
...Wajah Aurora benar-benar memerah, melihat hal itu Alex tertawa dia benar-benar merasa wajah gadis itu begitu lucu,dan menggemaskan."om Alex ?" Aurora sangat gugup di raihnya tangan Alex dia segera cium tangan,"terimakasih om untuk semuanya, untuk menjadi orang tua asuh ku, untuk membiayai hidup ku,dan untuk nama yang om berikan!" gadis itu memeluk Alex,terdengar suara tangisnya yang mulai pecah'."kamu...." Alex baru menyadari siapa gadis itu,dia bayi mungil yang Alex dan Eko temukan 19 tahun yang lalu saat sedang liburan di Bandung,bayi merah yang di buang begitu saja di dekat tong sampah."Aurora...!" dengan bahagia Alex memeluk gadis itu." Kenapa om tidak pernah datang lagi untuk menemui ku?" Aurora menatap Alex dengan mata berkaca-kaca."apa kamu marah?"Alex balik bertanya,"enggak, hanya saja Aurora kangen ketemu om, makanya setelah lulus SMA ,aku memutuskan untuk kuliah di Jakarta"gadis itu menyeka air matanya, Alex tersenyum begitu lembut,dia sangat bahagia anak asuh kesayangan nya kini telah tumbuh menjadi gadis yang cantik, pintar dan baik hati."maaf kan om! selama 10 tahun tidak bisa jumpa kamu karena pekerjaan"Alex benar-benar sangat menyesal. Aurora tersenyum dia benar-benar merasa bahagia, karena lama tidak bertemu dia sudah lupa dengan wajah ayah asuh nya itu."tunggu om di ruang makan, nanti kita sarapan bersama,hari ini om Eko juga ingin datang untuk menemui kamu jadi bersiaplah.Aurora mengangguk dia segera pergi untuk mandi dan bersiap. Alex berjalan keluar menuju kamar nya entah apa yang membuat perasaan nya benar-benar bahagia hari itu. Selesai mandi Aurora menunggu Alex di ruang makan,rambutnya yang hitam di ikat dengan rapih, gadis itu terlihat begitu cantik.tidak lama kemudian Alex terlihat menuruni anak tangga,sekali lagi mata Aurora tersihir oleh keindahan ciptaan Tuhan itu, Alex tampak keren dengan pakaian casual nya, tanpa kacamata 👓 dia terlihat begitu tampan, bahkan semua pelayan wanita di rumah sangat mengidolakan nya."Aurora...!kamu sudah lama menunggu ?"Alex duduk di kursi yang berada di samping Aurora."hari ini kamu ada jadwal ke kampus?" Alex menatap wajah gadis itu , membuat yang di tatap jadi gak karuan."enggak om hari ini aku libur"Aurora dengan sigap melayani Alex dia mengambil kan nasi, dan lauk."terimakasih !"Alex segera memulai sarapan,dia makan dengan sangat lahap dan nikmat tidak seperti biasanya."om suka makanan nya?" Aurora bertanya dengan cemas."ini benar-benar enak " Alex tersenyum manis."Aurora senang om suka masakan nya , nanti kalau om mau makan sesuatu bilang aja ,aku pasti akan membuat nya."Alex menjawab dengan mengacungkan ibu jari."hari ini kamu mau pergi ke mana?"Alex bertanya pada gadis itu."bukan nya akan ada tamu?" Aurora mengingatkan,"nanti kita janjian saja bertemu di luar" Alex menarik tangan gadis itu, menggandengnya. Alex membukakan pintu mobil, gadis itu segera masuk kedua nya duduk di kursi belakang, sopir mulai menjalankan mobil menuju sebuah tempat belanja mewah."apa hari ini om tidak kerja?"Aurora bertanya,"om ambil cuti seminggu biar bisa bawa kamu jalan-jalan"untuk pertama kalinya Alex begitu senang saat liburan dari rutinitas kerja nya."Aurora minta maaf jadi merepotkan om" gadis itu menjadi sedikit canggung."kamu jangan hawatir, mulai sekarang om akan jaga kamu!". Alex berjanji pada gadis itu, tampak nya Alex benar-benar menganggap Aurora seperti anak nya.Saat tiba di pusat perbelanjaan, Alex melihat dokter Eko, istri dan kedua anak nya sudah menunggu."kalian sudah lama?" Alex menghampiri keluarga kecil itu."kami juga baru tiba" istri dokter Eko menjawab ,dia segera menjabat tangan Alex dan Aurora silih berganti."perkenalkan ini Aurora anak asuh ku!" Alex memperkenalkan gadis itu, kepada dokter Eko dan keluarga nya."kamu sudah besar sekarang !" Eko tersenyum melihat gadis itu."terimakasih om!"Aurora tersenyum manis."kamu jangan panggil om! rasanya gimana gitu" dokter Eko tampak risih dengan panggilan om itu,"lagi pula usia kita cuma beda 15 tahun, jadi panggil Kaka saja" lanjut dokter Eko."tapi menurut ibu, usia kalian 20 tahun saat menemukan dan mengantarkan ku ke pantai asuhan saat itu jadi aku pikir kalian sudah 40 tahun sekarang" Aurora tampak kebingungan."saat itu kami bohong, tentang usia kami, kebetulan Alex punya badan yang tinggi jadi orang tidak akan menyangka kalau kami saat itu anak SMP" Eko menjelaskan."sudah lah ! lagipula aku tidak keberatan dia panggil aku om" Alex segera menghentikan perdebatan itu.kemudian mereka berjalan-jalan sambil berbelanja, Alex menawarkan baju,tas , sepatu dan barang lainnya pada Aurora namun gadis itu menolak dia tidak ingin memanfaatkan orang yang telah begitu baik padanya.Saat sedang asik jalan, tanpa sengaja Alex berpapasan dengan Siska yang juga sedang berbelanja."kamu juga di sini?" Alex menghampiri Siska yang tampak terkejut, Aurora berjalan di belakang Alex gadis itu nampak seperti bocah bila berdiri di dekat Alex."pak bos juga sedang belanja?" Siska balik bertanya."saya lagi ajak dia jalan" Alex melihat ke arah Aurora."hai manis!"Siska menyapa."kamu mau ikut gabung sama kita buat makan?"Alex menawarkan."kalau bapak tidak keberatan" Siska tampak sumringah bagaimana tidak dia bisa jalan bareng bosnya di luar kantor.saat berjalan tak sekalipun Alex melepaskan genggaman tangan nya pada Aurora,dan gadis itu merasa debaran jantung nya semakin bertambah kencang,seolah mau melompat keluar, sudah lama Aurora menjadikan Alex sebagai idola nya, tujuan nya untuk hidup dan gadis itu telah benar-benar jatuh cinta pada Alex,dia sadar hal itu mustahil, lelaki itu bagaikan bintang di langit yang tidak mungkin dapat ia gapai."kamu mau makan apa?"Alex bertanya pada Aurora."terserah om " gadis itu tampak malu-malu.Alex segera memesan makanan yang terbaik, mereka memilih meja paling besar, anak-anak dokter Eko tampak bahagia berada di dekat Aurora, gadis itu begitu sabar dan penyayang.Di depan semua orang Siska mulai berani menunjukkan perhatian pada Alex, sikapnya begitu mencolok sampai semua dapat menyadari perasaan Siska pada Alex. Begitu juga dengan Aurora dia dapat melihat perempuan itu begitu menyukai Perasaan gadis itu jadi tak karuan, napas nya terasa sesak melihat pemandangan di hadapannya nya ,dia telah benar-benar jatuh cinta pada Alex."kamu sakit ?" Alex menyadari gadis itu tidak baik-baik saja, matanya terlihat berkaca-kaca."maaf saya permisi ke toilet!" Aurora beranjak pergi,dalam perjalanan air matanya sudah tak terbendung lagi, mengalir membentuk sungai kecil di pipi. Aurora menangis 😠di dalam toilet,dia mencoba untuk menyadarkan dirinya sendiri bahwa tidak mungkin bagi nya untuk memiliki Alex ."sadar Aurora...! sadar kamu hanya anak asuh baginya tidak lebih, biarkan dia bahagia" Aurora memotivasi diri nya sendiri....