
Istana Al Azzam Dubai UAE
Pagi ini suasana istana Al Azzam tampak meriah karena akan diadakan ijab qobul double antara keempat anak dari keluarga McGregor dan keluarga Blair pada hari Sabtu esok.
Dan semua anggota keluarga klan Pratomo hampir semuanya datang kecuali generasi keempat hanya dari keluarga Blair yang hadir karena akan bereuni dengan keluarga McGregor yang jarang bertemu.
Charles dan Charlotte sudah berada di Burj Al Arab Hotel yang nantinya akan menjadi tempat resepsi pernikahan double dua keluarga besar yang dikenal sudah bersahabat dari puluhan tahun lalu.
Radhi dan Raine tersenyum lebar ketika para sepupunya hadir di istana Al Azzam minus Zinnia dan Sean yang baru datang nanti malam.
"Waaaahhhh kalian datang!" seru Radhi melihat para sepupu prianya generasi keenam. Pembalap F1 itu langsung memeluk sepupunya satu persatu.
Raine pun tidak ketinggalan juga menyambut para sepupu perempuannya. Mereka semua pun memilih berpisah sesuai dengan gender masing-masing.
"Lho, Reema nggak ada?" tanya Leia.
"Mas Dam aja nggak ada kok mbak. Mas Dam memilih mengurus kerjaan daripada kumpul-kumpul" jawab Raine.
"Damian nggak nyaman ya bawa Reema kumpul sama kita?" celetuk Nadira.
"Aku yang sebagai temannya juga nggak suka mbak. Aku jadi nggak respek dengan sifatnya yang egois membuat mas Dam tertekan..." Raine menatap semua wanita cantik di hadapannya.
"Bagaimana Damian bisa betah sih?" gerutu Blaze. "Aku tahu mereka ada perjanjian tersendiri tapi butuh mental kuat tinggal satu atap dengan orang yang tidak disukai bahkan cenderung benci."
"Sudah jangan ghibah Reema. Kita ghibah mbak Ajeng sama mas Bayu saja" kekeh Ganiya, tunangan Radeva yang akan menikah di bulan Agustus usai Shinichi dan Kedasih.
"Ada apa dengan pasangan Membagongkan itu? Apakah ribut soal Oreo lagi?" gelak Gemma.
"Gemma, kamu jadwal lahiran kapan?" tanya Nadira.
"Insyaallah akhir bulan April atau awal bulan Mei. Kenapa mbak?"
"Mas Bayu dan Mbak Ajeng kan memang tidak datang karena sudah masuk usia enam bulan dan dilarang terbang sama Oma Kaia apalagi bulan depan kan mau mitoni. Naaaahhhh, mereka sudah tahu jenis kelamin anaknya. Daaannn... Ribut maning saudara-saudaraku..." gelak Ganiya.
"Memang jenis kelaminnya apa, Aya?" tanya Kalila yang sudah dikaruniai anak laki-laki bernama Kaysan bersama Alexander Khalid.
"Cowok" jawab Ganiya.
Langsung semua wanita cantik disana pada melengos. "Wassalam deh kalau nurunin si angin Lisus..."
Ganiya terbahak. "Itu yang membuat aku dan mas Deva hanya bisa istighfar..."
Sontak para wanita generasi keenam tertawa terbahak-bahak. "Langsung istighfar ya Aya?" gelak Raveena.
"So, mereka berdua meributkan apa?" tanya Juliet.
"Mas Bayu maunya nama bule pakai nama Opa Duncan..."
"Duncan lagi? " seru mereka semua.
"Itulah yang buat mbak Ajeng nggak mau. Masa sampai ada tiga nama Duncan. Mbak Ajeng maunya pakai nama Jawa" terang Ganiya yang sering menjadi teman curhat Ajeng.
"Terus? Kasih saja nama Ali Topan. Beres !" ucap Blaze cuek.
"Beeee!!!" protes Leia dan Nadira.
"Lha pas kan?" Blaze mengedikkan bahunya.
"Mereka itu ya dari jaman pacaran sampai nikah... Tetap saja kacau" gerutu Raveena.
"Tapi mas Bayu dan mbak Ajeng nunggu hampir setahun ya baru punya anak" celetuk Katya.
"Kamu kan juga nunggu Kay" goda Arabella.
"Iya ya, aku sama V nunggu juga hampir tujuh bulan baru isi. Sakura juga kan?" Katya menoleh ke arah iparnya.
"Sudah ditunggu saja kira-kira pasangan itu mau kasih nama siapa buat calon anaknya. Dan aku yakin, acara mitoni pasti kacau balau mengingat hanya gara-gara Oreo saja bisa telpon 911" kekeh Nadya yang sudah menikah dengan Omar Zidane.
"Serius?" tanya Katya dan Arabella berbarengan.
"Serius ! Aku sama Omar lagi nonton bioskop, ditelpon suruh urus pengaduan coba !" adu Nadya yang sedang hamil muda.
Semua wanita disana tertawa terbahak-bahak.
"Ya Allah Nad, macam apa kamu jadi pengacara gara-gara Oreo ?" gelak Gemini.
"Ya kan sebenarnya sepele. Mbak Ajeng itu kan lagi ngidam Oreo coklat dan ndilalah tinggal satu. Eh dimakan sama mas Bayu. Ngamuknya bumil..." Nadya tertawa mengingat kejadian yang membuat dirinya dan Omar hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Astagaaaa... Jujur saat mas Deva bilang kalau keluarga nya kacau, aku kira kacau berantakan dalam arti negatif tapi ternyata... kacau dalam arti Membagongkan..." gelak Ganiya.
"Terus setelah kamu dan Deva akan menikah dan bertemu dengan kita-kita?" tanya Garvita.
"Aku suka keluarga Membagongkan" seru Ganiya bahagia.
"Welcome to our family!!!" seru semuanya.
Raine hanya tersenyum melihat kehebohan keluarga nya. Andaikan Reema tidak melakukan kebodohan dengan memaksakan pernikahan dengan mas Dam pakai dalil dan dalih apapun, mungkin dia akan bisa bersama dengan keluarga kami. Sayangnya, kamu malah memilih menggunakan cara licik yang membuat kami semua tidak respek.
Gadis yang akan menikah itu pun melihat ke sayap kiri tempat para pria berkumpul. Tampak raut bahagia pada mereka semua, entah berghibah apa tapi tawa lepas mereka terdengar menyenangkan.
Raine merasa sedih karena gara-gara Reema, Damian sampai harus mengorbankan kebahagiaan untuk bisa berkumpul dengan saudara - saudaranya. Karena sudah pasti, di keluarga mereka jika sudah berpasangan apalagi sudah menikah atau bertunangan, harus ikut masuk di setiap acara keluarga.
Mengingat bagaimana caranya Reema, Damian tidak mau membawa istrinya ikut dalam acara keluarga nya. Memang terdengar egois tapi Damian tidak mau Reema mengetahui apapun tentang keluarganya yang bisa menjadi Boomerang pada diri nya nanti.
Raine sangat memahami sifat kakaknya itu karena semua keturunan Blair dikenal sangat keras kepala dan memiliki prinsip kuat. Raine menatap semua orang yang heboh dengan cerita macam-macam dan berharap suatu saat nanti, Damian bisa mendapatkan pasangan yang bisa membaur dengan mereka semua.
Pasangan yang dicintai mas Damian dan mencintai Damian secara tulus bukan karena obsesi dan egois.
Raine mengambil ponselnya karena merasakan getar notifikasi. Mata hazelnya menatap pesan di layarnya.
📩 Reema Al Salman : Raine, Damian dimana ya? Kok aku hubungi dan telepon kok nggak bisa.
📩 Raine Blair : Lho mas Dam kan di kantor. Mungkin ada meeting.
📩 Reema Al Salman : Kamu cari tahu deh ! Aku paling nggak bisa diacuhkan seperti ini !
Rahang Raine mengeras. Kamu sendiri yang cari perkara !
📩 Raine Blair : Kamu kan istrinya ! Harusnya kamu yang lebih tahu suami kamu dimana dan sedang apa ! Aku kan hanya jatuh adik !
Reema tidak membalas pesan Raine cukup lama dan Raine menganggap sudah selesai tapi dia salah.
📩 Reema Al Salman : Memang kamu tidak enak jadi ipar !
Raine menggenggam erat ponselnya. Beruntung tidak sampai retak.
Brengseeekkk kau Reema !
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️