
Tiger dan pasukannya telah tiba di Singapura, mereka tinggal di sebuah rumah mewah seperti istana. Rumah itu di jaga begitu ketat oleh orang-orang yang terlatih. Alex menemui seseorang.
"ketua muda anda datang?"seorang pelayan tampak bahagia saat Tiger datang.
"dimana ketua sekarang?"Tiger mengganti bajunya, sebelum menemui orang itu.
"ketua sedang ada di taman"pelayanan itu mengantarkan Tiger untuk menemui orang yang di maksud.seorang pria tua dengan tubuh penuh tato dan luka sedang asik memancing sambil bertelanjang dada.
"udara di luar sangat dingin kenapa anda tidak mengenakan baju"Tiger menghampiri orang itu dan memberikan salam hormat padanya.
"tubuh kita harus tetap terbiasa dengan udara dingin anak ku!"lelaki tua itu tampak Gagah di usia nya, tatapan mata yang tajam, dan wibawa yang terpancar dari dirinya mampu membuat orang bergetar dan takut saat ada di dekatnya.
"maaf begitu lama aku tidak menjumpai anda!"Tiger memeluk sosok itu dengan sangat erat.
"tidak masalah, selama kau baik-baik saja itu cukup untuk ku"lelaki itu dengan santai menanggapi.
"saya datang sekaligus meminta ijin kepada ketua, untuk mengadakan pertemuan dengan kelompok naga emas"Tiger meminta ijin pada ketua.
"kamu adalah orang yang penuh dengan perhitungan, setiap langkah dan keputusan yang kamu ambil pasti telah kamu pikirkan lakukan apa yang kamu inginkan!"lelaki tua itu memberikan ijin.
"terimakasih karena anda telah memberikan saya ijin!"Tiger tampak lega karena ketua telah memberikan ijin.
"bagaimana keadaan nya?"Lelaki itu menanyakan keadaan seseorang.
"dia baik,Jani juga tumbuh dengan baik"Tiger menjelaskan.
"apa kamu belum memberitahu dia tentang Tiger, tentang sosok kamu yang lain?"lelaki tua itu menatap penuh tanya.
"saya akan mengatakan di waktu yang tepat!"Tiger tampak masih ragu.
"sebaiknya kamu segera memberi tahu dia, sebelum terlambat jangan sampai seperti aku yang harus kehilangan nenek dan ibu mu!"lelaki itu mengingatkan.
"saya akan segera memberi tahu dia saat kehamilan nya sudah aman"dengan yakin Tiger berbicara.
"Alex Sanjaya!aku benci nama yang ada di belakang nama mu itu, sehingga aku memanggil mu dengan nama Tiger, maafkan aku!"lelaki itu tampak menyesal.
"tidak masalah,saya suka dengan nama yang kakek berikan"Tiger tersenyum.
"disaat aku pergi nanti,semoga kamu dan keluarga telah siap untuk meneruskan generasi ini, banyak orang bergantung pada kepemimpinan kita!"lelaki tua itu mengingatkan Alex (Tiger).
"saya mengerti,semoga anda panjang umur dan dapat terus memimpin kami"Alex mengatakan harapannya.
disaat keduanya asik memancing, seorang datang menghampiri kedua nya.
"ketua, semua nya telah siap!"
"pergilah jangan sampai terlambat, orang-orang naga hitam sangat menghargai waktu"lelaki tua itu mengingatkan.
"saya pamit,semoga anda selalu sehat!"Tiger pergi bersama tiga puluh orang terpilih.
Tiger dan orang-orangnya tiba di sebuah hotel bintang lima.kedatangan mereka bersamaan dengan kedatangan kelompok naga emas.kedua ketua saling berjabat tangan dan berjalan bersama menuju ruang yang telah mereka pesan.
kedua ketua masuk ke ruangan membawa masing-masing 4 orang.
"lama tidak bertemu Tiger!"pimpinan naga emas mengawali pembicaraan.
"sudah 3 tahun sejak terakhir kali kami bertemu"Tiger masih ingat terakhir kali mereka bertemu.
"kau masih sama begitu kuat dan penuh dengan perhitungan!"ketua naga emas memuji.
"bagaimana dengan mu apa semuanya baik?"Tiger dengan santai berbicara dengan orang itu.
"sebenarnya aku datang menemui mu untuk berbicara hal yang lain"Tiger mulai ke pada inti pembicaraan.
"apa ini terkait dengan 3 tahun yang lalu?"ketua naga emas, tampak cemas.
"kalian tunggu di luar!"Alek meminta orang nya untuk keluar begitu juga ketua naga emas.
"kita lanjutkan sekarang!"ketua naga emas kembali mengawali pembicaraan.
"perusahaan tempat mu menyimpan uang kini sudah jatuh!"Tiger memberi tahu.
"bagaimana kamu tahu?"ketua naga emas terkejut.
"'kamu lupa aku ini siapa?"Tiger mengingatkan.
"lalu bagaimana agar uangku tidak lenyap?"lelaki itu mulai serius.
" jangan hawatir kamu tidak akan kehilangan uang itu, dengan catatan kamu harus ikuti aturan mainnya"Tiger menunjukkan kualitas diri nya.
"apa yang harus ku lakukan?"pimpinan naga emas tampak tidak sabar.
"PT Internasional akan mengambil alih perusahaan itu,kamu harus membiarkan itu terjadi.dengan begitu uang mu tidak akan lenyap, bahkan kamu akan mendapatkan pembagian hasil dari saham yang kamu miliki di perusahaan itu!"Tiger menjelaskan.
"apa kamu yakin dengan hal itu?"pimpinan naga emas tampak masih ragu.
"kalau kamu tidak yakin, sekarang telpon kuasa hukum mu dan mintalah pendapat nya".
tanpa menunggu lama lelaki itu menghubungi kuasa hukum nya dan bicara panjang lebar.
"baiklah kalau begitu"pimpinan naga emas mengakhiri telponnya dengan kuasa hukum.
"jadi bagaimana tuan David apa anda sudah memutuskan"Tiger menatap sahabatnya itu.
"kenapa kamu membantuku,?...atau kamu bekerja untuk pimpinan perusahaan itu?"David menatap curiga.
"itu urusan ku, hanya saja aku tidak ingin sahabat ku mengalami kerugian"jawab Tiger.
"baiklah sebagai rasa terima kasih aku akan mentraktir mu makan!"David menawarkan.
"baiklah kau boleh melakukan nya, biarkan anak-anak juga makan biarkan aku yang teraktir mereka"Tiger menerima jamuan dari sahabatnya itu.
Selesai pertemuan itu Tiger segera menghubungi seseorang.
"eksekusi sekarang juga, masalah dengan kelompok naga emas telah saya bereskan"Tiger memberi perintah.
"baiklah, segera di proses hari ini juga!"
Alex mengakhiri telponnya,dia tampak puas dengan pencapaian hari ini.
"ketua anda ingin pergi ke mana sekarang?"pengemudi bertanya.
"bawa saya ke rumah,saya ingin melihat ibu!"Alex memberi perintah.
Beberapa waktu kemudian mereka telah tiba di rumah, dengan langkah cepat Alex menuju tempat peristirahatan terakhir ibunya,di taman indah yang ada di dekat rumah.
Alex berjongkok di depan maka ibunya, tanpa terasa air mata jatuh membasahi pipinya, dia kembali teringat masa-masa terakhir hidup ibunya yang penuh dengan penderitaan.
"ibu... Alex datang sendiri hari ini, nanti setelah cucu ibu lahir Alex akan datang bersama istri dan anak."Alex mencium batu nisan ibunya.meletakan bunga mawar hijau kesukaan ibunya yang ia beli dalam perjalanan pulang.
"ibu... Alex minta maaf belum bisa berdamai dengan ayah seperti keinginan ibu, dan Alex juga minta maaf harus memberikan dia sedikit pelajaran agar kesombongan nya runtuh"Alex tampak sangat menyesal dia tahu betul rasa cinta ibu nya begitu besar untuk ayahnya, walaupun lelaki itu telah mengkhianati dan mencampakkan nya untuk wanita lain.masih jelas teringat di benak Alex saat ibunya menunggu kedatangan ayahnya sampai menghembuskan nafas terakhirnya.tanpa pernah bertemu lagi dengan orang yang paling dia cintai, ibunya pergi membawa luka hati yang sangat mendalam,membawa kerinduan yang tidak pernah terobati.