Love In Race

Love In Race
Perseteruan Masih Berlangsung



Restauran Maharaj London Inggris


Charlotte dan Raine tampak asyik membahas koleksi milik Morr yang akan diluncurkan pada musim dingin dengan model Radhi. Disaat dua gadis itu sibuk berdiskusi, Charles dan Radhi saling bertatapan dengan wajah sama-sama dingin.


"Apa McGregor? Kalau melihat dari wajahmu, aku tahu kamu sedang merencanakan sesuatu yang menyebalkan bukan?" ucap Radhi sambil menyesap teh tariknya.


"Oh Blair, you know me so well ( kamu mengenalku sangat baik ). Aku hanya bersyukur, adik-adik kit bisa akur, tidak seperti kita, kakak-kakaknya" senyum Charles.


"Karena kita tidak akan bisa akur, McGregor!" baals Radhi sarkasme.


"Ohya? Kenapa tidak kita coba. Lihat, dua adik kita yang cantik-cantik itu bisa akur. Kenapa kita tidak bisa?"


Radhi memajukan tubuhnya ke arah Charles yang duduk di hadapannya. "Karena aku tahu, kamu hendak mendapatkan Raine, dengan cara licik apapun! Bukan begitu McGregor? Aku tahu apa yang kamu pikirkan."


Charles pun memajukan tubuhnya hingga dua pria good looking itu seperti Dua petinju hendak bertarung. "Apa yang kamu pikirkan, Blair?"


"Kamu berusaha menarik hati agar aku memberikan ijin kamu mendekati Raine kan?"


Charles hanya terdiam. So close! Nyaris benar tapi memang iya. "Kenapa kamu bisa bilang begitu?"


"Playboy macam kamu itu selalu memiliki banyak strategi. Belum tentu juga Raine tertarik padamu. So, ada syaratnya kalau kamu mau mendekati Raine." Radhi tersenyum licik.


"What is it?" tanya Charles.


"Kamu tidak boleh naik ke podium selama musim ini berlangsung!"


Mata biru Charles melotot sempurna. "You can't be serious!"


"Way serious! So, take it or leave it?" senyum Radhi.


"Screw you Blair ( Brengseeekkk kau Blair )!" hardik Charles yang tidak menduga Radhi akan mengatakan itu.


"Tout se fait dans la compétition et l'amour ( semua halal dilakukan dalam persaingan dan cinta ). N'est-ce pas ( bukankah begitu )?" seringai Radhi. "Interdit de monter sur le podium jusqu'à la fin de la saison ( Dilarang naik podium hingga musim ini selesai ). Deal?"


Charles McGregor menatap sengit ke arah Radhi yang duduk sembari melipatkan tangannya di dada. Sialan! Ini pemerasan!


"No deal, Blair! Kita lihat saja nanti!" ucap Charles dengan nada menekan.


***


"Ada apa dengan kedua kakak kita?" tanya Charlotte ke Raine yang masih asyik melihat iPad.


"Hah?" Raine menoleh ke arah kembarannya dan Charles yang tampak seperti Tony Stark sedang adu strategi dengan Steve Rogers. "Biarkan. Mereka selalu begitu."


"Raine, apa kamu tidak pusing melihat keduanya ribut?" Mata biru Charlotte menatap mata hazel Raine.


"Mereka? Kalau tidak menyalahi kodrat, aku sudah panggil penghulu buat menikahkan mereka berdua! Kamu tahu, mereka itu macam suami istri yang sudah menikah lama hubungannya. Sudah tidak ada cinta yang membara, hanya benci tapi rindu..." monolog Raine membuat Charlotte terbahak.


"Oh astaga Raine. Ternyata kamu lucu juga" tawa Charlotte.


"Kenapa memang?" tanya Raine.


"Aku selalu mengira bahwa kamu itu akan kaku, judes ternyata bisa receh juga."


"Terlepas dari dua kakak kita Membagongkan, aku rasa kita berdua bisa menjadi teman baik, C." Raine tersenyum manis.


"Ah akhirnya ada yang memanggil aku dengan panggilan yang aku suka" celetuk Charlotte.


"Aku tahu kamu tidak suka dipanggil Lottie kan?"


"Exactly! Entah kenapa dipanggil Lottie itu macam aku seperti permen! Well, I'm not candy..." sungut Charlotte.


Raine tertawa. "You know, C. Kita harus saling bertukar nomor ponsel dan follow akun media sosial."


"Kamu benar." Charlotte dan Raine saling bertukar nomor ponsel dan follow akun Instagram masing-masing. "Raine, akun Instagram kamu di private?"


"Yup. Aku tidak suka terlalu open public..."


"Well, kebanyakan itu fun tapi kamu tahu sendiri kan siapa saudara kembar aku? Super annoying jika ada yang DM hanya bertanya soal Radhi. Padahal akun Instagram Radhi open public karena dia kan seorang public figure. Kalau aku kan bukan..."


"Kita senasib Raine. Punya kakak yang terkenal dan kita cuma dibilang..."


"Oh kamu adiknya Radhi?" potong Raine.


"Kamu adiknya Charlie" ucap Charlotte bersamaan dengan Raine. Kedua gadis cantik itu pun tertawa sesudahnya.


"Nasib..." ucap keduanya yang kemudian tertawa lagi.


Dua orang pria yang sedang melakukan perang dingin, menoleh ke arah Raine dan Charlotte yang tertawa bersama. Dua pria itu sama-sama terpesona dengan dua gadis cantik disana.


Ya ampun, Raine cantik kalau tertawa. - batin Charles.


Suara tawa Charlotte menyenangkan. - batin Radhi.


***


Setelah makan, keempat nya berjalan kaki untuk kembali ke Venue fashion week karena mobil mereka masih berada di area parkir acara. Raine dan Charlotte tampak asyik mengobrol sepanjang perjalanan. Dua gadis itu berjalan di depan Charles dan Radhi yang hanya diam saja tanpa ada keinginan berbicara satu sama lain.


"Aku tidak akan mengalah, Blair! Aku tetap akan naik podium!" ucap Charles tegas.


"Silahkan McGregor! Karena aku juga tidak akan memberikan kesempatan kamu naik podium musim ini!" balas Radhi dingin.


"Kita lihat saja nanti!"


"Aku tunggu McGregor!"


***


Di dalam Mobil Radhi.


"Kalian ngobrol apa saja?" tanya Radhi ke Raine. Keduanya dalam perjalanan pulang ke rumah Aidan.


"Macam-macam. Kita kan tidak macam kalian berdua yang selalu ribut unfaedah!"


"Kami itu punya ego tersendiri, Raine. Sebagai pembalap, jiwa kompetitif itu sangatlah maksimal! Jadi aku dan McGregor wajar kan jika diluar pun tetap bersaing?" jawab Radhi yang menyetir dengan santai.


"Ya tapi nggak didepan publik dong, Rad. Pasti gosip kalian langsung tersebar dimana-mana" kekeh Raine.


"Hei, aku kan public figure jadi wajar lah kena gosip. Yang jelas, jangan kamu Raine. Aku tidak mau kamu kena gosip aneh-aneh."


"Kenapa?"


"Aku laki-laki Raine dan aku sudah biasa menghadapi semua publisitas dari jaman gokart setelah orang-orang tahu kalau aku keponakan Enzo Al Jordan dan cicit Senna Al Jordan. Mereka semua pasti akan membandingkan soal gaya dan kemampuan aku dengan kedua orang yang kita hormati itu" jawab Radhi. "Kamu tidak. Kamu terbiasa hanya muncul di Dubai bukan di dunia. Namamu bukan orang paling dicari di google. Dan aku tetap menjaga akan hal itu Raine, supaya kamu tidak terganggu."


Raine menatap lembut ke Radhi. Dirinya tahu bagaimana over protective nya saudara kembarnya macam sang Daddy. Berbeda dengan Nura sang mommy yang lebih permisif karena ingin agar Raine bisa menghadapi tantangan dengan elegan.


"Thank you Radhi. You're the best twin brother."


"Memangnya kamu punya saudara kembar lain selain aku?" kerling Radhi.


Raine tertawa. "Seingat aku, kita cuma lahir berdua, tidak triplet..."


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️