Mr.Cool

Mr.Cool
bab 19 Mr cool cemburu



Aurora terbangun dari tidurnya, dia melihat suaminya masih terlelap di samping nya.


"aa bangunan sudah pagi!"Aurora menyentuh pipi suaminya dengan tangan nya yang lembut.


"kamu sudah bangun?"Alex tersenyum,pada suaminya.


"aku malas pergi ke kantor hari ini, pasti banyak pemburu berita"Alex menarik Aurora kedalam pelukannya.


"kalau begitu kita pulang saja ke rumah!"Aurora memberikan saran.


"males pulang ke rumah,aa tidak mau bertemu dengan wanita itu!"Alex benar-benar bersikap sangat manja seperti anak kecil yang rewel.


"terus kita mau pulang ke mana kalau begitu?"Aurora menjadi bingung sendiri.


"kita tinggal di sini saja untuk beberapa waktu!"Alex menjawab.


"tapi kita tidak membawa baju ganti sedikitpun!"Aurora mengingatkan suaminya.


"itu baju kita!"Alex menunjuk dua koper besar di sudut kamar.


"baiklah terserah aa sajalah"akhirnya Aurora pasrah dan tidak bertanya lagi.


saat keduanya sedang asik bercengkrama dengan bercerita tentang segala hal, tiba-tiba hp milik Aurora berdering.


"halo dengan siapa ini?"Aurora bertanya karena nomor telepon yang menghubunginya tidak dia kenal. Alex meminta istrinya untuk mengeraskan hp nya agar dapat mendengar percakapan Aurora dengan penelpon.


"maaf saya mengganggu?saya dapat no kamu dari Maya!"suara lelaki itu tampak gugup.


"baiklah ada yang bisa saya bantu?"Aurora bertanya dengan sopan.


"nama saya Bayu, kemarin malam kita ada di panggung yang sama,saya bermain gitar"lelaki itu menjelaskan.


"oh ia maaf semalaman saya pulang lebih dulu tidak sempat berpamitan"Aurora meminta maaf.


"saya ingin mengenal kamu lebih dekat lagi,jujur saya telah jatuh cinta saat pertama kali melihat kamu!"lelaki itu mengungkapkan perasaan nya.


mendengar itu raut wajah Alex tiba-tiba berubah, menjadi sangat marah.


"maaf saya tidak bisa, karena sudah ada seseorang di hati saya!"Aurora menolak dengan halus.


"saya tidak akan menyerah untuk kamu,i love you!"lelaki itu menutup telponnya.


Aurora melihat kepada suaminya yang sedang menatap nya.


"jangan marah Ra gak tahu apa-apa"Aurora takut suaminya akan membencinya.


"sekarang ada lelaki di luar sana yang sedang memikirkan istri ku, bagaimana aku tidak marah!"Alex sangat kesal membayangkan ada lelaki lain yang menyukai dan memikirkan istrinya.


"mungkin orang itu cuma bercanda"Aurora mencoba menenangkan suaminya.


"kamu dengar sendiri tadi dia bilang tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan kamu!"Alex sangat cemburu.


"lelaki mana yang akan suka wanita jelek seperti ku, lagipula aku ini istrinya aa dan sedang hamil pula"Aurora menatap suaminya yang sedang di bakar api cemburu.


"entahlah aku benar-benar sangat kesal"Alex membuang muka.


"papa...papa jangan marah ya!"Aurora menirunkan suara anak kecil, berusaha meredakan amarahnya suaminya.


Alex melihat ke arah Aurora dia tersenyum,dan mendekat di peluknya Aurora dengan erat. Alek membungkukkan badan nya dan mencium bibir istrinya dengan penuh gairah.


"sayang kamu hanya milik aa jangan pernah berpikir untuk pergi!"kata-kata Alex membuat Aurora terharu hingga meneteskan air mata.


"minum susu dulu nanti kita pergi cari makan!"Alex pergi untuk membuatkan susu.


setelah minum susu Aurora pergi mandi bersama suaminya, kemudian setelah berpakaian keduanya pergi untuk mencari makan.keduanya keluar menggunakan masker agar tidak ada yang mengenali. Alex terus menggandeng tangan istrinya dia tampak begitu takut bila harus berjauhan dengan Aurora. semakin lama kebersamaan mereka Alex semakin menyadari betapa besar rasa cinta yang dia miliki untuk wanita itu.


"aa...Ra pengen makan di situ!"Aurora mengajak suami nya makan di kaki lima.


"kamu yakin makanan nya bersih dan aman?"Alex mengelus perut istrinya.


"aa jangan takut makan di sini enak dan bersih!"Aurora meyakinkan suaminya dan Alex akhir nya menuruti keinginan istrinya.


Untuk pertama kalinya Alex makan di tempat seperti itu dan semua dia lakukan demi istrinya.


"mau makan sama apa cantik!"ibu pemilik warung itu tampak sudah mengenal Aurora.


"sama ayah panggang, gurame,tambah ikan asin, jangan lupa sambel sama lalapan nya"Aurora memesan.sejak masuk ke dalam warung itu Alex tampak kebingungan.


"aa jangan takut,Ra biasa makan di sini kalau pulang dari kampus"Aurora meyakinkan suaminya.


saat semua hidangan siap Alex masih ragu untuk menyantap nya, dengan penuh kasih Aurora menyuapi Alex dan pria itu tersenyum bahagia, Alex begitu lahap makan di suapi istri nya, orang-orang yang makan di tempat itu ikut tersenyum melihat kemesraan dua sejoli itu.selesai makan tanpa ragu Alex mengecup kening istrinya.


"terimakasih hari ini saya merasakan makanan enak lagi seperti saat ibu masih ada!"senyuman di wajah suaminya membuat Aurora benar-benar terpesona.


"jadi aa gak marah lagi?"Aurora tersenyum manis.


"untuk urusan itu lain lagi ceritanya!"Alex ternyata belum lupa dengan peristiwa tadi pagi.


"aa jangan marah,Ra janji tidak akan mengangkat telepon nya lagi!"Aurora merengek.


"tapi lelaki itu pasti terus mengejar kamu"Alex tampak hawatir.


"aa cemburu ya?"Aurora menggoda suami nya.


"kalau ia kenapa?aa memang cemburu"tangan Alex menyentuh leher istrinya dengan lembut membuat Aurora geli.


"jangan nakal ini di tempat umum, sekarang bayar makanan nya!"Aurora menyuruh suaminya untuk segera membayar.


Selesai makan kedua nya pergi menuju pusat perbelanjaan, untuk membeli susu ibu hamil, karena di rumah hampir habis.


"aku males minum susu terus, rasanya tidak enak?"Aurora mengeluh dengan manja.


"sayang kamu harus pikirkan anak kita, jangan males minum susu supaya si kecil tumbuh dengan baik!"Alex mengingatkan istrinya.


"boleh coba yang itu?"Aurora minta yang rasa coklat dan madu.


"baiklah biar kamu tidak bosan kita beli semua parian rasa" Alex mengambil satu dari semua parian rasa.


"terimakasih!"Aurora bersandar di dada suaminya. Alex mengelus kepala istrinya dengan lembut.


"terimakasih juga karena sudah menjadi bagian hidup aa, dan sudah mengandung anak aa!"Alex tampak jelas begitu sayang dengan istrinya itu.


Selesai berbelanja Alex dan Aurora kembali ke hotel,tiba di kamar Alex menghubungi seseorang.


"saya minta kamu rahasiakan ke keberadaan saya di sini saya tidak ingin satu orang pun tahu"Alex bicara dengan tegas dan sedikit mengintimidasi.


"saya mengerti pak Presdir, lagipula hotel ini milik anda jadi keputusan anda akan sangat kami hormati"pria yang di hubungi Alex tampak sangat patuh.


Begitu banyak rahasia yang di simpan oleh Alex,sampai orang-orang terdekat sekalipun tidak tahu seberapa kaya dan berkuasanya pria itu.