
London Fashion Week Venue
"Apakah hanya ini saja, Radhi?" tanya Charlotte. "Tidak ada suit lainnya?"
"Tidak hanya ini saja."
"Baik. Nanti kami kirimkan ke anda" senyum Charlotte.
"Bisakah kamu menyerahkan pekerjaan packing ke asisten mu? Aku harus menyelamatkan adikku dari kakakmu!" Radhi menatap Charlotte serius.
"Memangnya apa yang membuat kamu khawatir akan Raine?" tanya gadis bermata biru itu sambil tersenyum.
"Kakakmu mengajak ke penghulu!" ujar Radhi asal membuat Charlotte tertawa.
"Radhi, kakakku adalah orang yang tidak suka berkomitmen. Itulah mengapa dia masih single sampai sekarang."
Radhi semakin mendelik. "Dia memilih kumpul kebo?"
"Bukan begitu tapi kalau yang selalu dia bilang, belum menemukan wanita yang cocok."
"Hah! Dasar kakakmu satu itu ya!" gerutu Radhi. "Ayo, sekarang kita susul mereka!" Pria itu langsung berbalik melangkah lebar-lebar membuat Charlotte terkejut.
"Radhi?"
"Ayo! Berapa lama naik mobil?"
"Kita tidak perlu naik mobil. Hanya jalan kaki saja" senyum Charlotte.
"Memangnya tempatnya dimana?" tanya Radhi bingung.
"Hanya beberapa blok dari sini. Sepuluh menit sampai jika memakai sepatu sneaker tapi kalau memakai sepatu seperti yang aku pakai, 15 menit." Charlotte memperlihatkan sepatu high heels nya.
"Ada sandal jepit?" tanya Radhi.
"Excuse me?"
"Flip flop? Sandals? Crocs? Slippers?"
Charlotte menunjukkan sepatu Skechers nya.
"Ganti itu! Aku harus segera ke tempat Raine."
Charlotte melepaskan high heels Giuseppe Zanotti nya dan menggantinya dengan sepatu Skechers nya meskipun tidak matching dengan gaunnya.
"Miss McGregor, nanti kami simpan kok. Anda selesaikan urusan anda dengan Mr Blair" ucap salah satu rekan kerjanya.
"Thanks. Mari Radhi." Charlotte lalu berjalan bersama dengan pria bertinggi 180cm itu.
***
Restauran Maharaj London
Raine menatap malas ke arah Charles yang masih menikmati roti canai dengan kari apalagi ditambah dengan teh tarik yang kedua. Gadis itu baru tahu kalau pria saingan kembaran nya itu sangat maruk kalau makan.
"Kamu itu doyan makan atau karena cacingan?" tanya Raine judes.
"Look Raine, aku selalu makan pola diet dan aku yakin Radhi pun sama! Jadi apa salahnya kalau aku melupakan diet satu hari saja, apalagi ditemani oleh seorang gadis cantik. Nikmat mana yang kamu dusta kan?" senyum Charles.
Raine hanya menanggapi ucapan Charles dengan wajah datar. "Womanizer."
"I was. Sekarang sudah tobat."
Raine memicingkan matanya. "Really?" dengan nada mengejek.
"True. Sejak aku melihat kamu, auto tertarik dan auto tobat! Tapi dua tahun ini aku tidak pernah berhubungan dengan siapapun jadi tobatku sudah lama ya?"
Raine tertawa kecil. "Melihat aku? Why?"
"Well, dengar Raine. Terlepas kamu sama menyebalkan nya dengan Radhi, tapi kamu itu jenis kelaminnya perempuan jadi wajar kan kalau aku yang testosteron suka dengan kamu yang estrogen."
Raine melongo dan setelahnya terbahak. "What the f*** are you saying? Apa hubungannya dengan hormon?"
"Dengar Raine, sepertinya dua hormon kita itu saling ada hukum tarik menarik. Aku tertarik padamu..."
"Dan aku menolak kamu... Bagaimana?"
Charles cemberut. "Kan kita baru sekedar ngobrol, berdebat dan makan bersama... Damn!"
Raine melihat wajah Charles berubah saat melihat sesuatu atau seseorang di belakang dirinya. Reflek gadis itu pun menoleh ke belakang dan tampak Radhi datang bersama dengan Charlotte, adik Charles.
Here comes trouble... Raine tersenyum senang.
***
"McGregor..."
"Blair..."
"Kalian mau duel? Aku ambilkan pistol dulu di rumah Mas Eagle gimana?" goda Raine membuat Charlotte tertawa.
"Duel? Macam jaman dulu saja Raine" kekeh Charlotte.
"Habis, aku gemas mereka ribut di meja makan" jawab Raine sebal. "Ohya Charlotte, yang tadi itu siapa? Yang dipukul oleh Radhi."
"Oh, mantan pegawai Morr. Signora Clarissa kan sedang honeymoon selama tiga bulan usai menikah apalagi belum pernah mengambil cuti besar. Keadaan ini dimanfaatkan oleh Agnes Tracy yang merasa jabatannya sebagai manajer jadi bisa seenaknya sendiri. Padahal dia sudah beberapa kali berbuat kesalahan tapi masih dipertahankan oleh Signora Clarissa."
"Tumben mbak Cla nggak tegas" gumam Raine.
"Sebenarnya Signora Clarissa sudah beberapa kali ingin memecat nya tapi para klien suka dengan Agnes..."
"Klien pria?" sindir Radhi.
"Of course" senyum Charlotte.
"Pasti servicenya memuaskan kan?" cengir Raine.
Charlotte hanya tersenyum penuh arti.
"Kalau kamu, bagaimana Raine? Kira-kira... Addduuuhhh!" Charles memegang tulang keringnya yang ditendang dengan keras oleh Raine.
"Lama-lama aku lakban mulut kamu!" desis Raine.
"Kamu ngomong kurang ajar lagi pada adikku, aku hajar kau!" ancam Radhi dengan mata berkilat marah.
"Ya ampun, Blair. Aku hanya menggoda adikmu..." ucap Charles sambil meringis. "Kamu tendang aku pakai apa sih?"
"Sepatuku yang paling cantik di dunia" jawab Raine cuek sambil menunjukkan sepatu boot Dior nya.
Radhi terbahak melihat sepatu yang digunakan adiknya dan tidak heran Charles merasakan kesakitan di tulang keringnya.
Christian Dior Boot
"Kamu baru ditendang saja sudah kesakitan. Belum pernah merasakan dibanting oleh Raine" gelak Radhi.
"Dibanting?" tanya Charlotte.
"Raine bisa judo dan krav maga."
Charles dan Charlotte McGregor melongo. "What?"
***
Charles menatap wajah Raine yang tidak menunjukkan bahwa dirinya memiliki kemampuan bela diri yang aduhai itu. Rasanya tidak percaya kalau wajah cantik imut jutek itu bisa bela diri yang bisa membuat patah leher lawannya.
Charles juga memperhatikan bagaimana Radhi dan Charlotte banyak membahas soal fashion yang juga ditimpali oleh Raine. Charles mengakui wawasan si kembar itu memang luas bahkan Charlotte pun semakin asyik membuat dirinya seolah kasat mata macam Casper.
"Jadi koleksi Morr musim ini lebih menekankan warna abu-abu dan navy?" tanya Radhi.
"Iya. Signora Alessandro Moretti ingin kembali ke warna dingin dan misterius. Apalagi tadi kan anda sudah melihat desain terbarunya kan?" jawab Charlotte.
"Tapi dua warna dasar itu memang timeless. Apalagi kita tahu desainnya bang Ale lebih banyak ditekankan garis dan potongan tegas macam orangnya..." timpal Raine.
"Tapi kalau yang buat wanita, itu murni desain dari Signora Clarissa dan Signora Sakura Park" jawab Charlotte.
Melihat ketiga orang itu tampak asyik mengobrol, Charles pun mendapatkan ide gila tapi harus dicoba.
Bagaimana jika Radhi, aku pasangankan dengan Lottie jadi aku bisa leluasa mendekati Raine. Kalau kami jadi kan, sepertinya tidak jelek juga, keluarga McGregor dan Blair menjadi satu lagi dan mertua kami ya cuma itu saja jadi tidak pusing. Charles tersenyum licik. Ide aku tidak jelek juga rupanya...
Charles memperhatikan bahasa tubuh Radhi dan Charlotte yang belum ada tendensi saling tertarik. Biarin dibilang kakak jahat dan usil, yang penting misiku bisa bersama Raine berhasil!
Diam-diam pria berambut pirang dan bermata biru itu mulai menyusun rencana.
***
Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaa
Thank you for reading and support
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️