
Manama Bahrain Dua Minggu Kemudian
Hari ini adalah hari pernikahan Damian dengan Reema Al Salman, putri Emir Al Salman penguasa Bahrain. Radhi dan Charles mendapatkan ijin khusus dari tim masing-masing untuk menghadiri acara pernikahan Emir Blair itu.
Hubungan kembar Blair dan kakak beradik McGregor memang sudah go public setelah pihak istana Al Azzam Blair mengumumkan hubungan yang agak tidak lazim dan langka.
Alaric dan Nura pun tidak bisa melarang bagaimana kedua anak mereka mendapatkan jodoh yang kebetulan kakak beradik. Dan hari ini keempatnya pun tampil di publik pertama kalinya usai resmi diumumkan.
Para sepupu Radhi dan Raine, rata-rata pada welcome ke kakak beradik McGregor apalagi Aidan dan Kaia yang datang ke Bahrain, menyambut hangat Charles dan Charlotte. Sebagai keturunan Edward Blair, Kaia dan Aidan sangat senang karena jodoh dobel R masih kerabat yang sangat dekat.
Dan kini mereka semua menghadiri acara ijab qobul antara Damian dan Reema. Charles bisa melihat bagaimana wajah kaku Damian saat menuju tempat ijab.
"Damian tampak ingin meledak, Raine" bisik Charles ke Raine yang duduk di sebelahnya. Sistem tempat duduk para tamu undangan dipisah keluarga Damian sendiri, keluarga Reema sendiri.
"Aku yakin kalau mas Dam tidak memiliki kontrol emosi kuat, sudah bubar McGregor."
"Aku harap pada saat kita menikah, paling hanya gugup takut salah baca ijab apalagi Daddymu galaknya minta ampun!" Charles meringis karena saat esok usai makan malam, Radhi dan Raine memperkenalkan Charlotte dan Charles untuk memberitahukan bahwa mereka resmi berpacaran.
Daaannn... Penerimaan Alaric ke Charles sangat berbeda dengan Charlotte. Dengan Charles, Alaric sangatlah galak dan judes, tapi ke Charlotte tampak welcome. Mungkin karena aku hendak meminta anak gadisnya jadi langsung pasang benteng tinggi-tinggi. - batin Charles.
Radhi menoleh ke arah Charlotte yang memandang dekorasi ballroom istana Al Salman dengan perasaan kagum. "Kenapa C?"
"Aku suka interior nya" jawab Charlotte sambil tersenyum. "Sayang, Mrs Moretti tidak bisa kemari karena dia sangat suka dengan motif macam ini."
"Lha Sakura kan baru lahiran." Sakura Park Moretti memang baru saja melahirkan seorang bayi perempuan bernama Ashley yang diambil dari nama Opanya, Ashley Sky, sebagai penghormatan cucu bungsunya. Radhi mendapatkan info dari Radeva di New York kalau Opa Ashley menangis haru mendengar Sakura dan Alessandro memberikan namanya untuk cicitnya. Ashley Sky memang hanya melihat dari panggilan video karena kesehatan nya tidak memungkinkan untuk perjalanan jauh ke Milan Italia.
"Semoga tidak nurunin Opa buyut, ibunya dan daddnya... Takut semakin bar-bar" doa Ashley sambil mengusap air matanya.
Namun semua generasi keenam tahu karena itu adalah hal yang mustahil binti mustahal mengingat gen siapa saja yang menurun ke bayi cantik itu.
Radhi hanya tersenyum mengingat para sepupunya yang sudah menikah, semua mengeluhkan bagaimana sifat dan gen anak-anak mereka jauh lebih kacau dari mereka sendiri.
Pembalap F1 itu melirik ke arah Charlotte yang mengobrol dengan Gemma Bernardi Schumacher dengan perasaan was-was. Semoga nanti kalau kami diberikan rejeki anak, ikut Charlotte saja kalemnya, jangan ikut gen Blair. Diam-diam Radhi berdoa seperti itu meskipun dirinya tidak yakin dengan tidak ada influence gen Blair yang dikenal Membagongkan, super ngeyel dan keras kepala.
***
Radhi dan Charles masih menemani para sepupu prianya yang berada di lounge coffee sebuah hotel tempat Damian dan Reema mendapatkan honeymoon suite disana.
Damian memilih menghabiskan malam usai resepsi bersama dengan saudara-saudaranya. Generasi keenam hampir semua datang minus Bayu yang tidak mau meninggalkan Ajeng yang sedang hamil besar, Radeva yang sedang mempersiapkan pernikahan dengan Ganiya, Alessandro yang baru saja punya Ashley dan Shinichi yang masih disibukkan dengan penelitian terakhir sebelum selesai kontrak di JAXA dan akan menjadi dosen di Tokyo University.
"Jadi kamu memilih disini daripada sama Reema?* tanya Luke Bianchi.
"Iyalah bang. Malas aku" jawab Damian.
"Sabarlah... Eh ngomong-ngomong bang Omar katanya mau lamar Nadya? Setelah sekian abad pacaran dan kegep bolak balik" gelak Devan.
"Kegep apaan?" tanya Giordano, putra Benjiro Smith dan Jang Geun-moon.
"Bocil mah nggak usah tahu" ejek Remy Giandra, putra Anarghya Giandra dan Amaranggana Ruiz.
"Yeeee, udah SMA kali mas. Tahun depan juga udah kuliah juga! Kan aku sama Mamoru sebaya !" ejek Giordano.
"Kalian itu memang dasar terlalu cerdas! Main akselerasi aja!" goda Samuel.
"Kalau bisa loncat, ngapain lama-lama? Lagian aku sudah tidak sabar mau jadi dokter macam Opa buyut" sahut Mamoru Hamilton Bradford, putra Chris Bradford dan Alea Al Jordan Hamilton.
"Jadi kamu masuk Harvard?" tanya Luke.
"Jadilah bang. Sudah lolos semua, tahun depan jadi mahasiswa Harvard Medical School."
"Gio mau masuk mana?" tanya Damian yang moodnya selalu bagus kalau bersama dengan keluarganya.
"MIT lah !"
"Biarin saja, biar tahu rasanya masuk kampus dengan beban berat hidup paling to the max ! Dapat nilai B aja, dosen komentar. 'Valentino Reeves dapat A, Quinn Reeves dapat A+, kenapa kamu dapat B ? Sangat diragukan kalau kamu adalah bagian dari keluarga terkenal itu!' Apa nggak bikin nyesek bin senep ? Aku dapat B juga. bukan tanpa alasan. Dosennya aja yang salah kasih pertanyaan! Karena sampai 200 tahun tidak akan menemukan jawabannya!" sungut Devan McCloud kesal.
"Memang apaan pertanyaan nya?" tanya Valentino.
"Lhaaa malah ada kuliah disini?" gelak Radhi.
"Edisi penasaran Rad..." cengir Valentino.
Devan mengambil papan tulis tempat coffee lounge menuliskan menu dan segera menuliskan pertanyaan matematika yang membuatnya mendapatkan nilai B.
Valentino, Arkananta, Luke dan Giordano langsung meneliti rumus itu.
"Kamu benar Devan, ini rumus tidak ada jawabannya !" ucap Luke yang juga sarjana science Tokyo University.
"Aku pening lihatnya" celetuk Charles. "Lebih baik kalian kasih test blind sirkuit apa saja, aku bisa menebak."
Semua orang menoleh ke arah Charles McGregor. "Beda cerita cumiii !" hardik Valentino kesal.
"What?! Apa salahku?" Charles menatap dengan wajah polos.
"Dasar McGregor!" umpat Damian sambil tertawa.
"Ini nggak bisa mas Devan. (a)+(b) disini tidak masuk. Secara ini rumus apaan sih? Beneran sampai kiamat tidak bakal terpecahkan!" ucap Giordano.
"Lalu, apa kamu sudah menanyakan ke dosen mu apa jawabannya?" tanya Raj Rao.
"Udah bang..."
"Jawabannya?" tanya Michel de Luca.
Devan terkekeh. "Dia nggak bisa jawab..."
"Woooo...!"
"Lhaaaa Paijo !" umpat Arkananta.
"What the heck !"
"Dasar dosen gemblung !" umpat Valentino.
"Devan, siapa nama dosenmu? Bang Luke kasih Penataran P4 beneran !" sungut Luke kesal.
"Kita ke MIT?" kerling Valentino ke Luke dan Arka.
"Seret angin Lisus?" kekeh Arkananta.
"Cuuussss!" Devan semangat jika ada gegeran dan rusuh Unfaedah.
Charles menoleh ke Radhi. "Really? Seriously? Mereka mau geruduk ke MIT hanya karena pertanyaan rumus konyol?"
Radhi tersenyum. "Welcome to our family, McGregor."
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️