Mr.Cool

Mr.Cool
bab 5



Aurora menyeka air matanya,dia berusaha menyembunyikan perasaan nya.saat keluar dari toilet,dia sangat terkejut Alex berdiri tepat di hadapan nya."Kamu kenapa?"Alex menatap wajah Aurora dengan seksama.gadis itu hanya menggeleng kan kepala."Kalau kamu ada masalah jangan ragu untuk bicara sama om"Alex memeluk gadis itu erat dia berusaha untuk membuat Aurora nyaman."terimakasih! Aurora bicara dengan suara yang pelan dan terdengar lembut."anak baik, sekarang kamu mau kemana,hanya kita berdua"Alex membeli rumah gadis itu dengan lembut."Sebenarnya ada tempat yang ingin saya kunjungi"gadis itu tampak malu-malu untuk bicara"katakan kamu mau ke mana?"Alex bertanya sambil sedikit membungkuk kan badannya."saya ingin ke kota tua"Aurora dengan malu mengatakan keinginan nya."baiklah sekarang kita pamit dulu pada yang lain"Alex berjalan sambil berpegangan tangan dengan Aurora.setiap orang yang melihat mereka saling berbisik satu sama lain, mereka merasa pasangan itu begitu manis.Alex menghampiri dokter Eko dan keluarga,disana juga masih ada Siska."kami pamit duluan!"Alex berbicara sambil merapikan barang belanjaan."memang nya kalian mau kemana?"dokter Eko bertanya panuh curiga,"aku mau bawa dia jalan-jalan"Alex menjelaskan."seperti kencan"dokter Eko berceloteh, membuat Siska merasa tidak nyaman."pak mobil saya masuk bengkel,apa saya bisa ikut menumpang sampai rumah"tiba -tiba Siska beranjak dari tempat duduk Alex tampak bingung dia merasa tidak tega kalau harus membiarkan Siska pulang sendiri."kita pulang saja lain kali baru pergi"Aurora menyadari kebimbangan di wajah Alex.mereka berjalan ke luar dari pusat perbelanjaan, mobil telah menunggu di depan , Alex membukakan pintu untuk Aurora,namun sebelum gadis itu masuk ke dalam mobil Siska buru-buru mendahului nya"terimakasih pak"wanita itu benar-benar gerakan cepat. Aurora membuka pintu mobil di bagian depan dia duduk di samping pengemudi, dia merasa kecewa namun berusaha di tutupi. Alex duduk di samping Siska namun matanya tak berhenti memandang Aurora yang duduk di depan.mobil mulai bergerak meninggalkan tempat itu menuju ke rumah Siska."non Aurora beli apa?"tanya sopir pada gadis itu"beli bahan kue"jawab Aurora diakhiri senyuman yang begitu manis."kue nya gak usah pake gula" sopir itu mulai menggoda Aurora"kenapa ?kalo gak pake gula gak manis "Aurora yang polos mengerutkan keningnya." kasih senyum non Aurora saja sudah pasti jadi manis"sopir itu tertawa kecil, Aurora juga ikut tertawa karena candaan pak sopir." jangan bercanda saat mengemudi !" Alex menegur sopir nya,dengan nada suara yang agak meninggi membuat suasana tiba-tiba menjadi hening."Aurora mencuri pandang ke arah Alex, nampak jelas lelaki itu sedang kesal, entah apa yang membuat nya menjadi seperti itu.sepanjang perjalanan Alex tak bicara sepatah kata pun, matanya menatap tajam ke arah Aurora. tanpa terasa akhirnya tiba juga di depan rumah mewah milik Siska."terimakasih! bapak mau mampir untuk minum kopi" Siska menawarkan."terimakasih mungkin lain kali" jawab Alex dengan sopan."Alex turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Siska."saya masuk dulu!"Siska melambaikan tangan nya. Setelah Siska masuk ke dalam rumah, Alex membuka pintu depan mobil dimana Aurora duduk."turun !" dengan kasar Alex menarik tangan gadis itu dan menyuruh nya untuk duduk di belakang bersamanya.setelah berada di dalam mobil Alex langsung mengaktifkan pembatasan antara ruang sopir dan tempat nya duduk agar antara orang di ruang kemudi dan di belakang tidak dapat saling berhubungan kecuali dengan alat komunikasi yang dia pegang.mobil mewah itu kembali melaju menuju ruang Alex, sepanjang perjalanan pria itu tidak bicara apapun."apa aku melakukan kesalahan?" Aurora memberanikan diri untuk bertanya.namun bukan jawaban yang ia dapat kah melainkan sebuah hal yang tidak terduga, dengan kasar Alex mendaratkan bibirnya di bibir mungil gadis itu,kini bibir keduanya saling berbicara dalam hening, Aurora yang terkejut sempat menggigit bibir Alex,namun lelaki itu tak melepaskan nya.air mata gadis itu mengalir membasahi pipinya,suara tangisnya tertahan,saat itu Alex seolah tersadar dan menyesali perbuatannya." maaf ! " Alex coba menenangkan gadis itu dengan memeluk nya,dia melihat tanda merah yang ia buat di leher gadis itu,bukan hanya satu.melihat wajah gadis itu yang nampak pucat karena ketakutan membuat Alex semakin merasa bersalah. hal bodoh apa yang telah dia lakukan, kenapa emosi nya tak terkendali saat melihat gadis itu di goda orang lain,baru 2 hari mereka bertemu tapi Alex merasa begitu takut kehilangannya,selama berhubungan dengan Isabella sekalipun Alex tak pernah segila ini.gadi itu terus menangis di pelukan Alex sampai akhir nya dia tertidur , mungkin karena terlalu lelah menangis. Alex menatap wajah itu dengan seksama,di sentuhnya pipi gadis itu dengan lembut."maaf ! membuat mu takut" dengan lembut dia mengecup kening gadis itu. Saat tiba di rumah Alex segera menutupi leher gadis itu dengan jas nya. dia tidak ingin orang berpikir buruk tentang Aurora. dengan hati-hati Alex membopong tubuh gadis itu masuk ke rumah, pemandangan itu membuat semua orang terkejut."buka pintu kamar nya!" Alex memberi perintah."kunci kamar nya di pegang non Aurora tuan" pak Imam menjelaskan.tanpa pikir panjang Alex membawa gadis itu ke kamar nya, melihat hal itu tak seorang pun berani untuk bertanya. Alex merebahkan tubuh mungil itu di atas tempat tidurnya dia membuka sepatu yang di kenakan gadis itu."aku akan menjaga mu , Jang pernah berpaling dari ku mulai sekarang kau milik Alex Sanjaya !" sekali lagi sebuah kecupan dia daratkan di kening gadis itu. Alex pergi untuk membersihkan diri,dia segera mengganti pakai nya kemudian dia tidur di sofa yang ada di kamarnya. jam 10 malam Alex terjaga dari tidurnya dia lega saat melihat Aurora masih berada di tempat nya.gadis itu tiba-tiba membuka mata dia melihat sekeliling nya dan menyadari dia tidur bukan di kamarnya."kamu sudah bangun!" Alex menghampiri,namun dia segera membuang muka, gadis itu tampak masih marah pada Alex."om minta maaf, sudah menyakiti mu!" Alex mencoba untuk memperbaiki keadaan. Aurora beranjak pergi dari tempat tidur itu dia ingin kembali ke kamar nya.namun langkah nya terhenti saat tiba-tiba Alex memeluk nya dari belakang."lepas !" Aurora berontak. Alex memutar badan mungil itu kini mereka saling berhadapan."kamu benci saya? " untuk pertama kalinya Alex menyebut saya bukan om pada Aurora. dengan marah gadis itu membuang muka." sekarang aku ingin bertanya, apa arti diri ku untuk mu.apa aku hanya ayah asuh bagi mu ?" pertanyaan itu membuat Aurora tertegun dia begitu takut untuk mengatakan perasaan nya .