Love In Race

Love In Race
Si Gedhe Ambeg



Catalunya Spanyol


Radhi menendang cooler tempat minuman disimpan karena dirinya harus puas finish di nomor empat hanya gara-gara kesalahan bodoh di bagian rem yang membuatnya harus berjibaku dengan mobil setengah rusak.


Dan kali ini, Charles McGregor naik podium menjadi juara Spanyol sedangkan rekannya Gerald Ford menjadi juara kedua. Jean Dupont hanya menggelengkan kepalanya melihat pembalap nya ngamuk.


Setidaknya yang rusak cooler yang harganya hanya 1/8 helmnya Radhi.


Charlotte yang datang menemani Radhi, tampak sedikit terkejut melihat sisi lain dari calon suaminya yang ternyata juga sama temperamental dengan kakaknya.


"Radhi..." panggil Charlotte lembut membuat pria yang sedang marah-marah dengan berbagai bahasa itu menoleh.


"C..."


Charlotte menghampiri pria yang hendak menikah dengannya dua Minggu lagi. "Jangan marah-marah. Tidak apa-apa kamu nomor empat tapi kan namamu masih diatas kak Charles. Kamu masih dapat poin kok."


Usai acara pernikahan Damian dan Reema, keluarga McGregor datang secara resmi ke istana Al Azzam untuk saling melamar anak mereka. Para orang tua hanya bisa tertawa melihat acara lamaran yang paling Membagongkan dan sepakat untuk mengadakan acara pernikahan di bulan Februari saat balapan ada waktu kosong.


"C... Aku paling tidak suka jika aku keluar dari tiga besar ! Dan sudah pasti kakakmu yang menyebalkan itu bakalan meledekku habis-habisan!"


Charlotte memegang wajah Radhi. "Jika kakakku berani meledek mu, aku sendiri yang akan menghajar nya."


Radhi menatap mata biru Charlotte yang membuatnya jatuh cinta dengan gadis itu. "Apa kamu yakin?"


"Positive!"


Radhi mencium pipi Charlotte. "Terimakasih selalu mendukung ku."


"Hei, lagian kalau kakakku macam-macam, aku beberkan aibnya."


"Apa itu?" tanya Radhi penasaran.


"Aib yang bisa membuat kamu mengejek kak Charles seumur hidup." Charlotte tersenyum penuh rahasia.


***


Paddock Tim Mercedes McLaren


"Jadi kamu juara? Radhi nomor empat?" tanya Raine melalui panggilan video. Berbeda dengan Charlotte yang memang ada pekerjaan di Spanyol, Raine tidak datang menemani Charles karena harus menyelesaikan beberapa pekerjaannya sebelum menikah dengan Charles.


"Akhirnya aku naik podium, sayang. Sesumbar Radhi yang bilang aku tidak bakalan naik podium, tidak terbukti!" Charles tertawa durjana membuat Adam Brown melengos.


Entah apa yang akan terjadi jika mereka berempat sudah benar-benar menikah. Kekacauan bakalan makin maksimal! Tiba-tiba Adam Brown merasa pening sebelum waktunya.


"Jangan belagu di depannya Radhi kalau tidak mau ada perkelahian antar calon ipar !" tegur Raine.


"Tapi seru lho Raine..."


"Kalau kamu seperti itu, aku batal datang ke Monaco !"


Charles melongo. "Jangan dong Raine... Aku sudah dua Minggu tidak bertemu kamu."


"Ya sudah, jangan bikin perkara!" balas Raine judes membuat Adam Brown cekikikan karena Charles bisa bertekuk lutut dengan gadis berwajah dingin itu.


"Iya sayang. Oh kamu ke Monaco mau jalan-jalan kemana saja?" senyum Charles berusaha menaikkan mood Raine.


"Kamu kan yang hapal. Aku kan turis" cengir Raine.


"Baik princess. Nanti kita jalan-jalan dan shopping. Siapkan kartu hitam mu Raine."


"Why? Apakah kamu tidak memiliki kartu hitam?" goda Raine.


"Jaga-jaga kalau kamu membuat aku bangkrut..." jawab Charles dengan wajah memelas.


Raine terbahak. "Dengar McGregor, aku bukan tipe tukang morotin."


"I know. Aku hanya mencegah jika kartuku tidak bisa digesek."


***


Panitia balapan Catalunya Spanyol tampak bingung ketika Charles tidak meminum champagne yang dia semprotkan usai mendapatkan piala karena tidak seperti biasanya. Charles dalam wawancaranya menyatakan dirinya mulai menjauhi alkohol sedikit demi sedikit.


"Kapan rencananya anda akan menikah dengan Miss Blair?"


"Insyaallah February bulan depan disaat acara balapan ada jeda cukup lama."


"Dimana acaranya?" tanya wartawan yang lain.


"Dubai. Kami berencana double wedding, saya dengan Raine, adik saya Charlotte dengan Radhi" jawab Charles sambil tersenyum.


"Apakah kalian akan terus bersaing?"


"Hei, meskipun kami menjadi keluarga, soal balapan itu beda lagi. Saya dan Radhi boleh dibilang rival abadi di balapan tapi diluar sirkuit, kami akur lah!" jawab Charles dengan percaya diri.


***


Sementara itu di Paddock Ferarri


"Akur ? Akur ? Akur dari Monas!" umpat Radhi yang menyaksikan press conference Charles McGregor melalui layar tv di Paddock Ferarri.


Charlotte hanya memegang pelipisnya. Ternyata Tante Nura benar, Radhi kalau sudah keluar Gedhe ambeg nya, macam anak kecil. Charlotte jadi teringat usai acara lamaran.


Flashback Usai lamaran


"Kamu harus siap lho Charlotte menghadapi Gedhe ambegnya Radhi. Dia kalau sudah marah, persis Daddynya yang bisa macam anak kecil. Padahal Radhi bukan anak bontot" ucap Nura saat berkesempatan mengobrol dengan calon menantunya.


"Memang Radhi kalau sudah ngambeg, lama ya Tante?" tanya Charlotte.


"Lumayan tapi Tante kasih tahu, jangan kamu ajak berantem pasti jauh lebih lama. Kalau dia keluar kepala batunya, ngambeknya, kamu elus-elus bahu atau punggungnya. Nanti kan dia bakalan tenang. Kalau daddynya elus belakang lehernya" senyum Nura yang sudah hapal bagaimana suami dan anak-anaknya.


"Jadi istri dan ibu itu berat ya Tante?"


Nura tertawa kecil. "Well, Tante menjadi orang paling dewasa sendiri kalau ketiganya sedang ribut tidak jelas. Apalagi saat Oom Alaric dan Radhi rebutan Tante. Tapi sekarang kan ada kamu, jadi Radhi nggak gegeran sama Daddynya."


Flashback End


Charlotte menyentuh punggung Radhi yang masih mengenakan suit balapannya meskipun meninggalkan kaos lengan panjang tahan apinya. Gadis itu mengelus punggung tunangannya pelan dan benar kata Nura, Radhi lalu menoleh ke arah Charlotte sambil tersenyum.



"Sudah ya, jangan ngomel-ngomel. Malah kerutan lho nanti" senyum Charlotte.


Radhi mencium pipi Charlotte sekilas membuat gadis itu terkejut karena pria itu langsung berubah emosinya.


"Thanks C... Aku senang kamu ada di sampingku." Radhi merangkul pinggang Charlotte.


"Always Radhi."


"Oh, bagaimana kalau kamu setelah menikah tinggal di Dubai, bersama dengan mommy dan Daddy."


"Aku tidak ikut bersamamu?"


"Kata bang Ale, kamu akan dipindahkan ke Dubai. Tahu sendiri kan mafia spidol itu tidak ingin kehilangan manager kreatif nya jadi kamu diletakkan di Morr Dubai."


Sejujurnya Charlotte ingin selalu ikut kemana Radhi pergi tapi dia juga menyukai pekerjaannya.


"Tapi aku ingin ikut bersama kamu Rad..." ucap Charlotte. "Hanya saja aku juga suka pekerjaan aku..."


Radhi mencium pelipisnya. "Kita pikirkan bagaimana baiknya nanti. Oke?"


Charlotte mengangguk sambil memeluk pinggang Radhi.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaaa gaeeesss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️