Love In Race

Love In Race
Bisa Diragukan Keturunan McGregor



Istana Al Jordan Dubai UAE


Charles termenung di halaman samping dekat kolam renang yang seluas kolam olimpiade tapi sekarang kolam itu sedang ditutup karena hendak dibersihkan rutin.


Ken dan Gasendra mendatangi pembalap dari tim Mercedez itu sambil membawakan sparkling water dan camilan.


"Kenapa kamu Charlie? Bingung menghadapi keluarga Raine?" goda Ken.


"Bagaikan menembus berapa benteng itu..." gumam Charles. "Sebenarnya benteng mereka aku bisa hadapi, yang sulit adalah Raine. Sampai detik ini aku tidak tahu bagaimana perasaan Raine ke aku."


"Kamu itu ya aneh, C. Sudah tahu Raine anaknya sulit, makin kamu kejar!" gelak Gasendra.


"Aku beneran jatuh cinta dengan adikmu itu tapi keluarga Raine benar-benar menyeramkan."


"Dengar Charlie, apakah kamu benar-benar keturunan McGregor? Sebab kalau kamu sampai tidak berani menghadapi keluarga Blair, diragukan darah McGregor di kamu!" ucap Gasendra pedas.


"Tul! Kamu itu harusnya membuktikan bahwa darah McGregor itu tidak lembek! Baru begini saja kamu sudah nelangsa!" timpal Ken. "Harusnya kamu banyak belajar dari Bang Sean atau ipar-iparku yang mengejar saudara perempuan aku. Mereka tidak perduli harus babak belur atau ditolak asalkan tetap kekeuh mencintai saudara perempuan kami. Asal kamu tahu, Alexander Khalid, pangeran Qatar, habis dihajar oleh Kalila dan tetap mau menikah dengan kembaranku itu. Tapi kalau itu sih memang salah Alex..."


"Payah tuh Alex" gelak Gasendra. "Charles, kamu kan terbiasa hidup berkompetisi, kamu dan Radhi selalu bersaing. Kenapa kamu tidak bisa menghadapi keluarga Raine? Anggap saja ini salah satu cara kamu bisa mendapatkan pengakuan dari keluarga Blair bahwa kamu memang anggota keluarga McGregor yang bisa dibanggakan."


Charles McGregor mengangguk. Iyalah! Kalau sampai aku tidak berani menghadapi keluarga Raine, bisa semakin semena - mena Radhi padaku! Enak saja dijajah dengan bocah kemarin sore itu! Eh, tapi bakalan jadi ipar aku ya? Harus aku Carikan pawang supaya tidak merecoki jalanku mendapatkan Raine !


***


"Jadi kamu dan Charles tidak ada hubungan apa-apa?" tanya Mariana ke Raine yang seperti disidang oleh Oma, Tante dan kakaknya.


Beruntung Kalila sudah di Qatar, bisa bakalan rusuh nanti kalau masih ada di Dubai secara gadis itu kan super kepo apalagi soal dirinya yang masih jomblo.


"So far nggak ada Tante" jawab Raine.


"Kalau tiba-tiba Charles McGregor melamar kamu?" goda Zinnia.


"Tidak mungkin dalam waktu dekat ini. Pak Alaric bisa kebakaran brewok!" gelak Raine. "Dengar, aku tidak ada perasaan apapun pada Charles McGregor. Jadi kalau dia memang suka padaku, ya semua itu haknya dia. Tapi apakah aku akan menerimanya, bisa dilihat sejauh mana dia bisa menunjukkan keseriusannya."


"Aku rasa Charles serius denganmu Raine" ucap Sabine. "Tapi kita lihat ke depannya bagaimana karena bisa saja Oma salah kan?"


"Kita tunggu saja Oma. Bagaimana langkah yang akan diambil si McGregor."


"Sebenarnya kalau Charles lebih tegas, aku tidak keberatan jika Blair dan McGregor menjadi satu lagi setelah kalian terpisah lama" ucap Paradina. "Apalagi mengingat Opa Duncan McGregor adalah besan Opa Adrian Pratomo dan Opa Aryanto Pratomo."


"Iya sih, Dina. Mengumpulkan keluarga lagi ceritanya" celetuk Sabine.


"Nah itu. Yang sulit adalah mengumpulkan keluarga. Bianchi, kita sudah berkumpul dari jamannya bang Mario dan Marco, Diazo gara-gara Valentino menikah dengan Katya D'Angelo yang masih keluarga Diazo. Apa salahnya jika kita berharap keluarga yang sempat terlepas menjadi satu lagi, Blair dan McGregor. Tapi itu pun jika memang Raine dan Charles berjodoh lho ya" ujar Paradina.


"Iya Oma. Kalau mereka berjodoh. Tapi kalau tidak, jangan dipaksakan" senyum Zinnia.


"Nah tuh!" sahut Raine sambil tersenyum.


"Tapi aku berharap nya sih kalian berjodoh" celetuk Georgina Kazuo, istri Enzo Al Jordan.


"Kenapa Georgi?" tanya Mariana.


"Pasti anak-anak kalian bakalan cute!" senyum Georgina tanpa dosa.


***


Adam Brown hanya bisa mengelap dahinya yang berkeringat akibat mendapatkan tatapan tajam dari Enzo Al Jordan, legendaris pembalap F1 dari tim Ferrari. Meskipun Enzo sudah tidak menjadi pembalap, tapi auranya tetap membuat siapapun akan segan dengannya. Juara dunia F1 delapan kali itu memandang Adam Brown dari ujung rambut hingga ujung kaki.


"Jadi, kamu pelatih dan manager si McGregor?" tanya Enzo yang duduk bersama Ayrton Schumacher dan Sean Léopold.


"I...iya Mr Al Jordan" jawab Adam Brown. Brengseeekkk Charlie! Aku bagaikan dikirim ke sidang kena tilang! Elu malah kabur entah kemana !


"Siapa sekarang petinggi Mercedez? Masih Julian Becker?" tanya Enzo.


"Sudah digantikan anaknya, Timothy Becker. Dan sekarang banyak perubahan di Mercedes."


"Tapi tetap saja pembalap kamu berbuat ulah, Brown!" ucap Enzo dingin membuat Adam Brown semakin mengumpati Charles.


"Charles sudah insyaf kok..." jawab Adam Brown pelan yang membuat Sean terbahak.


"Insyaf dari Palermo? Yang benar saja Adam! Buktinya masih sering sumbu pendek! Mendengar suara ciuman saja langsung macam kebakaran jenggot!" gelak Sean.


"Kalau soal itu, jujur aku tidak tahu yang mulia. Tapi memang efeknya, Charles hampir merusak helmnya... lagi" jawab Adam Brown membuat Ayrton dan Enzo tersenyum smirk.


"Sekarang ceritakan pada kami semua, meskipun kami bisa menscreening tapi kami ingin tahu dari mulut kamu sendiri yang sudah bersama Charles sejak awal kariernya. Berapa banyak mantan pacarnya?" tanya Ayrton serius.


"Hah? Serius ini pertanyaannya?" Adam Brown menatap Ayrton bingung.


"Apa wajah kami tidak serius Adam?" Enzo menatap dingin ke pria Inggris itu.


"Well, awal-awal karier Charles memang banyak gonta ganti pacar. Mr Al Jordan kan tahu bagaimana kehidupan para pembalap..." Adam menghentikan ucapannya melihat mata coklat Enzo tampak dingin. "Tapi dua tahun terakhir ini, Charles benar-benar jomblo. Dia sudah tidak ikut pesta-pesta hingga subuh dan memilih istirahat."


"Alasannya?" tanya Enzo.


"Lelah dan bosan. Bagi Charles yang membuat semangat adalah balapan dan bersaing dengan Radhi serta Gerald. Anda juga tahu kan Mr Al Jordan..."


"Aku memang pernah di titik itu. Dan Georgina lah yang membuat aku semangat lagi" jawab Enzo.


"Charles terlihat semangat lagi saat bertemu dengan Raine. Dan baginya, Raine adalah mood booster nya. Kalau soal ini, saya rasa Charles sangat serius sebab belum pernah saya melihat dia bisa melempar helm hanya gara - gara seorang wanita. Dulu mantan-mantannya membuatnya emosi, Charles hanya meninju samsak habis itu sudah, dia cuek saja. Tapi kalau soal Raine Blair... He's so emotional."


Ayrton melirik ke arah Enzo dan Sean. "Aku rasa dia benar-benar suka dengan Raine."


"Sayang nya, Raine sebodo amat sama dia" kekeh Sean.


"Biar Charles berjuang mendapatkan Raine. Seorang McGregor kalau sampai lemah, diragukan apakah dia benar seorang McGregor" ucap Enzo dingin.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️