Mr.Cool

Mr.Cool
bab 42



Alex bangun pagi sekali dia telah bersiap untuk pergi ke Jakarta.


"berapa hari aa di Jakarta?"Aurora membantu suaminya untuk berkemas.


"mungkin tiga hari,kamu jangan berpikir macam-macam!"Alex mengingatkan istrinya.


"aa jangan hawatir Ra tidak akan membuat masalah lagi!"Aurora berjanji pada suaminya.


"sabar sebentar lagi kmu bisa pulang ke rumah!"Alex memeluk,dan mengecup kening Istrinya sebelum pergi.


Aurora melambaikan tangan, dengan berat hati dia melepaskan kepergian suaminya ke Jakarta.


Alex tiba di Jakarta pada jam delapan pagi,dia langsung pergi ke hotel tempat resepsi pernikahan akan di laksanakan.pak Imam menyambut kedatangan Alex.


"tuan dari mana saja?"pak Imam mencemaskan majikan nya itu.


"aku ada urusan di luar kota"jawab Alex, sambil berjalan memasuki hotel dan menuju ruangan resepsi.


"bagaimana persiapannya?"Alex bertanya pada penanggung jawab acara.


"persiapan sudah selesai, pengamanan juga sudah siap!"


"pihak pengantin pria sudah datang semua?"tanya Alex dengan teliti.


"keluar pengantin pria sudah tiba dari kemarin"orang itu memberi tahu.


"Gebby di mana?"Alex bertanya pada pak Imam.


"seperti rencana semula,Gebby ditempatkan di kamar husus"pak Imam menjelaskan.


"sebisa mungkin, amankan keadaan buat dia berpikir bahwa pengantin pria nya adalah diriku"Alex mengingatkan semua orang.


"seperti yang telah anda rencanakan,semua telah kami atur sebaik mungkin"salah satu orang yang Alex beri kepercayaan bicara.


"bagus kalau begitu, jangan membuat kesalahan sekecil apapun itu!"Alex berjalan untuk memastikan semua nya.


Saat Alex sedang mengecek jamuan, seseorang datang menghampiri.


"kenapa kamu baru datang?"Isabella bertanya pada Alex.


"aku ada urusan di luar kota!"jawab Alex sambil tetap berjalan.


"aku ingin bicara!"Isabella meraih tangan Alex.


"jangan seperti ini, banyak mata yang sedang melihat kita,kamu harus ingat dengan setatus mu sekarang!"Alex mengingatkan Isabella.


"maaf aku tidak bisa menahan diri!"Isabella melepaskan tangan Alex.


"jadi apa yang ingin kamu bicarakan?"Alex menatap wanita itu.


"tentang wanita bernama Anggelina apa benar kalian pernah punya hubungan?"Isabella menatap Alex dengan mata berkaca-kaca.


"dia pernah tinggalkan di rumah ku tapi kami tidak ada hubungan apapun! kenapa kamu bertanya tentang dia?"Alex balik bertanya.


"seperti nya suami ku sedang dekat dengan dia"Isabella tampak sedih.


"mungkin kamu salah paham!"Alex coba menenangkan.


"entahlah, setelah wanita itu tinggal di rumah dia mulai berubah"Isabella tampak sangat kebingungan.


"nanti aku akan membantu untuk memastikan semua nya!"Alex pergi meninggalkan Isabella.


Tamu undangan mulai berdatangan, Alex menyambut tamu yang datang dengan ramah.


Pak Sanjaya juga datang untuk pertama kalinya setelah kejadian itu Alex kembali bertemu dengan Anggelina, wanita itu menatap Alex masih tersirat perasaan cinta di mata itu.


"apa kabar?"wanita itu menyapa


"baik bagaimana dengan keadaan mu?"Alex bersikap ramah.


"aku baik, senang bisa melihat mu lagi!"Anggelina tersenyum manis.


"kamu begitu perhatian dengan wanita lain tapi tidak peduli pada istri mu sendiri!"Alex tersenyum sinis dan meninggalkan tamunya itu.


Acara segera di mulai janji suci pernikahan telah di ucapkan, kedua pengantin telah sah menjadi suami istri secara hukum dan agama.Kini tiba untuk pengantin wanita keluar dari tempat nya dan bergabung ke tengah pesta pernikahan.semua mata tertuju pada pengantin wanita yang begitu cantik, Gebby tersenyum bahagia dia melihat Alex yang sedang bicara dengan para tamu undangan.


Gebby duduk di pelaminan dengan wajah yang bahagia,dia semakin senang saat Alex berjalan ke arah nya dengan senyuman yang begitu manis.


"selamat kakak ikut bahagia atas pernikahan kalian!"Alex menjabat tangan Gebby membuat wanita itu bingung.


"pernikahan kita kak!"Gebby mencoba memeluk Alex namun lelaki itu menghindar.


"sayang akhirnya kita sah menjadi suami istri!"Mahesa datang dan menghampiri Gebby, wanita itu tampak sangat terkejut dia baru sadar saat melihat sekeliling nya, seperti nya dia telah jatuh ke permainan Alex Sanjaya.


"aku...!"Gebby tidak melanjutkan perkataannya dia tidak ingin merusak citra nya didepan awak media.


dengan terpaksa ,Gebby menerima semuanya walaupun dia merasakan kemarahan dan emosi.


pesta itu berlangsung dengan sangat meriah semua tamu undangan yang datang merasakan kemewahan di hari itu.


kedua mempelai mendapatkan ucapan selamat dari para tamu undangan.


"selamat menempuh hidup baru!"Isabella memeluk adik iparnya itu.


"sudah ku bilang kamu akan kalah, Alex tidak mencintai mu, karena di hati nya selalu ada aku!"Isabella sengaja memanas-manasi Gebby.


"aku tidak akan tinggal diam,lihat saja pembalasan ku nanti!"sepertinya Gebby belum menyerah untuk Alex.


"jangan mencoba terlalu keras,ingat bayi mu!"Isabella tersenyum sinis sebelum keduanya melepaskan pelukannya.


Alex berbaur dengan tamu undangan, dia tampak sangat bahagia senyuman manis terlukis di wajah tampan nya.


"hai...!"seorang wanita cantik dengan gaun biru menghampiri Alex.


"kenalkan nama ku, Jasmin!"wanita itu mengulurkan tangannya.


"Alex!"dengan baik Alex menyambut wanita itu.


"saya sering mendengar nama kamu,saya pikir kamu lelaki tua!"wanita itu menatap Alex dengan kagum.


"semua orang berpikir seperti itu!"Alex tersenyum.


"saat pertama melihat mu,aku terkejut kamu ternyata masih sangat muda!"wanita itu terus memuji Alex.


"bagaimana kamu tahu kalau aku Alex yang kamu maksud?"Alex bertanya dengan tatapan curiga.


"ayah yang bilang!"wanita itu menunjuk ke arah seorang pria yang sedang berbicara dengan tamu undangan yang lain.


"rupanya nona putri pak Ganjar !"


wanita cantik itu ternyata anak dari salah seorang rekan bisnis Alex.


Tidak lama kemudian pak Ganjar datang menghampiri Alex yang sedang bicara dengan Jasmin.


"apa putri saya mengganggu bapak?"pak Ganjar tampak sangat segan pada Alex.


"tidak kami hanya berbicara sedikit, putri anda sangat sopan!"Alex tersenyum ramah.


"saya pikir ini pesta pernikahan anda!"pak Ganjar melihat Alex.


"yang menikahi anak pak Imam,dia sudah seperti adik saya sendiri!"Alex menjelaskan.


"kapan anda menyusul?"pak Ganjar bertanya dengan nada bercanda.


Alex tidak menjawab,dia hanya tersenyum,bagai mana Alex bisa menjawab sedangkan dia telah memiliki istri yang begitu dia cintai.


Tiba waktunya untuk acara berebut bunga yang akan di lemparkan oleh pengantin,para tamu undangan yang masih lajang begitu antusias untuk memperebutkan bunga itu termasuk Jasmin. Alex berdiri di belakang memperhatikan keriuhan orang-orang.


Bunga di lemparkan orang-orang berebut untuk mendapatkan nya namun bunga itu terlempar ke arah Jasmin karena terlalu senang dapat menangkap bunga itu, Jasmin terjatuh dengan replek Alex yang berada di belakang nya langsung menangkap tubuh gadis itu.


kejadian itu sempat diabadikan oleh media yang kemudian menjadi berita yang viral.