Love In Race

Love In Race
Circuit de Americas



Dua Minggu Kemudian...


Raine melongo ketika mendapatkan informasi dari Radhi bahwa dua Minggu lagi perlombaan Formula Satu akan diadakan di Dubai.


"What?"


"Iya, jadwalnya Dubai, dua Minggu lagi lalu ke Catalunya balik ke Qatar."


"Apa hal muter-muter begitu? Kenapa nggak dari Dubai terus ke Qatar gitu? Malah ke Spanyol terus balik ke timur tengah?" omel Raine.


"Ya jangan marah sama aku dong... Marah sama panitianya."


"Kalila sudah tahu?" tanya Raine.


"Belum tapi aku yakin pasti Alexander tahu jadwal kami. Kan dia penggemar berat formula satu."


"Beneran deh!" gerutu Raine yang bingung dengan ketidakpraktisan panitia formula satu. Radhi kini berada di Texas Amerika Serikat untuk melakukan perlombaan Formula Satu disana, tepatnya di Circuit de Americas Austin Texas.


"Nggak usah marah-marah, Raine. Yang penting aku naik podium nanti. Doakan ya?" kekeh Radhi.


"Iya lah! Good luck brother!"


"Thanks sister!"


Raine pun melanjutkan pekerjaannya dan ponselnya berbunyi lagi. Merasa Radhi yang menelponnya kembali, Raine pun mengangkat nya tanpa melihat siapa yang menelpon.


"Assalamualaikum Radhi. Apa ada yang terlupa bilang?"


"Wa'alaikum salam, Raine."


Raine melongo. "McGregor?"


"Hai..."


"Dapat darimana nomor ponsel aku?" tanya Raine tidak suka.


"Adikku lah. Kan kamu dan Lottie saling bertukar nomor ponsel, Jadi pas aku pinjam ponsel Lottie, aku simpan sekalian nomor ponselmu."


"Kamu tuh beneran tidak sopan ih!" gerutu Raine. "Bye. Assalamualaikum."


"Raine! Wait! Jangan ditutup dulu dong... Please?"


"Hhhhmmm. Apa mau kamu?"


"Ngobrol sebentar lah. Kan dua Minggu lagi kita ketemu di Dubai. Kira-kira kamu bisa nggak datang?"


"Belum tahu."


"Oh come on Raine, kan di kandang sendiri."


"Unta kali di kandang..." gerutu Raine. "Noh untanya mas Damian di Kandang!"


"Hah? Kamu piara unta?"


"Piara lah! Mahal tahu harganya."


"Emang enak naik unta?"


"Mending naik kuda. Aku tidak suka naik unta."


"Kamu punya berapa kuda?"


"Banyak. Jenis nya juga banyak. Daddy kolektor dan breeder juga."


"Apakah kamu akan mengajak aku berkuda, Raine?"


"Pasti kamu cari kuda warna putih dan berlagak menjadi a prince with a shining armor riding white horse... Benar?" ejek Raine.


Charles terbahak mendengar ucapan Raine. "Kalau iya, bagaimana?"


"Nggak mempan, McGregor. Lagian mana ada gaya sok a prince tapi kuda pinjam?"


Charles semakin geli mendengar ucapan receh Raine. Benar-benar mood booster dirinya hari ini setelah kalah pool position lagi dengan Radhi.


"Kamu tahu Raine, aku dan Radhi sedang bertaruh."


"Bertaruh apa?"


"Radhi bilang bahwa aku tidak akan naik podium musim ini dan aku balas jika aku bisa naik podium serta juara satu, aku akan mengajak kamu kencan."


Raine melongo. "Radhi tidak akan membiarkan kamu naik podium!"


"Justru karena itu aku dan kembaran kamu bertaruh. So, Raine, kalau aku menang, apakah kamu akan berkencan denganku?"


"In your dream, McGregor."


"Dengar Raine, kenapa tidak doubel date?"


"Apa maksudmu?"


"Aku denganmu, Radhi dengan Lottie."


Raine melongo. "Kamu sengaja memberikan Charlotte ke Radhi?"


"Hei, tidak masalah kan?"


"Oh my God! Dasar kakak egois!"


"Semua cara dihalalkan demi bisa bersama, Raine."


"Siapa yang bisa bersama?"


"Aku dan kamu lah, Raine. Kita itu sebenarnya sudah ditakdirkan berjodoh lho" jawab Charles dengan percaya dirinya.


"WHAAATTT? Oh my God! Kamu habis nabrak pembatas tembok lagi jadi otakmu korslet?" seru Raine yang gemas dengan pria yang pedenya absolute.


Raine mematikan ponselnya dan badannya sedikit bergidik mendengar rayuan pulau kelapa yang out of the box. "Allahu Akbar... Aku ngimpi apa sih semalam?"


***


Circuit de Americas Austin Texas Amerika Serikat


Charles menatap ponselnya yang sudah kembali ke wallpaper Raine lalu setelahnya dirinya tertawa terbahak-bahak.


"Raine... Raine. Kamu kok menggemaskan..." kekehnya.


Adam Brown yang melirik wajah Charles tampak cerah, sedikit bersyukur karena tadi pria itu sempat uring-uringan setelah kalah lagi dari Radhi Blair.


"Mood kamu sudah membaik?" tanya Adam.


"Sudah. Aku sudah mendapatkan dopingnya jadi mood ku membaik. Besok pasti aku akan naik podium" senyum Charles yakin.


"Radhi di depan kamu lho. Kamu di posisi ke delapan."


"Anything can happen Adam, anything can happen. Berdoa saja besok Radhi senasib denganku, pakai acara selip." Charles McGregor menyeringai usil.


***


After Race


Harapan Charles untuk bisa naik podium, harus pupus karena dirinya hanya bisa finish di urutan keempat sedangkan Radhi di urutan kedua, dibelakang Gerald. Tentu saja bayangan untuk bisa kencan dengan Raine pun buyar dan Charles semakin gondok ketika Radhi menatapnya dengan tatapan dan senyuman mengejek dirinya.


Brengseeekkk kamu Radhi!


***


"Bagaimana?" tanya Raine saat Radhi menelponnya. Keduanya sedang melakukan panggilan video.


"Kedua."


"Hebaaattt!" puji Raine. "Pertama?"


"Gerald."


"McGregor?"


"Keempat."


Raine tertawa. "Alhamdulillah... "


"Memang kenapa Raine?" tanya Radhi.


"Soalnya kalau dia sampai naik podium, dia akan mengajak aku kencan saat kalian datang ke Dubai."


Radhi melongo. "Beraninya dia!"


"Dan akan mengajak Charlotte ikut ke Dubai supaya kita double date."


"Oh Astagaaa... Itu rupanya rencana dia?" Radhi tersenyum smirk.


"Memang kenapa Rad?"


"Aku tahu dia punya rencana tapi aku masih meraba-raba, apa maunya dia. Ternyata dia ingin aku dengan Charlotte biar McGregor bersama kamu..." kekeh Radhi.


"Tapi kamu jangan benci sama Charlotte lho, Rad. Dia tidak tahu apa-apa..." ucap Raine.


"Bagaimana kamu tahu?"


"Karena aku merasa bahwa kakaknya juga memanipulasi kebaikan adiknya." Raine menatap serius. "Aku sudah menelpon Charlotte, FaceTime, dan aku bisa melihat dia jujur tidak memberikan nomor ponselku ke Charles."


"Hhhhmmm..."


"Radhi, jangan konfrontasi Charles. Kalian itu nanti bisa kena teguran lagi" pinta Raine. "Bukan apa-apa, kamu sudah naik podium beberapa kali, poinmu sangat bagus. Jadi jangan kamu sia-siakan."


Radhi mengangguk. Bagi Radhi, ucapan sang ibu dan saudara kembarnya selalu dia dengar kan karena tahu, dua wanita kesayangannya tidak akan pernah menyesatkan jalannya.


"You're right, sis. Jangan sampai kerja kerasku menjadi sia-sia hingga aku didiskualifikasi hanya karena persoalan pribadi" senyum Radhi.


"Jangan ikutan Daddy yang suka emosian" kekeh Raine.


"Daddy mah memang Gedhe ambeg" sungut Radhi.


"Tapi tho Rad, kamu dan Daddy itu jauh lebih mirip lho wajahnya satu sama lain dibandingkan aku."


"Kamu lebih mirip mommy, Raine. Bukankah itu bagus dan adil secara merata?"


Kedua saudara kembar itu saling tertawa. "Miss you sis."


"Miss you too bro."


"Dua Minggu lagi aku pulang ke Dubai ya. Semoga mommy masak enak-enak. Aku kangen masakan rumah..."


"Nanti aku bilang mommy, Rad."


"Aku harus pergi. Ada acara after party seperti biasa." Radhi tersenyum manis ke Raine. "See you sis."


"Have fun."


***


Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️