Mr.Cool

Mr.Cool
bab16 nyonya kecil cemburu



Aurora menunggu sambil mengerjakan tugas kuliah nya,ditemani Snack yang ia beli di kantin.saat sedang asik nyemil, seseorang memasuki ruang tunggu, orang itu tak asing bagi Aurora, wanita yang membuat nya hampir meninggalkan suami nya.


"permisi!"dengan seenaknya dia menyuruh Aurora untuk bergeser.


"kamu sedang apa di sini? ini bukan tempat untuk bermain" wanita itu menggerutu.


"saya ada urusan dengan pemilik perusahaan" jawab Aurora kesal.


"bocah gila mana mungkin kamu kenal dengan suami saya"wanita itu tertawa dengan wajah nya yang sombong.


"oh... rupanya anda istrinya pemilik perusahaan"Aurora semakin kesal.


"tentu saja dan ini anak kami Beby dia sangat sayang dengan anak nya" Isabella semakin ngawur.


"setahu saya pemilik perusahaan ini masih lajang"Aurora semakin jutek.


"kamu ini siapa kok sok tahu sekali" Isabella terpancing emosi.


"saya cuma mahasiswi yang ingin magang"jawab Aurora sambil tetap melanjutkan tugasnya.


Bayi yang ada di kereta bayi itu tiba-tiba menangis dengan keras.


"itu bayi nya nangis, mungkin ingin menyusu"Aurora merasa prihatin.


"jangan sok tahu bayi memang bisa begitu"Isabella tampak sibuk dengan hp nya.tangisan bayi itu semakin keras membuat ruangan menjadi bising.


"nyonya sebaiknya kamu mengecek keadaan bayi mu,dia mungkin lapar"Aurora merasa risih melihat tingkah Isabella yang tidak peduli pada bayi nya.


"suster...! tolong di urus bayi nya rewel!"Isabella memanggil seseorang yang sejak tadi menunggu di luar.


Seorang wanita paruh baya masuk, dia segera menggendong bayi itu dan menenangkan nya, dengan memberikan susu formula.


"non Beby seperti nya buang air besar"pengasuh itu memberitahu majikannya.


"terus aku harus mengurus hal yang menjijikan seperti itu!lalu apa gunanya saya bayar kamu"Isabella berteriak memarahi perawat itu.


"sebaiknya and ikut memperhatikan putri anda supaya terjalin ikatan batin antara kalian berdua"Aurora memberikan pendapat nya.


"kamu itu masih kecil jangan sok tahu!" Isabella bicara dengan kasar. Aurora sangat heran bagaimana bisa Alex jatuh cinta pada wanita yang begitu kasar dan egois seperti ini. beberapa saat kemudian terdengar suara Alex sedang bicara dengan sekretaris nya.


"baguslah semua berjalan dengan baik"Alex tersenyum puas, wajah nya sangat tampan saat tersenyum membuat siapapun yang melihatnya terpana.sampai Siska tidak sadar di depannya ada tong sampah dan menabraknya, Siska hampir terjatuh Alex segera menolongnya dan menahan tubuh sekretaris nya itu.melihat kejadian itu Isabella emosi dan langsung menghampiri kedua nya, Aurora hanya mengintip dari belakang pengasuh.


"dasar wanita murahan! sejak dulu kamu memang mengincar Alex"dengan emosi Isabella menjambak rambut Siska sampai sekretaris itu mengaduh kesakitan.


"lepaskan...apa yang kamu lakukan?" Alex melindungi sekretaris nya itu.


"jadi sekarang kamu membela dia!"Isabella tampak cemburu.


"pergi sekarang sebelum aku benar-benar marah,kamu selalu seperti ini" Alex tampak kesal.


"aku minta maaf!" Isabella berubah seketika menjadi wanita yang lembut.


"Siska kamu pergi lah dengan tim perencanaan,saya ada urusan"Alex menyuruh sekretaris nya itu untuk pergi. Siska segera meninggalkan tempat itu dengan wajah yang kesal.


"Al aku sungguh minta maaf!" Isabella memohon.di saat kedua nya tengah bicara reception menghampiri Alex.


"maaf pak tadi ada tamu yang menunggu bapak"


"siap?"Alex mengerutkan keningnya.


"seorang wanita muda seperti nya seorang mahasiswi"penjelasan reception itu membuat Alex teringat pada janji nya untuk menjemput istrinya di universitas.


Alex berjalan menghampiri istrinya yang tampak sangat kesal.


"sini!"Alex menarik tangan istrinya. Aurora langsung menghindar dan berjalan menuju lift. Alex segera menyusul masuk lift tanpa memperdulikan orang-orang yang melihat mereka. Alex melarang siapapun untuk masuk ke lift dan menekan tombol menuju lantai 5.


Alex mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya dengan lembut dia mulai menghujani istrinya dengan ciuman. Aurora menggigit bibir suaminya,tapi lelaki itu tak mau berhenti.


"kamu cemburu?"Alex tersenyum puas.


"pergi saja dengan para wanita yang tergila-gila pada mu!"Aurora cemberut wajah nya begitu imut.


"nyonya kecil ku cemburu...kamu mau aku berbuat apa agar kamu tidak marah lagi?"Alex berbisik di telinga istrinya membuat jantung Aurora berdetak tak beraturan. Alex menyadari napas istrinya mulai menjadi hangat,dia semakin sengaja di kecup nya leher Aurora dengan lembut.


"hentikan aku mau pulang!"Aurora merengek dengan suara yang hampir tak terdengar.


"aku akan membawa mu pulang asal kamu berjanji tidak marah lagi!"Alex menggunakan kesempatan itu dengan baik. Aurora mengangguk kecil. Alex menekan tombol menuju lantai satu. saat keluar dari lift semua mata tertuju kepada kedua nya, Alex tak melepaskan tangan istrinya dia terus menggandeng Aurora dan melindungi nya. Saat itu Isabella masih belum pulang dia sangat terkejut melihat Alex dan gadis muda itu.


"lain kali kalau wanita ini datang


ke sini antara dia ke ruangan saya,paham!"Alex memberi tahu receptionis.


"baik tuan saya mengerti"receptionis itu mengangguk tanda mengerti.


"siap gadis itu?" Isabella menghampiri Alex.


"siapapun dia, aku hanya ingin kau tahu wanita ini tidak akan ku biarkan siapa pun untuk menyentuh nya apalagi menyakiti nya!"Alex menegaskan.perkataan Alex membuat Isabella terdiam tubuh nya tersentak dia memahami satu hal, wanita itu pasti memiliki arti yang sepesial untuk Alex.


"ayo kita pulang!"Alex menggandeng tangan istrinya menuju ke luar gedung.mobil telah menunggu di depan, Alex membukakan pintu untuk istrinya. Aurora masuk ke dalam mobil di ikuti oleh Alex.


"jadi kenapa nyonya marah?"Alex bertanya sambil menggoda.


"siap yang marah, pergi saja sana dengan mereka,aku juga ada lelaki yang suka di kampus"Aurora cemberut .


"siapa lelaki yang berani menyukai istri ku, cepat bilang aku akan membuatnya menyesal"kini Alex yang marah dan terbakar api cemburu.


"aku tidak akan memberi tahu!"Aurora senang melihat Alex marah dan cemburu.


"jadi nyonya kecil sudah berani main-main sekarang!"Alex memeluk istrinya,dan mencium pipi nya berulang kali.


"ampun...!"Aurora menyerah dia tidak ingin terjadi hal yang semakin jauh.


"apa aa suka dengan sekretaris cantik itu?"Aurora bertanya dengan wajah serius.


"sayang,aa gak mungkin suka sama Siska kalau aa suka dia kenapa aa gak nikahi,malah nikah sama kamu apalagi sekarang ada ini"Alex mengelus perutnya istrinya dengan lembut dan penuh kasih sayang.


"kalau dengan Isabella bagai mana,aku lihat aa masih perhatian sama dia?"Aurora menatap suaminya.


"aa, hanya merasa kasihan pada dia itu saja tidak lebih,bagi aa yang terpenting sekarang adalah kamu dan calon anak kita"Alex mengecup kening istrinya , disaat yang bersamaan terdengar suara perut istrinya yang lapar.


"kamu lapar? kenapa tidak bilang"Alex menatap istrinya yang tersipu malu.


"lihat tas nya"Alex mengambil tas Aurora yang penuh dengan cemilan.


"sudah aa bilang jangan jajan sembarangan!"Alex menatap istrinya tajam.


"jangan marah!"Aurora merengek manja sambil bersandar di bahu suaminya.


"kita ke restoran terdekat!"Alex menyuruh supir untuk mencari restoran terdekat.


"besok-besok kalau ke kampus kamu bawa bekal dari rumah!"Alex mengelus perutnya istrinya sepanjang perjalanan.