Love In Race

Love In Race
Ke Bahrain



Bahrain International Circuit


"Dia benar-benar kepincut sama kamu Raine! Dasar playboy duren tiga Mampang Prapatan!" omel Radhi membuat kembarannya terbahak. Radhi langsung menelpon saudara kembarnya daripada latihan nanti jelek.


"Astaghfirullah Rad! Kok ya bawa-bawa daerah di Jakarta sih?"


"Habis salahkan trio kampret! Bikin terkontaminasi kan aku!" sungut Radhi sebal.


"Kamu tenang saja Radhi sayang, kan aku sudah merencanakan segala sesuatunya."


"Raine, jangan aneh-aneh tapi..."


"Siapa yang aneh-aneh, cukup aneh saja" gelak Raine yang terdengar di telinga Radhi sangat menyebalkan.


Biasanya kalau sudah begini, pasti anak satu itu pakai acara super duper licik!


"Oke. Siapa yang akan datang dari Dubai?" tanya Radhi.


"Mom, Dad, aku, Mas Dam bendungan, Oom Enzo jelas, Oom Direndra karena ada pertemuan dengan raja Al Salman."


"Ngapain? Jodohin Mas Damian?" kekeh Radhi.


"Kayaknya..."


"Baguslah, kelamaan jomblo dia setelah terakhir gegeran dengan Emily kan?" Radhi tahu kehidupan asmara Damian dan model bernama Emily tidak berjalan mulus apalagi tahu gadis itu hanya memanfaatkan nama besar Blair serta berencana menjebak kakaknya itu.


"Kamu sendiri?"


"Aku?" Radhi tertawa. "Kalau cari pacar, jangan di arena balapan! Rata-rata sama seperti Emily. Mereka itu enaknya cuma buat teman tidur, tidak lebih! Bukan tipe yang bisa diajak hidup susah kalau aku sudah tidak menjadi pembalap lagi!"


"Kalau ada gadis yang bikin kamu kebat kebit?"


"Aku maunya tidak bertemu di arena balap, Raine. Sudah cukup banyak melihat mereka seperti apa."


"Semoga kamu menemukan dan mendapatkan gadis yang sesuai kriteria kamu, Rad."


"Aamiin. Maunya sih yang model mommy atau mbak Elane tapi bukan masalah kalau dia tidak tertutup asal attitude nya masuk ke dalam kriteria aku."


"Mbak Elane mah the one and only, Radhi. Punyanya mas Eagle itu" kekeh Raine.


"Ya kan gak bakalan aku tikung juga, yang seperti mbak Elane aku nggak nolak."


Raine tahu kalau Radhi adalah tipe pria yang sama sulitnya untuk didekati macam Damian, Bayu, Eagle, Gasendra dan Ken. Tapi jika sudah jatuh cinta, bisa bucin sebucinnya macam Bayu, Eagle dan Gasendra.


"Kalau kalian datang, kabari ya?" ucap Radhi.


"Ya iyalah Radhi. Sudah latihan dulu sana!"


"Kok tahu aku harus latihan?"


"Background suara kamu, Cumiiii..." jawab Raine gemas membuat Radhi tertawa.


"Oke sis, aku latihan dulu!" pamit Radhi.


"Jangan nabrak!"


"Nggak lah!"


***


Bahrain International Circuit


Waktu pun berlalu, dan akhirnya hari Jumat, rombongan Dubai pun datang. Direndra dan Raana malah langsung ke istana Bahrain untuk bertemu dengan raja Al Salman guna membahas kerjasama bilateral dan urusan lainnya.


Radhi tersenyum lebar melihat Damian datang bersama dengan Raine. Keduanya memakai tag nama khusus jadi bisa masuk ke Paddock bebas.


"Mana Mas Sendra dan Garvita?" tanya Radhi menyambut adik dan kakak sepupu kandungnya.


"Mas Sendra ikut sama Oom Direndra ke Istana Bahrain, Garvita gak jadi ikut karena Lena sakit campak. Jadi kita berdua lah yang datang" jawab Raine.


"Mana tuh si McGregor? Pengen aku sapa?" cengir Damian.


"Paling di paddocknya" sahut Radhi. "Kesana saja."


Damian lalu mencari saudara angkatnya ke Paddock Mercedes meninggalkan Raine bersama dengan Radhi.


"Raine, apa yang kamu rencanakan?"


"Ada deh!" kerling Raine.


"Kamu pasti sudah tahu konsekuensinya kan?"


"Tahu lah. Bagus kalau besok tidak menabrak."


***


Paddock Mercedes Bahrain


Damian mendatangi Paddock Mercedes dan beberapa orang disana mengenali pria tampan itu adalah Emir Blair dari istana Al Azzam.


"Charlie!" panggil Damian ke pria berambut blonde yang sedang mengobrol dengan Adam Brown.


"Damian!" senyum Charles McGregor senang melihat satu-satunya Blair yang tidak pernah memasang wajah judes.


"Apa kabar bro?" sapa Damian sambil memeluk Charles. Damian tidak ada masalah dengan Charles jadi tidak ada rasa kesal secara personal.


"Baik. Datang sama siapa?" Charlie celingukan.


"Sama Raine cuma anak itu lagi di Paddock dengan Radhi."


Mata biru Charlie terbelalak. "Raine ikut?"


"Ikutlah, kan Oom Alaric dan Tante Nura ikut juga."


Brengseeekkk Radhi! Bilangnya Raine nggak datang! Awas kamu!


"Kamu kenapa Charlie?"


Charles menggelengkan kepalanya. "Tidak apa-apa."


Suara pengumuman pihak panitia lomba yang memanggil agar Charles bersiap untuk masuk ke trek untuk memulai latihan.


"Aku harus latihan dulu Dam. So nice to see you." Charlie menepuk bahu Damian sebelum berjalan menuju mobilnya.


"Good luck!" ucap Damian.


Damian tersenyum dan menuju ke Paddock Ferarri sambil membalas sapaan beberapa orang yang bertemu dengannya sepanjang jalan ke tempat dua adik kembarnya.


Charles memasang helmnya dan melihat ke arah Paddock Ferarri dan tampak Raine sedang asyik mengobrol dengan Radhi dan Gerald lalu Damian ikut bergabung. Tampak seperti happy family.


Pria berdarah Skotlandia, Inggris,Turki itu tampak kesal karena Radhi membohonginya hingga saat memacu mobilnya, Charlie sengaja menginjak pedal gas dalam-dalam hingga suara memekikkan telinga terdengar di Paddock Ferarri yang dilewatinya.


Para orang yang berada di Paddock Ferarri hanya menatap kepergian mobil bewarna perak itu sambil menggelengkan kepalanya. "Dasar McGregor!" umpat para teknisi Ferarri yang tidak heran dengan perilaku Charles McGregor yang selalu reseh setiap melewati Paddock Ferarri. Apalagi dengan gegeran antara Radhi dan Charles, semakin menjadi.


"Kayaknya ada yang dongkol deh" kekeh Radhi.


Damian menatap kedua adiknya. "Jangan bilang kalian kumat usilnya?"


"Siapa yang usil?" balas Raine.


Damian hanya melengos. Aku kenal kalian dari lahir, nakalnya kalian bagaimana aku juga tahu!


***


Bahrain International Circuit Race Day


Sekali lagi Radhi menempati pole position di nomor satu, nomor dua ada Kimi Yamashita, ketiga Gerald Ford. Lagi-lagi Charles harus berada di posisi kelima. Sama dengan saat dia balapan di Imola dua Minggu lalu.


Charles melihat Damian dan Raine berada di Paddock Ferarri. Gadis itu memakai Coat warna hijau yang mencolok apalagi balapan di Bahrain dilaksanakan pada malam hari.


Apa Bahrain sebegitu dinginnya sampai kamu memakai mantel begitu? Charles berusaha untuk tidak terpengaruh dengan style Raine tapi warna hijau itu tampak tidak bisa diacuhkan diantara para tim berseragam merah khas Ferarri.


Charles berusaha konsentrasi saat balapan dimulai dan saat lampu hijau menyala, dirinya sedikit terlambat akibat melihat Raine.


Balapan itu masih didominasi oleh Radhi dan Gerald yang berhasil menyalip Kimi dan Charlie kini berada di urutan keempat. Ketika balapan memasuki lap ke dua puluh, Charles sekali lagi melirik ke Paddock Ferarri saat melewati nya dan mata birunya semakin terbelalak melihat dandanan Raine yang berubah total.



Dasar cicitnya Yuna Pratomo


Raine memakai tank top hijau senada dengan mantelnya dan menunjukkan lengan mulusnya membuat Charles kehilangan konsentrasi hingga akhirnya mobilnya mengalami selip dan menabrak tembok pembatas.


BRRAAAKKK!


"Damn it Raine!" teriak Charles kesal karena tidak bisa melanjutkan lombanya.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️