami!"


Alex mengajak Aurora untuk pergi ke kamar,dan menyuruh istrinya itu untuk istirahat dan tidur siang.


"Ra tidak mengantuk"Aurora merengek dia tidak mau tidur.


Alex membuka pintu yang menuju balkon membiarkan angin berhembus ke dalam kamar. Aurora duduk di sofa dan perlahan tertidur.setelah istrinya tertidur nyenyak Alex memindahkan nya ke atas tempat tidur,dan dia ikut tertidur di samping istrinya.


dokter Eko dan Yulia selesai mandi dan menuju ruang makan, mereka menemukan catatan yang di tulis oleh Alex, tidak lama kemudian Siska dan Gebby ikut bergabung di meja makan.


"kakak Alex kemana ya?"Gebby mencari-cari.


"Alex pergi ke luar!"jawab dokter Eko.


"Aurora di mana?"kini Siska yang bertanya.


"dia pergi istirahat di kamar nya, mungkin karena terlalu lelah setelah memasak"sekarang giliran Yulia yang menjawab.


mereka makan bersama, dokter Eko tanpa ragu menyuapi istrinya di depan banyak orang.


melihat hal itu Siska tampak kesal dan cemburu.


"nanti kita pergi berkuda dengan anak-anak"ajak dokter Eko kepada istrinya.


"nanti sore saja, sekarang di luar agak panas"Yulia memberikan pendapat nya.


"kamu benar nanti sore saja"dokter Eko setuju.


Alex terbangun dari tidurnya,ada telpon masuk.


"ada hal mendesak!"si penelepon tampak panik.


"katakan!"Alex pergi ke balkon dia tidak ingin mengganggu tidur istrinya.


"katakan apa yang terjadi?"Alex berbicara dengan pelan.


"ketua, sedang sakit dia ingin bertemu dengan cucu menantu"Penelpon memberi tahu.


"saya sedang berada di villa sekarang, mungkin besok baru bisa pergi"Alex menjelaskan.


"kemari sekarang Tiger!"ketua yang langsung berbicara.


"baik aku akan datang, mohon anda bersabar sebentar"Alex akhirnya setuju untuk pergi saat itu juga.


Alex menghubungi seseorang,dia menyuruh orang itu untuk mempersiapkan segala nya.


"jemput saya di villa, ingat nyonya sedang hamil jadi siapkan semuanya dengan baik!"Alex menutup telponnya.


Alex membangun kan istrinya,dia menyuruh Aurora untuk berkemas.


"kita mau pergi ke mana?"tanya Aurora bingung.


"nanti aa jelaskan di jalan, sekarang kamu siapa-siap saja"Alex membantu istrinya berkemas.


Alex menelpon dokter Eko, dan mengatakan semuanya, mereka akan pergi diam-diam ,jadi Alex meminta sahabat nya itu untuk membantu.


"baiklah aku akan membawa mereka jalan-jalan ke luar,kamu juga berhati-hatilah di jalan, sampaikan salam hormat saya untuk ketua"dokter Eko menutup telponnya.


Dengan segera dokter Eko mengajak semua orang untuk pergi jalan-jalan,ke danau yang ada di sekitar Villa, mereka sangat antusias lalu segera pergi.


Beberapa waktu kemudian datang mobil yang menjemput Alex dan istrinya. Aurora tampak bingung memilih suaminya mengenakan topeng,namun dia tidak berani untuk bertanya kepada Alex.


Aurora semakin kebingungan saat tiba di bandara,dia melihat puluhan orang bertubuh kekar memberikan hormat pada suaminya.