Mr.Cool

Mr.Cool
bab 13



Hari-hari Alex dan Aurora berjalan penuh kebahagiaan tak terasa sudah empat bulan mereka menjadi suami istri. Alex tak pernah bisa jauh dari istrinya, kadang hal sepele bisa membuat nya cemburu.begitu juga dengan Aurora dia begitu mencintai suaminya.Pagi itu Aurora menyadari sesuatu telah terjadi pada dirinya dia resah dan tampak bingung. "sudah dua Minggu apa mungkin..." Ra mengelus perutnya.diam-diam Ra memesan alat tes kehamilan dia ingin memastikan."sayang kamu sedang apa kok lama" Alex memanggil istrinya."ia sebentar!" Ra keluar dari kamar mandi, Alex menyadari kegelisahan istrinya."sayang kamu sakit" Alex bertanya dengan lembut. "enggak, cuma sedikit pusing istirahat sebentar juga akan membaik" Ra masih enggan untuk memberi tahu suaminya."baiklah kalau begitu aa akan membatalkan semua janji hari ini" Alex akan menelpon ke kantor tapi Aurora menghentikan nya."Ra baik-baik saja aa berangkat bekerja nanti terlambat, lagipula di rumah banyak orang yang jaga aku" Aurora mencoba untuk mengingatkan suaminya. "ok...aa akan berangkat kerja tapi hp kamu harus aktif terus biar aa bisa ngecek kondisi kamu"Alex meminta Ra berjanji. Aurora menjawab dengan anggukan kecil, setelah merasa istrinya akan baik-baik saja Alex segera berangkat ke kantor. setelah suaminya pergi Aurora segera beristirahat. Sepanjang perjalanan ke kantor Alex tampak gelisah dia terus memikirkan istrinya di rumah. hp Alex berdering dia segera mengangkat handphone nya. "ya dengan siapa ini?" Alex bertanya pada si penelepon. "mas ini aku..." suara itu benar-benar tidak asing bagi Alex. "jangan tutup telponnya, aku harus bicara" si penelepon memohon sambil menangis."ada apa ? cepat katakan aku tidak mau buang-buang waktu"Alex akhirnya luluh juga. Si penelepon menceritakan keadaan nya Sekarang dan dia ingin bicara secara langsung dengan Alex. "baiklah sepulang bekerja aku akan ke sana!" Alex menutup telponnya. Di rumah Aurora akhir nya menerima pesanan nya. dengan ragu dia akhirnya melakukan tes kehamilan dan hasil nya , dia benar-benar positif hamil. Aurora terduduk lemas sambil terus melihat hasil tes itu. "bagaimana ini,apa yang harus ku katakan pada suamiku?" Aurora benar-benar merasa bingung. "untuk sementara aku tidak akan memberi tahu dia, lagi pula ada kemungkinan alat tesnya salah, aku akan periksa dulu ke dokter setelah hasil nya jelas baru bilang sama dia" Aurora akhir nya memutuskan untuk pergi ke dokter kandungan sore hari nya. Setelah dari kantor Alex pergi ke Rumah saki milik perusahaan, dia menemui dokter Eko sebelum akhir nya menemui Isabella."kamu cari penyakit" dokter Eko mengingatkan temannya itu. "maksud kamu apa?" Alex tidak paham dengan apa yang di bicarakan temannya itu. "kalau istri mu sampai tahu dan salah paham bagaimana" dokter Eko mengingatkan."aku hanya merasa kasihan di telpon dia menangis seperti tertekan" Alex tampak masih memperhatikan mantan pacar nya itu."kamu masih mencintainya?"dokter Eko menatap Alex "aku benar-benar hanya ingin membuat nya, tidak ada niatan lain" Alex meyakinkan. "ingat sekarang kamu sudah ada Aurora, gadis itu begitu baik jangan menjadikan nya pelarian mu saja" dokter Eko mengingatkan sahabat nya. Di saat yang sama Aurora juga berada di ruang praktek dokter kandungan. "selamat ibu anda hamil 5 Minggu,apa bapak tidak ikut " dokter kandungan itu mengenali Aurora."saya belum memberitahu dia,saya ingin yakin terlebih dahulu bahwa saya benar-benar hamil baru akan bicara sama suami" Aurora menjelaskan."sekali lagi selamat!" dokter itu memberikan ucapan selamat."terimakasih saya permisi" Aurora keluar dari tempat itu dia berjalan ke apotik untuk menebus obat.saat itulah Aurora melihat suaminya sedang berjalan menuju ke ruang perawatan ibu bersalin.diam-diam Aurora mengikuti suaminya sampai akhirnya Alex masuk ke sebuah ruangan. Aurora mengintip dari kaca kecil di pintu dia sangat terkejut melihat suaminya bertemu dengan wanita lain, bahkan Aurora harus melihat suaminya di pelukan oleh wanita itu,dan Alex samasekali tidak menolak. Ra melihat nama yang tertera di pintu kamar dia menangis sejadi-jadinya. Aurora menutup mulutnya dengan tangan dia tidak ingin Alex tahu kehadiran nya.dengan perasaan yang hancur Aurora berjalan sambil berderai air mata, tubuh nya terasa lemas hampir saja dia terjatuh kalau dokter Eko tak segera menyanggah tubuh nya. "kamu sedang apa ?"dokter Eko terkejut saat melihat sosok yang di tolong nya."saya menjenguk teman yang dirawat di sini" Aurora mencoba untuk menutupi perasaan nya. "kamu menangis?" dokter Eko menatap penuh curiga " iah saya sedih melihat kondisi teman saya"Aurora tetap tidak berkata jujur. "terimakasih sudah menolong saya!"Aurora mencoba untuk kuat,"sebaiknya istirahat dulu,kamu terlihat pucat"dokter Eko cemas melihat kondisi Aurora yang tampak tidak sehat.


"terimakasih,saya harus segera pulang !"dengan terburu-buru Aurora pergi meninggalkan dokter Eko yang tampak masih hawatir.


"kamu sedang menutupi sesuatu dan sepertinya kamu benar-benar terguncang"dokter Eko langsung bergegas menuju kamar tempat Isabella di rawat.


Alex sedang menggendong bayi milik Isabella,"maaf saya mengganggu, sepertinya kalian sedang berbicara hal penting"dokter Eko tampak kesal pada Isabella dan sahabat nya.


"Lihat bayinya lucu!"Alex memperlihatkan bayi itu pada Eko.


"bayi yang cantik"Eko bicara dengan wajah yang ketus.


"kamu kenapa?"Alex menyadari Sikap ketus temannya.


"kita harus bicara, cepat keluar!"Eko berbisik pada Alex, kemudian dia keluar dan menunggu Alex di luar kamar.


"aku permisi dulu kalau ada apa-apa hubungi aku!"Alex bergegas keluar menemui dokter Eko.


"ada apa kenapa kamu bersikap kasar?"Alex kesal pada sahabat nya.


"apa yang sedang kamu lakukan, wanita itu telah menyakitimu dan sekarang kamu bersama nya seolah bayi itu milik mu"dokter Eko tidak habis pikir dengan sikap sahabatnya itu.


"aku hanya merasa bersalah pada dia,kamu tahu gara-gara berhubungan dengan ku dia harus mengalami hal buruk, hingga harum bersama pria yang kejam seperti Bram"Alex membela mantan kekasih nya itu.


"dan kamu percaya dengan cerita yang di katakan wanita itu?bodoh..."dokter Eko tersenyum sinis.


"kenapa kamu begitu kesal,aku janji tidak akan pernah kembali pada Isabella, karena aku mencintai istri ku"Alex meyakinkan sahabat nya.


"katakan itu pada istri mu yang terlanjur melihat kamu dan Isabella"kata-kata dokter Eko membuat Alex terkejut.


"barusan aku bertemu dengan Aurora, dia menangis wajah nya pucat, dan dia tampak buruk"dokter Eko menjelaskan.


"dimana dia sekarang?"Alex sangat panik.


"aku tidak tahu,dia langsung pergi..."sebelum dokter Eko selesai bicara Alex telah pergi dengan tergesa-gesa.


Di lobi rumah sakit Alex bertemu dokter Ika, yang langsung menghampiri nya.


"pak Alex selamat!"dokter Ika menjabat tangan Alex.


"maksud dokter apa saya tidak mengerti?"Alex kebingungan.


"oh mungkin anda belum bertemu dengan ibu Aurora,selamat anda akan jadi ayah!"dokter Ika tersenyum.


"maksud anda istri saya hamil?apa anda yakin?"Alex terkejut.


"iah tadi ibu periksa ke tempat saya, tapi obatnya belum di ambil"dokter Ika tampak heran.


"biar saya yang ambil"Alex segera mengambil obat, sambil menghubungi orang di rumah.


"halo pak Imam apa Aurora sudah pulang?"Alex bertanya dengan cemas.


"tadi nyonya keluar dan Belum kembali"jawab pak Imam membuat Alex tidak karuan.


"baiklah kalau nyonya pulang segera beritahu saya"Alex menutup telponnya dan segera pergi untuk mencari istrinya.