
Mentari pagi bersinar terang menyinari bumi memeluk nya penuh kehangatan.Di balik tirai kamar berdiri sosok tinggi dan atletis,matanya menatap tajam ke luar jendela, menikmati indahnya mentari pagi yang menyentuh bumi dengan kehangatan nya.Tergambar di raut wajahnya kecemasan yang begitu jelas, eta apa hal apa yang mengganggu nya ,"tok...tok...tok" suara pintu kamar di ketuk seseorang dari luar. "masuk ! " seseorang membuka pintu kamar lelaki paruh baya memasuki kamar dan menghampiri si pemilik kamar. "apa sudah di temukan ?" Lelaki paruh baya itu menjawab dengan menggeleng kan kepala, terlihat jelas kekecewaan di wajah pria itu."kami sudah menyebar kan orang-orang kita untuk segera menemukan nya" lelaki paruh baya itu bicara dengan kepala tertunduk."Siap kan mobil saya harus berangkat bekerja!" ekspresi wajah lelaki itu begitu dingin tatap mata tajam dia begitu penuh wibawa membuat segan orang-orang yang berada di sekitar nya.Lelaki paruh baya itu segera pergi untuk menyiapkan mobil yang akan di pakai untuk pergi ke kantor.Pria tampan berwajah dingin itu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, beberapa waktu kemudian dia telah siap untuk berangkat ke tempat kerja."saya tidak ingin sarapan jadi tidak perlu di siapkan!"Pria itu berjalan keluar rumah, mobil mewah telah siap untuk mengantarnya pergi ke kantor, sopir segera membuka pintu untuk pria itu,tas kerja segera di ambil nya, sejurus kemudian mobil itu telah bergerak meninggalkan rumah mewah itu menuju kantor.sepanjang perjalanan pria itu tidak berbicara , seperti nya ada sesuatu yang membebani pikiran nya,sesekali dia melihat handphone seperti nya dia berharap seseorang untuk menghubunginya namun hal itu tidak pernah terjadi.Mobil telah tiba di depan gedung perkantoran, gedung pencakar langit yang begitu megah. sopir segera membuka kan pintu mobil dan menyerahkan tas kerja kepada tuannya. Pria itu melangkah memasuki gedung, segera para pegawai berbaris menyambut kedatangan nya, "kembali ke tempat kalian masing-masing!"perintah nya kepada para pekerja,pria itu berjalan menuju lift. Saat tiba di ruangan kerjanya setumpuk dokumen perjanjian kerjasama telah menunggu untuk di tandatangani. "Siska!". lelaki itu memanggil sekretaris pribadi nya, seorang wanita cantik masuk dan menghampiri. "Bapak membutuhkan apa?". "Dimana laporan proyek pembangunan pusat perbelanjaan di Bandung?". lelaki itu memeriksa dokumen yang ada di hadapannya, dengan sigap Siska segera mengambil dokumen yang di maksud. "ini pak". "Ok terimakasih kamu boleh kembali ke meja kerja mu!". "apa pak Alex membutuhkan yang lain?". "saya ingin segelas kopi ". Alex membaca dokumen itu dengan seksama,dia tidak suka kesalahan sekecil apapun.Siska berjalan kembali ke meja kerja nya ,dia segera menelepon orang pantry untuk segera membawa kopi untuk bos nya. Setelah selesai memeriksa dokumen dia tampak merasa puas karena Mega proyek itu akan segera rampung. Alex kembali melihat foto seorang wanita cantik yang di bingkai indah di atas meja kerjanya, nampak kesedihan dan kekecewaan yang mendalam terlukis di wajah nya. "Apa kamu tahu rasa sakit yang telah kau gores di hatiku?". Alex seolah bicar dengan wanita yang ada di bingkai foto itu.dengan emosi tiba-tiba dia melempar bingkai foto itu ke lantai, sehingga pecahan kaca berserakan. Siska yang mendengar sesuatu terjatuh dari ruangan bos nya segera melihat ke ruangan itu dia sangat terkejut dengan pemandangan di depanny. "Pak ! kenapa tangan anda ?". Siska melihat tangan boost nya yang berlumuran darah. "Sebaiknya anda pergi ke rumah saki,luka nya harus segera di obati". Siska tampak hawatir, tersirat perhatian yang lebih untuk boost nya itu. Siska menemani Alex pergi ke rumah saki perusahaan yang terletak di samping gedung kantor. Dokter pribadi Alex segera mengobati pria itu, dengan hati-hati ia mengeluarkan serpihan kaca yang menancap di tangan Alex, lukanya dibersihkan dan segera mendapatkan jahitan, sesekali Alex meringis menahan sakit saat tangan nya di jahit. "Apa yang kamu lakukan dengan tangan mu?" dokter itu bertanya, nampak kekesalan tergambar di wajah nya. "menurut mu apa kesalahan ku sehingga mereka melakukan ini ?". Alex menatap dokter itu meminta jawaban dan kepastian untuk pertanyaan yang selalu mengganggu pikiran nya. "Kesalahan terbesar mu , adalah ketika kamu terlalu percaya dan terlalu mencintai orang yang tidak pantas untuk di cintai". dokter itu menepuk bahu Alex, keduanya telah lama bersahabat . dokter Eko adalah sahabat Alex yang telah dia bantuan untuk mendapatkan pendidikan sehingga dokter Eko bisa seperti sekarang ini. "Aku masih berharap dia akan kembali untuk ku" "aku tak habis pikir seorang Presdir pemilik PT Internasional , dengan kekayaan yang begitu besar, menjadi pebisnis muda tersukses di Asia.Dengan Semuahal yang kau miliki wanita manapun akan berharap untuk kau kencani". dokter Eko mengangkat bahunya sambil menggelengkan kepalanya. "Tapi kenyataannya nya wanita yang begitu aku cinta pergi meninggalkan ku untuk lelaki lain dan lebih buruk nya lelaki itu sodara sepupuku sendiri". Alex tersenyum sinis seolah menertawakan nasib buruh nya itu. "oh ia aku hampir lupa ,kau masih ingat bayi kecil di pantai asuhan kasih ibu?". dokter Eko mengalihkan topik pembicaraan. "bayi mungil yang cantik itu, sudah 10 tahun aku tak menemuinya,hanya mengirim uang untuk segala kebutuhan nya di pantai". Alex masih mengingat bayi yang jadi anak asuhnya. "aku dengar dia telah tumbuh menjadi wanita yang cantik". "entahlah terakhir kali kami bertemu saat usianya 9 tahun". Alex juga tidak tahu bagaimana keadaan anak itu. "seminggu yang lalu ibu pantai menghubungi ku, dia meminta bantuan". dokter Eko tampak ragu untuk melanjutkan kata-katanya. "apakah ada masalah?". Alex menatap sahabatnya itu,. "ibu pantai minta tolong untuk membiarkan salah satu anak untuk tinggal bersama kita". dokter Eko menjelaskan sambil sesekali tersenyum penuh arti. "jadi kamu akan menampung anak itu?". Alex bertanya kepada sahabat baik nya. "itu dia masalah nya ,kamu tahu sendiri istri ku sangat cerewet,dia juga tidak akan suka ada anak lain selain anak-anak kami tinggal di rumah....". sebelum dokter Eko selesai bicar Alex sudah mengerti arah pembicaraan mereka. "jangan pernah berharap berpikir untuk membuat anak itu tinggal dengan ku!". Alex menegaskan, dokter Eko memohon dengan melipat kedua tangannya, karena pada dasarnya Alex orang yang baik ,pada akhirnya dia setuju untuk menampung anak dari pantai asuhan itu, dokter Eko juga tidak menjelaskan tentang anak yang akan datang itu karena Alex pergi terburu-buru setelah mendapat panggilan telepon dari kantor, seperti nya ada urusan yang begitu mendesak.