Mr.Cool

Mr.Cool
bab 25 luka hati.



Alex kembali ke rumah setelah menyelesaikan semua masalah,saat tiba di rumah dia sangat terkejut ternyata Gebby anak pak Imam ada di rumah.saat Alex datang wanita itu langsung memeluk Alex di depan semua orang.


"kakak aku rindu!"wanita itu begitu manja pada Alex.


"Gebby! kapan kamu pulang?"Alex tampak terkejut,namun terpancar rasa bahagia dia wajah nya.


"kemarin aku tiba di rumah,tapi kakak tidak ada!"wanita itu terus menempel pada Alex.


karena terlalu pokus pada Gebby, Alex sampai lupa menyapa istrinya yang sejak tadi menunggu kedatangan nya.


Karena Alex asik bicara dengan Gebby,dia lupa untuk menyapa istrinya. Aurora segera kembali ke kamar nya, dengan hati yang terluka, dadanya terasa sakit, sampai tanpa ia sadari air mata telah jatuh membasahi pipinya yang merah.


"jangan menangis!aku harus kuat kasihan anak ini,aku tidak boleh egois mereka sudah lama tidak bertemu wajar kalau mereka ingin melepaskan kerinduan!"Aurora bicara pada dirinya sendiri untuk menguatkan hati nya yang terluka.


Aurora menghapus air mata di pipinya dia beranjak pergi ke rumah kaca, hanya di tempat itu dia merasa lebih baik.


saat berjalan ke rumah kaca Aurora berpapasan dengan seorang pelayan.


"nyonya mau ke mana,anda masih belum sehat kenapa jalan-jalan di luar?"pelayanan itu tampak hawatir.


"saya merasa bosan di kamar terus, saya ingin ke rumah kaca"Aurora menjelaskan.


Rupanya saat Alex tidak di rumah Aurora jatuh sakit, namun dia melarang orang rumah untuk memberi tahu suaminya,dia takut mengganggu pekerjaan Alex.


"kalau begitu ijinkan saya menemani anda!"pelayan itu akhir nya menemani Aurora.


Saat Aurora akan masuk ke rumah kaca dia melihat Alex dan gadis itu berada di sana.


"kita ke kebun buah saja,saya ingin memetik buah segar!"Aurora merubah tujuan nya.


"tapi kebun buah terlalu jauh, dokter sudah menyuruh anda untuk istirahat jangan terlalu lelah!"pelayanan itu mengingatkan.


"tapi saya benar-benar ingin ke sana!"Aurora tetap melanjutkan berjalan menuju taman buah, dengan wajah yang pucat dan menahan sakit.dengan sigap pelayan itu membantu Aurora dia tahu nyonya kecil itu tengah terluka hatinya.


Tiba di taman buah Aurora tampak kelelahan dia terduduk di sebuah bangku.


"nyonya wajah anda sangat pucat sebaiknya kita kembali ke kamar!"pelayanan itu sangat mencemaskan keadaan Aurora.


"biarkan saya di sini sebentar,saya ingin tidur nanti bangunkan saya!"Aurora meringkuk di atas bangku itu.


"nyonya..."pelayanan itu tanpa sadar meneteskan air mata dia dapat merasakan kepedihan yang sedang Aurora rasakan.


"kenapa tuan begitu tega, nyonya kecil terus menunggu kepulangan anda, namun saat kembali anda tidak segera menemui nya, malah asik dengan wanita lain!"pelayanan itu menyelimuti Aurora dengan baju hangat.


Saat Alex dan Gebby sedang asik mengobrol, Alex mendapat telpon dari seseorang.


"kamu sudah kembali?"tanya si penelepon.


"aku baru tiba di rumah, sekarang sedang mengobrol dengan Gebby,kau masih ingat dengan anak pak Imam?"Alex menjelaskan.


"kamu sudah bertemu dengan istri mu?"pertanyaan penelepon seolah menyadarkan Alex.


"ya ampun...aku hampir lupa untuk menemui nya, karena terlalu senang melihat anak ini pulang"Alex menepuk keningnya sendiri, menyadari kesalahannya.


"apa dia sudah membaik?"tanya penelepon mencemaskan.


"siapa?"Alex tampak kebingungan.


"istri mu apa kondisi nya membaik?"tanya penelepon.


"Eko... tolong katakan apa yang terjadi pada dia?"Raut wajah Alex seketika berubah,dia tampak panik.


"apa orang rumah tidak ada yang memberi tahu kamu?"tanya dokter Eko ikut bingung.


"katakan apa yang terjadi?"Alex bertanya sambil berlari menuju tempat istrinya.


"istrimu demam tinggi...namun bodoh nya dia hanya mencemaskan janinnya dia takut terjadi hal buruk pada calon anak kalian,dia tidak memikirkan dirinya sendiri"penjelasan dokter Eko membuat Alex,merasa bersalah dan bodoh.


Alex menutup telponnya dia masuk ke kamar namun istrinya tidak ada di sana.


"Ra...!aa pulang"Alex mencari.


Gebby yang sejak tadi mengikuti Alex merasa begitu bingung karena Alex tiba-tiba sangat panik.


"kamu kembali ke rumah dulu aku ada urusan!"Alex menyuruh wanita itu kembali ke rumah utama.


"dimana istri ku?"Alex bertanya pada pak Imam lewat telepon.


"bukankah nyonya tadi menyambut kedatangan tuan?"jawaban pak Imam semakin membuat Alex merasa bodoh.


"kenapa kamu tidak memberi tahu kalau nyonya sakit?"Alex merasa kecewa.


"nyonya tidak mengijinkan kami untuk memberitahu tuan, dia tidak ingin mengganggu pekerjaan tuan"Alex semakin merasa bersalah.


"segera kerahkan orang untuk mencari,dia tidak berada di kamar!"Alex segera kembali pergi untuk mencari istrinya.


Di taman buah Aurora terbangun dari tidurnya.


"kenapa kamu tidak membangunkan saya?"Aurora bertanya pada pelayanan yang menunggu di dekatnya.


"nyonya sudah bangun? sebaiknya kita kembali ke kamar anda harus istirahat!"pelayan itu mengajak Aurora untuk kembali ke kamar.


"siapa wanita yang bersama suamiku, apa kamu kenal?"Aurora memberanikan diri untuk bertanya.


"itu non Gebby anaknya pak Imam,dia sekolah di luar negeri, sejak kecil dia tumbuh dan dibesarkan di rumah ini"pelayan menjelaskan.


"oh...pantas saja suamiku tampak sangat menyayangi nya" Aurora tersenyum namun hati nya terasa sakit.


"nyonya sebaiknya kita segera kembali, tuan pasti akan mencari anda!"pelayan itu membujuk.


"benarkah dia akan mencari ku?"Aurora bertanya dengan suara bergetar menahan tangis.


"nyonya wajah anda semakin pucat"pelayan itu semakin hawatir.


"panggil kendaraan seperti nya saya tidak akan sanggup untuk berjalan kembali ke kamar"Aurora tampak lemah, dan tidak berdaya.


Pelayanan itu segera menghubungi petugas yang lain untuk meminta di jemput.


kabar keberadaan Aurora telah sampai kepada Alex dengan segera dia menuju kebun buah.


Saat melihat suaminya Aurora mencoba untuk berdiri dan menghampiri suaminya.


"Ra...!"Alex menatap istrinya yang pucat dan tampak sangat sakit.


"aa... sudah pulang?"Aurora mencoba untuk menghampiri suami nya saat tiba-tiba tubuhnya tidak lagi mampu untuk bertahan, wanita itu jatuh tidak sadarkan diri di pelukan suaminya.


"cepat hubungi dokter...!" Alex berteriak dia tampak sangat panik.


Aurora dibawa ke kamar nya,di rebahkan di atas tempat tidur, Alex terus menggenggam tangan istrinya dia begitu takut kehilangan.


Dokter tiba dan segera memeriksa keadaan Aurora.


"Kalau kondisi nya tidak membaik kita harus bawa dia ke rumah saki"dokter menyarankan.


"bagaimana dengan bayinya?"Alex tampak sedih dan kecewa pada dirinya sendiri.


"semoga mereka dapat melewati masa sulit ini"jawaban dokter semakin membuat Alex merasa kecewa pada dirinya sendiri.


Alex mendekat pada istrinya yang terbaring tak berdaya.


"Ra jangan seperti ini,aa takut! jangan menghukum aa seperti ini,Ra boleh marah, boleh melakukan apapun pada aa, tapi jangan menahan penderitaan mu sendiri"Alex menangis, hati nya begitu terluka melihat kondisi wanita yang dia cintai seperti ini.


"nak ini ayah sudah pulang,kamu harus kuat, bantu ibu untuk sembuh"Alex mencium perut istrinya dengan lembut.


sepanjang malam Alex menjaga istrinya dia benar-benar tidak mau meninggalkan Aurora, bahkan untuk makan dia juga menolak.


Sampai malam hari Aurora belum juga sadarkan diri.


Alex memutuskan untuk membawanya Aurora ke rumah saki . saat Alex akan menghubungi pihak rumah saki untuk meminta di kirim Ambulans, tiba-tiba Aurora sadar.


"aa...!"Aurora memanggil suaminya,


"sayang aa di sini,!"Alex menggenggam tangan istrinya.


"jangan sedih Ra dan anak kita baik-baik saja jangan takut" Aurora tersenyum mencoba untuk menguatkan suaminya.