
Alex menghampiri istrinya yang sedang dan menunggu di kantin.kedatangan lelaki itu menjadi pusat perhatian orang-orang yang sedang ada di kantin.
"lihat cowok itu ganteng banget!"
"iah ganteng dan keren, pasti orang kaya "
Semua mata tertuju pada sosok Alex yang begitu, tampan dan berwibawa,saat Alex tersenyum membuat orang menjadi tidak karuan.
"sudah pesan makanan?" tanya Alex pada Aurora yang sejak tadi menunggu nya.
"aa tidak marah-marah?"tanya Aurora cemas.
"tidak kan Ra minta aa untuk tidak marah!"Alex tersenyum begitu manis membuat Aurora jadi lega.
Semua orang merasa heran ke ketika Alex duduk dengan Aurora dan memperlakukan wanita itu dengan istimewa.
"Ra masih marah sama aa,gak mau lihat aa?"Alex menatp istrinya dengan seksama.
"gak tau"Aurora membuang muka.
"jangan sampai aa nekat di depan umum...!"sebelum Alex selesai bicara Aurora dengan replek menutup bibir nya dengan tangan.
"ayo berhenti marah atau aa benar-benar akan melakukan nya!"Alex terus mengancam, sampai akhirnya Aurora mengalah.
"iah Ra tidak marah lagi!"dengan wajah cemberut wanita itu menjawab.
"senyumnya mana?masa yang sudah tidak marah cemberut seperti ini!"Alex mencubit pipi istrinya dengan gemas.
"aa jangan sentuh pipi Ra!"Aurora tampak masih marah dan suaminya.
"Ra jangan marah lagi,aa tahu bahwa apa yang aa lakukan memang salah"Alex terus meminta maaf kepada istrinya itu.
"aduh ....!" Aurora meringis dia merasa sakit di perutnya.
"apa yang sakit!"Alex dengan sigap mendekat dan mengelus perut istrinya,dia tidak lagi menyembunyikan perasaan nya.
"aa perut Ra sakit"Aurora tampak meringis menahan rasa sakit.
"nak jangan nakal kasihan ibu..."Alex berbicara dan mencium perut istrinya.
"Ra sudah makan siang?"Alex begitu perhatian.
Aurora menggeleng kan kepala.
Alex segera pergi untuk memesan makanan,
"Bu saya pesan nasi,sayur,sama ikan dua porsi!"Alex memesan beberapa makanan.
"tuan apa kabar sudah lama anda tidak berkunjung"ibu pemilik kantin itu tampak sangat menghormati Alex.
"lama tidak bertemu,ibu apa kabar?"Alex balik bertanya kepada ibu kantin.
"berkat bantuan dari tuan sekarang hidup keluarga kami membaik, anak saya juga kuliah di universitas ini"ibu kantin tampak sangat menghormati Alex.
"bagus kalau begitu! tolong agak cepat saya sudah lapar!"Alex kembali ke meja nya.
Aurora tampak masih belum sehat, wajahnya pucat.
"Ra...kamu pucat, sebaiknya kita pulang!"Alex sangat hawatir.
"nanti sesudah makan baru kita pulang,aa sudah terlanjur pesan makanan"Aurora mencoba untuk tersenyum dia tidak ingin suami nya hawatir.
Tidak lama kemudian makanan telah siap, Alex langsung menyuapi Aurora makan.
"Ra bisa makan sendiri!"Aurora tampak malu karena orang-orang terus melihat mereka.
"jangan membantah,ayo makan"Alex tetap menyuapi Aurora.
Selesai makan Alex menggendong istrinya untuk menuju tempat parkir, kejadian itu menjadi pusat perhatian dan kegaduhan,di universitas.semua orang bertanya hubungan apa yang mereka miliki.
Alex membantu istrinya untuk masuk ke dalam mobil, bahkan tempat duduk Aurora telah di siapkan khusus,agar wanita itu lebih nyaman dan aman.
Saat dalam perjalanan pulang Aurora tertidur pulas, wajah nya tampak sangat kelelahan.
Alex menghubungi seseorang,dia bicar dengan sangat serius.
"cari tahu siapa orang nya, dan beri pelajaran untuk orang yang menghina anak dan istri ku!"perintah Alex pada orang yang dia telpon.
"cepat sembuh,aa sangat merindukan mu!"Alex mengecup kening istrinya.
Alex terus mengelus perut istrinya yang mulai membuncit.
"anak ayah harus kuat,jaga ibu jangan sampai ibu sakit"Alex bicara dengan calon anak nya.
Tiba di rumah Alex langsung membawa istrinya ke kamar untuk istirahat.
Alex merebahkan tubuhnya di samping Aurora yang masih tertidur pulas, karena lelah akhirnya Alex ikut tertidur.
jam tiga sore Aurora terbangun dari tidurnya dia tersenyum bahagia melihat suaminya ada bersamanya.
Aurora pergi ke dapur untuk memasak dia ingin membuat makanan untuk suaminya.saat sedang asik memasak Aurora tiba-tiba merasa mual dia pergi ke kamar mandi,dan muntah.
"nak jangan rewel,ibu mau masak untuk ayah!"Aurora mengelus perutnya.
Aurora kembali ke dapur dan lanjut memasak.
Alex terbangun dari tidurnya dia mencari istrinya.
"Ra kamu di mana?"Alex memanggil istrinya.
"Ra di dapur!"Aurora memberitahu suaminya.
Alex segera ke dapur dan menghampiri istrinya dia langsung sigap membantu, keduanya masak bersama sambil terus bercanda, Alex terus menggoda istrinya.
"sayang perut kamu makin kelihatan besar!"Alex berkomentar.
"terus aku terlihat jelek?"Aurora cemberut.
"kamu terlihat semakin cantik dan menarik!"jawab Alex sambil memeluk istrinya.
"gombal...!"Aurora tersipu malu.
"kamu memang semakin cantik,aku tidak gombal!"Alex mengecup pipi istrinya.
Aurora tiba-tiba merasa mual,dia segera pergi ke kamar mandi di ikuti oleh Alex.
Aurora muntah-muntah wajah nya pucat, membuat Alex merasa hawatir.
"kita ke dokter!"Alex mengajak Aurora pergi ke dokter.
"tidak usah,Ra tidak apa-apa"Aurora menolak.
"kamu yakin tidak apa-apa?"Alex memeluk istrinya.
"tidak apa-apa, mungkin ini karena perubahan hormon"Aurora mencoba untuk menenangkan suaminya.
"sudah berapa lama kamu seperti ini?"Alek sangat cemas.
"satu Minggu terakhir,tapi Ra tidak apa-apa!"Aurora menatap suaminya dan tersenyum.
"pasti sangat melelahkan, maaf sudah membuat kamu sulit!"Alex semakin merasa sayang dengan istrinya itu.
"kenapa aa harus minta maaf, anak ini juga anak Aurora tentunya harus Ra jaga"wanita itu semakin dewasa saja.
"terimakasih, sudah sabar dan kuat untuk anak kita"Alex mengecup kening istrinya.
Aurora merasa sangat bahagia dia merasa ada seseorang yang menjadi tempat nya untuk bersandar di saat dia terjatuh.
"untuk masalah aa dan Gebby,aa dan dia tidak ada hubungan apa-apa,aa menganggap dia seperti adik sendiri tidak lebih!"Alex menjelaskan.
"iah...Ra mengerti"Aurora mencoba untuk memahami, walaupun di hati nya masih ada rasa cemburu pada wanita itu.
Selesai memasak Alex dan Aurora makan bersama.Alex makan begitu lahap dia sangat kangen dengan masakan istrinya, selama seminggu dia tidak bisa makan dengan baik, setiap makanan terasa tidak enak bagi nya.
"aa makan nya pelan-pelan, nanti tersedak!"Aurora mengingatkan suaminya.
"aa benar-benar kangen, makan masakan kamu"Alex tetap asik menyantap makanan yang disajikan oleh istrinya.
Aurora sangat senang karena Alex makan dengan sangat lahap,dan menyukai masakan yang dia sediakan.
"kenapa kamu tersenyum?"Alex heran melihat istrinya tersenyum melihat nya makan.
"Ra senang akhir nya bisa melihat aa makan dengan lahap, melihat aa berada di dekat Ra lagi"Aurora begitu tampak sangat bahagia.