Mr.Cool

Mr.Cool
bab 41



Sepulang dari kantor Alex tidak kembali ke rumah, dia langsung pergi ke villa untuk menemui istrinya.jam tujuh malam Alex tiba di Villa, Aurora berdiri menyambut kedatangan nya.


Alex berlari menghampiri istrinya, keduanya saling berpelukan melepaskan rindu.


"bodoh...kamu membuat aa hawatir!"Alex mengecup kening istrinya.


"Ra benci aa!" Aurora memukul dada suaminya dengan tangan kurusnya.


"aa minta maaf karena telah membuat kamu salah paham dan sedih!"Alex tidak melepaskan pelukannya, seolah takut berpisah lagi dengan wanita itu.


"aa sudah makan?"Aurora menyadari suaminya kehilangan banyak berat badan nya.


"bagaimana aa bisa makan dengan baik, sementara kamu tidak ada!"Alex menatap istrinya.membuat Aurora merasa bersalah atas apa yang telah terjadi.


Aurora mengajak suami nya masuk ke dalam villa, menyuruh untuk segera mandi dan ganti baju.selagi menunggu suaminya mandi Aurora menyiapkan makan malam.


Aurora pergi ke kamar untuk mengajak suami nya makan.


"aa sudah selesai?"Aurora menghampiri Alex yang sudah selesai berpakaian.


"sini...!"Alex memanggil istrinya untuk mendekat. Aurora mendekat dan mendapatkan sebuah pelukan hangat.


"ayo kita makan!"Aurora mengajak suami nya untuk makan.


"boleh aa makan kamu saja?"goda Alex sembari mengecup pipi istrinya.


"ayo makan dulu mumpung makanan nya masih hangat!"Aurora menggandeng tangan suaminya dan berjalan menuju ruang makan.


Alex sangat senang, istrinya telah menyiapkan makanan kesukaan nya,namun yang membuat Alex bahagia adalah Aurora sendiri.


Perut Aurora semakin terlihat besar, Alex sangat memperhatikan tumbuh kembang calon buah hati mereka.


"Selama ini,apa Ra baik-baik saja?"Alex menatap istrinya.


"sebenarnya beberapa hari yang lalu,Ra masuk rumah saki"Aurora jujur tentang keadaannya.


"aa tahu "Alex akhirnya jujur dia menceritakan semua nya.bagaimana dia datang mengendap-endap, dan tentang dua orang yang di tugaskan untuk menjaga Aurora selama ini.


"terimakasih...!"Aurora berkaca-kaca,air mata mengalir begitu saja.


"aa tersiksa jauh dari kamu,selama ini aa ingin bicara dan menjelaskan semuanya!"Alex benar-benar, tidak bisa lagi menahan kerinduannya. Alex menggendong istrinya menuju kamar tidur.


Alex memandang Aurora yang berada di pelukannya.


"kamu capek?"Alex menyeka keringat di wajah istrinya.


Aurora menjawab dengan menggeleng kan kepala.


"Ra tidak apa-apa jika aa harus menikahi Gebby, yang penting itu bisa membuat aa bahagia"Aurora sungguh-sungguh dengan kata-katanya.


"kenapa Ra berpikir seperti itu?"Alex menatap mata istrinya.


"bayi itu bukti kalau aa dan dia saling mencintai!"Ra tampak sedih.


"darimana Ra tahu tentang bayi itu?"Alex terkejut.


"Gebby datang dan menceritakan semua,dia pikir anak dalam perut ini adalah anak haram,dia juga bilang aa hanya kasihan sama Ra yang hamil di luar hubungan sah, Gebby juga bilang kalian telah melakukan hubungan layaknya suami dan istri, hingga dia mengandung anak aa!"Aurora menangis dia tidak dapat menyembunyikan rasa kecewanya.


"dan kamu percaya dengan apa yang dia katakan?"Alex menatap mata istrinya.


"aa pergi selama lebih dari satu Minggu, tanpa mengabari Ra, dan itu aa lakukan untuk bersama nya,jadi Ra sadar betapa wanita itu begitu berarti untuk aa, tidak apa-apa bila Ra harus berbagi cinta asal jangan tinggalkan Ra sendiri!"tangisnya pecah di keheningan malam.


"kenapa kamu berpikir seperti itu?aa tidak akan pernah menduakan mu!"Alex memeluk istrinya erat.


"terimakasih sayang,kamu adalah anugrah terindah dalam hidupku!"Alex memeluk istrinya.


Keduanya tertidur dalam keadaan polos.


Pagi yang indah, mentari menyinari bumi dan memeluk nya penuh kehangatan.


Alex membuka matanya dan melihat Aurora yang masih terlelap tidur, wajahnya yang cantik dan kemerahan membuat Alex terpesona,dia tersenyum mengagumi kecantikan istrinya.


"kenapa aa baru sadar kamu begitu cantik,dan seperti bayi"Alex mengecup pipi merah istrinya.


Aurora membuka matanya,dia melihat suaminya sedang memandang nya.


"aa sedang apa?"Aurora tampak malu saat di lihat oleh suaminya.


"mengagumi cipta Tuhan yang begitu indah!"jawab Alex, dan matanya tidak lepas memandang istrinya itu.


"aa gombal...!"Aurora beranjak pergi menuju kamar mandi.


"mau ke mana?"Alex tertawa kecil melihat tingkah lucu istrinya.


"mandi,aa mau mandi juga!"Aurora mulai berani menggoda suami nya.tanpa pikir panjang Alex langsung bergegas menuju kamar mandi.


Setelah mandi Aurora pergi ke dapur dan memasak,saat itu bibi sudah ada di dapur,dia heran melihat Aurora yang sudah keramas di pagi hari.


"nyonya keramas pagi-pagi,kan udaranya dingin?"pertanyaan bibi membuat Aurora gugup,wajahnya memerah karena malu.


"apa kabar bibi!"suara itu mengejutkan wanita paruh baya itu.


"tuan, Kapan tiba di sini?"bibi merasa gugup karena dia telah membohongi majikan nya itu.


"Ra... menelpon katanya kangen tidak bisa jauh dari saya!"jawab Alex sambil bercanda, membuat Aurora cemberut.


"itu bibir nya kenapa manyun begitu?"Alex menggoda istrinya, kedua pasangan itu seperti orang yang lagi pacaran.membuat bibi yang melihat nya menjadi ikut bahagia.


"bibi saya perlu bicara sebentar!"Alex mengajak asisten rumah tangga nya itu untuk bicara.


Aurora merasa cemas, dia takut Alex marah karena bibi telah membohongi nya.


Alex dan perempuan paruh baya itu berjalan ke ruang kerja Alex.


"maaf saya sudah membohongi tuan masalah nyonya,saya hawatir saat itu,bila membiarkan nyonya yang sedang hamil tinggal di luar sana!"bibi tampak pasrah apapun yang terjadi.


"terimakasih!bibi sudah menjaganya dengan baik, keputusan yang anda ambil sangat benar karena bila dia pergi saat itu, mungkin saya belum bisa menemukan nya"Alex memeluk perempuan itu,dia sangat berterimakasih atas segalanya.


"ini untuk bibi!"Alex memberikan amplop coklat berisi uang dua ratus juta.


"tuan ini tidak perlu, untuk bibi nyonya sudah seperti putri sendiri!"wanita itu menolak pemberian dari Alex.


"ini untuk biaya berobat paman,bibi bisa simpan sisanya untuk keperluan lain,saya tulus memberikan ini untuk bibi dan keluarga!"Alex begitu baik dan bijaksana.


"terimakasih tuan, semoga selalu sukses sehat dan bahagia!"bibi memeluk majikan nya itu,dia begitu sayang pada Alex yang telah memberinya pelajaran,dan kehidupan yang lebih baik.


bibi segera pergi ke dapur, wanita itu memeluk Aurora sambil menangis, membuat nya salah paham.


"aa... bibi tidak salah?"Aurora merengek manja.


"aa tidak peduli!"Alex pura-pura marah, Aurora menangis memohon kepada suaminya.melihat istrinya sedih Alex jadi tidak tega.


"aa...cuma bercanda,bibi tetap kerja sama kita,aa cuma berterima kasih pada bibi"Alex tertawa membuat Aurora jadi kesal dan memukulnya.


"aa jahat"Aurora memeluk suaminya erat.keduanya tersenyum bahagia.