
Pagi yang indah, Aurora sudah bangun dan menyiapkan sarapan untuk suaminya. Semalaman Alex bekerja dia pergi tidur pada jam dua pagi.
"aa... sudah jam sembilan,ayo bangun!"Aurora membangunkan suaminya.
"aa, masih ngantuk" Alex enggan untuk bangun.
"bukankah hari ini aa harus pergi ke kantor?" Aurora mengingatkan suaminya.
"iah...iah...aa bangun"Alex kembali ke dalam selimut.
"ih...aa bikin kesal" Aurora menarik selimut.
"selamat pagi anak ayah!"Alex mengecup perut istrinya.
"ayo bangun!masa ayah malas bangun!"Aurora membujuk.
Alex akhir nya bangun dan pergi mandi.setelah mandi dia langsung menuju ruang makan.
"masak apa hari ini?"Alex bertanya pada istrinya.
"masak gepuk daging sapi"Aurora ngambil kan,nasi dan lauk untuk suaminya.
"aa mau pakai sayuran?"Aurora bertanya.
"boleh tapi sedikit saja"Alex memang kurang menyukai sayuran.
Aurora mengambil capcay dan menyimpan nya di piring Alex.
"sini duduknya di dekat aa!"Alex menyuruh Aurora untuk duduk di samping nya.
"kamu juga makan yang banyak!"Alex menyuapi istrinya.
"Ra bisa masak sendiri!"wajah Aurora memerah.
"selama aa di kantor kamu jangan kemana-mana, tinggal di villa saja ok?"Alex mengingatkan istrinya.
"iah Ra tidak akan pergi ke mana-mana"Aurora mengangguk setuju.
Setelah selesai makan Alex pergi ke Jakarta untuk urusan pekerjaan, Aurora mengantarkan suaminya samping di depan pintu.
"hati-hati !"Aurora mencium tangan suaminya,dia melepaskan kepergian Alex dengan senyuman yang sangat manis. setelah mobil yang membawa suaminya tidak terlihat lagi Aurora segera kembali ke dalam villa.
"maaf nyonya saya datang terlambat anak saya kurang sehat!"seorang wanita paruh baya datang dari pintu belakang.
"tidak apa-apa,tolong semuanya di bersihkan,saya ingin kembali ke kamar!"Aurora kembali ke kamar nya, untuk mengerjakan tugas kuliah yang dikirim lewat email.
Aurora melihat perutnya yang semakin besar, dia benar-benar merasa sangat bahagia dengan kehidupan yang dia jalani, Aurora selalu bersyukur atas nikmat yang dia telah terima.
Aurora mulai mengerjakan tugas,dia begitu asik dengan aktivitas nya.
Alex masih dalam perjalanan menuju kantor saat telponnya berdering.
"halo...ada apa?"Alex bertanya pada penelepon.
"Aku ada masalah dengan istriku!"penelpon itu tampak sangat bingung.
"masalah apa lagi, bukankah kalian baru berbaikan? jangan-jangan kamu bermain api lagi!"Alex mengerutkan keningnya.
"ini semua gara-gara sekretaris mu!"penelpon tampak kesal.
"Siska....apa dia yang kamu maksud?"Alex mulai serius.
"dia datang ke rumah saki, mengantarkan sarapan pagi untuk ku, dan wanita itu memeluk ku sambil menyatakan cinta pada ku"dokter Eko berhenti sejenak.
"sialnya disaat yang sama istri ku datang dia langsung pergi tanpa mau mendengar penjelasan ku,dan saat ku hubungi orang di rumah,katanya dia pergi membawa anak-anak"dokter Eko tampak sangat bingung dan sedih.
"kamu sudah menghubungi orang tua nya, mungkin dia pergi ke sana?"Alex ikut merasakan kesedihan yang di rasakan oleh sahabat nya itu.
"sudah tapi mereka tidak pergi ke sana, aku takut mereka pergi dari ku dan tidak kembali!"dokter Eko Sangat tertekan.
"kamu tenang dulu, aku akan menyuruh orang untuk mencari mereka!"Alex mencoba untuk menenangkan sahabat nya itu.
"aku baru saja merasakan kembali kebahagiaan dengan dia dan sekarang harus terpisah lagi "dokter Eko sangat terpukul dengan kejadian ini.
"tenang aku akan berusaha untuk membuat mu"Alex memberikan dukungan kepada sahabat nya itu.
"terimakasih,aku akan pergi untuk mencari mereka"dokter Eko menutup telponnya.
Alex segera menghubungi orang-orang nya, untuk membantu mencari Yulia dan kedua anak nya.
Aurora masih sibuk dengan tugas kuliah nya,saat asisten rumah tangga datang dan memberi tahu dia kalau ada seseorang yang datang.
"nyonya ada tamu dari Jakarta!"
"oh...suruh tunggu sebentar saya segera ke sana" Aurora beranjak dari tempat duduk nya dan pergi ke ruang tamu.
"kakak Yulia kenapa? kenapa membawa koper kakak mau ke mana?"Aurora mengajak tamunya duduk,dan menyuruh asisten rumah tangga untuk membawa anak-anak bermain.
"ceritakan pelan-pelan apa yang sedang terjadi?"Aurora mencoba untuk menjadi pendengar yang baik.
"dia punya wanita lain,aku melihatnya berpelukan di dalam kantor!"Yulia mulai bercerita.
"kakak kenal dengan perempuan nya?"Aurora bertanya.
"sekretaris suami kamu!"jawaban Yulia membuat Aurora terkejut.
"Siska...?"Aurora tampak tidak percaya. Yulia menjawab dengan anggukan kepala.
"jadi rencana kakak sekarang apa?"Aurora bertanya pada Yulia.
"untuk sementara kakak akan pergi dari rumah" Yulia memutuskan untuk kabur dari rumah.
"kakak tinggal saja di sini untuk sementara waktu,aku tidak akan mengijinkan kakak pergi"Aurora meminta Yulia dan anak-anak untuk tinggal bersama dengan nya.
"tapi Alex pasti memberi tahu Eko kalau aku ada di sini"Yulia tampak ragu.
"biar nanti aku yang bicara dengan suamiku" Aurora berusaha untuk meyakinkan.
"baiklah, lagipula aku harus memikirkan anak-anak" akhirnya Yulia setuju untuk tinggal bersamanya.
Aurora mengantarkan Yulia ke kamar dan membantunya untuk membereskan barang bawaannya.mereka berdua tampak seperti adik dan kakak kandung, saling menjaga satu sama lain.
Alex tiba di kantor, kedatangan nya disambut gembira oleh Gebby.
"kakak kapan kembali?"wanita itu tanpa rasa malu langsung memeluk Alex di depan umum.
"Gebby tolong jaga sikap mu ini di kantor?"Alex mengingatkan.
"aku sangat rindu pada kakak,rumah jadi sepi!"wanita itu sangat manja pada Alex.
"baiklah kita bicara lagi nanti, sekarang kakak ada urusan yang harus di luruskan.
Alex masuk ke ruang kerja nya,dia segera memanggil Siska.
"bapak memanggil saya"Siska tampak tegang sepertinya dia tahu apa yang akan Alex bicarakan.
"apa benar kamu menyukai dokter Eko?"Alex bertanya.
"benar saya telah jatuh cinta pada beliau"Siska menjawab dengan tanpa keraguan.
"kamu tahu dokter Eko sudah berkeluarga? sebaiknya kamu mencari pria yang masih singel"Alex memberi saran.
"saya telah jatuh cinta pada dokter Eko, dan akan berusaha untuk mendapatkan dia apapun caranya"Siska tampak nya sudah bertekad.
"itu terserah kamu saya hanya mengingatkan!"Alex mengakhiri pembicaraan dengan menyuruh Siska untuk kembali ke ruangan nya.
Alex menghubungi istrinya dia ingin memeriksa keadaan Aurora.
"halo bibi nyonya kemana kenapa tidak angkat telpon saya?"Alex sangat cemas.
"nyonya sedang menerima tamu!'jawab asisten rumah tangga itu.
"tamu... siapa? pria atau wanita?"Alek begitu ingin tahu.
"Wanita dengan dua anak nya , yang waktu itu pernah ke sini!"penjelasan asisten rumah tangga itu membuat Alex tersenyum.
"tolong panggilkan nyonya saya harus bicara!"Alex memberi perintah.
Aurora bergerak menerima telepon itu.
"maaf aa Ra sedang di kamar!"Aurora terdengar gugup.
"Yulia datang ke villa?"pertanyaan Alex semakin membuat Aurora gugup.
"iah, dengan anak-anak tapi...Ra mohon untuk sementara jangan beritahu dokter Eko,suasana hati kak Yulia sedang buruk"Aurora memohon.
"baiklah aa tidak akan bilang!oh ia...Ra sudah makan siang?"Alex bertanya pada istrinya.
"sebentar lagi Ra makan"
"jangan lupa minum vitamin dan susu !"Alex beberapa-benar sangat memperhatikan istrinya itu.
"iah Ra ingat"Aurora sedikit cemberut dia sebenarnya tidak suka minum susu.
"baiklah kamu jaga diri baik-baik,mungkin aa tidak pulang ke sana !"Alex memberi tahu.
"aa juga hati-hati!"Ra tampak telah terbiasa harus sering berpisah dengan suaminya itu.