Make You Mine!

Make You Mine!
Kejutan Untuk Alan



Amanda tertegun saat melihat pintu kamar mandi terbuka menampilkan Isa yang juga mematung di tempatnya.


"Kak, aku sudah berusaha bilang pada mereka jika ini bukan gaunku, tapi mereka bersi keras mengenakannya padaku.." Amanda meringis merasa bersalah, dia menyadari mereka salah memakaikannya gaun Isa, tapi tak ada penolakan berarti darinya.


Dalam hati Amanda dia merasa sangat hina, karena ingin mencoba gaun pengantin orang lain, tapi perasaannya tak bisa di bohongi, Amanda begitu ingin mengenakannya, meski dia juga belum berpikir tentang pernikahan tapi melihat gaun impian bukankah hati ingin mencobanya.


"Kau cantik sekali Amy, Astaga.. Alan pasti akan terkesima." Amanda memucat mendengar ucapan Isa.


"Apa maksudmu kak, aku akan melepaskannya dan kau yang harus mengenakannya." Isa mencegah tangan Amanda yang berusaha melepas gaunnya.


"Tidak Amy, gaun ini memang untukmu.."


Amanda tertegun.


"Dan yang akan menjadi pengantin hari ini adalah kau.." Isa menangkup pipi Amanda "Selamat untuk pernikahanmu dan Alan.."


Amanda mengerjapkan matanya dengan linglung otaknya masih berusaha mencerna apa yang di katakan Isa.


Apa katanya tadi..


Pernikahannya dan Alan?.


"Apa maksudmu kak.."


"Kalian akan menikah Amy, bukankah kalian saling mencintai.."


Itu bukan kalimat tanya melainkan Isa baru saja menyatakan jika dia tahu semuanya. "Ya, aku tahu.. Hampir saja aku jantungan melihat kalian berciuman waktu itu, tapi beruntung aku belum melangkah lebih jauh lagi, hingga menyakiti kalian.." Amanda menelan ludahnya kasar.


"Jadi aku sengaja membuat rencana ini, seolah aku dan Alan akan menikah, tapi kami merencanakan untuk pernikahan kejutan untuk kalian."


"Kami..?" Amanda masih merasa pusing dengan kenyataan yang dia dapatkan, jadi dia butuh kepastian, jadi kata 'Kami' yang bermakna ada beberapa orang membuat Amanda penasaran siapa itu.


"Aku Bibi Sofia dan Uncle Barnes.." Amanda memicingkan matanya.


"Kamu seolah tahu apa yang ingin aku katakan."


Isa terkekeh "Karena itu aku peka sejak awal kalau Alan menyukaimu.."


"Itu artinya kamu tahu Uncle bukan keluarga kami.." Isa tertegun, lalu mengangguk.


Isa menghela nafasnya, semoga ini tidak menjadi boomerang untuk Alan suatu hari nanti, bagaimana jika Amanda marah saat tahu pria itu berbohong.


Isa menggenggam tangan Amanda "Apa pun yang Alan lakukan semuanya untuk kebaikan kamu.." Isa ingin mengatakan yang sebenarnya, tapi itu tidak mungkin dia lakukan karena bukan ranahnya.


"Semoga kalian selalu bahagia.." Amanda memeluk Isa.


"Aku tidak tahu harus mengatakan apa, aku tidak menyangka ini terjadi padaku.. Terimakasih kak." Amanda melepas pelukannya "Tapi tunggu, bagaimana perasaanmu pada Alan?"


Isa mengangkat alisnya menunjukan jika tidak ada emosi di dalam dirinya, "Aku hanya berakting di depanmu untuk membuatmu cemburu dan lagi pula aku tak ingin menghabiskan sisa hidupku dengan pria kaku sepertinya.."


"Kamu beruntung Amy, jadi tetaplah bersyukur.. Dan cintai Alan dengan sepenuh hatimu."


Amanda mengangguk "Apa Uncle juga sudah tahu sekarang..?" Isa menyeringai tersenyum.


"Karena itulah ini di sebut pernikahan kejutan untuk Alan."


Amanda tersenyum, kini tak ada lagi beban di hatinya, ternyata mimpi buruknya kehilangan Alan tidak terjadi, dia akan bersama dengan cinta pertamanya, meski pernikahan bukan tujuannya saat ini, tapi menikah dengan Alan adalah salah satu mimpi indahnya, Amanda tidak menyangka akan menikah secepat ini.


"Aku ingin menemui Nenek dan mengucapkan terimakasih.." Amanda menghapus air mata yang tiba- tiba saja menetes, air mata haru dan bahagia.


"Hmm pergilah, tapi jangan sampai ketahuan Alan ya!," Amanda tertawa kecil .


Ya, karena ini kejutan untuk Alan.