Mr.Cool

Mr.Cool
bab 3



...Aurora begitu bahagia kue yang dia buat telah selesai dia segera memasukan kue-kue itu kedalam toples cantik. "apakah sudah selesai ?". Pak Imam menghampiri gadis cantik itu. "sudah saya buat 3 toples, untuk om Alex dan 1 toples untuk pak Imam". Aurora memberikan satu toples kue nastar pada pak Imam. "terimakasih !". "cobalah, dan katakan pendapat bapak tentang kue ". Pak Imam memutar tutup toples kemudian dia mencicipi kue nastar, dan dia sedikit terkejut karena kue nya benar-benar enak dan berbeda dengan yang biasa dibeli di toko kue. "bagai mana ? ". "ini sangat enak tuan Alex pasti suka!". "syukur lah,aku akan menyimpan nya di atas meja kerja om Alex ". dengan tergesa-gesa gadis itu pergi menuju ruang kerja Alex yang berada di lantai dua . setelah menyimpan kue nastar, Aurora segera kembali ke kamar nya karena saat itu sudah larut malam,gadis itu pergi mandi kemudian dia berganti pakaian,tak berapa lama dia telah terlelap di buai mimpi. Tepaj jam 1 pagi Alex tiba di rumah nya,dia segera di sambut oleh pak Imam yang telah menunggu." dimana anak itu ?" Alex bertanya tentang keberadaan Aurora."dia sudah tidur mungkin kelelahan".pak Imam segera memerintahkan seorang asisten rumah tangga untuk merapikan barang bawaan Alex."dimana dia tidur aku ingin melihat nya!"Alex beranjak dari tempat duduk nya,"di kamar bekas nona Isabella" pak Imam segera mengikuti langkah majikan nya menuju kamar tidur Aurora.dengan hati-hati Alex menghampiri gadis itu dengan seksama dia memperhatikan nya, rupanya gadis kecil dia sangat imut . Alex tersenyum di belai nya rambut gadis itu dengan lembut."bagaimana urusan sekolah nya?"Alex melihat ke arah pak Imam."semuanya baik dia sangat mandiri"pak Imam menyangka Alex sudah kenal betul gadis itu."say pikir anak balita rupanya remaja anak SMP"Alex menyangka Aurora sebagai anak-anak,itu sangat wajar karena Aurora memiliki postur tubuh yang mungil tinggi nya hanya 150 cm, ditambah wajah nya memang imut seperti anak-anak. Alex mengecup kening gadis itu dengan penuh kasih sebagai ucapan selamat malam."siapa nama anak ini?"Alex bertanya pada pak Imam "Aurora " jawab pak Imam dengan wajah Wang tampak kebingungan, karena Alex memperlakukan gadis itu penuh kasih sayang , seolah keduanya telah terikat satu sama lain. Alex kembali ke kamar nya namun tak lama setelah berganti pakaian dia kembali ke luar dan berjalan menuju ruang kerja nya yang berada cukup jauh, pria itu seperti robot yang tak pernah merasa lelah waktu nya dia habiskan untuk belajar dan bekerja,apalagi setelah penghianatan yang di lakukan oleh kekasih dan sodara nya. Alex semakin larut dengan kesibukan pekerjaan setiap waktu hanya untuk perusahaan. Saat tiba di ruang kerja Alex melihat toples berisi kue nastar kesukaan nya, dengan segera dicicipi nya kue itu. bibir merah itu tiba-tiba tersenyum ada kebahagiaan terlukis di wajah nya. tanpa dia sadari toples itu telah kosong setengah nya."ini benar-benar enak seperti buatan ibu" tanpa dia sadari air mata mengalir membentuk sungai kecil di pipinya.tok...tok...tok....suara pintu di ketuk dari luar."Masuk !" Alex mempersilahkan ,pak Imam segera masuk dengan membawa secangkir kopi."ini kopi yang tuan minta !" pak Imam menyimpan cangkir kopi itu di atas meja."kamu beli kue nya di mana?" Alex bertanya sambil mengunyah kue,"itu Aurora yang buat,katanya khusus buat om Alex"pak Imam menjelaskan. Alex mengerutkan keningnya dia tidak menyangka kue seenak itu di buat oleh Aurora gadis kecil yang tinggal di rumah nya. "Besok pagi saat dia sudah bangun aku akan mengucapkan terima kasih " Alex tampak sangat menyukai kue itu."Saya akan pergi untuk beristirahat kalau tuan butuh sesuatu segera hubungi saya" pak Imam meminta ijin untuk istirahat pada tuannya."segera pergi untuk tidur,kalo saya butuh sesuatu saya bisa ambil sendiri jangan hawari". pak Imam segera keluar dan menutup pintu. Setelah pak Imam pergi Alex langsung membuka laptop nya dia mulai bekerja, memeriksa dokumen yang telah di kirim oleh Siska melalui email.ketika sedang pokus bekerja , hp Alex tiba-tiba berdering."kamu sudah tiba di rumah ?"tanya si penelepon "aku sedang bekerja ! tumben jam segini kamu masih bangun ?" Alex Balik bertanya, "aku di rumah sakit, ada operasi darurat " suara penelpon terdengar sangat lesu. " pergilah istirahat jangan sampai sakit !" Alex mengingatkan sahabat nya, "jangan bercanda ,kamu sendiri baru tiba dari luar negeri, bukan nya istirahat malah bekerja selarut ini "dokter Eko meledak temannya. "gadis dari panti asuhan itu sangat lucu dan mungil namanya Aurora " Alex memberi tahu sahabat nya." kamu suka anak itu ?" dokter Eko bertanya dengan serius."tentu saja gadis itu dia manis dan mandiri" Alex menjawab dengan yakin. " syukur lah semoga memang berjodoh, usia beda jauh tidak masalah yang penting ada cinta" kata-kata dokter Eko membuat Alex sedikit bingung namun dia berusaha berpikir positif , mungkin sahabat nya kecapean sehingga bicara nya melantur."pergi lah istirahat besok ku tunggu di rumah !" Alex mengakhiri percakapan mereka di telpon.Alex melanjutkan pekerjaannya sampai dia tertidur di kursi kerja nya.Pagi harinya Alex sangat terkejut saat gadis itu telah berdiri di hadapannya,dia membuka tirai membiarkan sinar matahari masuk ke ruangan kerjanya."selamat pagi om Alex !" suaranya terdengar sangat lembut,"jam berapa sekarang?"Alex bertanya sambil mengucek mata nya," jam 08.45, kenapa om tidak tidur di kamar?"gadis itu balik bertanya,"om ketiduran semalaman ada pekerjaan" Alex bangkit dari tempat duduk nya , dia berjalan menghampiri Aurora yang tampak tak berkedip saat melihat Alex yang dia pikirkan berbeda dengan yang ada di hadapannya. Aurora mengira om Alex adalah lelaki 40 tahun yang jelek dan tua ,namun orang yang berjalan ke arah nya begitu tampan kulit nya putih bersih, badan nya atletis,dan memiliki tinggi 198 cm , Alex memang pria yang cukup tinggi apa lagi dibandingkan dengan Aurora yang memiliki tinggi hanya 150 cm. "selamat pagi gadis manis!"Alex membungkuk kan badannya,di sentuhnya wajah Aurora dengan kedua tangan nya yang besar dan halus. Aurora benar-benar terpesona dengan wajah tampan di hadapannya,mata yang tajam bibir tipis berwarna merah muda hidung mancung, benar-benar seperti lukisan yang hidup di dunia nyata. wajah gadis itu memerah seperti kepiting rebus, benar-benar terlihat lucu dan manis membuat siapapun merasa gemas."Aurora...!" Suara lembut Alex menyadarkan nya....