Mr.Cool

Mr.Cool
bab 37menjaga dari jauh



Alex bekerja seperti biasa,nun tidak ada lagi senyuman ramah di wajahnya.


"Siska!"Alex memanggil sekretaris nya.


"ada yang bisa saya bantu?"Siska bertanya.


"jadwal saya hari ini!"Alex menatap tajam.


"ada pertemuan dengan beberapa rekan bisnis"Siska memperlihatkan jadwal pertemuan itu.


"Suruh orang siapkan mobil kantor dan supir!"setelah itu Alex kembali pokus pada pekerjaan nya.


"baik pak!"Siska segera kembali ke ruangan kerjanya.


Siska terus memperhatikan Alex dia tahu betul bahwa bos nya itu telah kembali seperti dulu,sikap nya dingin seperti gunung es.


"Mr cool, dia telah kembali ini bukanlah hal yang baik"Siska merasa ngeri membayangkan, bagaimana sikap bos nya itu waktu dulu.


Alex menghubungi seseorang,dia tampak sangat serius.


"sudah kamu pasang di semua tempat?"tanya Alex.


"sedang selesai anda bisa langsung mengaktifkan nya!"orang di ujung telepon itu memberikan informasi.


"baiklah sekarang kamu boleh pergi, pastikan seseorang mengawasi dia dengan baik!"Alex memberi perintah.


"sudah dua orang kami tempatkan untuk mengawasi, ketua tidak usah cemas, mereka orang-orang yang terlatih"


"bagus pekerjaan kalian sangat memuaskan!"Alex menutup telponnya,dia segera membuka laptopnya,dia tampak sedang mengamati sesuatu.


"bagus aku dapat mengawasi mu sekarang" Alex tersenyum puas.


Aurora sedang mandi saat, supir Alex datang untuk mengantarkan uang gaji bibi dan pekerja yang lain.


"bibi yang ini untuk pengurus kebun sayur!"supir itu memberikan amplop berwarna coklat berbeda dengan yang lain.


"oh ia nanti bibi sampai kan kebetulan orang nya belum datang"bibi menerima amplop itu.


"kalau begitu saya kembali ke Jakarta,saya tidak ingin terlambat menjemput tuan"supir itu pergi meninggalkan villa.


bibi masuk ke dalam villa,dia segera menemui Aurora yang baru selesai mandi.


"nyonya ini upah pertama anda!"bibi menyerahkan amplop coklat itu.


"saya kan belum mulai bekerja?"Aurora tampak bingung.


"terima saja nyonya pasti butuh buat beli susu dan kebutuhan lain"bibi mengingatkan.


"terimakasih"Aurora menerima amplop itu,dia membawa nya ke kamar.


Aurora sangat terkejut saat menghitung jumlah uang di dalam amplop itu.


"mungkin amplop nya tertukar!"Aurora bergumam.


saat semua uang di keluarkan, Aurora mendapatkan sebuah surat.yang isinya sangat menyentuh.


***untuk pengurus kebun, saya Alex pemilik villa, terimakasih anda telah bersedia merawat kebun saya, tolong rawat tanaman nya dengan baik, karena istri saya sangat menyukai kebun itu, saat ini dia sedang pergi tapi saya yakin dia akan kembali,jadi saya titip kebun itu kepada anda untuk honor anda saya akan membayar dengan layak.***


Aurora menangis dia begitu merindukan suaminya, namun dia tidak bisa kembali,dia takut akan merusak kebahagiaan dan cinta suaminya,yang dia pikir bukan untuk dia tapi untuk wanita lain.


"aa Ra kangen...!"Aurora memeluk kemeja suaminya.


Di kantor Alex menangis,dia tampak begitu tersakiti.


"sayang aa kangen kenapa kamu ingin pergi? padahal kamu sendiri tersakiti dengan keadaan ini!"Alex benar-benar merasa sakit melihat istrinya yang menangis.


Aurora segera beranjak dari tempat nya dia bersiap pergi ke kebun untuk mulai bekerja.


"iah ayo makan "Aurora tampak sangat bersemangat.


keduanya kini makan bersama bibi juga tidak lupa menyiapkan susu.selesai makan Aurora pergi ke kebun.dia sangat senang menghabiskan waktu untuk merawat tanaman.


Alex pergi bertemu dengan beberapa rekan bisnis nya.stelah selesai Alex pergi ke universitas untuk mengurus beberapa hal.


larut malam Alex kembali ke rumah,namun dia tidak kembali ke rumah utama, dia pergi ke tempat nya biasa tinggal bersama istrinya.


"Ra... "Alex masih dapat mencium bau tubuh istrinya di ruangan itu. Alex membersihkan diri dia tidur sambil memeluk baju istrinya.


"Ra... sampai kapan kita akan seperti ini, harus kah kita terpisah? tolong segera kembali!"Alex meringkuk sambil memeluk istrinya.


baru saja Alex tertidur, telponnya berdering.


"halo dokter Ika ada apa? Alex bertanya pada penelpon.


"ini tentang Gebby, wanita yang Tempo hari di rawat!"dokter Ika menyampaikan maksud dan tujuan nya menelpon Alex.


"ada apa? mungkinkah hasil tesnya sudah keluar?"Alex bertanya dengan serius.


"benar hasilnya memang sudah keluar,dan kecurigaan dokter Eko benar wanita ini memang sedang hamil tapi...usia kandungan nya sudah 3 bulan itu artinya bayi ini bukan hasil dari pelecehan yang terjadi!"penjelasan dokter Ika membuat Alex terkejut.


"berarti dia sudah hamil sebelum peristiwa itu terjadi!"Alex belum bisa percaya.


"iah,kamu benar"dokter Ika meyakinkan.


"terimakasih atas informasinya,saya akan segera mencari tahu!"Alex mengakhiri telponnya.kemudian dia menghubungi seseorang.


"halo...cari tahu siapa yang berhubungan dengan wanita yang foto nya telah ku kirim!"Alex memberi perintah.


"baik ketua saya akan segera menyelidiki"orang di ujung telepon langsung setuju untuk melaksanakan keinginan Alex.


"apa yang sedang kamu rencanakan Gebby?"Alex mulai mencurigai kepulangan wanita itu secara tiba-tiba.


Alex mulai menggerakkan orang-orang nya untuk mencari tahu apa yang sedang di rencanakan oleh wanita itu.


Alex menghubungi bibi yang bekerja di Villa.


"bibi saya ingin tanya sesuatu tolong jawab dengan jujur!"Alex mengingatkan wanita itu.


"iah tuan ada yang bisa saya bantu?"bibi begitu takut bagaimana kalau tuan menanyakan tentang nyonya.


"sebelum nyonya pergi apa dia pernah mengatakan apa alasannya pergi?"


"iah... nyonya bilang, harus pergi meninggalkan tuan untuk kebahagiaan anda dan wanita lain, nyonya bilang tidak mau menjadi duri penghalang untuk cinta tuan dan wanita itu, bahkan nyonya tau wanita itu sedang hamil"penjelasan bibi semakin membuat Alex yakin tentang sesuatu.


"Apa pernah ada seseorang datang ke villa selama saya di Jakarta?"


"iah ada adik tuan datang ke villa, bahkan mereka bicara begitu lama, setelah bicara dengan wanita itu nyonya mulai menangis dan murung."bibi bercerita, semua yang bibi ceritakan semakin membuat Alex yakin bahwa Gebby telah berusaha untuk memisahkan dia dengan Aurora.


"Terimakasih"Alex memutuskan hubungan telepon nya.


Alex tersenyum sinis,dia mulai mengerti permainan wanita itu.


"Sayang sabar sebentar lagi kita akan tahu, siapa wanita ini!"Alex bicara sambil memandang foto istrinya.


Aurora yang sedang berada di villa, mendapatkan telpon dari seseorang.


"kamu bersembunyi dimana? jangan sampai karena kamu reputasi nya hancur, karena bila dia tidak mau menikahi aku,maka aku akan bicara kepada media!" Gebby menghubungi Aurora.


"kamu jangan menyakiti dia, bila kamu cinta dia kenapa kamu menyakitinya"


"kamu jangan kurang ajar, lagipula kakak tidak menyukai kamu"Gebby mengingatkan Aurora.