Mr.Cool

Mr.Cool
bab 22 pulang ke rumah.



Pagi yang cerah, Alex telah bangun lebih awal dari biasanya.dia merapihkan semua barang sebelum istrinya bangun.


"aa sudah bangun?maaf Ra kesiangan!"Aurora menghampiri suami nya yang sedang menikmati secangkir kopi.


"sayang kenapa sudah bangun ini masih pagi?"Alex menyimpan kopi nya dan menghampiri Aurora.


"kenapa aa gak bangunin aku?"Aurora manja di pelukan hangat suaminya.


"aa tidak mau mengganggu istirahat sayang!"Alex mengecup kening istrinya.


"Ra tidak enak membiarkan aa menyiapkan kopi sendiri"wanita itu menatap suaminya.


"sayang hari ini kita pulang ke rumah !"Alex memberi tahu istrinya.


"aa tidak bohong?"Aurora tampak masih ragu.


"tentu saja tidak, sebenarnya aa masih betah di sini cuma..."Alex tidak melanjutkan kata-katanya dia sengaja membuat Aurora penasaran.


"apa?..."Aurora benar-benar merasa penasaran.


"cuma karena sayang ingin sekali pulang jadi aa mengalah"lanjut Alex di akhir senyuman.


"terimakasih Ra makin sayang aa"Aurora mengecup pipi suaminya sebagai ungkapan terima kasih.


"apa hanya itu hadiah nya?"Alex menggoda istrinya,dia mendekatkan wajahnya ke wajah Aurora.dan bibir keduanya saling berbicara, Aurora membiarkan suaminya menyentuh setiap bagian tubuh nya.


Alex mengangkat tubuh istrinya masuk ke dalam kamar,pagi itu Alex meminta hadiah yang sepesial dari istrinya.


Setelah selesai Alex dan Aurora langsung pergi mandi, keduanya bersiap-siap untuk pulang ke rumah. Alex menelpon sopir nya untuk datang menjemput.


"kamu di mana?"Alex bertanya sambil bersiap.


"saya sudah ada di depan hotel!"jawab orang itu


"baiklah tunggu sebentar saya akan segera turun"Alex menutup telponnya.


"permisi!"suara seseorang di luar pintu.


"masuk saja pintu nya tidak di kunci!"Alex mempersilahkan orang itu masuk.


"apa tuan sudah siap?"seorang pegawai hotel yang datang.


"itu barang kami semua nya sudah siap tolong antar ke mobil yang ada di depan lobi"Alex menunjuk ke koper yang ada di sudut ruangan. pegawai itu segera membawa kopernya dan mengantarkan ke tempat yang di maksud.


"pelayanan di hotel ini sangat baik!"Aurora tersenyum.


"kalau pelayanan disini baik kenapa kamu tidak betah?"Alex bertanya sambil melihat istrinya.


"karena di rumah lebih nyaman dan semuanya juga ada lebih hebat dari hotel"Aurora menjawab sambil tersenyum kepada suaminya.


"kalau aa pindah ke rumah yang kecil tidak ada rumah kaca, tidak ada pelayanan dan semua pasilitas bagaimana?"Alex bertanya sambil bercanda.


"rumah kecil itu akan lebih nyaman dari rumah yang sekarang,karena dimana pun aa berada di situ Ra akan merasa nyaman"jawab Aurora membuat Alex bahagia dia memeluk wanita itu dengan hangat.


keduanya pergi meninggalkan hotel, sebelum pergi Alex menemui manager hotel itu dan menyerahkan kunci kamar.


"terimakasih,jaga terus pelayanan hotel ini!"Alex meninggalkan hotel menyusul Aurora yang telah berada di dalam mobil.


"ini tips untuk mu!"Alex memberi pegawai yang membawakan barang nya sejumlah uang.


"tuan tidak perlu,saya sudah bisa bekerja di sini juga sangat berterima kasih"pegawai itu menolak.


"terima saja ini sebagai rasa terima kasih karena kamu sudah membuat wanita itu senang!"Alex menunjuk ke Aurora yang berada di dalam mobil.


"terimakasih tuan!"pria itu tampak sangat bahagia mendapatkan rejeki yang tidak terduga.


Alex masuk ke dalam mobil, Aurora tampak begitu bahagia senyuman di wajah nya menggambarkan suasana hati nya.sepanjang perjalanan Aurora tidak berhenti bicara,dia sudah merencanakan banyak hal saat tiba di rumah.


"nanti saat tiba di rumah Ra istirahat dulu aa ada urusan dengan ayah dan Anggelina"Alex menjelaskan.


"apa akan lama?"Aurora menatap dengan manja.


"tidak mungkin hanya satu jam,aa harus meluruskan masalah perjodohan itu, dan beberapa hal lainnya"Alex menenangkan istrinya yang mulai tampak hawatir.


Tiba di rumah Alex langsung masuk ke rumah utama, sedang kan Aurora pergi ke tempat terpisah dimana Alex dan dirinya bermalam.


kedatangan Alex rupanya sudah di tunggu oleh Ayahnya dan Anggelina.


"akhir nya kamu pulang juga!"pak Sanjaya tampak kesal dengan putranya itu.


"sedang apa anda di rumah saya?"Alex membalas dengan sikap yang tak kalah dingin.


"dimana bocah panti asuhan itu?"pak Sanjaya mulai tidak sopan.


"dia punya nama dan tolong sebut dia dengan benar, namanya Aurora... Aurora!"Alex menegaskan.


"tidak peduli siapa nama nya, bagaimana dia terus menempel pada mu, pasti dia punya maksud jahat!"pak Sanjaya menuduh.


"bagaimana kalau pada kenyataannya akulah yang menempel pada gadis itu!"jawab Alex membuat pak Sanjaya semakin tidak menyukai Aurora.


"kamu harus segera mengembalikan wanita itu ke tempat dimana seharusnya dia berada!"pak Sanjaya ingin mengintervensi anak nya.


"tidak akan pernah dan Jang bermimpi aku akan melakukan hal itu! Sebaliknya saya ingin anda membawa wanita ini keluar dari rumah saya!"Alex menunjuk ke pada Anggelina.


"jangan kurang ajar!"pak Sanjaya mulai terpancing emosi.


"apa anda akan menjamin keberadaan nya si sini tidak akan berpengaruh pada bisnis saya?"Alex menunjuk berita yang ada di media sosial.


"itu hanya berarti bohong!aku di jebak"Anggelina menangis sejadi-jadinya.


"bagaimana dengan ini!"Alex memperlihatkan video panas Anggelina dengan pria itu.


"apa ini juga rekayasa?"Alex menatap wanita itu dengan tajam. Anggelina terduduk lesu saat melihat video itu dia sudah tidak bisa menyangkal lagi.


"Alex ,kamu harus menikahinya dengan begitu semuanya akan membaik!"dengan tidak tahu malu pak Sanjaya meminta anak nya untuk menikahi Anggelina.


"kenapa tidak anda Saja yang menikahi wanita ini!"Alex marah suaranya meninggi.


"kurang ajar!"plak... tamparan keras mendarat di wajah Alex meninggalkan bekas memerah di pipinya.


"bisnis apa yang sebenarnya sedang anda lakukan dengan orang tua wanita ini, hingga anda ngotot ingin saya menikah dengan dia?"Alex semakin sinis dan berani.


"sebagai seorang anak kamu sangat mengecewakan,persis seperti ibu mu!"perkataan pak Sanjaya membuat Alex benar-benar sangat marah.


"jaga mulut anda tuan Sanjaya, seharusnya anda bercermin sebagai seorang suami dan ayah apa yang telah anda berikan untuk kami,tak sepeserpun aku menggunakan uang mu apa yang aku capai hari ini semua berkat ibu ku.tolong camkan itu!"Alex menatap pak Sanjaya penuh kebencian.


"kamu akan menyesal tidak mau menuruti ku!"pak Sanjaya mengancam.


"mari kita lihat siapa yang akan merangkak memohon bantuan pada akhirnya aku atau anda!"Alex balas menantang.


"kamu ...!"pak Sanjaya tidak dapat berkata-kata.


"keluar kalian dari rumah ku sebelum aku mengusir kalian dengan tidak hormat."Alex meninggalkan kedua orang itu tanpa menoleh lagi.


Alex masuk ke ruang kerja nya dia menghubungi seseorang.


"hancurkan PT Boarding sampai tidak ada kemungkinan untuk kembali bangkit, Ambi alih saham nya dan jadikan salah satu cabang kita"Alex telah benar-benar marah.


"kita akan lihat sampai kapan kau akan Sombo tuan Sanjaya!"Alex tersenyum begitu sinis.


Setelah pak Sanjaya dan Anggelina pergi Alex menemui istrinya yang sedang berada di rumah kaca,dia sedang memetik sayur.wajahnya yang polos dan naif membuat suasana hati Alex kembali membaik setelah pertengkaran nya dengan pak Sanjaya dan Anggelina.