
Silverstone Circuit Inggris
Radhi sudah siap dengan semua pelengkapnya untuk memulai sesi latihan pagi ini. Jadwal hari ini memang milik Ferrari yang melakukan latihan. Radhi dan Gerald menunggu kesiapan para teknisi untuk menyiapkan mobil-mobil mereka.
"Rad, sudah dengar?" tanya salah satu teknisi.
"Dengar apa?" balas Radhi yang sedang mensetting helmnya. Di tim Ferrari, Radhi memang terbiasa dipanggil nama depan atau belakang tanpa embel-embel Mr atau Emir.
"Kemarin Charles McGregor selip beberapa kali saat latihan!"
Radhi menaikkan sebelah alisnya. "Selip? McGregor? Di Silverstone? Really? Bukankah ini daerah jajahannya?"
"Serius! Para teknisi Mercedes cerita bahkan helm McGregor pecah lagi kena lempar."
Radhi tersenyum smirk. "Lagi PMS dia!" ucapnya asal membuat para kru Disana tertawa.
"Kok bisa McGregor selip Tom?" tanya Gerald yang bingung karena balapan tahun lalu, Charles McGregor juara disini. "Waktu Mercedes latihan tidak pas hujan kan?" Gerald sangat hapal cuaca Inggris sangat Membagongkan.
"Sama sekali tidak hujan, cerah, terang benderang tapi awan mendung hanya ada diatas kepala Charles McGregor. Gelap" ucap Tom. "Itu orang Mercedes yang bilang."
Radhi hanya tertawa kecil mendengar ucapan teknisi nya. "Justru itu merupakan keuntungan tersendiri buat kita. Semoga PMS nya si McGregor berkelanjutan hingga hari H perlombaan."
"Kamu benar Radhi. Semoga PMS terus. Oh ngomong-ngomong adikmu datang?" tanya Gerald.
"Nope, Raine banyak kerjaan di kantor apalagi dia bertanggung jawab atas keuangan yayasan dan sekolah Tante Raana" jawab Radhi sambil memakai helmnya karena mobilnya sudah siap.
"Mungkin karena itu Rad, si Charles McGregor jadi PMS karena tidak ada adikmu" celetuk Gerald.
"Mungkin ya... Raine memang keren, bikin seorang McGregor selip! Hahaha..." Radhi tertawa jahil.
***
Apartemen Charles McGregor di Area Bond Street
Charles berjalan mondar-mandir di apartemennya merasa kesal karena sesi latihan kemarin adalah sesi terburuknya. Bisa bisanya dia mengalami selip bolak balik hanya gara-gara yang di otaknya nama Raine Blair yang tidak akan datang ke Silverstone.
"Benar-benar pesona Blair itu mengacaukan semuanya!" umpat Charles.
Dirinya teringat cerita Grandpa nya bahwa Duncan McGregor lebih sayang ke Edward dan Stephen Blair dibandingkan Mario dan Mike yang notabene adalah anak kandungnya. Namun setelahnya mereka bisa rekonsiliasi dengan baik tapi semua orang tahu, Edward Blair adalah pria yang charming dan hanya Yuna Pratomo yang tidak mudah jatuh dalam pesona nya.
Edward lah yang harus jatuh bangun mendapatkan cinta Yuna Pratomo. Dan sekarang keturunannya menuruni hal tersebut. Gen Blair dan Pratomo bertemu dengan gen Giandra ... Double kill!
Charles McGregor sudah mempelajari silsilah keluarga Raine dan memang rata-rata semua sepupunya memiliki fisik yang paripurna dengan kepribadian yang bagus, dikenal tangguh dan tidak mudah diintimidasi. Tak heran jika bisnis keluarga besar mereka semakin berkembang di tangan generasi kelima dan keenam.
Mental mereka memang bagus ! Charles teringat dengan Feud antara dirinya dan Radhi. Dia tahu Radhi sudah lama ingin menghajarnya tapi pria itu mampu menahannya agar Charles tahu alasan dia marah besar padanya. Dan setelah dia tahu, Radhi tidak tanggung - tanggung langsung menghajarnya secara fisik.
Charles memutuskan untuk keluar dari apartemennya dan berjalan - jalan mencari udara segar. Dan dirinya melihat bahwa akan ada London Fashion Week setelah perlombaan Formula Satu.
"Kok Charlotte tidak cerita apa-apa kalau ada London Fashion Week?" gumam Charles.
Charles memiliki seorang adik perempuan yang sebaya dengan Radhi dan Raine Blair. Charlotte berprofesi sebagai salah satu asisten desainer dari rumah mode Morr setelah sebelumnya dia bekerja di Burberry.
Charles lalu memanggil taksi untuk menuju rumah Butik Morr guna mencari adiknya.
***
Seorang gadis dengan rambut hitam lebat tergerai tampak sedang sibuk memberikan pengarahan kepada para pegawai yang tampak serius mengepak banyak pakaian ke dalam kardus khusus.
"Signor Moretti akan datang besok dari Turin bersama dengan Signora Park - Moretti jadi kita harus siap di venue fashion week sebelum acara dimulai" ucap gadis itu.
Suara bel tanda pintu butik terbuka, membuat gadis itu menoleh dan tersenyum melihat siapa yang datang.
"Charles..." senyum gadis itu sambil menyambut pria berambut pirang itu. Sepintas mereka seperti bukan kakak beradik karena warna rambutnya tapi jika diteliti lagi, warna mata keduanya sama-sama biru dan wajah mereka mirip.
"Halo, Lottie. Apa kabar?" sapa Charles sambil memeluk dan mencium pipi adiknya.
"I hate that nickname!" sungut Charlotte McGregor.
"Hei, grandma yang kasih..."
"Tapi aku nggak suka!"
"Ya sudah, C... Kok nggak bilang kalau ada acara London Fashion Week?" tanya Charles.
"Lha kamu kan sibuk latihan balapan."
"Apa kamu akan datang besok ke Silverstone?"
Charlotte menggelengkan kepalanya. "Sorry big brother, aku sibuk banget! Lihat, pekerjaan aku menumpuk seperti ini padahal acara London Fashion Week Minggu depan tapi aku sudah harus prepare sekarang. Mana boss aku main minggat ke Milan!" gerutu Charlotte. "Aku yang kelimpungan."
"Siapa? Raffa Moretti?"
"Bukan, Signor Raffa sudah menetap di Los Angeles. Agnes Tracy! Aku sudah bilang ke Signora Clarissa Moretti tapi dia kan sedang berbulan madu. Sebal aku sama si Agnes!"
"Benar itu Mr McGregor. Agnes memang menyebalkan!" sambung salah satu pegawai Disana. "Kami yang kerja keras tapi dia yang mendapatkan nama. Bagaikan film the Devil Wears Prada!"
Charles tersenyum. "Ada kalanya kalian gunakan kekuatan CCTV untuk bukti. Atau rekaman ponsel."
"Sudah big bro, dan aku sudah menyiapkan semuanya. Tunggu tanggal mainnya agar Signor Alessandro Moretti tahu bahwa Morr London krisis kepercayaan pasca Signora Clarissa cuti tiga bulan." Charlotte tersenyum licik.
"Itu baru namanya kamu memang keturunan McGregor!" puji Charles.
***
Introducing Charlotte McGregor
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️