Mr.Cool

Mr.Cool
bab14



Alex begitu cemas dia mencoba untuk menghubungi istrinya namun tidak bisa.


"sayang kamu dimana,aa harus bicara "Alex terus mencoba menelpon istrinya.


Aurora tiba di rumah,pak Imam segera menyambut kedatangan nya.


"nyonya ..."pak Imam menghampiri Aurora saat tiba-tiba wanita itu jatuh tidak sadarkan diri.


"nyonya!" pak Imam segera menoleh Aurora dan memindahkan nya ke kamar.


"tuan nyonya sudah pulang tapi..." sebelum pak Imam selesai bicara Alex langsung bertanya dengan cemas.


"nyonya kenapa?"Alex bertanya suaranya bergetar.


"nyonya tidak sadarkan diri, sepertinya nyonya sakit"pak Imam sangat berhati-hati saat memberi tahu Alex.


"telpon dokter suruh datang ke rumah!" Alex menutup telponnya.


"kita pulang ke rumah, tolong cepat !"Alex memberi perintah ,sepanjang perjalanan Alex tampak begitu murung dia merasa sangat bersalah.


Tiba di rumah Alex langsung bertemu dengan dokter keluarga yang baru selesai memeriksa Aurora.


"bagaimana keadaan nya?"Alex langsung menanyai dokter itu.


"wanita itu sedang hamil muda, mungkin dia mengalami hal yang buruk sehingga membuat nya tertekan"penjelasan dokter semakin membuat Alex merasa menyesal.setelah mendengar penjelasan dari dokter Alex segera masuk untuk melihat keadaan istrinya.


"sayang aa minta maaf!lagi dan lagi aa menyakiti kamu"Alex menggenggam tangan istrinya. Aurora tampak begitu pucat, keringat dingin membasahi tubuhnya. Alex menyentuh perut Aurora air mata mulai membasahi pipinya.


"ayah minta maaf!kamu harus kuat agar kita bisa bertemu"Alex mencium perut istrinya, hati nya bahagia karena kehamilan Aurora ,dan sekaligus sedih karena kondisi istrinya sekarang. jam delapan malam Aurora baru sadar, perlahan dia membuka matanya, dan orang pertama yang dia lihat adalah suaminya yang sedang menjaganya.


"sayang kamu sudah bangun"Alex mencoba untuk menyentuh istrinya,namun Aurora langsung menghindar. Alex merasa sangat sedih dan menyesali perbuatannya.


"Ra harus dengar penjelasan aa,apa yang kamu lihat tak seperti yang kamu bayangkan!"Alex mencoba untuk membuat Aurora mengerti,namun wanita itu sepertinya tak mau mendengar dia menutupi telinga dengan tangan.


"lebih baik kita berpisah saja,Ra akan menepati janji untuk tidak menggangu hidup aa lagi menghilang dari pandangan aa" Aurora akhirnya bicara, namun apa yang dia katakan malah membuat Alex menjadi sangat marah.


"Jangan pernah berpikir untuk pergi dari aa, apalagi memisahkan aa dari anak kita, kamu mengerti!" Alex bicara dengan nada yang tinggi, membuat Aurora ketakutan.dengan marah Alex meninggalkan istri nya yang sedang menangis sedih.


"Sekarang kamu membentuk, padahal kamu sudah berjanji untuk tidak menyakiti ku dan akan menjaga ku"Aurora menangis sedih hatinya benar-benar terasa sakit, mendapat perlakuan kasar dari suaminya.


Alex merenung di ruang kerja nya,dia sangat ingin bersama istrinya namun amarah masih menguasai kedua nya. Disaat Alex sedang melamun, hp berdering seseorang yang tidak asing menghubungi nya.


"mas sudah sampai di rumah?"tanya penelepon penuh perhatian.


"ada apa?kamu butuh sesuatu?"Alex menjawab dengan enggan.


"tidak hanya saja Beby seperti nya merindukan mu"si penelepon menggunakan alasan yang mengada-ngada.


"kenapa Ra ingin pindah ke sini?"tanya ibu pantai pada anak asuh nya itu.


"Ra merasa bingung, Ra sayang sama aa tapi..." Aurora enggan melanjutkan kata-katanya.


"apa kalian sudah membicarakan hal ini?Ra sedang hamil sebaiknya tetap berada di dekat suami" ibu pantai memberikan masukan.


"ibu Ra takut aa tidak menginginkan bayi ini!"Aurora menangis dia bingung harus berbuat apa.


"tidak mungkin suamimu orang yang baik anak orang lain yang bukan darah dagingnya dia rawat dan biayai,apalagi anak kandung nya" ibu pantai mengingatkan Aurora."Ra harus dewasa sekarang sudah mau menjadi ibu harus lebih sabar dan kuat"ibu pantai memberikan semangat untuk Aurora.


"terimakasih ibu,Ra minta maaf sudah mengganggu!"Aurora mengakhiri telponnya. Di luar pintu Alex menangis dia merasa begitu takut istrinya akan pergi meninggalkan nya dan membawa bayi dalam kandungan. Alex masuk ke kamar secara tiba-tiba membuat Aurora terkejut.


"sudah berapa lama aa ada di luar?"Aurora menatap suaminya penuh ketakutan.


"cukup lama untuk mendengarkan semua nya!"Alex mendekati istrinya, dengan lembut Alex memeluk Aurora."aa minta maaf, sudah membuat kamu cemburu dan marah,tapi kamu harus tahu aa menemui perempuan itu hanya karena kasihan tidak lebih"Alex berusaha meyakinkan istrinya. Aurora tidak bicara dia terus menunduk menghindari kontak mata dengan suaminya.


"sayang aa mohon jangan seperti ini! kalau kamu sedih anak kita juga pasti sedih"Alex mengelus perutnya Aurora dengan lembut.


"aa salah Ra gak hamil". Aurora belum tahu kalau suaminya sudah bertemu dengan dokter Ika.


"sampai kapan kamu mau menyembunyikan ini dari aa, seandainya aa tidak melihat semua ini mungkin aa percaya"Alex menunjukkan semua bukti kalau Aurora sedang hamil.


"dari mana aa dapatkan semuanya?" Aurora terkejut dan mengambil hasil USG nya.


"sejak kapan Ra mengetahui kalau Ra sedang hamil?" Alex menatap istrinya dengan tajam.


"apa pedulinya aa , bukan kah sudah ada Isabella dan bayi yang lucu, untuk apa aa pura-pura peduli dengan Ra" Aurora meluapkan emosi dan kekesalan nya."aduh..." Aurora meringis dia merasa sakit di perut nya.


"kamu kenapa?" Alex panik dia segera menghampiri istrinya. Alex teringat kata-kata dokter kalau Aurora tidak boleh mengalami stress.


"aa minta maaf!kita jangan berdebat lagi, sekarang tugas kita untuk menjaga anak dengan baik"Alex memeluk istrinya, dan ajaib nya rasa sakit di perut Aurora perlahan membaik seperti nya anak itu tidak suka orang tua nya bertengkar."Ra mau makan apa nanti aa suruh orang dapur buatan"dengan lembut Alex membelai rumah istrinya.


"tidak usah Ra bisa masak sendiri!" Aurora tampak sudah membaik dia pergi ke dapur dan memasak, Alex datang membantu keduanya masak bersama. Setelah semua nya siapa Alex dan Aurora makan bersama.


"makan yang banyak aa ingin anak kita tumbuh dengan baik!" Alex menunjukkan perhatian nya dia benar-benar menginginkan anak itu.


"Ra minta maaf hari ini sudah membuat keributan di rumah membuat semua orang panik"Aurora tampak sedih dan menyesali perbuatannya.


"Ra tidak salah aa yang salah seharusnya aa minta pendapat Ra sebelum melakukan sesuatu"Alex tersenyum lega dia tahu istrinya sudah tidak marah lagi.


"lain kali kalau aa ingin menemui dia tolong beri tahu Ra agar , tidak ada salah paham lagi"Aurora mencoba untuk bijak sana. Alex tersenyum dan mengangguk, kemudian dia pergi ke dapur dan membuat susu untuk istrinya.


"minum susu nya, anak kita harus sehat kamu juga harus sehat!" Alex menyodorkan segelas susu hangat. Ra tersenyum dia tahu suaminya sungguh menginginkan anak ini.