Mr.Cool

Mr.Cool
bab 43



Aurora telah mendengar berita tentang suaminya, bahkan banyak orang yang mengganggap kedua nya pasangan yang cocok.


"nyonya sedih?"bibi bertanya kepada Aurora yang sedang asik memasak.


"sedih untuk apa?"Aurora tampak tidak mengerti.


"gosip tentang tuan dan wanita itu!"bibi menatap Aurora dengan iba.


"saya tidak apa-apa,wajar bila Alex menjadi pemberitaan dia pengusaha muda yang sukses dan orang di luar mengira dia masih lajang"Aurora sangat bijak dalam menanggapi berita tentang suaminya.


"panggil tetangga kita,suruh mereka makan di sini!"Aurora menyiapkan makanan di atas meja makan.


"baik bibi akan segera mengundang mereka"wanita paruh baya itu, menghubungi tetangga mereka lewat telepon.


Beberapa waktu kemudian,dua pria bertubuh kekar itu datang.


"silahkan duduk,saya menyiapkan hidangan ini untuk kalian!"Aurora menyambut tamunya dengan ramah.


kedua pria itu segera duduk mereka tampak sangat senang melihat hidangan di atas meja.


"cepat makan nanti keburu dingin!"Aurora menyuruh keduanya untuk segera makan.


tanpa ragu kedua orang itu makan dengan sangat lahap mereka tidak peduli dengan apa yang akan terjadi bila ketua mengetahui hal ini.


"makan pelan-pelan jangan sampai tersedak!"Aurora mengingatkan kedua orang itu.


"maaf kami terlalu senang sudah lama tidak makan masakan rumah!"keduanya tersenyum bahagia.


"apa suamiku menyulitkan kalian?"Aurora bertanya sambil menatap kedua orang itu.


"tidak, ketua orang yang baik dia akan melindungi orang-orang nya, walaupun harus bertaruh nyawa!" salah satu orang bicara dengan yakin.


"bila terjadi sesuatu hal yang buruk pada ku tolong jaga dia baik-baik!"Aurora tampak aneh sepertinya dia menyembunyikan sesuatu.


"nyonya baik-baik saja?" kedua orang itu menyadari ada hal yang tidak beres dengan Aurora.


"perut saya sakit...."sebelum sempat selesai bicara Aurora telah jatuh tidak sadarkan diri.


Kedua orang itu dan bibi bergegas membawa Aurora ke pasilitas kesehatan terdekat.


melihat kedatangan Aurora petugas yang ada segera membawa wanita itu keruang pemeriksaan ibu hamil.


Aurora segera mendapatkan penanganan,bidan dan perawat tampak sibuk mereka, sepertinya ada kondisi darurat yang terjadi.


"nyonya Aurora anda sudah sadar!"bidan itu menatap Aurora yang sadarkan diri.


"kita harus melakukan nya Sekarang sudah tidak bisa di tunda lagi?"


Seolah sudah mengerti Aurora mengangguk.


"berjuanglah untuk anak anda jangan menyerah!" bidan itu memberikan motifasi untuk Aurora.


"apa suamiku sudah di hubungi?"Aurora bertanya,ada kecemasan di wajah nya.


"kami sedang mencoba untuk menghubungi nya"bidan meraih tangan Aurora dan menyemangati nya.


Aurora mulai kontraksi lagi,keringat membasahi wajahnya,dia menarik nafas nya dengan teratur.


semua orang menunggu dengan sangat panik dan hawatir.


suara Aurora yang menahan sakit membuat mereka semakin cemas.


Alex ditemui seseorang,lelaki itu menerobos masuk dan menemui Alex yang sedang rapat.


semua orang terkejut awalnya Alex tampak sangat marah namun saat orang itu membisikkan sesuatu Alex langsung bergegas pergi dengan raut wajah yang tegang.


Alex menghubungi dokter Eko dan dokter Ika, meminta agar mereka segera menyusul nya.


Aurora berjuang untuk melahirkan anak pertama nya,dia tampak sangat kelelahan.


"dorong yang kuat kamu pasti bisa sedikit lagi!"


Aurora dengan sisa tenaga nya, berjuang untuk melahirkan anak nya,dia merasa lega saat bayi itu menangis dengan sangat kuat, Aurora menatap bayi merah yang masih berlumuran darah itu,dia tersenyum bahagia.


bayi itu segera di tangani oleh perawat dan di masukan ke dalam inkubator.


"terimakasih sudah berjuang untuk anak mu!"bidan itu tampak terharu.


"apa dia baik-baik saja?" Aurora mencemaskan bayi nya.


"jagoan mu pasti kuat seperti ayah dan ibu nya!"bidan itu tersenyum.


Aurora yang kelelahan akhirnya tertidur, wajah nya pucat.


"bagaimana keadaan mereka?"Alex tampak begitu cemas.


"anak laki-laki,dia ada di inkubator beratnya hanya dua kilogram!"bidan itu menjelaskan.


dokter Ika diantara oleh perawat ke tempat bayi itu.


dokter Eko dan Alex segera melihat keadaan Aurora.


Aurora tampak sangat kelelahan, Alex perlahan mendekati istrinya,air mata mengalir begitu saja dia merasa bersalah karena tidak ada bersamanya di saat seperti ini.


"biarkan dia istirahat, sebaiknya kita lihat keadaan bayi mu!" dokter Eko mengajak Alex untuk melihat anaknya.


Alex menyuruh bibi untuk menjaga istrinya.


dokter Ika memeriksa keadaan bayi itu,dia tersenyum lega karena semua nya baik.


Alex datang dan melihat bayi nya, begitu kecil dan mungil.


"dia seperti kamu!"dokter Ika tersenyum.


"aku benar-benar tidak percaya, sekarang aku benar-benar seorang ayah!"Alex terharu.


bayi itu tersenyum seolah dia tahu kehadiran ayah nya.


"maaf ayah datang terlambat!"Alex menyentuh anaknya, tangan mungil itu tiba-tiba menggenggam jari Alex seolah tidak ingin jauh dari ayahnya.


"dia begitu tampan!"dokter Eko kagum dengan bayi itu.


"terimakasih!..."Alex menatap sahabatnya itu.


"untuk apa?"dokter Eko tampak tidak mengerti.


"karena kamu, mengantar nya ke rumah ku sehingga kami dapat bersatu"Alex memeluk sahabatnya itu.


"aku senang bila kamu bahagia!"dokter Eko ikut merasakan kebahagiaan yang Alex rasakan.


Alex menemani Aurora yang masih tertidur, wajah nya tampak pucat dan kelelahan.


"terimakasih sudah berjuang untuk anak kita!"Alex mengecup kening istrinya.


Aurora terbangun dari tidurnya,dia melihat suaminya telah berada di dekat nya.


"kapan aa datang, maaf Ra tidur terlalu lama!"Aurora merapihkan rambut nya.


"terimakasih...!"Alex memeluk istrinya dengan hangat.


"untuk apa aa berterima kasih?"Aurora menatap suaminya.


"untuk perjuangan mu, yang melahirkan anak kita!"Alex menangis,dia merasa bersalah kepada Aurora karena dia telah banyak menyakiti wanita itu.


"apa anak kita baik-baik saja?"Aurora tampak cemas.


"jagoan kecil kita lahir dengan selamat!"Alex memeluk istrinya.


"maaf...Ra harus melahirkan lebih awal!"Aurora tampak sangat menyesal.


"tidak apa-apa ini sudah menjadi ketetapan Tuhan!"Alex membelai rambut istrinya.


"Ra ingin melihat nya!"Aurora menatap suaminya.


Alex membawa Aurora melihat bayinya yang berada di dalam inkubator.


"berapa lama dia harus berada di sana?"Aurora tampak sedih.


"tidak akan lama kamu bisa segera menggendong nya!"dokter Ika menghampiri.


"apa bayi kami baik-baik saja?"Aurora tampak cemas.


"anak kalian sangat kuat,dia akan baik-baik saja!"dokter Ika tersenyum.


"maaf ibu tidak bisa menjaga mu dengan baik!"Aurora tampak sangat sedih.


"jangan menyalahkan diri sendiri,kamu sudah menjaganya dengan baik!"Alex memeluk istrinya dengan hangat.


"maaf Ra sudah membuat aa kecewa?"Aurora menangis dia sangat tertekan.


"Ra lihat aa sekarang!"Alex memegang wajah istrinya.


"aa yang harus nya minta maaf karena telah begitu banyak menyakiti kamu!"Alex menyesali kesalahannya.


"Kita harus kuat, untuk anak, Ra juga harus sehat agar bisa membesarkan jagoan kecil kita!"Alex memberikan semangat pada istrinya,dan itu berhasil Aurora tampak lebih baik dan bersemangat.