Love In Race

Love In Race
Bersiap Menghadapi The Blairs



Istana Al Jordan Dubai UAE


Charles dan Adam Brown pun akhirnya berpamitan dengan keluarga besar Al Jordan untuk kembali ke hotel mereka karena besok masih ada acara sesi latihan lagi.


Raine hanya menatap dingin ke arah Charles yang datang menghampiri dirinya untuk berpamitan. Pria bermata biru itu tersenyum manis ke dirinya.


"Raine, besok bisa datang ke acara latihan?" tanya Charles.


"Besok masih Jumat, McGregor! Aku masih bekerja."


"Please, itu kan perusahaan keluarga kamu. Kabur sebentar lah..." rayu Charles.


"Kamu itu..." Raine mendekati Charles dan mendongakkan wajahnya karena dirinya kalah tinggi. "Minta aku hajar? Meskipun itu perusahaan keluarga aku, bukan berarti aku bisa kabur - kabur seenaknya! Aku sudah terlalu banyak pergi dan aku harus menggantikan jam yang aku tinggalkan pergi melihat perlombaan Radhi."


"Dan perlombaan aku..." potong Charles.


"Aku hanya melihat Radhi, bukan kamu, McGregor" balas Raine cepat.


"Kalian, kalau mau gelut, sekarang saja!" goda Gasendra sambil memeluk pinggang Gemma, istrinya.


"Maunya..." jawab Raine sambil menyeringai yang dibalas Charles dengan menyipitkan matanya ke gadis cantik itu.


"Seriously kalian berdua itu..." kekeh Sean. "Charles, hadapi pawangnya dulu. Di keluarga Zee, kamu harus bisa menghadapi pawang yang berhak."


"I will. Besok aku akan ke Al Azzam!" ucap Charles tegas. "Aku akan mengatakan pada Damian untuk mengundang aku makan malam."


Raine hanya tersenyum smirk. "Go ahead. Datang saja ke istanaku."


Charles pun mengangguk puas. "Aku pulang dulu. Assalamualaikum semuanya."


"Wa'alaikum salam."


***


Autodrome Circuit Dubai UAE


Radhi mendatangi Paddock Mercedes dengan wajah kesal dan semua kru menatap salah satu Emir yang juga pembalap Ferrari itu dengan tatapan kepo. Charles yang baru saja mengenakan baju balapnya, terkejut melihat Radhi sudah berdiri disana.


"Blair..." senyum Charles.


"Apa maksud kamu, McGregor?" hardik Radhi tanpa tendensi bersahabat.


"Apa maksud... Aku tidak paham Blair."


"Jangan pura-pura kamu! Apa maksud kamu meminta mas Damian mengundang kamu makan malam ke istana Al Azzam? Apa kamu sedang mencari muka untuk Raine? Kamu mencari sekutu?" Wajah Radhi tampak gusar. "Jangan dikira aku tidak tahu kamu semalam ke Al Jordan!"


"Aku ke Al Jordan karena diundang King Sean of Léopold! Bukan oleh Gasendra atau pun Ken! Apa aku harus menolak undangan dari raja Belgia?" jawab Charles sinis.


"Dan kamu sekarang meminta undangan dari Mas Damian? Nice move McGregor!"


"Hei, apapun akan aku lakukan untuk mendapatkan adikmu, Blair!"


Kedua pembalap itu tampak hendak berkelahi jika Adam Brown dan Jean Dupont tidak datang. Jean bersama Gerald pun menyeret Radhi untuk kembali ke Paddock Ferarri sedangkan Charles ditahan oleh Adam Brown.


"Charlie, cool. Kamu nanti hendak bertemu dengan keluarga Raine. Jangan memberikan kesan jelek... Okay?" bujuk Adam.


"Radhi yang mulai!" bentak Charles.


"Iya tapi jika kamu mendapatkan restu mendekati Raine, dia akan menjadi iparmu! Sebelum kamu mendapatkan restu itu, bersabarlah!" ucap Adam sambil menepuk bahu Charles. "Toh kalau memang Raine jodoh kamu, kamu akan tinggal bersama Raine di London, Radhi di Dubai. Tidak mungkin kan kamu tinggal di Dubai karena semua aset McGregor milikmu ada di Inggris dan Skotlandia."


Charles hanya terdiam memikirkan ucapan manager sekaligus pelatihnya yang juga orang kepercayaannya. Pria bermata biru itu pun mengangguk membenarkan ucapan Adam. Iya ya, kan nanti kalau aku menikah dengan Raine, tidak akan tinggal satu kota dan negara dengan Radhi.


"Kamu benar Adam. Raine pasti ikut aku dan jika aku pensiun dari balapan, pasti aku kembali ke London atau ke Glasgow atau bisa ke Edinburgh dimana perusahaan keluarga Raine punya kantor disana. Bukankah Jayde Neville salah satu sepupu Raine? Dia kan akuntan PRC Group Inggris yang berpusat di Manchester. Benar tidak?" tanya Charles.


"Mereka memang gila circle nya" gumam Charles.


"Charlie, kamu tahu sendiri kan keluarga mereka bagaimana. Kebetulan saja Jayde dan Inggrid sudah pacaran lama..."


"Hhhmmmm." Charles menatap layar monitor yang memperlihatkan Radhi sedang memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. "Gila tuh bocah! Masih saja bisa manuver meskipun emosi!"


"Ayo, kalahkan Radhi tapi aku minta jangan taruhan!! Kamu sering payah kalau soal berjudi!" kekeh Adam.


"Makanya pas kita ke Las Vegas, aku banyak kalah ya di mesin jackpot" senyum Charles yang habis nyaris $15,000 hanya karena iseng berjudi. "Aku memang ditakdirkan harus hidup lurus. Mencoba barang haram dikit, langsung kehilangan banyak."


"Memang Tuhan sudah kasih lihat kamu, McGregor... Kamu memang cicit Duncan McGregor yang penjudi alami tapi kamu ditakdirkan untuk jadi pria baik - baik. Yang tidak boleh melawan sepuluh perintah Tuhan." Adam menatap serius ke Charles.


Charles tersenyum. "Thanks Adam. You're the best!" ucap Charles sambil menepuk punggung Adam.


"Aku mengenal kamu sejak kamu masih merintis karier di formula satu jadi aku cukup paham kamu bagaimana." Adam membalas Charles dengan tepukan di bahu. "Buktikan bahwa kamu adalah seorang McGregor! Kalau memang waktunya kalian merger kembali, aku rasa ini saatnya. Dan aku yakin, Duncan McGregor akan merasa senang di alam sana melihat dua keluarga menjadi satu."


Charles mengangguk.


***


Ruang Kerja Damian Blair.


"Kamu mengundang Charles McGregor makan malam? Nanti malam?" Alaric menatap keponakannya dengan tatapan sebal.


"Lha apa salahnya Oom Al. Kan masih Keluarga? Mumpung Charles disini juga" jawab Damian kalem.


"Iya tapi keluarga jaaaaauuuuuuuhhhhh sampai Ujung Kulon!" balas Alaric judes membuat Damian terbahak.


"Badak dong!" gelak Damian.


"Kan dia memang muka badak!" sahut Alaric seenaknya.


"Oom, dia tampak nya serius ngejar Raine. Makanya aku sengaja mengundangnya untuk tahu seberapa jauh seriusnya Charles ke Raine" senyum Damian.


"Asal kamu sudah berjaga-jaga saja supaya tidak ada gelut antara Radhi dan Charles!"


"Well, aku tinggal semprot fire extinguisher kan bubar berantemnya nanti."


"Kok Oom langsung kebayang whipped cream ya?"


Damian menggelengkan kepalanya mendengar ucapan ngaco Alaric.


"Dam, kamu sendiri bagaimana? Kasus Reema?" tanya Alaric yang sebenarnya tidak setuju jika keponakannya harus menikahi Reema hanya karena pernikahan bisnis.


"Mau gimana Oom. Damian harus melakukannya meskipun tidak mencintai Reema sama sekali." Damian menatap sendu ke Alaric.


"Dam, Oom tahu kamu simalakama tapi Oom minta padamu satu hal. Sebencinya, setidak sukanya kamu dengan Reema, jangan sekali-kali kamu main tangan semarah apapun kamu. Pantang bagi seorang pria main tangan. Oom bilang begini karena tahu kamu sama panasan nya dengan Bayu, Radeva dan Radhi karena kalian Keturunan Blair dan Giandra. Jika memang kamu tidak bisa melanjutkan, kembalikan Reema ke orang tuanya baik-baik." Alaric memandang Damian serius. "Dan jika dalam perjalanannya kamu bisa mencintai Reema, berarti dia memang jodoh kamu yang harus melewati jalan berliku sebelumnya."


Damian terdiam sembari menatap Alaric.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️