
Sudah satu Minggu Alex tidak kembali ke villa, Aurora merasa sedih dia tidak mengerti kenapa suaminya tidak kembali, bahkan Alex tidak menghubungi nya walau hanya untuk menanyakan keadaan nya.
"apa aku benar-benar di buang seperti yang dia bilang?"Aurora menangis dia merasa kecewa pada suaminya.
"nyonya, makanan sudah siap sebaiknya anda segera makan, sebelum hidangannya dingin"asisten rumah tangga itu begitu menyayangi Aurora.
"saya tidak mau makan sendiri"Aurora tampak sangat sedih.
Akhirnya bibi mau juga menemani Aurora untuk makan. selesai makan Aurora pergi ke kamar nya,dia berganti pakaian.
"mau kemana?"bibi bertanya dengan cemas.
"hari ini jadwal saya periksa kandungan, saya mau pergi ke puskesmas"Aurora menjelaskan.
"tunggu sebentar biar bibi temani"wanita itu ke dapur untuk mencuci tangan.
Aurora pergi ke puskesmas di antara sopir perkebunan.
Di Jakarta Alex tengah berada di rumah sakit untuk mengurusi Gebby yang tengah di rawat karena mencoba untuk bunuh diri.wanita itu tidak mengijinkan Alex pergi meninggalkan dirinya.
"kakak Gebby takut !"wanita itu benar-benar tidak membiarkan Alex untuk pergi.
"tenang kakak ada di sini!"Alex menenangkan wanita itu.
"jangan kemana-mana aku takut mereka akan datang lagi"Gebby memegangi tangan pria itu.
"Gebby tolong lepaskan tanganku,ada pekerjaan yang harus di selesaikan!"Alex melepaskan genggaman tangan wanita itu,dia duduk di sofa yang berada di pojok ruangan dan bekerja di sana.
Saat itu Alex mencari kesempatan untuk menghubungi villa nun tidak ada yang mengatakan telponnya, membuat Alex jadi hawatir selama satu Minggu ini dia tidak bisa menghubungi istrinya, karena Gebby mengambil hp nya.
dokter Eko masuk ke dalam ruang perawatan untuk memeriksa keadaan pasien.
"bagaimana keadaan mu hari ini?"dokter Eko menyapa Gebby.
"hari ini saya baik "Gebby tersenyum.
dokter Eko memeriksa pasien nya, ekspresi wajah nya sedikit aneh saat memeriksa wanita itu.
setelah selesai memeriksa pasien nya, dokter Eko meminta untuk berbicara dengan Alex di luar.
"kamu harus segera mencari, pria yang melakukan itu pada Gebby!"dokter Eko bicara dengan wajah yang sangat serius.
"katakan ada apa sebenarnya?"Alex menangkap gelagat dokter Eko yang aneh.
"sepertinya dia sedang hamil,tapi aku akan meminta dokter Ika untuk memastikan nya!"apa yang dikatakan oleh dokter Eko membuat Alex terkejut.
"apa lagi ini! kenapa dia malang sekali!"Alex merasa sangat sedih untuk Gebby.
"satu hal lagi yang perlu kamu ketahui... Gebby memang mengalami pelecehan, tapi ini bukan hubungan pertama yang dia alami,dia sudah kehilangan keperawanan nya sebelum ini terjadi!"apa yang disampaikan oleh dokter Eko membuat Alex semakin tercengang.
"aku tidak habis pikir mengapa hal ini terjadi!"Alex tampak sangat tertekan.
"apa kamu sudah menghubungi istri mu?"dokter Eko menatap sahabatnya.
"dia pasti sangat kecewa pada ku, sudah satu Minggu lebih aku tidak menghubungi nya"Alex tampak sangat sedih.
"sebaiknya kamu segera menghubungi dia, sebelum sesuatu yang tidak baik terjadi!"dokter Eko mengingatkan.
"aku mencoba untuk menelpon tapi tidak ada yang mengangkat, hp Aurora juga tidak aktif" Alex sangat bingung.
"urus dulu masalah Gebby, nanti baru urus masalah Aurora!"dokter Eko, menyarankan.
Alex segera menghubungi orang-orangnya untuk mencari pelaku pelecehan pada Gebby.
"segera cari orang itu, dan bawa ke hadapan ku secepatnya!"Alex memberi perintah.
Aurora baru kembali ke villa, dia nampak sangat kelelahan.
"nyonya mau minum jus?"bibi segera menawari Aurora minum.
"air putih saja "Aurora duduk di sofa, karena kelelahan akhirnya dia tertidur.
telpon di ruang tengah berdering,bibi segera mengangkat telepon itu.
"halo dengan siapa ini?"bibi bertanya pada penelepon.
"bibi, dari mana kenapa tidak mengangkat telepon saya!"Alex sangat kesal.
"maaf tuan tadi bibi mengantarkan nyonya ke puskesmas!"
"ke puskesmas? memang nya nyonya sakit"Alex melunak.
"hari ini jadwal nyonya periksa, karena tuan tidak kunjung kembali, nyonya memeriksa kandungan nya ke puskesmas"penjelasan bibi membuat Alex merasa sangat bersalah.
"nyonya tertidur di sofa mungkin karena terlalu lelah"
"nanti kalo nyonya sudah bangun bibi tolong hubungi saya!"Alex memberi perintah.
"baik tuan nanti kalau nyonya sudah bangun saya akan segera menelpon tuan".
akhirnya Alex menutup telponnya,dia segera masuk kembali untuk menjaga Gebby.
"kakak menelpon siapa?"Gebby bertanya seperti seorang istri yang cemburu.
"urusan pekerjaan!"jawab Alex berbohong.
"kakak Gebby minta tolong jangan pernah hubungi wanita itu lagi!"Gebby memohon.
"siapa yang kamu maksud?"Alex menatp wanita itu.
"anak asuh kakak,aku tidak suka dengan dia!"Gebby meminta hal yang tidak mungkin dapat Alex lakukan.
"kamu jangan terlalu banyak berpikir, fokus saja pada kesembuhan mu!"Alex mengalihkan pembicaraan.
"kakak aku sangat mencintai mu, tolong ijin kan aku untuk bersama dengan mu!" Gebby menyatakan perasaannya.
"kamu sudah aku anggap seperti sodaraku sendiri tidak mungkin bagi ku untuk merubah perasaan itu!"Alex menolak dengan halus.
"apa karena aku telah ternoda sehingga kakak tidak Sudi bersama dengan ku?"Gebby menangis sedih.
"bukan karena itu,aku memang hanya menganggap kamu sebagai adik ku, tidak mungkin bagi kita untuk menjadi kekasih!"Alex menjelaskan.
"kenapa tidak mungkin lagi pula kita tidak ada hubungan darah!"Gebby sangat ingin memiliki Alex seutuhnya.
"maaf kalau kamu terus seperti ini, sebaiknya aku pergi saja!"Alex merapikan barang nya,lalu pergi ke luar.
disaat yang bersamaan pak Imam datang untuk menjaga anak nya.
"saya harus pergi, tolong jaga dia baik-baik!"Alex benar-benar pergi meninggalkan ruangan itu.
"ayah aku ingin bersama kakak selamanya aku cinta dengan dia!"Gebby merengek kepada ayahnya.
"Gebby !kamu harus sadar tuan itu sudah begitu baik sama kita,kamu jangan membuat masalah dengan keinginan bodoh mu"pak Imam mengingatkan anak nya itu.
"aku sangat mencintai dia, dan aku tahu sebenarnya dia juga mencintai ku, buktinya selama aku di rawat dia selalu ada untuk ku"Gebby begitu yakin kalau Alex juga mencintai dia.
"tuan menyayangi mu sebagai seorang adik, bukan kekasih!"pak Imam mengingatkan.
"aku tidak peduli!"Gebby marah pada pak Imam.
Alex kembali menghubungi istrinya yang berada di villa, kali ini Aurora yang menerima telepon.
"halo dengan siapa ini?"Aurora bertanya,
"Ra...ini aa!"saat mengetahui siapa yang menelepon, wanita itu ingin menutup telponnya.
"Ra ...aa mohon dengarkan penjelasan aa!"Alex memohon.
"Ra benci aa, kalau sudah tidak mengijinkan aku kenapa tidak katakan saja, jangan membuang ku seperti ini,apa bedanya aa dengan dia yang membuang ku di tempat sampah" Aurora benar-benar marah dia merasa ,Alex telah membuangnya.
"aa... sayang sama kamu, jangan pernah berpikir seperti itu!"Alex merasa sedih mendengar perkataan istrinya.
"apa ini karena wanita itu? sehingga aa tega meninggalkan Ra sendiri di sini?"Aurora bertanya sambil menangis.
"Ra harus mendengarkan dulu penjelasan aa..."Alex bingung harus mulai bercerita dari mana.
"Ra tahu aa sedang merawat wanita itu,duapuluh empat jam aa bersama dengan nya, menjaga dia hingga aa lupa untuk sekedar bertanya keadaan aku di sini, bahkan aa sudah lupa dengan calon anak kita!"Aurora histeris dia benar-benar sangat marah.
"dari siapa Ra tahu?"Alex sangat terkejut.
"apa aa tahu?Ra sangat hawatir terjadi hal buruk pada aa...Ra tidak menyangka aa hanya menganggap ku sebagai mainan yang bisa di buang begitu saja... seperti janji yang pernah Ra katakan, bila kebahagiaan aa bukan dengan ku,maka aku akan pergi dan menghilang, maaf bila selama menjadi istri aa, Ra belum bisa melakukan yang terbaik, lupakan aku dan anak ini, jangan pernah mencari kami, semoga aa bahagia!"Aurora menutup telponnya.
"Ra...halo...halo!"Alex sangat panik dia tahu betul Aurora sedang tidak main-main.
Alex berlari menuju tempat parkir, dokter Eko yang kebetulan melihat sahabatnya itu langsung menghampiri nya.
"kamu mau pergi ke mana dengan keadaan seperti ini!"
"aku harus segera ke villa ,dia ingin pergi meninggalkan ku!"Alex benar-benar tertekan.
"biar aku yang mengantar mu, tidak baik berkendara dalam keadaan marah!"
dokter Eko akhirnya mengantarkan Alex menuju ke Villa.