
Aurora terbangun dari tidurnya, dia melihat ke sekeliling namun suaminya tidak berada di kamar, dengan malas dia pergi ke kamar mandi . sekali lagi dia memeriksa keberadaan suaminya namun tidak ada tanda-tanda kalau Alex berada di tempat itu. " kemana dia ?" Aurora mengerutkan keningnya . setelah merasa aman dia segera berendam di bathtub dengan air hangat dan sabun beraroma therapist yang menenangkan. wanita itu begitu senang sikap kekanak-kanakan nya masih terlihat jelas dia begitu gembira saat bermain dengan buih sabun. Di tempat lain Alex masih asik berbicara dengan pak Imam sambil duduk di taman dan menikmati kopi. " apa tuan yakin akan hadir di pesta itu ?" pak Imam bertanya dengan cemas. " ya. saya pasti akan hadir lagipula kami sudah menemukan pasangan masing-masing" Alex tampak begitu rileks dan tanpa beban. " apa anda akan membawa nyonya ?" pak Imam menatap majikan nya. " aku tidak ingin lelaki lain menatap nya, kalau aku bisa tidak akan kubiarkan dia keluar dari kamar karena dia hanya milik ku " Alex begitu posesif . " ini pertama kali saya mendengar tuan begitu egois " pak Imam tersenyum. " aku ingin egois ,tapi Aurora begitu istimewa dia seperti kupu-kupu 🦋 yang lebih terlihat indah saat terbang dengan bebas " Alex tersenyum . pak Imam juga ikut tersenyum, keduanya menyeruput kopi bersama.Selesai berbincang-bincang dengan pak Imam Alex memutuskan untuk kembali ke kamar nya.saat di ruang tengah Alex berpapasan dengan Anggelina. " mas Alex !" wanita itu tiba-tiba mendekati dan tanpa rasa malu langsung memeluk. " apa yang kamu lakukan ?" dengan replek Alex mendorong wanita itu untuk menjauh. " aku sudah tahu tentang kamu dan Isabella " Anggelina menatap Alex. " lalu apa urusannya dengan mu?" Alex tampak kesal. " ijinkan aku mengobati luka di hati mu !" Anggelina mencoba mendekat,namun dengan cepat Alex segera pergi untuk menghindari wanita itu. Tanpa di sadari Aurora melihat dan mendengar semuanya, wanita mungil itu tampak kesal dia merasa suaminya tidak percaya terhadap diri nya hingga banyak rahasia yang dia simpan. Aurora segera kembali ke kamar dia bersembunyi di ruang ganti pakaian. Alex masuk ke kamar dia terkejut karena istrinya tidak ada. " sayang kamu dimana ?" Alex mencari ke setiap ruangan. Aurora tetap diam dia benar-benar kesal. "sayang ... Aurora kamu jangan bercanda!" Alex mulai panik karena dia tidak dapat menemukan istrinya. Alex akhirnya pura-pura keluar dengan membuka pintu kamar nya dan menutup pintu. Alex bersembunyi di kamar mandi. Aurora berpikir suaminya sudah pergi dia keluar dari persembunyian nya . wanita itu menangis di lantai di pinggir tempat tidur sambil terduduk. Alex sangat hawatir dia segera menghampiri istrinya . " kamu kenapa ?" Alex coba berbicara pada Aurora namun yang diajak bicara malah membelakanginya, wanita itu benar-benar marah. " bila aku melakukan kesalahan kamu katakan jangan seperti ini " Alex menjadi bingung. " kenapa om jahat sama aku ?" dengan mata berkaca-kaca Aurora menatap suaminya. " sayang..." Alex memeluk istrinya. " siapa Isabella ?" pertanyaan itu membuat Alex terkejut. " apa aku hanya pelarian mu... apa aku hanya mainan..." perkataan Aurora membuat Alex emosi . " cukup! " Alex bicara dengan suara meninggi membuat Aurora terkejut dan takut. " sayang maaf !" Alex menyadari bentakan nya membuat Aurora takut, dan ada yang aneh istrinya seperti pernah trauma dengan sesuatu, napas nya seperti orang yang sedang benar-benar berada dalam bahaya,dan saat Alex mencoba untuk menyentuh, Aurora menjerit histeris dan tangan nya langsung menutup kepala sekolah Alex akan memukulnya. "sayang ... ini aa !" Alex mencoba untuk menenangkan istrinya." aa minta maaf, kamu jangan takut !" Perlahan Alex menyentuh wajah istrinya dan dengan lembut. Aurora menatap suaminya tiba-tiba dia memeluk suaminya seolah meminta perlindungan." jangan pukul !" Aurora memohon. " sayang gak mungkin aa pukul kamu !" Alex meyakinkan, " jangan pukul ... jangan pukul " Aurora terus mengulangi kata-kata itu membuat Alex benar-benar merasa bersalah. "aa minta maaf !" Alex menangis dia tidak menyangka perbuatan nya membuat Aurora terguncang. " sayang kita makan ya!" Alex membujuk istrinya. Aurora menggeleng kan kepala. Alex memindahkan tubuh mungil itu ke atas tempat tidur. " sebentar aa ke ruang kerja dulu kamu jangan ke mana-mana". Alex meninggalkan istri nya. Di ruang kerja Alex segera menghubungi ibu pantai di Bandung. "selamat malam ibu! maaf Alex mengganggu" Alex langsung menceritakan apa yang sedang terjadi." oh maaf nak ibu lupa cerita tentang hal ini, sebenarnya dulu saat usia sepuluh tahun Aurora pernah mengalami hal yang sangat buruk ,dia menolong anak panti yang lain saat itu ibu membawa Ra dan satu temannya ke pasar dan saat di pasar itu terjadi, pencurian anak itu mencuri dompet pengunjung dan ketahuan, untuk melindungi anak itu Ra mengaku dia yang ambil dompet dan terjadilah hal buruk Ra di hardik dan di pukuli hingga masuk rumah saki dan keritis, sejak saat itu dia berubah setiap ada orang yang membentaknya dia langsung histeris dan terkadang dia mengunci diri di kamar mandi" penjelasan ibu pantai membuat Alex semakin merasa bersalah. " terimakasih ibu ! sekali lagi saya minta maaf sudah mengganggu" Alex segera kembali ke kamar dan benar saja Aurora sudah mengunci diri di kamar mandi." sayang... buka pintu nya !" Alex panik dia segera memanggil pak Imam untuk membuka pintu kamar mandi dari luar. " buka cepat!" Alex benar-benar hawatir. " nyonya kenapa ?" pak Imam jadi ikut panik. " ini salah saya ..." hanya itu yang Alex katakan. pintu berhasil di buka. " kalian boleh pergi sekarang!" Alex memberi isyarat kepada pak Imam. Alex masuk ke kamar mandi dan dia melihat istrinya basah kuyup di bawah shower yang menyala dengan air dingin. "sayang... jangan seperti ini !" Alex memeluk istrinya dia menangis melihat istrinya benar-benar tertekan. " gak akan ada yang pukul kamu, aku janji " Alex mematikan air ,dia segera membuka baju istrinya dan memakai kan handuk. Alex juga membuka baju dan memakai handuk." sekarang kita ganti baju!" Alex mengajak istrinya ke ruang ganti . Setelah selesai berpakaian Alex mengajak istrinya untuk makan . " Ra masih marah sama aa ?" Alex menatap istrinya namun yang diajak bicara mengacuhkan. " kalo masih tidak mau bicara nanti aa bikin gak tidur semalaman !" Alex berbisik di telinga istrinya. " jangan !" suara itu membuat Alex lega. " tapi kalau ini boleh ya. " Alex mengunci bibir istrinya dan Aurora tak pernah bisa untuk menolak. " aa minta maaf !" Alex menatap mata istrinya. " Ra cuma kesal kenapa aa gak pernah jujur tentang masa lalu seperti Isabella kenapa Anggelina lebih aa percaya? apa karna Ra masih kecil di mata aa?" Aurora akhirnya bicara . " bagi aa Ra adalah masa depan aa hanya itu . dan masa lalu hanya jejak yang harus di hapus " Alex menjelaskan. " jika suatu hari masa lalu itu kembali dan ingin menarik aa kesisi nya bagaimana ?" Aurora bertanya ." lalu apa yang akan Ra lakukan bila hal itu terjadi ?" Alex balik bertanya, " jika itu terjadi da aa lebih menginginkan masa lalu itu, maka Ra akan pergi dan aa tak akan pernah menemukan Ra lagi " ucapan Aurora membuat Alex merasa takut. " jangan pernah berpikir untuk pergi dari aa!" Alex mengingatkan.