
Aurora terbangun,dia merasa sekujur badan nya sakit,dia ingin pergi ke kamar mandi,namun telapak kakinya terasa perih.dengan tertatih-tatih Aurora berjalan menuju kamar mandi.
Aurora membersihkan diri,dia merasa sangat perih ketika lukanya terkena air.sesekali terdengar suara nya menahan rasa sakit.
Alex terbangun, kalau itu telah kembali berada di lehernya,dia mendengar suara seorang sedang mandi.
Saat akan beranjak dari tempat tidur nya, Aurora telah keluar dari dalam kamar mandi.
"aa sudah bangun?"Aurora bertanya,seolah tidak terjadi masalah diantara mereka.
"Ra...kita perlu bicara!"Alex menghampiri istrinya.
"tidak ada yang perlu di bicarakan"Aurora menolak untuk bicara dengan suaminya, seperti nya dia marah sekali pada Alex.
"biar aa obati luka di kaki kamu!"Alex mencoba untuk menyentuh istrinya,namun wanita itu langsung menghindar.
"Ra tidak apa-apa! aa jangan hawatir"Aurora berjalan dengan menahan rasa sakit,dia tidak ingin suami nya hawatir.
"tentang semalaman...aa sangat menyesal!"Alex mencoba untuk memperbaiki keadaan.
"tidak apa-apa Ra mengerti!"Aurora bersikap dingin pada suaminya, membuka Alex merasa sedih.
"Ra ..."sebelum Alex selesai bicara, dokter Eko dan istrinya datang ke kamar.
"bagaimana keadaan mu?"istri dokter Eko menghampiri Aurora,dia tampak tidak suka saat melihat Alex.
"aku tidak apa-apa!"Aurora tersenyum begitu manis.
"kenapa kamu bertindak bodoh,jam berapa kamu kembali ke kamar, kenapa tidak minta tolong pada kami!"istri dokter Eko begitu menghawatirkan Aurora.
"saya baik-baik saja!"sekali lagi Aurora mencoba menutupi keadaan nya.
dokter Eko segera mengobati luka-luka Aurora yang tampak begitu buruk.setelah mengobati Aurora, dokter Eko mengajak Alex untuk pergi dan meninggalkan kedua wanita itu.
dokter Eko dan Alex pergi ke kandang kuda mereka bebas berbicara di sana.
"tampak nya istri mu sangat marah pada ku!"Alex membuka obrolan.
"maaf kan sikap nya, dia hanya merasa kesal karena kamu membentak Aurora tadi malam,dan dia bertambah marah saat tahu istri mu semalaman mencari kalung itu sampai terluka"dokter Eko menjelaskan.
"dari siapa kalian tahu Aurora mencari kalung itu semalaman?"Alex menatap sahabatnya itu.
"dari anak bungsu kami dia terjaga dari tidurnya semalam dan melihat Aurora berada di luar"dokter Eko berbicara sambil berjalan melihat kuda-kuda koleksi Alex.
"dia bersikap dingin pada ku, bahkan menolak untuk ku sentuh, mungkin kali ini kesalahan ku tidak termaafkan"Alex tampak begitu sedih dan kecewa pada dirinya sendiri.
"entahlah kadang aku juga bingung dengan sikap wanita, mereka sulit untuk di pahami"dokter Eko menghela nafas panjang.saat keduanya asik mengobrol, Siska dan Gebby datang ke tempat itu.dan mengajak mereka untuk berkuda.kedua lelaki yang sedang galau itu tidak menolak.mereka memilih kuda mereka masing-masing.
Aurora dan Yulia melihat suami-suami mereka yang tengah asik menunggang kuda seolah tidak perduli dengan mereka.
"kamu lihat! mereka sungguh tidak berperasaan,dulu Eko pernah menyakiti ku begitu dalam, di awal pernikahan dia memiliki wanita lain padahal saat itu aku tengah mengandung, sejak saat itu aku kehilangan rasa percaya ku untuk nya"Yulia meneteskan air mata.
"kamu wanita yang hebat,bisa memaafkan kesalahannya dan bertahan sampai sekarang!"Aurora merasa kagum pada wanita yang sudah dia anggap kakak nya sendiri.
"entahlah aku kuat atau bodoh masih mau hidup dengan nya"Yulia tersenyum sinis.
Saat sedang menunggang kuda Siska hampir terjatuh dengan sigap dokter Eko menolong wanita itu, tanpa di duga kejadian itu menumbuhkan benih-benih cinta di hati Siska.
"terimakasih, sudah menolong saya!"Siska terus menatap dokter tampan itu.
Alex dapat menyadari Sikap Siska dan pandangan nya,sama persis seperti saat Siska tertarik pada dirinya.
"ayo kita kembali ke Villa yang lain mungkin sedang menunggu kita"Alex mengajak mereka untuk kembali ke villa.
"iah istri ku pasti sudah menunggu"Eko kembali ke naik ke punggung kudanya,dan mereka bersama-sama kembali ke villa.
Aurora, Yulia dan anak-anak pergi ke luar untuk berjalan-jalan di kebun teh, mereka melepaskan semua perasaan gundah dalam hati mereka.
saat sedang asik berjalan dengan anak-anak mereka berpapasan dengan sekelompok mahasiswa yang juga sedang berlibur di villa sebelah.
"ibu-ibu cantik lagi jalan-jalan?" tanya mereka sambil menggoda.
"iah,kami sedang menikmati udara di sini!"Yulia menjawab.
"Adenya cantik dan imut!"mereka melihat Aurora.
"terimakasih Ade saya memang cantik!"Yulia tetap bersikap ramah.
"ini anak-anak kakak?"tanya seorang mahasiswa sambil melihat dua anak dokter Eko.
"benar ini anak saya!"Yulia tersenyum begitu manis.
"kalau begitu selamat bersenang-senang!"para mahasiswa itu pamit untuk kembali ke Villa tempat mereka menginap.
"kami juga permisi mau melanjutkan perjalanan"Yulia, berpamitan.
"cantik!ku tunggu jandamu dan kalau boleh kenalin dong sama Ade nya!" teriak mereka sambil bercanda.
Tanpa mereka sadari, kejadian itu di lihat oleh Eko dan Alex yang menyusul mereka.
"gila , akan ku hajar mereka,aku tidak akan pernah menjadikan Yulia janda !"dokter Eko tersulut emosi dia begitu cemburu dan takut kehilangannya istrinya itu.
"sudah mereka pasti cuma bercanda!"Alex menahan sahabat nya itu, walaupun dia juga kesal melihat istrinya di goda pria lain.
Aurora dan Yulia, berhenti di bawah pohon rindang, menikmati sentuhan angin yang begitu lembut.
Rambut panjang Aurora tertiup angin, wajah cantik nya tampak begitu mempesona,pipinya yang merah terlihat sangat cantik.
"Alex sangat beruntung mendapatkan wanita cantik, lembut dan baik seperti kamu"Yulia tampak mengagumi Aurora.
"bahkan aku merasa Alex sangat kasihan karena aku selalu menyulitkan dia!"Aurora mengungkapkan perasaan nya.
"kamu terlalu baik, padahal di luar sana pasti banyak lelaki yang menginginkan mu,kamu masih muda kenapa harus menikah?"Yulia menatap Aurora.
"aku sangat mencintai dia bahkan sejak aku masih remaja, perasaan ku untuk nya bukan main-main aku bertekad untuk membahagiakan dia"jawab Aurora begitu tegas.
"ternyata kita wanita yang bodoh"Yulia tersenyum sinis.
Alex merasa sangat bahagia mendengar semuanya,namun hatinya juga merasa bersalah karena telah merenggut masa depan dan kebebasan gadis itu.
"lalu seperti apa perasaan mu untuk dokter Eko?"Aurora menatap wanita cantik itu.
"aku sangat mencintai dia, walaupun dia telah melukai hati ini,bagi ku dia tidak akan tergantikan, walaupun apa yang terjadi"Yulia tersenyum, namun nampaknya kesedihan yang mendalam di wajahnya.
kedua wanita itu begitu kuat walaupun banyak masalah yang mereka hadapi.