
Dubai Autodrome Usai Resepsi
Charles dan Charlotte hanya menggelengkan kepalanya saat melihat jejeran mobil mewah dan super car yang sudah disiapkan para pengawal anak-anak Dubai.
"Radhi,ini mobil siapa?" tanya Charlotte sambil menatap wajah suaminya.
"Mobil kami. Koleksi dari Daddy, Oom, aku dan para Emir Dubai" jawab Radhi sambil tersenyum.
"Kan aku sudah bilang, aku tidak minta mobil Charles. Koleksiku saja satu showroom dua hanggar" cengir Raine ke Charles yang melongo melihat ada Mercedes classic disana. "Aku itu tinggal tunjuk, sudah beres !"
"Sayang, itu Mercedes siapa?" tanya Charles sambil menunjukkan Mercedes bewarna silver.
Mercedes SLS AMG Wing Door
"SLS? Punya Daddy. Kenapa?" Raine memicingkan matanya. "Tidak dipakai balapan ya, Charles !"
"Tapi...."
"No! Merc nya itu hanya boleh dipakai nyetir santai !" Raine menatap tajam ke arah suaminya.
Radhi dan Charlotte yang berdiri di sebelahnya, hanya tertawa kecil melihat keributan suami istri yang baru beberapa jam lalu usai ijab.
"Rad, kamu pilih mobil mana?" tanya Ken yang menghampiri keempatnya.
"Ferrari SF90 Straddle."
Charles menoleh. "Dasar anak Ferarri !"
"Hei, tetap lah membawa bendera tempat aku bernaung" balas Radhi judes.
"Okeeee... Kalian sudah jadi ipar, ya ampun ! Janganlah bawa-bawa balapan F1 kemari" kekeh Ken melihat sepupu dan iparnya kembali berseteru unfaedah.
"Tetap Ken ! Asalkan di tempat balapan, kerivalan itu wajib !" sahut Radhi.
"Duh sayang mas Bayu tidak ada... Kalian bisa dibuang ke Phantom Zone kalau gelut terus !" kekeh Ken sambil meninggalkan dua pembalap itu bersama dengan pasangannya.
***
"Kamu ambil apa Sean?" tanya Luke yang berdiri bersama Sean, Dante dan Antonio.
"Koenigsegg" jawab Raja Belgia itu.
"Tomat?"
"Lamborghini Aventador" jawab Antonio Bianchi.
"Dante?"
"Bugatti Veyron lah !" cengir suami Leia Bianchi, saudara kembar Luke. "Kamu?"
"Acura NSX lah. Aku kan anak Jepang jadi pakai mobil buatan Jepang" cengir Luke.
"Tapi mesin Acura masih kalah mesin dengan Koenigsegg, Luke. Kecepatan Acura hanya setara dengan Ferrari 348 bahkan kalah cepat dengan Ferarri Radhi SF90" balas Sean.
"Yang penting itu orang dibalik setir. Percuma saja mobilmu cepat tapi kamu payah menyetirnya" jawab Luke kalem.
"Jadi kamu nantangin Luke?" jiwa kompetisi Antonio mulai berkobar.
"Why not? Kita berempat?" tantang Luke.
"Bring it on !"
***
Leia, Blaze dan Nadira melihat keempat pria disana sedang berbicara dengan Gasendra untuk maju balapan duluan, hanya bisa melengos karena keempatnya lupa kalau mereka itu siapa. Para wanita cantik itu sedang berada di Paddock sambil menikmati minum dan makan camilan yang sudah disiapkan para pelayan Emir Dubai.
"Astagaaaa Sean dan Dante itu lupa apa ya kalau mereka itu siapa!" kekeh Nadira melihat keributan di kalangan pria-pria tampan itu.
"Biarin saja. Oh, bagaimana Damian ? Dirinya ditempel terus sama istrinya" ucap Leia sambil mengedikkan dagunya ke arah adiknya yang tampak tidak nyaman dirangkul Reema.
"Leia, jangan ikut campur..." Nadira menatap Leia tajam. "Biarkan Damian menyelesaikan permasalah dengan Reema. Mereka sudah menikah !"
"Tapi tampak Reema berusaha keras diterima di keluarga kita sih" sahut Blaze.
"Lele, tahan emosi kamu..." desis Blaze. "Memang kamu saja yang ingin maju ?"
"Damn it !" umpat Leia kesal.
***
"Astaghfirullah! Itu Alina, tunangannya Dewa ! Kenapa kamu melarang aku mengobrol sih !" hardik Damian kesal ke Reema yang seolah ingin menguasai dirinya seorang diri !
"No Dam, kapan lagi kita bisa berduaan begini" eyel Reema.
"Reema, ini adalah acara keluarga aku ! Dan kamu hanya membuat aku tidak bisa menikmati acara ini ! Kamu juga kenapa tidak bersama dengan keluarga ku yang perempuan ?" Damian menatap tajam ke arah istrinya.
"Dan menerima tatapan tidak suka dari mereka? No, Dam, aku tidak akan mau bersama dengan keluarga kamu yang tidak bisa menerima aku !"
"Mereka tidak bisa menerima kamu karena ulah kamu sendiri ! Sekarang kamu paham kan apa yang kamu perbuat akan mendapatkan hasilnya !"
"Tapi kamu juga salah Dam ! Kamu tidak mau membawa aku berbaur dengan keluarga mu ! Aku itu adalah istri mu !"
"Di atas kertas. ! Sudah, daripada semua keluarga aku melihat kita bertengkar, lebih baik kita pulang saja ! Tidak ada acara balapan!" Damian menyeret tangan Reema untuk masuk ke dalam Range Rover miliknya.
"Dam... Jangan Dam... Aku tidak akan ribut lagu ! Janji !" ucap Reema panik. Jujur dirinya masih ingin disini memperlihatkan bahwa dirinya adalah istri Damian.
"Terlambat Reema, mood ku sudah berantakan !" Damian membuka pintu belakang. "Masuk!"
"Tapi Dam.."
"Aku bilang masuk ya MASUK! Apa perlu aku dorong kamu ?" Mata hijau Damian tampak berkilat marah dan tidak bisa ditawar yang akhirnya membuat Reema masuk ke dalam mobil.
Damian mencari pengawalnya. "Dahir !" teriak pria itu.
"Ya tuanku Emir" jawab Dahir yang bergegas menghampiri Damian.
"Bawa kami pulang ! Kamu yang nyetir !" Damian lalu masuk mobil dan duduk di kursi sebelah pengemudi.
"Baik Tuanku." Dahir pun masuk ke dlama kursi pengemudi dan menstater mobil Damian lalu pergi meninggalkan area balapan.
Semua sepupu Damian hanya bisa melongo melihat kejadian itu.
Radhi menghampiri Dewa dan Alina yang hanya bisa termangu. "Memangnya mas Dam kenapa mas Dewa?"
"Tadi Damian mengobrol dengan aku dan Alina tapi aku harus menerima telepon dari Jakarta. Damian lanjut ngobrol bersama Alina tapi Reema kayaknya nggak suka. Dikira Damian ada apa-apa padahal Damian bertanya soal aku dan Alina." Dewa menatap semua orang di sana.
"Damian nggak ngapa-ngapain, cuma tadi dia bilang salut sama aku bisa bikin mas Dewa tobat jadi playboy..." Alina tampak merasa bersalah karena membuat Reema salah paham.
"Jangan merasa bersalah, Lina. Reema memang begitu" ucap Raine sambil menggenggam tangan Alina.
Alina hanya tersenyum dengan wajah tidak enak membuat keributan. "Maaf ya mas, mbak..." ucap guru TK itu.
"Bukan salah kamu. Reema saja yang terlalu paranoid" ucap Leia.
Radhi dan Raine saling berpandangan. Si kembar memiliki pemikiran yang sama.
Tidak lama lagi pasti Damian akan berpisah dengan Reema tanpa harus menunggu tiga bulan.
Setelah keributan kecil itu, acara balapan pun dilanjutkan namun Leia dan Blaze sudah tidak mood menyetir. Mereka hanya memilih menikmati acara balapan para suami dan saudara - saudara mereka.
***
Visual Dewa anaknya Pak Bagas Hadiyanto dan Bu Safira Pratomo bersama dengan pawangnya.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️